Academy

Ini Nasib Plagiarisme di Era Digital

please pikir seribu kali sebelum melakukan plagiarisme

Indonesia seperti negara berkembang lainnya dikenal surga bagi para plagiat dan pembajak.

Itu dia kenapa dunia ini perlu suatu aturan yang melindungi hak cipta dan karya secara sah oleh hukum, istilah kerennya copyrights. Yang diatur di dalamnya termasuk kegiatan yang berkaitan dengan memperbanyak, mendistribusikan, menampilkan, hingga melakukan perubahan (derivative work) terhadap hasil karya tersebut.

OK, tapi disini kami tidak akan membahas panjang lebar tentang hak cipta/ copyrights, yang bisa kamu cari google atau pelajari sendiri di wikipedia.

BACA JUGA: 9 Hal Dasar Seputar Hak Cipta / Copyrights yang Wajib Diketahui

Di era  digital seperti sekarang sangatlah mudah untuk mendapat sumber referensi, mengakses konten, mulai dari tulisan, gambar, foto, musik, dan masih banyak lagi. Intinya mudah terjadi pelanggaran hak cipta, plagiat, pembajakan dan sebagainya, baik secara sengaja maupun tidak sengaja.

Selain mudah dilakukan, karena umumnya konten juga konsumsi publik, maka dengan mudah pula teridentifikasi bahwa konten yang digunakan adalah hasil contekan.

So please kamu pikir seribu kali sebelum melakukan plagiarisme.

1. Internet Rule #1: Once it’s on the net, it stays on the net

Sekali saja tayang di Internet, maka konten itu adalah milik Internet selamanya. Internet tidak akan lupa. #dramatis

screen-shot-2016-11-25-at-1-45-48-am
Video kontroversial “Indonesia Bangkit” masih bisa ditemukan di Youtube hingga sekarang. Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=y0LzsVJT9IE

BACA JUGA: Cek Orisinalitas Desain di 3 Situs ini!

Bayangkan 5-10 tahun dari sekarang, ketika orang melakukan pencarian dan masih menemukan bukti plagiarisme / pembajakan yang disengaja atau tidak sengaja.

Siapapun bisa melaporkan pelanggaran ini, atau yang juga tidak terhindarkan adalah pelanggaran diumumkan secara terang-terangan di khalayak, lengkap dengan screenshot dan bukti-bukti lainnya, bahkan identitas si pelaku, seperti ketika @TuesdayBassen menyuarakan pelanggaran hak cipta oleh Zara.

tuesdaybassen
Desain TuesdayBassen yang digunakan oleh Zara tanpa izin. Sumber: instagram @Tuesdaybassen

Dan pastinya, banyak orang akan “tersentuh” begitu mendengar berita tentang ketidakadilan yang dilakukan Zara terhadap @Tuesdaybassen, dan menyuarakannya di media lain, dan berpotensi menjadi konten viral. It belongs to the internet.

tuesdaybassen
Posting “Simpatisan” atas yang terjadi pada desain @tuesdaybassen

2. Reputasi Taruhannya, Digital Public Shaming

Digital public shaming is inevitable, tidak ada ampun bagi yang ketahuan melakukan pembajakan di era keterbukaan informasi internet ini. Hati-hati sekali dalam memilih konten dan pikir seribu kali sebelum melakukan plagiarisme atau membajak.

Contoh public shaming plagiarisme terpopuler tahun 2016 adalah pidato Milenia Trump.

Ga mau ‘kan dipermalukan seperti ini?

screen-shot-2016-11-24-at-9-31-09-pm
Sumber: CNN Youtube channel, link video: https://www.youtube.com/watch?v=RcbiGsDMmCM

3. What goes around, comes back around

Ini bukan lirik lagu Beyonce belaka, yang intinya menyatakan bahwa hal baik ataupun buruk yang dilakukan kini akan kembali kepada kita kelak.

Siapa sih yang rela hasil karya dan buah pikirannya dijiplak atau diakui orang lain? Aseemmmm…

man-742766_640
Semua gambar di laman kami menggunakan free copyright image (cc/creative commons). Sumber: pixabay.com

Jadi, mari kita mulai  membiasakan untuk saling menghormati hasil karya cipta sesama kreator dan pekerja seni. Buang jauh-jauh mental plagiarisme dan pembajakan.

Semoga bermanfaat!

Iklan

4 komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: