4 Rambu dalam Desain User Interface (UI)

Mendesain muka/tampilan suatu media yang dinamis seperti situs web memiliki tantangan tersendiri, karena tidak sekedar estetika tetapi juga melibatkan interaksi dengan pengunjung situs, bahasa kerennya user interface (UI) design.

ssss

Ada beberapa rambu utama yang bisa dijadikan panduan di kala mendesain untuk situs web.

1. User-centered design: kenali target pengguna situs web

Kembali pada prinsip dasar desain komunikasi visual yaitu kenali siapa target audience-nya, atau tepatnya target pengunjung situs web, alias user-centered design.

Dengan mengenal siapa target pengguna, tidak hanya memberi masukkan untuk segi estetika atau selera desain (estetika), tetapi juga mengetahui bagaimana karakter dan kebiasaan (user behaviour) dalam berinteraksi dan memperoleh informasi online.

Kenapa user behaviour penting bagi desainer? Dengan pengetahuan ini, kamu dapat mendesain layout dan menentukan informasi mana yang perlu ditampilkan, atau information design (alur transfer informasi), yang sesuai tujuan dari situs webnya.

BACA JUGA: 11 Things every designer Needs To Know About Mobile App Interaction

erik-lucatero-257494

Bekal informasi ini membantu digital designer menata dan desain yang ramah dan mudah digunakan bagi si target audience.

PRO TIPS: Bagi situs web yang memiliki target pengguna yang luas, seperti website korporasi atau organisasi secara umum, targetting bisa difokuskan pada kelompok mayoritas yang berpotensi mengakses situs web, contoh: demografi pengguna internet terbesar, target klien/ nasabah/ pembeli/ donor, dsb.

2. Hirarki visual yang jelas

Information design dilakukan dengan memahami hirarki dan tujuan dari setiap konten dalam halaman dari situs web yang perlu didesain.

Hirarki visual yang jelas dan mudah dipahami menjadi pertimbangan utama dalam user interface design.

Keberhasilan kamu dalam mendesain situs web tercapai ketika pengunjung dapat dengan mudah memahami, secara sadar dan tidak sadar, hirarki tampilan dari elemen visual di layarnya.

jose-alejandro-cuffia-799485-unsplash

Pahami betul manakah informasi primer dan sekunder, hal ini akan membantu dalam menentukan fokus dan prioritas, dimana perhatian pengguna harus ditujukan.

Ingat, ada banyak elemen desain dalam satu tampilan/layar, pastikan kamu memusatkan perhatian pengguna pada informasi primer, selebihnya pengguna dapat bebas mengeksplorasi informasi sekunder.

2. Navigasi dan instruksi: mudah dipahami dan ringkas

Sebelum mulai desain setiap tampilan/halaman, selalu tanyakan: apa yang user akan lakukan disini? — dari sanalah kamu mulai membangun sistem dan langkah-langkah agar user melakukan kegiatan/mencapai tujuan tadi.

austin-chan-275638

Gunakan kerangka berpikir sederhana dalam mendesain navigasi dan “instruksi” untuk setiap kegiatan tadi, yaitu pola beginning-middle-ending.

Contohnya bisa diambil dari laman utama Facebook, kegiatan yang user lakukan pada beranda akun facebooknya beragam, mulai dari sharing foto, video, curhatan, cerita, tertukar pesan dan menerima undangan, dan masih banyak lagi.

Screen Shot 2018-09-24 at 18.44.10

Perhatikan dengan saksama, bahwa setiap elemen dalam tampilan facebook ini dapat memberikan user akses untuk melakukan beragam kegiatan tadi.

Jika user ingin berbagi foto maka user bisa mulai (tahap beginning) dengan klik “create post” atau langsung letakkan kursornya pada kotak status; tahap middle-nya adalah dimana pengguna memilih opsi yang sesuai, klik photo/videos jika ingin berbagi gambar yang bisa disertai caption dengan emoticon. Dan tahap terakhir (ending), setelah semua kegiatan di tahap middle selesai, user mengklik tombol “post”

PRO TIPS: Ada 2 prinsip utama dalam mendesain navigasi situs web, yaitu (1) pengguna harus selalu mengetahui dimana mereka berada, beberapa teknik umum yang digunakan dengan menandai menu/heading, breadcrumbs trail, dsb; (2) sistem navigasi harus konsisten dari satu halaman ke halaman berikutnya, hal ini meningkatkan kenyamanan pengguna bereksplorasi di situs web.

KISS: Keep it simple and stupid

Prinsip KISS ini memposisikan digital designer di sudut pandang pengguna (first visitor maupun returning visitor), untuk dapat mendesain kondisi sesederhana mungkin hingga mudahkan pengguna menavigasi dan mencapai tujuan.

User interface design yang baik dapat diukur dari semakin sederhana dan ringkas interaksi yang diperlukan bagi user untuk melakukan kegiatannya di layar atau mencapai tujuannya.

Panduan yang membantu kamu dalam menerapkan prinsip KISS:

  • Jelas dan konsisten, secara garis besar sudah dibahas di poin navigasi tadi yaaa
  • Setiap elemen harus memenuhi 2 fungsi: estetika dan informatif. Ingat, perhatian pengguna dan ruang terbatas, jadi maksimalkan fungsi elemennya.
  • Pengambilan keputusan yang mudah, bisa dilakukan dengan memberikan user opsi sebanyak-banyaknya (facebook) atau sesedikit mungkin (google search engine)—istilah kerennya minimalis, less is more.

Screen Shot 2018-09-24 at 19.14.59

Teks VS Gambar

Elemen teks dan gambar idealnya memiliki komposisi seimbang.

Permasalahan yang paling sering dihadapi adalah teks dan visual tidak seimbang komposisinya. Kerap kali jumlah teks mendominasi konten hingga bisa membuat pengguna enggan eksplorasi atau bahkan memutuskan keluar dari situs web.

Jadi kerapkali pertanyaan yang diajukan: berapa banyakkah jumlah teks yang bisa ditampilkan dalam satu tampilan? Sayangnya tidak ada batasan yang baku, semua disesuaikan dengan tujuan laman dan situs webnya. Maka selalu kembali pada prinsip KISS dan panduannya.

PRO TIPS: Trik yang umum digunakan untuk menyiasati jumah teks yang banyak adalah dengan memunculkan sepenggalan teksnya lalu menambahkan tombol “read more” dengan demikian pengguna memiliki pilihan dan kontrol terhadap konten yang ingin dilihatnya, sekaligus tidak mengorbankan estetika desain.

Sumber bacaan lebih lanjut:

Semoga bermanfaat!

Hybrid Designer Menjawab Tantangan Era Digital

Era digital ibarat kereta super cepat, apakah bergabung di dalamnya menjadikan kamu super juga?

Jawabannya tidak.

Menjadi penumpang saja bukanlah sesuatu yang super atau patut dimasukkan dalam portofolio, ya kan?

Siapapun bisa jadi penumpang.

rawpixel-250917-unsplash

Untuk menjadi hybrid designer, kamu tidak bisa hanya jadi penumpang namun harus “berevolusi.”

Apa itu hybrid designer?

joey-nicotra-510944-unsplash

Apa sih maksudnya hybrid designer?

Ibarat menjadi superhero dan manusia biasa, tantangan bagi para desainer kini.

Itu istilah keren untuk desainer yang beradaptasi dengan perubahan dan kebutuhan dunia digital.

Tidak hanya dari segi teknik dan skill, tetapi juga dari segi tujuan dan sudut pandang, trik dan esensi dari visual yang dibutuhkan konten digital.

Hybrid designer diharapkan sebagai konten kreator, handal membuat infografik, mempertimbangkan user experience sebagai elemen desain, serta peka terhadap tujuan bisnis dan marketing.

Menjadi Hybrid Designer

Dalam hiukum evousi Darwin, jika mahluk hidup yang tidak berevolusi atau adaptasi dengan lingkungan sekitar akan punah. Namanya seleksi alam.

Kamu dapat mulai “berevolusi” dengan mengubah pola pikir dan kebiasaan.

stormtrooper-1343877_640

Ubah pola pikir (mindset) dan cara pandang tentang desain

Cara paling mudah adalah tempatkan dirimu sebagai murid/pelajar lagi.

Tidak semata-mata membuang ilmu desain yang lama, melainkan memperbaharui dan melengkapi dengan yang sudut pandang yang baru.

edgar-chaparro-677224-unsplash
Drone view, sudut pandang baru

Coba ubah mindset kamu tentang pekerjaan mendesain, jaman sekarang desain visual dan user experience lebih berperan karena kini:

  1. Visual lebih berperan daripada teks sebagai trigger atau pancingan.
  2. Desainer juga berpikir selayaknya content creator— Artinya, desainer juga memikirkan output desain secara keseluruhan, mempertimbangkan aspek-aspeknya dalam proses desain.

BACA JUGA: Inspirasi Proyek Video Instagram

erik-lucatero-257494

Misal, kamu mempertimbangkan bagaimana desain ditampilkan dalam berbagai platform, dan mempertimbangkan apakah user akan merasa nyaman, dan sebagainya.

Memahami apa yang industri inginkan dari hybrid desainer

  • Membuat desain yang mengarahkan pengguna/audiens dari titik A ke titik B (tujuan marketing/sales/bisnis)
michelangelo-71282_640
  • Desainer  dengan pengetahuan copywriting atau bisa mencerna copy.
  • Familiar/mengenal spesifikasi teknis platform online/social media.
  • Berinisiatif mengenal/mencari tahu tentang target audience/target persona dan menggunakan pemahaman ini dalam mendesain
  • Content creator, familiar memproduksi konten visual yang tren

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Grafik Desainer V.S. Digital Marketer: Make Love Not War

6 Hal Wajib Dalam Design Brief

Banyaklah bertanya (dan mengumpulkan informasi) agar tidak sesat di jalan.

Jadi, bagi yang belum tau, apa sih design brief itu?

Screen Shot 2018-03-01 at 9.31.26 PM

Sumber: Oxforddictionaries.com

Design brief, atau panduan pekerjaan desain, ibarat resep makanan semakin lengkap dan akurat makan semakin efektif dan enak makanan yang disajikan.

Setiap pekerjaan desain akan membutuhkan panduan/brief yang unik dan khusus dibuat agar dapat menghasilkan desain yang sesuai/tepat.

cooking-1013455_640

Meski kerap disepelekan, brief sangat penting untuk membantu klien dan designer untuk berkomunikasi dalam bahasa/kerangka/konteks yang sama.

Brief yang baik memberikan semua informasi dasar yang diperlukan oleh desainer untuk menghasilkan pekerjaan yang sesuai dengan ekspektasi klien.

concept-1868728_640

Design brief/panduan desain yang baik seperti apa dong? Jawabannya, brief yang baik adalah brief yang bisa membuat kamu siap menjalankan proyek, istilahnya resepnya lengkap.

Secara garis besar design mencakup 2 informasi dasar:

  1. Deskripsi pekerjaan: cakupan proyek, informasi tentang klien dan produk/event, hasil desain yang dibutuhkan.
  2. Project management: deliverable (desain final yang diinginkan klien), timeline (waktu pengerjaan) dan budget

UNDUH CONTOH BRIEF TEMPLATE di Google drive DesainerHaus, klik disini untuk mengunduh.

BACA JUGA: Hybrid Designer: Menjawab Tantangan Era Digital

Jadi buat apa ada artikel ini?? Hahah

Artikel ini dimaksudkan untuk mempersiapkan dan sarana self-taught kamu sebelum maju bertemu dan negosiasi dengan klien, supaya jadi pro dong …

Siap-siap ya artikelnya membahas lebih mendalam tentang proses memperoleh informasi atau brief yang lengkap dari klien… ini serius!

1. Perkenalan dan pahami ekspektasi pekerjaan

Di tahap awal ini merupakan saat yang tepat untuk mengenal lebih jauh tentang ekspektasi pekerjaan, yang akan membantu kamu untuk memutuskan apakah kamu orang tepat untuk pekerjaan dan dapat memenuhi ekspektasi tersebut.

people-2569234_640

Pada tahap awal komunikasi, PERKENALAN, kamu bisa mulai dengan beberapa pertanyaan yang membantu mengenal klien dan apa yang mereka butuhkan (jika kamu sudah kenal dengan kliennya, bagian ini bisa diabaikan):

  • Informasi umum tentang proyek, seperti nama proyek, siapa kliennya, berapa besar timnya, apa saja yang klien sudah lakukan terkait proyek ini.
  • How do they find you?
    • Dari siapakah mereka mengenal kamu, dari teman kerja atau situs pencari kerja atau lainnya?
    • Sudahkah mereka melihat portofolio kamu?
    • Kenapa mereka tertarik untuk bekerja sama?

thought-catalog-661145-unsplash

BACA JUGA: 4 Kesalahan Pekerja Freelance, Perbaiki Sekarang!

Tahap selanjutnya: EKSPEKTASI PEKERJAAN, untuk memahami tentang cakupan pekerjaan lebih lanjut:

  • What do they want from you?
    • Produk apa yang mereka inginkan
    • Hasil akhir (final artwork) apa yang mereka inginkan
    • Kapasitas tim klien (untuk mengukur seberapa besar keterlibatan kamu dalam proyek, contoh: apakah sampai hadir dalam presentasi atau sebatas produksi saja), atau apakah mereka memiliki tim kreatif/internal internal.

rawpixel-678089-unsplash

  • Informasi dasar tentang kesiapan materi dan perencanaan.
    • Di bagian manakah kamu akan dibutuhkan
    • Siapa sajakah yang akan terlibat dalam proyek, apakah ada tim lain?
    • Materi apa saja yang sudah dimiliki dan disiapkan, apakah semua di-desain dari awal, dsb.

Pertanyaan-pertanyaan ini penting agar kamu:

  • cepat memahami cakupan pekerjaan apa yang ditawarkan klien
  • mengukur kemampuan sendiri serta cakupan pekerjaan secara riil.
  • dapat memutuskan apakah kamu cocok/mau mengambil pekerjaan ini atau tidak?

2. Melengkapi brief

Jika kamu memutuskan untuk bekerja dalam proyek ini, kita maju ke tahap selanjutnya dimana kamu mulai menerima brief.

sharpie-1830292_640

Saatnya melengkapi brief! Informasi yang wajib ada dalam setiap brief adalah informasi detail terkait teknis pekerjaan, referensi, sumber daya yang ada/dibutuhkan, dan anggaran.

Berikut ini daftar informasi yang wajib ada dalam brief pekerjaan desain:
  1. Teknis pekerjaan. Apakah hasil akhir yang diharapkan?
    • Ukuran, bentuk, mock up, dst
    • Dalam media apa saja artwork akan digunakan, kebanyakan di media cetak atau digital, atau online,dst.
    • Apakah bentuk/format dari final artwork yang diinginkan? Bentuk flattened/template atau format yang bisa diedit, eg. psd, work template, powerpoint templates, dst.
  2. Tenggat waktu atau deadline pengerjaan. Jika desain lebih dari 1, pastikan apakah deadline-nya sama untuk semua.
  3. Anggaran/budget. Umumnya klien akan meminta kamu mengirimkan penawaran harga/quotation setelah memberikan detail pekerjaan.

Setelah kamu memperoleh informasi wajib di atas, saatnya kamu bawa diskusi lebih jauh tentang produk, target user, referensi desain, dan informasi lainnya yang kamu butuhkan dalam mendesain.

digital-signage-2398510_640

BACA JUGA: Bedanya Tipografi, Kaligrafi, dan Hand Lettering

Informasi ini bisa kamu gali selagi pertemuan awal atau perkenalan, kamu bisa melakukan desktop research dan/atau diskusi dengan klien. Go with the flow aja!

Jika proyeknya seputar branding, ada beberapa detail informasi lain yang diperlukan, seperti:

  1. Spesifik untuk proyek branding/rebranding:
    • Untuk proyek rebranding, apakah yang klien ingin ubah/tidak puas dari brand yang ada?
    • Apakah mereka memiliki branding guideline?
    • Apakah mereka membutuhkan kamu untuk memproduksi branding guideline? — jika ya, maka kamu perlu melibatkan penulis kopi (copy writer) dalam proyek ini.
  2. Untuk proyek desain logo, apakah logonya berupa tipografi, gambar atau keduanya?

human-723579_640

Tenang aja, panduan lebih lanjutnya ada di poin 3-6 berikut ya!

PRO TIPS: STOP BERASUMSI!
  • Meski kita menggunakan jargon atau terminologi yang sudah sangat umum, tetap hindari berasumsi. Contoh istilah yang sering digunakan tapi tidak akurat: branding dan rebranding
  • Selalu kirimkan brief yang sudah kamu lengkapi sesuai hasil diskusi/meeting, kirim serta minta konfirmasi dari klien.

3. Paham tentang brand/produk

Pertanyaan yang diajukan disini adalah: who are they & what they do? —terjemahan: apakah obyeknya (disini berarti brand/produknya) dan apa kegunaannya?

bulb-1239423_640

Semakin detail informasi yang kamu ketahui tentang brand/perusahaan dan tujuan bisnisnya, semakin kenal dan semakin mudah memahami klien.

Tentunya informasi disini adalah yang berhubungan dengan pekerjaan desain ya, kamu tidak perlu mengetahui laporan keuangannya hehe.

BACA JUGA: 3 Keahlian yang Dibutuhkan Anak Desain untuk Meraih Karir Impian

austin-chan-275638

Peroleh informasi yang selengkap-lengkapnya tentang jati diri brand/produk:
  1. cerita/sejarah/filosofi produk
  2. branding guidelines
  3. tagline, kreatif element-nya
  4. hal yang menarik/menjual (key selling point) dari brand/produknya, jika dirasa perlu
  5. kompetitor, apa yang mereka kagumi/sukai atau tidak suka
  6. referensi desain yang mereka sukai, dan kenapa

BACA JUGA: Grafik Desainer V.S. Digital Marketer: Make Love Not War

Informasi detail khusus untuk proyek branding/rebranding:

  1. rencana atau tujuan brand/produk kedepannya– terutama dalam proyek rebranding
  2. sejarah/latar belakang kenapa brand ini ada, jika dirasa perlu (terutama kalau foundernya orang terkenal atau sejarahnya cukup fenomenal, eg. Virgin Air)

t-shirt-2351761_640

4. Kenali Target Audience

Siapakah yang menjadi target dari desain yang akan kamu hasilkan? Siapa target audience-nya?

PRO TIPS: TEPAT SASARAN
  • Target audience untuk pekerjaan desain bisa jadi lebih spesifik — karena desain dibuat untuk keperluan dan konteks yang lebih spesifik, seperti social media campaign/brosur/billboard/banner ads digital, dst.
  • Jadi pastikan deskripsi target audience disini adalah target audience yang sesuai untuk pekerjaan desainnya.

BACA JUGA: Take A Break: Curhat Kreatif Lewat Infografik

freestocks-org-187367

Beberapa kategori yang biasa digunakan untuk mendeskripsikan audience adalah:

  1. usia dan gender/jenis kelamin
  2. status ekonomi, acuan yang sering digunakan adalah Socio economic status/SES
  3. interest/ketertarikan/hobi/passion/habit
PRO TIPS:

Minta client memilih profil instagram/influencer yang sesuai dengan aspirasi audiencenya. Agar lebih akurat kadang dibutuhkan referensi/contoh target audience-nya di dunia nyata, manfaatkan instagram untuk memilih contoh atau aspirasi persona. .

5. Tone of voice dan key message

Tone of voice berkaitan erat dengan pencitraan yang ingin dicapai brand di mata konsumen/target audience-nya.

Kesan apa yang ingin ditinggalkan kepada audience?

alice-moore-192521

BACA JUGA: Hybrid Designer: Menjawab Tantangan Era Digital

Bagi yang kurang familiar dengan istilah tone of voice, bahasa yang sederhananya adalah tentang kepribadian/karakteristik brand ketika diperkenalkan dan ingin disampaikan ke target audience.

Cara yang paling mudah mendapat informasi ini adalah minta klien memberikan 3-5 kata untuk mendeskripsikan produknya.

PRO TIPS: HELP YOUR CLIENT TO DESCRIBE/ FIND THEIR TONE OF VOICE:

Jika masih sulit untuk mendeskripsikannya, minta klien memberikan referensi desain/gambar/website yang mereka sukai atau merepresentasikan brand-nya.

girl-2696947_640

6. Metode atau Alur kerja

Bekerja sama akan lebih mudah dan efektif jika kedua pihak saling memahami bagaimana alur kerja masing-masing.

Bagian yang ini mungkin tidak dicantumkan dalam brief, tetapi di kontrak kerja atau apapun dokumen yang meresmikan kerjasama proyek ini.

workplace-1245776_640

Oleh karena itu di sini komunikasi diharapkan berjalan 2 arah.

DESAINER harus menjelaskan:
  1. menjelaskan alur kerja desain
  2. materi yang dibutuhkan dari klien, seperti logo, kode warna.
  3. jika ada materi atau komponen yang harus diproduksi secara terpisah/outsourcing, informasikan hal ini kepada klien terutama jika membutuhkan waktu dan budget extra.
  4. tahapan kerja dan keterlibatan klien di tahapan tertentu, termasuk revisi
  5. hasil akhir yang mereka peroleh

BACA JUGA: Tips Praktis Mengomunikasikan dan ‘Menjual’ Desainmu Kepada Klien

english-1705196_640

Untuk kelancaran komunikasi dalam proyek, mintakan informasi ini dari KLIEN:
  • siapa person-in-charge (PIC), yang menjadi sumber informasi selama proyek berlangsung.
  • bentuk presentasi desain yang disampaikan: prototipe, mock up, powerpoint, print out, atau bentuk file digital sudah cukup
  • siapa yang menjadi pengambil keputusan atau bagaimana keputusan diambil terutama terkait approval .

ux-788002_640

PRO TIPS: GET THE ADMINISTRATION/CLEARANCE DONE BEFORE YOU START WORKING
  • Mulai bekerja setelah klien mengirimkan persetujuan resmi untuk bekerja sama, dalam bentuk kontrak kerja, surat perintah kerja, Purchase order/PO, atau lainnya.
  • Selalu kirimkan rekap dari hasil diskusi/pertemuan dari setiap tahapan dan revisi dan minta tanggapan dari klien.
  • Pastikan budget, deadline dan termin pembayaran (term of payment) disetujui kedua pihak.

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Panduan Menjadi Desainer Grafis (Seutuhnya)

Bedanya RGB dan CMYK serta Cara Konversi Formatnya

Pada dasarnya huruf aja sudah beda, sebenarnya kenapa sih perlu ada dua?

jens-lelie-15662

Perbedaan perbedaan dan penggunaan RBG dan CMYK menjadi pertanyaan yang umum ditanyakan baik oleh anak desain atau produksi, tetapi juga yang awam tentang desain atau produksi konten.

BACA JUGA: Bedanya Tipografi, Kaligrafi, dan Hand Lettering

paper-571937_640

Jadi, artikel ini ada penjelasan ringkas tentang bedanya dan kapan harus menggunakan CMYK dan RGB.

Yuk ah!

Apa itu RGB dan CMYK?

RGB dan CMYK kerap disebut dengan color model, yaitu sistem pengaturan warna atau suatu format/sistem bagaimana warna dihasilkan.

bowl-1504422_640

Keduanya adalah singkatan, Red-Green-Blue untuk RGB (mewakili warna primer) dan Cyan-Magenta-Yellow-K/black untuk CMYK.

Kapan harus pakai RBG atau CMYK?

Untuk menentukan pilihan kapan harus menggunakan yang mana ditentukan dimana konten akan ditampilkan/digunakan.

adult-1986108_640

Kategori pilihan outputnya disini hanya 2: ditampilkan via layar monitor/digital atau hardcopy/cetak.

Format RBG digunakan pada output gambar langsung seperti layar elektronik, LCD, monitor televisi, dsb.

printer-933098_640

Mesin cetak portable (desktop printer) ada yg menggunakan RGB atau CMYK, cek dulu printer kamu ya!

Sedangkan CMYK kerap digunakan pada output film atau hasil cetakan/hardcopy, umumnya menggunakan printer, mesin offset, sablon, dsb.

Kenapa mencetak menggunakan format CMYK?

Untuk menjawab ini, kamu perlu tahu sedikit lebih banyak perbedaan proses warna yang ditampilkan di layar elektronik dan cetakan/hardcopy.

tablet-528462_640

Format warna RGB yang dipadukan atau diproses oleh layar/secara digital mendapat sentuhan atau bantuan teknologi untuk dapat menghasilkan semua warna.

Hal ini dikarenakan gradasi dan visual spektrum/level pada layar sangat berperan untuk menampilkan warna sesuai warna yang diinginkan.

Contoh: tiga warna merah-hijau-biru jika dipadukan pada Level/spektrum 100% di layar digital akan menghasilkan warna putih, dan sebaliknya jika level/spektrum semakin rendah atau 0 akan menjadi semakin gelap hingga jadi warna hitam.

BACA JUGA: Temukan Warnamu dengan Adobe Color CC

noiseporn-323791

Hal ini juga yang kerap membuat warna di satu layar LCD bisa berbeda satu sama lain, karena setelan/setting gradasi dan spektrumnya berbeda-beda.

Dan kita bisa dengan mudah mengubah warna dengan filter-filter lucu, ya kan 🙂

Kenapa tidak dianjurkan untuk mencetak dengan format RGB?

Jawabannya sederhana, karena keterbatasan komposisi tinta warna format RBG tidak mampu menghasilkan warna yang akurat, atau varian warna yang dapat dihasilkan sangat terbatas.

comiccon-1143686_640

Hal ini disebabkan pada medium hardcopy seperti hasil cetakan, sablon, atau lukisan, campuran tinta warna merupakan harga mati dan tidak bisa diubah/kalibrasi spektrum warnanya.

Persis seperti melukis, kamu harus memadukan warna yang tepat untuk setiap lapisan warna gradasi dan spektrum yang diinginkan.

printer-933098_640

Apa yang membuat CMYK ideal untuk mencetak warna?

CMYK kerap dikenal sebagai metode substractive atau bisa dibilang pemecah/separasi.

Setiap warna bukan warna primer, dan cenderung kentang.

Tetapi jika warna-warna ini dipadukan secara otomatis oleh mesin (dengan kadar/setelan tertentu) dapat menghasilkan banyak varian warna dan akurasi detail cetakan yang diinginkan.

BACA JUGA: Cara Color Correction CMYK di Adobe Photoshop, Ada Rumusnya !

machine-585262_640

Dalam proses transfer gambar ke medium cetak, seperti printer digital, mesin offset, untuk hasil maksimal gambar disimpan dengan format CMYK, untuk bisa mendapatkan gradasi dan detail warna seperti yang diinginkan.

Konversi Format Warna: RBG VS CMYK

Jadi bagaimana kalau terlanjur?

girl-524141_640

Bisakah menggunakan gambar berformat RBG di mesin cetak berformat CMYK?

Jawabannya bisa, tapi hasil gambar kemungkinan tidak akan sama seperti di layar, karena memang tidak kompatibel. Dijamin hehe.

BACA JUGA: Pahami Spek Bahasa Inggris, Menyelamatkan Hasil Cetak dan Ujian InDesign-mu

rawpixel-648580-unsplash

Nah ada jalan lain, yaitu mengkonversi format RGB ke CMYK, menggunakan Photoshop atau Illustrator via menu Color Settings.

Atau, detailnya bisa dicek di artikel ini: Converting Color Modes

Atau, mudahnya kamu bisa lihat demo nya di video-video dibawah ini.

Semoga bermanfaat!

Printing tips: RGB to CMYK

Konversi warna di Adobe Illustrator

3 Keahlian yang Dibutuhkan Anak Desain untuk Meraih Karir Impian

Kamu boleh saja jago gambar dan desain, tetapi dunia kerja perlu skill lain untuk dapat diterima dan bertahan hidup.

Bagi adik-adik yang baru lulus: selamat datang ke dunia nyata!

university-student-1872810_640

Untuk menulis artikel ini, saya melakukan kilas balik ketika masih “hijau” dan baru di masuk dunia kerja, hingga kemudian pengalaman melakukan seleksi calon karyawan dan mengelola tim kerja.

ian-schneider-66374-unsplash

To be fair, tidak ada yang bisa membuat kamu 100% siap menghadapi dunia kerja, tapi sedikit petuah ini diharapkan dapat memberi sedikit wawasan yaaa…

BACA JUGA: Panduan Menjadi Desainer Grafis (Seutuhnya)

Yang dimaksud keahlian/soft skill disini tidak berhubungan dengan desain, yang sudah dibekali selama kuliah. Jadi, keahlian apa dong?

1. Komunikasi yang Baik dan Tepat Sasaran

Bagi sebagian orang mungkin merasa lebih nyaman dan mudah mengomunikasikan pikirannya melalui media visual, animasi/gambar.

comiccon-1143686_640

Komunikasi adalah keahlian dasar yang dicari oleh sebagian besar perusahaan, yang kerap disepelekan.

Tapi pernah terpikirkah olehmu bahwa media atau cara berkomunikasi tiap orang bisa jadi beragam? Bisa melalui tulisan, percakapan lisan, atau bahkan mencakup beberapa aspek.

workplace-1245776_640

BACA JUGA: Tips Praktis Mengomunikasikan dan ‘Menjual’ Desainmu Kepada Klien

Nah, di dunia kerja, beragam tipe orang diharapkan dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan usaha yang sama.

Dari sisi desainer, kamu diharapkan dapat mengkomunikasikan pekerjaan (baca: desain) kepada rekan kerja, hingga mereka dapat memahami dan menerima hasil kerja dengan baik.

2. Kemampuan Dasar Menggunakan Microsoft Office “Wajib”

Memang kamu bisa desain presentasi Illustrator, atau layout teks dengan InDesign.

adult-1986108_640

Tapi kemampuan menggunakan 3 perangkat lunak Microsoft Office “wajib” (Word, Excel dan PowerPoint) ibarat kemampuan membaca dan menulis, bagi kebanyakan orang sudah sewajarnya dikuasai.

“Minimal bisa Word, deh”

team-866663_640

BACA JUGA: 4 Kesalahan Pekerja Freelance, Perbaiki Sekarang!

Software yang digunakan oleh khalayak umum, sebaiknya kamu tidak ketinggalan, karena sebenarnya penggunaannya pun sangat mudah sekali.

Hal ini tidak berlaku hanya pada pekerja kantoran/salary man, tapi juga pekerja lepas/freelancer.

Contohnya, bagaimana kamu menyampaikan kontrak kerja, atau presentasi ide kreatif?

Ingat, tidak semua komputer bisa membuka dan edit file dari software desain.

3. Paham Serba-serbi Produksi Materi

Ekspektasi terhadap orang kreatif adalah kita sebagai creator/kreator.

photography-569354_640

Mulai dari kreasi desain, hingga produksi materinya, alias produk final

Jika kamu bekerja di bagian periklanan, produksi materi berupa merchandise, dapat meliputi dari cetakan hingga digital animasi atau video.

BACA JUGA: Cara Memilih Format File yang Sesuai dengan Kebutuhan Produksimu

machine-585262_640

Pemahaman mendasar tentang proses produksi dan hingga produk sesuai adalah hal wajib.

Tentu akan lebih baik lagi jika kamu memiliki pengalaman langsung dalam produksi materi print ataupun digital.

silk-screen-1246169_640

BACA JUGA: Inspirasi Proyek Video Instagram

Jadi, maksimalkan proyek selama perkuliahan untuk memperdalam pengetahuan dan pengalaman yaa!

Ada pepatah, dimana kaki berpijak disanalah langit dijunjung.

Sukses berkarir sebagai desainer atau dalam profesi apapun 🙂

Semoga bermanfaat!

Cara Memilih Format File yang Sesuai dengan Kebutuhan Produksimu

Apa bedanya menyimpan file dengan format PDF atau PNG?

Pertanyaan sederhana. Tapi krusial. Dan sering sekali ditanyakan, tidak hanya oleh orang awam, bahkan para desainer.

cherries-1868804_640

Sulit memilih jika tidak tahu mana yang terbaik 🙂

Bisa jadi kamu kerap melihat ekstensi ini ketika menyimpan file (terutama grafis) seperti bmp, png, jpeg, tiff, psd, atau pdf, dan sebagainya.

Tapi tahukah kamu, apa artinya semua itu?

adult-1868049_640

Sebelum galau, di sini kita tidak akan membahasnya satu per satu secara mendetail.

Tapi ada tips praktis, alias cara sederhana dengan sedikit pemahaman dasar yang bisa membantu kamu memilih format file yang tepat.

Hal yang mendasar sekali untuk dapat memilih: kamu harus tahu tipe grafik yg dihasilkan (teks/ilustrasi atau vektor/foto, dsb) dan kegunaan file yang berujung pada output produksi yang ingin dihasilkan dengan file tersebut.

Nah, panduan berikut akan membantu kamu menentukan format file yang tepat berdasarkan sesuai dengan kegunaan file/output.

Vektor, Ilustrasi, Teks

File grafis berupa vektor atau teks biasanya biasanya dihasilkan perangkat lunak Adobe Illustrator, InDesign atau corel draw.

Karena tidak semua komputer memasang software desain, maka kamu harus menyimpannya dalam format file yang bisa diakses komputer pada umumnya dan ukuran file yang lebih kecil.

inline-skate-1324585_640

Berikut ini adalah format file yang disarankan untuk menyimpan hasil akhir (final artwork/FA) grafis berupa vektor/garis, ilustrasi 2 dimensi:

  • PNG – format file ini menggunakan pengaturan warna RGB. Artinya format ini tepat untuk gambar berupa flat design yang tidak ada banyak gradien warnanya, biasanya grafik/vektor/ikon atau banyak teks.
  • GIF – bisa menjadi pilihan jika menginginkan ukuran yang lebih kecil tetapi mengorbankan kualitas gambar karena terbatas hanya mengakomodir 256 warna saja.

Baca Juga: Perbedaan Antara CMYK dan RGB dan Cara Konversinya.

Unggah (Upload) di Web

Format file apa yang tepat untuk di-unggah di web?

man-791049_640

Gambar di web bervariasi antara vektor dan/atau foto, ada beberapa format yang sering digunakan:

  • JPEG – umum dipilih untuk menyimpan gambar berupa foto.
    JPEG menjadi pilihan karena ukurannya lebih kecil daripada Bmp/bitmap.
  • PNG – menjadi pilihan untuk gambar berupa grafik/vektor atau teks.

PRO TIPS: format file JPEG tidaklah sempurna. Kondisi gambar yang sudah di-compressed (flattened) kadang menghilangkan beberapa detail foto, tetapi cukup baik jika dilihat melalui layar gawai Anda.

Siap Cetak (Printing)

Format file berhubungan erat dengan kualitas output produksi, terutama dalam dunia cetak-mencetak.

Kualitas cetak tidak hanya dipengaruhi dari jenis mesin dan operator semata, tetapi juga file yang diberikan.

Sebelum mencetak, pastikan terlebih dahulu dimana kamu akan mencetak, atau tepatnya: mesin apa yang digunakan, atau tepatnya setting warna yang digunakan mesin cetaknya, umumnya ada dua tipe: RBG atau CMYK.

printer-933098_640

Cara termudah adalah tanyakan pihak percetakan tentang setting warna mesinnya atau bisa mengeceknya dengan melihat tinta apa saja yang terpasang di mesin cetak.

  • Mesin cetak besar, terutama offset, umumnya menggunakan pengaturan CMYK karena tingkat akurasi warna dan hasil cetaknya lebih sempurna.
  • Mesin cetak yang lebih kecil, seperti desktop printer, biasanya menggunakan format RGB.

PRO TIPS: Mesin cetak portable (desktop printer) ada yg menggunakan tinta RGB atau CMYK, cek dulu printer yang akan digunakan ya!

machine-585262_640

Nah format file apa yang direkomendasikan untuk keperluan printing/cetak? Ini dia…

PDF – yang paling umum dan ideal, sangat disarankan untuk digunakan untuk file akhir pracetak (siap dicetak).

Format PDF punya banyak keunggulan yang menjadikannya primadona dalam dunia printing:

  • Umumnya semua perangkat desktop maupun mobile dapat mengakses file pdf.
  • Meski di-compressed tetapi tidak mengorbankan kualitas, akurasi baik (sesuai pengaturan ketika menyimpan/export file)
  • Pengaturan pracetak yang lengkap
  • Ukuran filenya lebih bersahabat, tidak sebesar TIFF

TIFF – Bisa jadi opsi juga, tapi ukuran file sangat besar (tidak compressed), dan kamu memiliki keterbatasan dalam pengaturan pracetak. Dan ingat, TIFF hanya dapat dibuka dengan perangkat lunak tertentu, jadi tidak semua komputer bisa mengaksesnya.

PNG – kualitas dan warna yang dihasilkan cukup akurat, namun formatnya lebih kompatibel untuk mesin yang menggunakan tinta RGB.

BACA JUGA: Temukan Warnamu dengan Adobe Color CC

JPEG – pilihan terakhir untuk digunakan mencetak di mesin cetak offset, karena formatnya sudah di-compressed sedemikian rupa hingga mengorbankan sejumlah elemen dari grafis dan hasil cetaknya juga tidak maksimal.

Edit Foto

Dalam pengerjaan pasca produksi (post production) atau editing ada beberapa opsi format file, sesuai dengan kebutuhannya setelah pasca produksi selesai.

PSD – format ideal untuk menyimpan file sebagai arsip (untuk dibuka lagi sewaktu-waktu), namun tidak disarankan untuk menyimpan final artwork/hasil akhir.

  • PSD cocok disimpan sebagai arsip, jika kamu masih ingin mengakses file mentah/teknis editing yang digunakan di pasca produksi.
  • Umumnya dalam proses pengerjaan pasca-produksi foto menggunakan photoshop, yang memungkinkan file teknis editing foto disimpan dgn format file PSD.
  • PSD bisa menyimpan berapapun jumlah layer yang digunakan dalam editing/post production.
  • Format file ini hanya dibuka di komputer yang memiliki perangkat Adobe Photoshop dan ukurannya besar.
laptop-1246672_640

JPEG – ideal untuk menyimpan hasil final/final artwork. Jadi biasanya desainer menyimpan artwork-nya dalam 2 format file, JPEG dan PSD.

Sedangkan klien dan untuk konsumsi umum sangat disarankan menggunakan format JPEG, karena:

  • JPEG adalah format gambar yang sudah dipadatkan/flattened, hanya menyimpan gambar untuk ditampilkan, bukan untuk diedit.
  • JPEG mengorbankan sejumlah detail elemen dan akurasi, tergantung dengan pengaturan ketika disimpan.

PRO TIPS: JPEG biasanya menjadi pilihan utama untuk menyimpan hasil akhir (FA) hasil olahan kamera foto/fotografi karena cenderung mudah untuk diakses di perangkat keras/gawai manapun (compatibility).

  • Format JPEG ini memiliki kelebihan yaitu lebih praktis: mudah diakses di berbagai perangkat (hp, komputer, dll) dan ukuran file relatif kecil, hingga cocok untuk menampilkan hasil pasca produksi (preview).

BACA JUGA: Cara Color Correction CMYK di Adobe Photoshop, Ada Rumusnya !

adult-1986108_640

TIFF – opsi yang tepat untuk tujuan penyimpanan file setelah proses pasca produksi/editing selesai. Kenapa?

  • Dikarenakan TIFF masih menyimpan layer serta sejumlah pengaturan ketika pengerjaan editing dengan kualitas foto maksimal.
  • Dengan TIFF juga editor masih dapat mengakses pengaturan transparansi seperti layaknya di PNG.

Kekurangannya adalah ukuran file TIFF lebih besar dari format lainnya, termasuk PSD.

Referensi bacaan lebih lanjut: File Guide Differences Between JPG, EPS PDF PSD AI GIF and TIFF

Semoga bermanfaat!

tuesdaybassen

Ini Nasib Plagiarisme di Era Digital

Indonesia seperti negara berkembang lainnya dikenal surga bagi para plagiat dan pembajak.

Itu dia kenapa dunia ini perlu suatu aturan yang melindungi hak cipta dan karya secara sah oleh hukum, istilah kerennya copyrights. Yang diatur di dalamnya termasuk kegiatan yang berkaitan dengan memperbanyak, mendistribusikan, menampilkan, hingga melakukan perubahan (derivative work) terhadap hasil karya tersebut.

OK, tapi disini kami tidak akan membahas panjang lebar tentang hak cipta/ copyrights, yang bisa kamu cari google atau pelajari sendiri di wikipedia.

BACA JUGA: 9 Hal Dasar Seputar Hak Cipta / Copyrights yang Wajib Diketahui

Di era  digital seperti sekarang sangatlah mudah untuk mendapat sumber referensi, mengakses konten, mulai dari tulisan, gambar, foto, musik, dan masih banyak lagi. Intinya mudah terjadi pelanggaran hak cipta, plagiat, pembajakan dan sebagainya, baik secara sengaja maupun tidak sengaja.

Selain mudah dilakukan, karena umumnya konten juga konsumsi publik, maka dengan mudah pula teridentifikasi bahwa konten yang digunakan adalah hasil contekan.

So please kamu pikir seribu kali sebelum melakukan plagiarisme.

1. Internet Rule #1: Once it’s on the net, it stays on the net

Sekali saja tayang di Internet, maka konten itu adalah milik Internet selamanya. Internet tidak akan lupa. #dramatis

screen-shot-2016-11-25-at-1-45-48-am
Video kontroversial “Indonesia Bangkit” masih bisa ditemukan di Youtube hingga sekarang. Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=y0LzsVJT9IE

BACA JUGA: Cek Orisinalitas Desain di 3 Situs ini!

Bayangkan 5-10 tahun dari sekarang, ketika orang melakukan pencarian dan masih menemukan bukti plagiarisme / pembajakan yang disengaja atau tidak sengaja.

Siapapun bisa melaporkan pelanggaran ini, atau yang juga tidak terhindarkan adalah pelanggaran diumumkan secara terang-terangan di khalayak, lengkap dengan screenshot dan bukti-bukti lainnya, bahkan identitas si pelaku, seperti ketika @TuesdayBassen menyuarakan pelanggaran hak cipta oleh Zara.

tuesdaybassen
Desain TuesdayBassen yang digunakan oleh Zara tanpa izin. Sumber: instagram @Tuesdaybassen

Dan pastinya, banyak orang akan “tersentuh” begitu mendengar berita tentang ketidakadilan yang dilakukan Zara terhadap @Tuesdaybassen, dan menyuarakannya di media lain, dan berpotensi menjadi konten viral. It belongs to the internet.

tuesdaybassen
Posting “Simpatisan” atas yang terjadi pada desain @tuesdaybassen

2. Reputasi Taruhannya, Digital Public Shaming

Digital public shaming is inevitable, tidak ada ampun bagi yang ketahuan melakukan pembajakan di era keterbukaan informasi internet ini. Hati-hati sekali dalam memilih konten dan pikir seribu kali sebelum melakukan plagiarisme atau membajak.

Contoh public shaming plagiarisme terpopuler tahun 2016 adalah pidato Milenia Trump.

Ga mau ‘kan dipermalukan seperti ini?

screen-shot-2016-11-24-at-9-31-09-pm
Sumber: CNN Youtube channel, link video: https://www.youtube.com/watch?v=RcbiGsDMmCM

3. What goes around, comes back around

Ini bukan lirik lagu Beyonce belaka, yang intinya menyatakan bahwa hal baik ataupun buruk yang dilakukan kini akan kembali kepada kita kelak.

Siapa sih yang rela hasil karya dan buah pikirannya dijiplak atau diakui orang lain? Aseemmmm…

man-742766_640
Semua gambar di laman kami menggunakan free copyright image (cc/creative commons). Sumber: pixabay.com

Jadi, mari kita mulai  membiasakan untuk saling menghormati hasil karya cipta sesama kreator dan pekerja seni. Buang jauh-jauh mental plagiarisme dan pembajakan.

Semoga bermanfaat!