Edit like a Celebgram: 6 Aplikasi Andalan untuk Edit Foto

Ada fotografi gawai, alias smartphone photography, kini ada mobile photo editing juga

Kalau semua bisa di-edit di gawai, kenapa tidak? Yakan

Selain perang kecanggihan kamera dan teknologi digital gawai, kini penyedia aplikasi gawai juga banyak yang membuat app untuk edit foto.

Daripada trial & error mengunduh aplikasi yang random, ini dia ada rekomendasi aplikasi favorit yang wajib ada di gawaimu kalau mau eksis.

1. Snapseed

Serius, belum pernah dengar Snapseed?

Ini aplikasi andalan para instagramer dan celebgram profesional (terutama yang suka edit foto sendiri ya, bukan di-edit orang lain).

  • Tersedia di iOS dan Android. Gratis. Tanpa ada in-app purchase atau keterbatasan tertentu, benar-benar gratis untuk penggunaan semua fitur.
  • Terbaik untuk: advance photo editing — Tersedia fitur yang standar seperti cropping, color edit/adjustment, filter, hingga fitur photo editing yang mengarah ke pro seperti masking, brush, dst.
  • Aplikasi ini bahkan memiliki compatibility/kemampuan mengedit file RAW dan dari sebagian besar tipe kamera DSLR yang ada di pasaran.
  • Ada opsi penyimpanan di berbagai penyedia cloud storage, tidak terbatas ke google drive atau yang mainstream saja.

BACA JUGA: Alasan Fotografer Profesional Memilih DSLR

Saking banyak yang menyukai aplikasi ini, banyak pengguna yang berbagi tips dan tutorial editingnya.

Dari basic photo editing untuk instagramer cantique:

Hingga yang tuto advance editing yang lebih rumit ala pro:

2. Prisma Photo Editor

Aplikasi ini tepatnya perpaduan AI (artificial intelligence) dan art.

Siapa saja bisa mengubah fotonya menjadi karya artisitik menggunakan aplikasi ini.

Tersedia di iOS dan Android. Gratis. Tanpa ada in-app purchase

Terbaik untuk recreate dan transformasi gambar dengan efek lukisan atau ilustrasi yang super artisitik dan nyata.

Apa bedanya Prisma dengan filter artsy/vektor di aplikasi lain?

Algoritma Prisma melakukan rendering gambar dengan efek artisitik yang didesain berdasarkan hasil riset convolutional neural network dan artificial intelligence. Canggih yaaa…

Sehingga efek artistik pun sangat halus dan hasilnya seperti karya seni yang nyata dan indah.

BACA JUGA: 6 Perangkat Andalan Ilustrator Digital

Prosesnya, Prisma membuat ulang atau recreate bukan sekedar menambah filter atau overlay di atas gambar saja. Proses rendering pun tidak terjadi dalam prosesor gawai, melainkan di server Prisma.

Sekarang sudah tersedia sekitar 50 artistic style yang bisa kamu gunakan.

3. Foodie

Siapa sih yang tidak pernah foto makanannya dan unggah di medsos… Ngaku! Hahah

Kalau kamu mau foto makananmu semakin kece to the next level tanpa ribet, coba deh aplikasi ini.

Tersedia di iOS dan Android. Gratis.

Kelebihannya apa sih?

  • Mudah digunakan, fitur editing standarnya mirip dengan instagram, tapi dilengkapi dengan filter sesuai kebutuhan food blogger.
  • Praktis, tidak perlu ganti ke aplikasi lain untuk editing, seperti pindah ke Adobe Lightroom untuk koreksi warna dan lighting. Filternya sudah didesain khusus untuk food photographer dan blogger, jadi tepat guna, cepat, dan mudah.

4. Adobe Photoshop Lightroom CC

Penggiat fotografi, siapa yang tidak kenal Adobe Lightroom?

Versi aplikasi gawainya membuka jembatan untuk editing melalui gawai.

Tersedia di iOS dan Android. Gratis.

Terbaik untuk: penggiat fotografi yang serius atau pro yang perlu kontrol penuh dan mendetail dalam mengedit foto.

Kenapa harus pasang aplikasi ini? Edit like a Pro.

Aplikasi ini menjadi salah satu langkah wajib dalam editing foto terutama bagi yang serius mengedit dan koreksi warna/tone fotonya.

5. Visage

Bagi orang-orang ingin wajah tampil sempurna walau kenyataannya berbeda, bisa banget diedit di aplikasi ini.

Tersedia di iOS dan Android. Gratis.

Terbaik untuk: photo retouching dan digital make up filters. Retouching sangat khas dalam editing fashion dan beauty photography, karena dalam kenyataannya model manusia tidak ada yang sesempurna itu.

BACA JUGA: Tips Praktis Mengomunikasikan dan Menjual Desainmu

Ibarat mengoreksi atau mempercantik diri dengan kosmetik/make up, Visage menawarkan hal ini dalam aplikasi.

Terutama untuk kaum hawa yang suka dandan, pasti familiar dengan fitur-fiturnya.

6. VSCO

Aplikasi penyedia filter foto ini memang hype dan banyak penggemarnya, jadi memang kudu wajib disebut dalam daftar rekomendasi.

Tersedia di iOS dan Andriod. Sayangnya tidak sepenuhnya gratis, ada in-app purchase.

Recommended karena tone warna filter-filter VSCO yang khas dan kekinian vibe-nya, menjadi andalan dan filter wajib celebgram.

Yang membuat aplikasi ini berada diurutan terakhir adalah fasilitas tidak gratis sepenuhnya, alias ada in-app purchase. (JUJUR BANGET ehhe)

Semoga bermanfaat!

BREAKING NEWS: Yang perlu diketahui tentang Adobe Fresco, sekarang.

Artikel ini dibuat beberapa saat setelah Adobe resmi launching Adobe Fresco (24/09/19).

Beberapa tahun terakhir ini Adobe tidak banyak melakukan gebrakan besar terkait pengembangan perangkat lunak kreatifnya. Sejumlah anak desain berpendapat Adobe sudah mulai meninggalkan akarnya, melupakan kita semua.

Menampik semua hal itu, akhir tahun 2019 ini Adobe meluncurkan perangkat lunak kreatif terbarunya, ADOBE FRESCO.

Apa itu Adobe Fresco?

Adobe Fresco adalah perangkat lunak/software kreatif untuk menggambar dan melukis. Slogannya: Draw. Paint. Smile.

Adobe menekankan menggambar dan melukis menggunakan sentuhan, seperti layaknya melukis menggunakan alat lukis tradisional, bedanya di Adobe Fresco alat lukis yang dimaksud adalah jari tangan, Apple Pencil atau digital touch device lainnya (seperti digital pen, dst).

Apa bedanya dengan Adobe Illustrator?

Pertanyaan bagus.

Menurut artikel TechCrunch.com Adobe Fresco menekankan pada aktivitas melukis dengan sentuhan yang dihasilkan dari guratan kuas/ jari tangan, bukan gambar digital berupa raster atau vektor.

Adobe mengklaim dengan Fresco kamu dapat merasakan sensasi dan efek yang sama seperti ketika melukis dengan cat minyak atau cat air.

Fitur unggulan apa yang menjadikan Fresco berbeda?

Tahun 2017 Adobe mengakuisisi KyleBrushes yang melengkapi koleksi brushes di software Adobe favorit lainnya, Illustrator dan Photoshop.

Nah dalam Adobe Fresco memiliki fitur brush andalan dan super lengkap yang disebut Adobe Live Brushes, selain kamu bisa akses semua brush favorit, kita juga bisa menghasilkan karya lukisan di layar, lengkap dengan sentuhan dan efek melukis dengan cat minyak atau cat air di kanvas.

BACA JUGA: Perangkat Lunak Pilihan untuk Gambar Pixel Art

Artikel dan video sneakpeak dari Gizmodo menyatakan sensasi dan hasil yang dimaksud termasuk ketika tinta disapukan dengan kuas ke kanvas. Demikian juga ketika kamu ingin melukis dengan jari. WOW!

Semua ini dimungkinkan dengan bantuan teknologi Artificial Intelligence/AI atau kecerdasan buatan (Sensei Platform).

Lihat artikel dan video lengkap Gizmodo di Adobe’s Fantastic iPad Drawing and Painting App is finally available.

Software ini sudah bisa diakses dimana aja?

Nah per lauching September 2019 ini, Fresco baru bisa diakses via iPad yang kini dilengkapi dengan Apple Pencil.

Spesifikasi iPad yang dibutuhkan adalah iOS 12.2 atau di atasnya, yang terpasang pada iPad Pro, iPad Air 3, iPad Mini 5, dan generation iPad 5, 6, dan 7.

Sayangnya, untuk pengguna Andriod dan Windows harus bersabar dan menunggu lebih lama. Gerilya aja dulu, seperti biasa hehe…

BACA JUGA: Temukan Warnamu dengan Adobe Color CC

Jika kamu berlangganan Creative Cloud/CC, kamu sudah dapat mengunduhnya sekarang.

Tetapi sedikit berbeda dengan produk Adobe lain, Fresco masih dapat diakses secara gratis tapi dengan sejumlah keterbatasan akses fitur.

Untuk akses penuh subsciber CC harus membeli aplikasi secara terpisah.

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Adobe XD

4 Tips Maksimalkan Kesempatan Magangmu

Katakan selamat tinggal pada dunia maya! HALO DUNIA NYATA!

Masa liburan panjang ini bisa dimanfaatkan untuk magang di lapangan/ perusahaan, bahkan jika ada peluang menjadi relawan untuk kegiatan sosial atau lembaga nirlaba.

Kini sudah banyak perusahaan atau lembaga yang cukup familiar dengan konsep magang, bahkan perusahaan besar atau perintis/startup mulai terang-terangan membuka lowongan kerja desain magang di perusahaannya.

Demikian juga dengan kegiatan sosial atau lembaga nirlaba, mereka secara proaktif mengajak orang untuk menjadi relawannya.

Hm, apakah magang atau menjadi relawan hanya mengisi waktu semata?

Hanya kamu yang menentukan apakah kesempatan magang atau menjadi relawan ini waktu yang terbuang sia-sia atau menjadi bekal pengalaman yang sangat berharga.

Kita mungkin tidak bisa mengendalikan masa depan, tetapi kamu selalu bisa mempersiapkan diri, terutama mindset atau mental kamu untuk menjadikan kesempatan ini suatu kesuksesan pribadi, bukan selembar kertas belaka. Ready?

Set your goal (not just objective), jangan segan untuk diutarakan

Ketika kamu menceburkan diri ke dunia nyata untuk pertama kalinya, apakah kamu bisa langsung jadi perenang profesional?

Of course NOT, yang bisa kamu lakukan adalah membuat pencapaian/goal yang realistis dan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk mencapainya.

Ibarat lari marathon aja, yang penting kamu tahu batas kemampuan dan sudah mempersiapkan diri.

BACA JUGA: 3 Keahlian yang Dibutuhkan Anak Desain untuk Meraih Karir Impian

Tujuan (objective) VS Target Pencapaian (goals)

Tujuan magang yang paling umum, selain syarat kelulusan, adalah ingin mencari pengalaman kerja atau mengenal industri lebih dekat. Sangat klise, bukan?

Coba renungkan dan jawab pertanyaan ini: apa yang ingin kamu capai atau peroleh dari kesempatan kerja ini?

Ingat, “tujuan” berbeda dengan “pencapaian” atau goals!

Pencapaian” sifatnya sangat individu dan spesifik pada bidang yang diminati atau sesuai dengan karakter organisasinya.

Apa yang membuat kamu berbeda dari sejuta umat manusia, adalah pencapaian yang kamu raih.

Dan, jangan malu-malu menyatakannya ketika interview, dicantumkan di CV atau surat lamaranmu kepada organisasi yang disasar.

BACA JUGA: Eksis dengan 5 Situs Galeri Portofolio Online

Goals yang realistis itu seperti apa sih?

Untuk anak magang atau relawan, biasanya target pencapaian tidak muluk mengingat waktu yang singkat. Contohnya:

  • Punya portfolio desain atau tulisan yang terpublikasi
  • Memahami proses kerja social media marketing
  • Terlibat dalam proses UX development dan research, dst

Dengan mengkomunikasikan goals atau pencapaian ini membuat kamu stand out/ mencuat dari para kandidat lainnya.

Dan pihak organisasi pun bisa menempatkan kamu di bidang atau divisi yang sesuai dengan passion kamu.

You are here for the EXPERIENCE, bukan sekedar exist

Jika kamu dapat kesempatan ini, experience it!

Jangan terjebak pencitraan di dunia maya atau demi dapat kaos berlabel “volunteer” semata, karena perjuangan hidup ini tidak sampai situ aja, beb.

Saya pernah melihat hal ini dengan mata kepala saya sendiri ketika membantu klien yang terlibat di kegiatan penggalangan dana sosial. Acara besar diadakan di salah satu mal ternama Jakarta, disitu banyak tokoh dan selebriti yang hadir dan berpartisipasi.

BACA JUGA: Hybrid Designer Menjawab Tantangan Era Digital

Tapi sayangnya, dari sekian banyak orang yang berkaos dan name tag “volunteer” ternyata hanya segelintir saja yang benar-benar bisa bantu saya memfasilitasi klien (sebagai salah satu penyumbang dana terbesar di event itu). Yang lainnya hanya pajangan, berdiri bergerombol dan foto-foto.

Jangan ditiru ya…

Jaman serba instan seperti sekarang, banyak orang yang cuma memanfaatkan kesempatan magang atau jadi relawan hanya sekedar pencitraan atau exist.

Kesempatan emas untuk belajar dan mendapat pengalaman jadi terlewatkan begitu saja.

Mungkin lelah dan menguras energi fisik dan mental, tetapi pengalaman dan pengetahuan yang didapat tidak tergantikan. Dijamin!

Belajar, Beradaptasi, dan Bekerja sama

Ketika kamu sudah menjadi bagian dari organisasi atau tim.

Satu hal yang perlu diingat, you are not that special. Pahit ya, tetapi kenyataannya menjadi intern tidak berarti kamu diperlakukan spesial atau “berkebutuhan khusus”

Justru ini saatnya kamu mengasah kemampuan beradaptasi di lingkungan baru dan bekerja sama dalam tim.

Bukannya organisasi atau orang lain yang beradaptasi dengan kamu…

Selain beradaptasi, keterlibatan kamu dalam suatu organisasi memberi kesempatan kamu untuk merasakan langsung budaya organisasi, proses kerja–atau jika ternyata kamu dianggap bisa dipercaya–kamu dapat resep kerja atau petuah dari senior.

BACA JUGA: 3 Jurus Kembalikan Mood dan Kreativitasmu

Jangan mudah baper terhadap kritik tetapi lihatlah hal ini sebagai pembelajaran dan pengalaman. Jangan patah semangat, maju terus!

Peluang ada dimana-mana

Termasuk ketika kamu magang atau menjadi relawan.

Meski hanya beberapa bulan saja, tetapi bisa jadi organisasi tertarik untuk menerima kamu sebagai anggota tim permanen, atau menawarkan kamu pekerjaan setelah kamu lulus studi.

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: 5 Ide Kegiatan Produktif Mengisi Libur Panjang

3 Inspirasi Sukses dan Wajib Follow dari Akun Portofolio Desain di Media Sosial

Menarik perhatian di dunia maya, dan sukses juga di dunia nyata.

Kurasi akun social media atau instagram portfolio ini diharap tidak hanya inspirasi untuk berkarya dan bikin portofolio online, tetapi juga ada pelajaran dari pengalaman dan transformasi akun mereka.

Selain menarik perhatian dari pengguna dunia maya, akun portofolio designer dan artist juga yang berhasil meraih pengakuan di dunia nyata dan berhasil meraih sukses secara komersial.

Jadi bukan semata-mata mengajak kamu exist di socmed, jadi celebgram atau influncers ya…

Satu aja pesannya, melihat akun-akun keren ini jangan justru jadi minder, justru jadikan mereka inspirasi kamu untuk terus berkreasi!

Langsung aja dah…

CJ_Hendry

Akun instagram @cj_hendry mungkin hanya memiliki pengikut 379 ribu (per Juli 2019), tidak ada apa-apanya dibandingkan akun konten kreator seperti Atta Halilintar, yakan.

Karya sketsa dan gambar pensilnya yang super realistis dan mendetail menarik banyak minat kurator dan penggemar seni.

Jadi apa yang istimewa dari si CJ Hendry atau Elsa Picone ini? Coba lihat sendiri hasil karya-karyanya.

Apa inspirasi sukses dari CJ Hendry?

CJ_Hendry membuktikan bahwa gambar tangan tradisional (sketching and drawing) tidak pernah mati di era serba digital ini.

Yang menarik, ketenaran CJ Hendry berawal dari viralnya posting sketsanya di IG.

Kini CJ Hendy sudah berupa brand — perpaduan seni modern dan manajemen bisnis yang berhasil mentransformasi popularitas di media sosial menjadi karya seni gambar dan bisnis yang sukses dan mandiri.

CJ Hendry sudah bekerja sama dengan berbagai brand besar, memiliki studio workshop dan seni sendiri di New York, dan dengan tim manajemennya secara berkala menggelar pameran yang temanya menggelitik dan selalu dinanti para penggemarnya.

Baca juga: Eksis dengan Situs Galeri Portfolio Online.

Di pameran Rorschach-nya bulan April 2019 CJ Hendry memberikan akses virtual exhibition ke dalam pamerannya di website CJHendry.live sehingga semua orang bisa “berkunjung” ke pamerannya —walau mungkin pengalamannya beda ya kalau bisa datang langsung ke sana…

Ini cuplikannya di IG, atau bisa kunjungi sendiri “pameran” ini dengan klik CJHendry.live.

Pinot

Anak desain Indonesia tapi belum pernah dengar @Pinot? Serius?

Pinot alias “Pinot” Ichwandardi, animator asal Indonesia, yang kini tinggal dan berkarya di New York, berhasil menyedot perhatian dunia di tahun 2018 melalui posting video animasi di akun IG dan twitter-nya.

Apa sih yang bikin dunia sedemikian gempar?

Pinot membuat versi animasi dari cuplikan videoclip terhits dan kontroversial saat itu, This is America milik Childish Gambino.

Daaaan bukan animasi biasa… Pinot menggambarnya menggunakan software lawas, MacPaint dan animasi di Macro Mind, di komputer Macintosh 80-an miliknya.

Baca juga: Perangkat Lunak Pilihan untuk Gambar Pixel Art

Patut diacungi jempol karena tingkat kesulitan pembuatannya dan kesempurnaan hasilnya, ini dia cuplikan proses pembuatan dan animasinya:

Apa inspirasi sukses dari Pinot?

Pinot selama ini sudah lama dikenal penggemar art dan animasi di media sosial, tetapi terbatas di antara pengikut/penggemar desain visual dan animasi.

Selama ini Pinot punya “gaya” konten sendiri, dia konsisten dengan karya-karya kreatif yang eksperimental, bukan hanya artistik idealis tetapi juga memadukan gambar/sketsa tangan dengan teknik video stop motion dan animasi.

Jadi kreativitas juga harus ditunjang kemampuan/skill dan teknik yang matang.

Eksperimen animasi cuplikan video milik Childish Gambino berhasil menyedot perhatian lebih banyak orang.

Banyak yang mengulas karya ini di artikel media terkemuka, seperti Mashable, The Jakarta Post, dan bahkan konten kreator membuat konten reactions video tentang animasi ini.

Baca juga: artikel tentang Pinot di The Jakarta Post

Dari sini Pinot bahkan memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam pembuatan serial Stranger Things milik Netflix yang memang berlatar belakang tahun 90-an. Wah keren ya!

Lucas The Spider

Kamu mungkin tidak kenal Joshua Slice atau @Jsliceanimation, tapi mungkin tertarik dengan laba-laba peliharaannya yang menggemaskan, Lucas.

Yes, Lucas The Spider adalah tokoh animasi 3D berupa laba-laba kecil dengan suara menggemaskan!

Lucas The Spider ini sudah memiliki banyak penggemarnya, mencapai 3.1juta di Youtube dan 228ribu di IG (per Juli 2019), dari awal tokoh ini diposting November 2017.

Baca juga: Melukis Sepatu Kanvas, Starter Pack

Lucas The Spider ini ibarat hasil karya idealis iseng-iseng yang mengikut salah satu tren konten blog/vlog yang paling digemari, yaitu konten tentang hewan peliharaan yang imut dan lucu.

Bisa dilihat sendiri, kisah videonya sederhana yaitu seputar keseharian Lucas sebagai seekor laba-laba, seperti bermain hingga berteman dengan seekor lalat. Gemasss!

Apa inspirasi sukses dari Lucas The Spider

Jangan lupa bersenang-senang! Kesenangan kamu menggambar juga bisa dijadikan suatu yang produktif dan sekaligus menghibur orang lain!

Keberhasilan menciptakan portofolio yang disukai dan dinikmati orang banyak tidaklah mudah.

Kadang idenya tidak perlu muluk, bahkan hal yang kamu sukai pun, seperti menonton video hewan-hewan lucu di Youtube juga bisa jadi inspirasi.

Memiliki kesibukan dan pekerjaan tidak membuat Joshua Slice si pencipta Lucas berhenti berkreasi dan punya proyek idealis sendiri 🙂

Yuk ah!

Baca juga: 5 Kegiatan Produktif Mengisi Liburan Panjang

Perangkat Lunak Pilihan untuk Gambar Pixel Art

Ketika grafis 8-bit atau 16-bit kembali tren, desainer grafis tentu kena imbasnya…haha

Apa itu gambar pixel art? Kalau kamu generasi X atau Millenial awal/xennial, pasti pernah mengalami masa jaya game Atari atau game boy.
Masih ingat game klasik Super Mario Bros sekitar pertengahan tahun 1985 atau bahkan Space Invader dan Frog di PC

BACA JUGA: Yang perlu kamu ketahui tentang Adobe Spark

Karena keterbatasan perangkat digital saat itu maka visual yang ditampilkan berupa pixel ukuran besar 8-bit atau 16-bit. Efeknya pencitraan dibuat per pixel, kotak persegi dan kaku.
Itulah yang dimaksud dengan gambar pixel art.

Nah, kini tren visual dan fashion tahun 80-an kembali lagi, demam gambar pixel art dibuat bukan karena keterbatasan perangkat tetapi karena kini kita punya pilihan.

Tentunya kita selalu bisa menggambar pixel art di Photoshop.
Tetapi sekarang ada beberapa perangkat lunak/software khusus dibuat untuk menggambar pixel art. Cobain deh!

Pixel Art Studio

Software Pixel Art Studio dapat diunduh gratis hanya dengan login di Microsoft Office Store.
Namun sayangnya hanya kompatibel pada perangkat keras (PC atau mobile computer) dengan sistem operasi Microsoft Office saja.

Fitur gambarnya cukup lengkap dan mirip Photoshop, seperti layering, blending modes, effect.

Pixilart

Aplikasi ini gratis dan bisa diakses via web browser komputer (tanpa perlu unduh atau memasang software baru) atau unduh aplikasi di gawai via GooglePlay bagi pengguna Andriod atau AppStore bagi pengguna iPhone

BACA JUGA: 7 Workshop Kreatif di Akhir Pekan

Kamu bebas menggambar di aplikasi secara gratis dan tidak perlu login dulu, tetapi untuk menyimpan hasil gambar yang perlu kamu lakukan hanya membuat akun dan menjadi bagian dari komunitas pixilart.

Make-8-bit art!

Make-8-bit art adalah perangkat lunak berbasis web (online), jadi kamu bisa mengaksesnya langsung via web browser, gratis tidak perlu login.

Aplikasi open source ini diciptakan oleh Jenn Schiffer.
Sesuai namanya, aplikasi ini khusus digunakan untuk menggambar pixel ukuran 8-bit.
Fiturnya mencukupi kebutuhan dasar menggambar, memang agak terbatas dibanding perangkat lunak lain, tetapi kamu bisa menyimpan gambar tanpa perlu login.

Fitur Pixelate LunaPic

Fitur image editing dan layout yang ditawarkan Lunapic cukup lengkap. Tools dan actions-nya cenderung lebih sederhana/praktis daripada Photoshop, karena Lunapic berorientasi produksi gambar yang praktis dan instan, alias design tool for non-designer.

Dan ternyata ada fitur yang menarik di Lunapic, yaitu pixelate!
Yes, kamu bisa mengkonversi gambar/foto menjadi pixel art!
Praktis kan? Ini caranya:

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Trik Cropping Gambar dalam 7 Menit dengan Adobe Photoshop

Stop Plagiat! 3 Situs untuk Cek Potensi Plagiarisme Desain Logo

Konon, sudah tidak ada lagi hal baru di muka bumi ini — “There is nothing new under the sun”

Benarkah demikian? Apakah orisinalitas/keaslian desain sudah sirna?

Bayangkan dari sekian ribuan bahkan jutaan tahun manusia ada di muka bumi ini, tentunya ada pengaruh teknik visual dan estetika desain yang sudah dilakukan atau diciptakan oleh generasi yang terdahulu.

BACA JUGA: Ini Nasib Plagiarisme di Era Digital

Nah, jadi seberapa orisinal dan unik desain logo atau branding-mu?

Jangan-jangan sudah ada desain logo/branding, merek, motif atau bahkan ilustrasi yang mirip! Apakah hal ini membuat kamu jadi plagiat?

Dan kadang hal ini tidak dilakukan dengan sengaja, alias kamu tidak pernah melihat gambar atau logo kembaran itu sebelumnya, yang penting niat awalnya bukan plagiarisme.

Apakah hal ini membuat kamu tidak orisinal atau plagiat atau melanggar hak cipta atau kekayaan intelektual?

Heheh… jangan panik dulu! Kini berkat kecanggihan teknologi, kini kita bisa melakukan pengecekan orisinalitas, tingkat kemiripan atau keunikan suatu desain logo melalui situs online berikut ini.

Google Images

Dengan Google Images kita bisa melakukan pencarian berdasarkan gambar/image, atau singkatnya kamu bisa mengunggah (upload) gambar untuk mencari gambar yang serupa/mirip dan telah dipublikasikan di internet.

BACA JUGA: 9 Hal Dasar yang Perlu Diketahui tentang Hak Cipta/Copyrights

Google Images ini berbeda dengan fitur Google search biasa–yang pencarian hanya bisa dilakukan berdasarkan teks. Tapi seperti platform google lainnya, layanan ini gratis dan tidak perlu login.

Berikut caranya:

  • Untuk dapat mengakses Google Images, silakan klik tulisan “images” di bar kanan atas laman utama pencarian google search.
  • Upload/unggah gambarmu dengan dengan klik tombol bentuk kamera yang tersedia di search bar, lalu klik enter atau gambar kaca pembesar.
  • Mesin pencari akan menampilkan gambar-gambar yang cocok atau mirip dengan gambarmu.

TinEye

Tineye mendeskripsikan lamannya sebagai “Reverse image search.”

Cara kerjanya mirip dengan Google Images (gratis dan tidak perlu login untuk menggunakan layanan) tetapi dengan beberapa fitur extra.

TinEye memiliki fitur menarik yang memudahkan pencarian dan riset:

  • Mencarikan/mencocokkan gambar dari 34,7 miliar index gambar yang mereka miliki
  • Gambar yang diunggah untuk pencarian tidak disimpan, jadi tidak perlu khawatir dengan isu copyright
  • Menyediakan browser extension untuk browser Firefox, Safari, Chrome, Opera
  • Ada fitur sort dan filter hasil pencarian
  • Juga ada fitur “compare match” yang bisa membantu kamu untuk membandingkan dan mencari kemiripan/kecocokan antara satu gambar dan yang lain.
  • Pencarian gambar tidak hanya dengan upload file gambar saja, tetapi juga pencarian berdasarkan Image URL (link gambar yang diupload untuk dipublikasikan di website). Caranya adalah copy dan paste image URL ke mesin pencari.

Pangkalan Data Kekayaan Intelektual

Laman pdki ini resmi diadakan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Republik Indonesia, a.k.a punya pemerintah.

Situs ini merupakan pecahan dari induknya yang merupakan sumber informasi dan pendaftaran HKI, yaitu HKI.co.id.

PDKI memberikan akses untuk pencarian terhadap 5 hal terkait kekayaan intelektual, yaitu Paten, Merek, Desain Industri, Hak Cipta, Indikasi Geografis.

BACA JUGA: Artikel tentang Hak Cipta Logo di Hukumonline.com

Sayangnya, pencarian dilakukan berdasarkan teks saja, tidak bisa berdasarkan gambar.

Untuk hasil pencariannya kerap menampilkan gambar, terutama untuk merk dan desain industri.

Kelebihannya, disini kamu bisa memperoleh informasi detail tentang kode dan status (terdaftar, kadaluarsa dsb) dari hak intelektual tersebut lengkap dengan lokasi geografis dimana haki-nya terdaftar.

Semoga bermanfaat!

Resep Video Viral: Tips Kreator

Gimana sih bisa bikin video hits/ viral?

Nah, pertanyaan sebenarnya berawal dari: Kapan suatu konten bisa dianggap viral? Apa parameter atau tolak ukurnya?

Pertama-tama, kamu harus paham betul apa yang dimaksud dengan go-viral atau menjadi viral di Internet:

viral
Definisi ‘viral’ menurut kamus Cambridge.org

Banyak sekali pendapat dan argumen tentang tolak ukur konten viral, tetapi secara umum banyak yang menyimpulkan bahwa konten dianggap viral ketika dilihat (view) setidaknya 1juta kali dalam beberapa hari saja (3-7 hari).

Kenapa 1 juta views? Kenapa tidak 100 juta? Well, jangan terpaku pada angka ini. Fokus kepada esensi definisi viral yang hakiki, yaitu fokus pada kecepatan konten “menular” (dilihat dan disebarkan) dalam waktu yang relatif singkat.

BACA JUGA: Inspirasi Kreatif Video Instagram

Nah, dalam artikel ini saya ingin ambil sudut pandang sebagai konten kreator, dan dalam pembuatan konten pada dasarnya terdapat 2 faktor, yaitu:

  • Faktor eksternal – hal-hal tidak termasuk dalam kendali tim produksi tetapi merupakan komponen dari isi konten. Contoh: ide kreatif, drama artis yang happening, konten cuplikan interview kontroversial.
  • Faktor internal – elemen produksi video yang direncanakan atau dikendalikan oleh konten kreator dan tim produksinya. Contoh: jalan cerita, pemilihan lokasi, judul click-bait, editing, dll.

Karena faktor eksternal dapat diserahkan pada kreativitas masing-masing kreator…Di sini kita fokus pada faktor internal yaaa

1. Emotion/Reaction

Salah satu kesamaan dari  semua video viral adalah kemampuannya memancing emosi dan reaksi dari penontonnya.

Dari emosi dan reaksi tersebut bisa berkembang menjadi tindak lanjutnya: menbagikan/share video kepada orang lain, komentar, memberi “jempol” (like) atau menjadi langganan (subscribed).

BACA JUGA: 3 Tipe Video Kreatif untuk “Anak Kreatif”

Kenali Target Audience

Setiap menentukan ide cerita/storyline dari videomu selalu lihat dari sudut pandang penonton, emosi dan reaksi apa yang dimunculkan ketika menonton videonya.

Untuk memperoleh prediksi emosi/reaksi yang cukup akurat, kamu harus mengenal target audience dari video atau youtube channel-mu, demografinya yang bisa dilihat dari sisi: geografis, SES (social economic status), kelompok usia, gender, hobi/interest dan sebagainya.

PRO TIPS: Jika kamu sudah memiliki youtube channel, kamu bisa mulai memperlajari demografi audience-mu dengan mengecek Youtube Creator Studio, yang bisa diakses pemilik channel Youtube.

Emosi apa yang sering membuat video go-viral?

Dari sekian banyak emosi yang dirasakan manusia, adakah cara mengetahui emosi mana yang membantu video menjadi viral?

Jawabannya, ada. Ada riset dan data yang membantu kita, tapi ingat data akan selalu berubah seiring dengan perkembangan tren.

Dalam penelitiannya Ekman and Rosenberg (1997) menjelaskan bahwa ada 6 emosi utama yang menjadi kunci yang mendorong viewers untuk membagikan konten ke orang lain:

  • Bahagia/happy
  • Takut/scared
  • Sad/sedih
  • Disgusted/Jijik
  • Angry/Marah
  • Terkejut/surprised

Referensi: Ekman, P., & Rosenberg, E. L. (1997). What the face reveals: Basic and applied studies of spontaneous expression using the Facial Action Coding System (FACS). Oxford University Press, USA.

2. Hook (Umpan)

Hook (umpan) bisa dibilang adalah ide cerita/konten inti dari suatu video, yang bertujuan untuk memancing reaksi dari orang yang melihatnya.

Hook ini sangat penting dalam memengaruhi orang untuk (1) mengklik atau memutuskan menonton video atau tidak; (2) menyukai video kamu setelah menontonnya.

Nah, bagaimana orang bisa mengerti dan tertarik pada ide cerita, bahkan sebelum mereka menonton videonya?

Jika toko punya etalase untuk menarik calon pembeli masuk ke toko,
maka pastikan kamu memasang umpan di “etalase” video-mu.

Penyampaian ide/konsep ini bisa beragam bentuknya, tetapi komponen utama yang paling efektif adalah:

  • Judul video: singkat, padat, mudah dipahami, menarik/catchy/memicu rasa penasaran
  • Gambar thumbnail/cover: Gambar statis juga membantu dalam “menjual” konsep videomu, sehingga membantu viewers memutuskan untuk menonton atau tidak.

3. Video Gimmicks

Nah, disini kita bahas pentingnya perencanaan dan keahlianmu dalam teknis produksi videonya. yang biasanya dikenal dengan gimmick.

Belajar dari teknik produksi video Casey Neistat yang legendaris di video sponsor Nike Fuel Band berikut. Seru banget nontonnya!

Perencanan dan eksekusi dalam produksi dan pengambilan gambar akan menambah daya tarik video kamu dan membuat penonton merasa nyaman untuk terus menonton hingga selesai, atau bahkan menonton video lain.

Baca juga: Channel Wajib Penggiat Fotografi dan Desain Grafis

Beberapa gimmick produksi dan post produksi yang bisa dieksplorasi antara lain:

  • Teknik pengambilan gambar, seperti transisi, angle, dsb.
  • Soundtrack/background sound. Pastikan kamu memperoleh izin/permission untuk menggunakan musiknya, atau risikonya video kamu bisa diblok oleh Youtube.
  • Stickers atau emoticon, terutama jika kamu membuat video humor

Semoga bermanfaat!