Mengenal Teknik Sablon Kaos Terkini

Printed tshirt (alias kaos distro) selalu memiliki tempat di hati kawula muda

Dengan perkembangan teknologi, sekarang beberapa teknik sablon kaos satuan yang bisa jadi pertimbangan sebelum membuat kaos sablon.

t-shirt-2351761_640

Penjelasan secara umum saja bisa membantu untuk memilih metode yang cocok dengan kebutuhan produksi.

Traditional screen printing

Sablon manual inilah yang pertama muncul di pikiran kita jika menyebut kata “sablon”. Setiap prosesnya melibatkan tenaga dan keterampilan manusia.

BACA JUGA: DIY T-shirt Printing a.k.a sablon kaos: Starter Pack

0701c-1f2sya7s4qab7u-8zyjmfpa

Plus: jasa sablon kaos ini mudah ditemukan dan harganya bisa beragam dan kompetitif. Bisa untuk proyek DIY (do it yourself), dikerjakan sendiri di rumah, dan jika cat yang kamu gunakan berkualitas bagus maka hasilnya awet tahan lama.

Minus: akurasi kualitas sablon untuk desain dengan banyak warna dan detail tergantung alat dan keterampilan manusianya.

Direct to garment (DTG)

Proses mencetak gambar kini bisa dilakukan menggunakan printer, diperlukan printer khusus dengan tinta khusus garmen.

BACA JUGA: Bedanya RGB dan CMYK serta Cara Konversi Formatnya

Plus: Detail desain bisa disablon dengan sangat akurat, bisa produksi dalam jumlah besar dalam waktu yang relatif cepat.

Minus: Di Indonesia belum banyak yang menyediakan layanan DTG, terutama dengan mesin besar dengan kualitas cetak maksimal.  Kalaupun bisa kadang hanya menerima pesanan dalam jumlah tertentu.

Heat press printing

Ada juga yang menyebutnya dengan tshirt transfer.

Prosesnya adalah memindahkan hasil cetakan di kertas/film khusus ke kaos dengan bantuan mesin press panas, atau versi DIY nya bisa pakai setrika rumah tangga.

morning-1772286_1280

Bisa dilakukan di jasa cetak tshirt atau di rumah, selama kamu punya kertas film yang sudah di-print dengan tinta khusus.

Plus: Bisa dilakukan sendiri/DIY dengan bersih, praktis, dan cepat. Detail dan akurasi desain bisa ditransfer dengan cukup baik.

jason-leung-711068-unsplash

BACA JUGA: Hand Lettering Starter Pack

Minus: durability/daya tahan hasil sablonnya sangat tergantung pada kualitas cat yang digunakan untuk print desainnya.

Dan sablon yang dihasilkan warnanya cenderung pucat, terutama printing di atas kaos berwarna gelap/opaque, lebih baik menggunakan kaos warna putih.

Semoga bermanfaat!

DIY T-shirt Printing a.k.a sablon kaos: Starter Pack

Tidak ada yang lebih spesial dari kaos hasil karya sendiri bukan?

t-shirt-2351761_640

Pingin bikin kaos distro unik dengan budget terbatas? Nyablon sendiri aja.

DIY memang lebih ribet daripada order atau beli kaos di toko, tetapi ada campuran keringatnya, rasanya puas, dan bangga 🙂

BACA JUGA: Mengenal Teknik Sablon Kaos Terkini

ian-schneider-66374-unsplash

Daftar peralatan yang mesti dipersiapkan untuk sablon kaos antara lain:

  • Desain gambar
  • Kaos
  • Screen dan rakel
  • Kertas kalkir dan ulano
  • Cat

Sebelum kamu mulai heboh desain dan beli ini-itu, berikut informasi wajib dan tips yang membantu kamu dalam persiapan menyablon:

Menyiapkan Desain Gambar

Sebagai pemula, disarankan melakukan sablon dengan 1 warna terlebih dahulu.

Dalam teknik sablon tradisional, kamu harus membuat beberapa versi film/screen dan warna cat sesuai detail yang dibutuhkan. Hal ini membutuhkan keterampilan, bukan untuk pemula.

lucas-lenzi-573687-unsplash

BACA JUGA: Ini Nasib Plagiarisme di Era Digital

Desain sablon gambar atau tulisan pun ada etikanya, pastikan desain kamu tidak:

  • membajak desain brand/orang lain;
  • tidak melanggar hak cipta, seperti mencantumkan logo atau foto orang tanpa izin

DIY memberikan ruang kreativitas yang luas tetapi tetap ada batasannya, tunjukan bahwa kamu memang kreatif tanpa harus membajak.

Pilihan Kaos

Bahan garmen atau kaos yang disarankan adalah cotton 100% alias katun, karena tidak terlalu melonggar atau stretch.

Nah, untuk pemula sebaiknya kamu menggunakan kaos warna putih atau pastel/muda.

morning-1772286_1280

BACA JUGA: Melukis Sepatu Kanvas: Starter Pack

Kenapa? Untuk kaos warna hitam atau pekat lainnya, kamu harus menyablon 2 lapis cat untuk mendapatkan warna yang bagus, yaitu pertama, sablon warna putih sebagai dasar, kemudian setelah cat pertama kering baru sablon lagi dengan warna yang diinginkan.

DIY TIPS: Kamu bisa menggunakan 1 lapis cat saja untuk kaos berwarna gelap untuk mendapat efek washed/vintage tshirt, yang memang tidak mengejar hasil sablonan tebal sempurna.

Pembuatan Film: Kertas Kalkir dan Ulano

Tahap pembuatan film ini bisa kamu outsource kepada jasa afdruk/pencetak gambar screen, yang perlu kamu siapkan adalah gambar di kertas kalkir dan screen kosong.

APA ITU AFDRUK? Istilah yang digunakan untuk proses “memindahkan” film negatif dari kertas film ke screen. Proses membutuhkan lightbox, dimana gambar negatif akan menjadi area yang bisa ditembus cat. Jasa afdruk bisa ditemukan di pasar atau sentra penyedia peralatan sablon.

Kalau masih belum ada bayangan, silakan tonton video cara screen printing berikut ya:

Tapi juga kamu ingin DIY total, silakan lanjut baca bagian ini 🙂

Kertas kalkir (tracing paper), yang sudah dicetak atau digambar sesuai dengan film negatif, akan digunakan dalam proses afdruk.

Ulano adalah istilah umumnya, yang sebenarnya nama merk cairan emulsifier/ photoemulsion yang dioleskan ke bagian dalam screen pada proses afdruk.

Jadi rumusnya “memindahkan” gambar dari kertas ke screen: (screen+ulano+kertas film bergambar)+ cahaya super terang (mengandung UV).

Ulano yang kena cahaya UV akan berubah jadi zat padat menutup rongga di kasa screen kamu, setelah dibersihkan cat yang dioleskan nanti hanya akan tembus ke bagian yang diperlukan.

Untuk cara membuat lightbox sendiri bisa dilihat di video berikut ya!

Memilih Cat

Cat yang digunakan adalah cat khusus untuk garmen/kain, Bagi pemula disarankan memilih cat berbahan dasar rubber (tersedia merk lokal atau import) karena tekstur tidak encer/mudah digunakan, warna yang dihasilkan cukup opaque, dan lebih mudah proses pengeringannya.

Ada beberapa jenis cat lain yang juga umum digunakan untuk sablon kaos:

  • waterbased: teksturnya lebih cair dan menyerap ke bahan kaos, butuh keterampilan dan jam terbang untuk mendapatkan hasil maksimal.
  • Plastisol: mirip cat rubber, warnanya berani dan pekat (opaque), hasil sablonnya kuat, tahan lama. Hanya pengeringan cat/curing lama dan butuh pemanasan suhu oven.

BACA JUGA: Artikel lain yang mengulas tentang cat sablon lengkap

Di pasaran tersedia dengan beberapa merk, lokal maupun impor. Untuk finishing kamu bisa memilih hasil yang mengkilat/glossy atau doft (b.ing-nya dull atau matte).

DIY TIPS: Meramu warna cat sendiri! Jika ingin berkreasi, dengan bereksperimen mencampur warna-warna primer, kamu bisa membuat warna unik

Gear Sablon: screen & rakel

Perangkat keras wajibnya adalah screen dan rakel.

SCREEN

Screen ibarat kanvas atau film negatif kosong dalam dunia sablon.

Pada dasarnya screen berupa kain kasa dengan mesh padat dipasang di bingkai kayu, berlaku sebagai film dan media transfer yang menyaring cat ke kaos sesuai dengan area gambar yang diinginkan.

RAKEL (SQUEEGEE/SQUILGEE)

Rakel adalah istilah yang umum digunakan di Indonesia, bahasa Inggrisnya squeegee.

Fungsinya pengganti kuas dalam melukis, bedanya ujung karet tebal dan karet (seperti karet pembersih jendela kaca) untuk memastikan cat bisa tembus kain kasa screen.

Seperti kuas, ukurannya ada bermacam-macam, idealnya ukuran rakel disesuaikan dengan ukuran gambar. Rakel bisa ditemukan di toko-toko cat dan penyedia alat sablon.

Mulai menyablon!

Daripada panjang ceritanya, sebaiknya langsung tonton video yang bagus, praktis dan akurat tentang how-to screen printing tshirt di youtube berikut.

DIY TIPS: SIAPKAN LAKBAN! Trus, Lakban-nya untuk apa ya? Ini untuk praktis aja sih, biasanya digunakan untuk (1) menempel gambar pada pross afdruk; dan ketika (2) menyablon, kamu bisa menutup bagian yang tidak ingin disablon supaya tidak bocor.

Sumber bacaan lebih lanjut:

Semoga bermanfaat!

Take A Break: Curhat Kreatif Lewat Infografik

Break dulu aah!

Sekali-kali mata dan pikiran ini perlu hiburan juga, kali ini blogpostnya ringan saja.

fashion-985556_640

Disini saya sekedar ingin berbagi beberapa infografik yang berhubungan dengan kehidupan sebagai desainer/anak kreatif dari proses kreatifnya hingga dalam dunia kerja, seperti klien, revisi dan sebagainya.

Sayangnya kebanyakan infografik dengan konten yang spesifik dan asik seperti ini kebanyakan berbahasa Inggris.

Coba desainer Indonesia: mana infografiknyaaa…?

Selamat menikmati koleksi ini. Semoga bermanfaat, inspiratif dan menghibur tentunya. Enjoy!

Curhatan Terkreatif: 8 Tipe Klien yang Paling Dihindari

Pernah ketemu rekan kerja atau klien yang seperti ini? ATAU, apakah kamu salah satunya? Check this out!

BACA JUGA: Tips Praktis Mengomunikasikan dan ‘Menjual’ Desainmu Kepada Klien

Kritik Konstruktif: Desainer yang Baik dan yang Buruk

Tidak hanya klien atau rekan kerja saja yang bisa menyebalkan, desainer juga ada yang nyebelin.

Saatnya refleksi diri nih, kamu desainer yang mana? Hehe…

BACA JUGA: Panduan Menjadi Desainer Grafis (Seutuhnya)

Edukasi Klien yang Labil: 15 Cara Memastikan Desain Logo yang Tepat

Check list sangat membantu mengingatkan kita, terutama jika kita sudah lama berkutat mengerjakan hal yang sama dalam waktu yang cukup lama.

Daftar pengecekan ini cukup membantu bagi yang sedang proyek desain logo atau berencana re-branding.

BACA JUGA: 4 Kesalahan Pekerja Freelance, Perbaiki Sekarang!

Mencari Pembenaran Kebiasaan Ngopi: Beer VS Coffee

Di sini tidak berarti saya mempromosikan minuman beralkohol (beer) ya,  please no negative thinking 🙂

Menurut saya, pesan moral terdalam dari berbagi infografik ini adalah:

  • Dari kacamata desain komunikasi visual: contoh yang cukup baik.

Karena infografik ini membantu menyederhanakan suatu hasil riset sains, dengan presentasi yang baik dan jumlah teks yang tidak terlalu banyak.

  • Dari segi pengetahuan umum: Tahu waktu yang terbaik untuk minum kopi (atau bir).

Karena tidak ada istilah Too Many Info (TMI) untuk belajar fakta sains yang baru, apalagi berhubungan dengan substansi dan benda yang ada di sekitar kita (kopi, bir, teh, dsb). Cheers!

BACA JUGA: 3 Jurus untuk Kembalikan Mood dan Kreativitasmu

Fakta dan Realita: Musik dan Produktivitas

Kamu suka bekerja sambil mendengarkan musik?

Konon musik meningkatkan konsentrasi dan produktivitas kerja (fokus).  Benarkah demikian?

Berikut infografik berisis fun fact tentang bagaimana musik/mendengarkan musik berdampak bagi diri kita.

Curhat Karier dan Load Kerja: Siklus Karier Desainer

Klik gambar untuk memperbesar/akses di Flickr.

Your Average Designer

BACA JUGA: Eksis dengan 4 Situs Galeri Portofolio Online

Melukis Sepatu Kanvas: Starter Pack

Siapa bilang sneakers keren harus mahal?

https://www.instagram.com/ejjamrttp/
Hand painted sneakers. Credit: Instagram @ejjamrttp

Sudah pernah dengar tentang tren melukis sepatu kanvas atau istilah kerennya sneakers hand painting?

Yes, menggambar atau melukis dapat dilakukan di media yang bervariatif, tidak harus di media datar, termasuk sepatu!

handmade-791693_640

Melukis sepatu berbahan kanvas sangat cocok bagi yang ingin coba-coba dan tidak habis dieksplorasi.

Sepatu kanvas seperti apa sih? Contoh yang paling sederhana umum dan kamu pasti tahu adalah sepatu converse model chuck tailor atau vans. Pasti tau dong?

converse-2483523_640

BACA JUGA: Hand Lettering Starter Pack

Itu contoh yang bermerek, tetapi pada dasarnya kebanyakan sepatu dengan model plim sole atau sol karet menggunakan material kanvas.

Dan kamu bisa menemukannya dalam berbagai merek dan bentuk, dari model yang bertali ataupun yang slip-on (tanpa tali).

Selain bisa membuat sepatu kanvas jadi unik dan keren, juga ajang unjuk kreativitas dan imajinasi kamu.

Bagaimana caranya?

Mudah kok, asal dengan persiapan yang matang 🙂

PERENCANAAN

1. Memilih sepatu kanvas/kain

Pada dasarnya melukis sepatu bisa dilakukan di sepatu berbahan kulit, kain atau kanvas lainnya.

slipon-2305869_640

Tetapi bagi yang ingin coba-coba dan bereksperimen, sepatu bahan kanvas relatif lebih terjangkau dan reaksinya lebih terkendali terhadap cat/tinta.

Untuk pilihan model dan warna sepatu, tergantung motif apa yang akan kamu lukis.

Bagi pemula, disarankan sepatu kanvas putih polos tanpa banyak ornamen/variasi/tidal bertali/slip on, anggap saja seperti kertas putih polos.

2. Desain atau sketsa motif/gambar di kertas

school-1974369_640

BACA JUGA: 3 Jurus untuk Kembalikan Mood dan Kreativitasmu

Dengan merencanakan desain atau sketsa gambar yang akan dilukis nanti, akan membantu kamu:

  • merencanakan proses menggambar dan mewarnai dengan lebih baik dan mengurangi tingkat kesalahan
  • menentukan alat gambar yang kamu butuhkan

Inspirasi gambar dan motif: PinInterest.com

PERALATAN GAMBAR/LUKIS

Nah, setelah kamu tahu gambar apa yang akan dilukis, saatnya menyiapkan peralatan gambarnya disesuaikan dengan kebutuhanmu.

Where to buy? Semua peralatan gambar ini biasanya bisa ditemukan di toko art supply masing-masing kota atau bahkan online.

painting-911804_640

  • Pensil dan penghapus untuk sketching – warna pensil disesuaikan dengan warna dasar kanvasnya, jika warna putih maka pensil biasa sudah cukup jelas.
  • Cat akrilik (sesuai kebutuhan) – cat akrilik tidak hanya dapat digunakan untuk menggambar ornamen atau motif tetapi juga dapat digunakan untuk mewarnai seluruh dengan warna dasar sesuai keinginan kamu.

art-1867899_640

  • Kuas lukis (sesuai kebutuhan) – ukurannyan bisa bervariasi sesuai rencana gambar/motif. Semakin banyak dan kecil motif, semakin kecil ukuran kuasnya.

Kuas besar VS Kuas Kecil – Sekiranya kamu berencana mencat warna dasar yang berbeda dengan warna sepatunya, maka selain kuas kecil, dibutuhkan juga kuas besar untuk mewarnai dasarnya,

  • Fabric marker atau spidol/marker yang dapat diaplikasikan di kain, yang paling terkenal adalah spidol merk Sharpie.

Untuk memudahkan menggambar pastikan kamu memilih spidol yang ujung lancip (fine).

colorful-2557705_640

PERALATAN PENUNJANG LAINNYA

  • Painter’s tape/masking tape – dibutuhkan untuk menutupi bagian yang tidak ingin diwarnai ketika pengecatan, tape ini tidak meninggalkan residu lemnya dan mudah dibentuk.
  • Varnish kain – cat pelapis bening yang diaplikasikan setelah kamu selesai melukis dan cat sudah kering semua.

Pilih varnish khusus untuk bahan kain, fungsinya adalah untuk melapisi dan melindungi permukaan sepatu agar tahan lama.

Nah kamu sudah siap?

sharpie-1830292_640

Untuk menambah inspirasi berikut beberapa video untuk referensi desain melukis sepatumu.

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Ini Nasib Plagiarisme di Era Digital

Motif Galaxy

Motif geometrik

Motif Kartun

3 Tipe Video Kreatif untuk “Anak Kreatif” – Tips Kreator

Jangan gentar dengan membanjirnya kreasi video online kalau kamu memang “anak kreatif.”

Kunjungi Youtube, video online yang membanjiri, kini semua orang bisa membuat video dengan gadget dan aplikasi editing instan.

gimbal-2199295_640

Keterbatasan durasi dari video online yang cenderung singkat membuat kreator video/videografer harus lebih cermat dan efektif dalam membuat alur cerita.

Jadi saran saya, tidak perlu pusing berlomba dengan gadget tercanggih atau teknik editing terkini. Maksimalkan ide kamu dengan menuangkannya dalam alur cerita yang kreatif.

ux-788002_640

Ada beberapa tipe video yang tepat untuk memaksimalkan ide kreatifmu dengan kerangka alur cerita yang sudah ada dalam 2-5 menit. Coba deh!

What-if (Seandainya)

Tipe video favorit, karena kerangka alurnya sederhana dan kamu bebas berkreasi.

Bebaskan imajinasi kreatif kamu disini!

Mari berandai-andai dan bayangkan wujudnya dalam bentuk audio visual, seperti video viral dari College Humour ini.

Video what-if tidak melulu harus komedi, kamu bisa ambil angle lainnya. Let the imagination gone wild!

Review atau First Impression (Kesan Pertama)

Video dengan tema review dan first impression/reaction sangat sederhana alur ceritanya dan bahkan cenderung spontan.

photographer-301533_640

BACA JUGA: 3 Jurus untuk Kembalikan Mood dan Kreativitasmu

Memang video review/ulasan memiliki angle dan alur yang cenderung seragam.

Tetapi justru disini kreativitas kamu diuji: apakah kamu bisa membuat video yang teknik dan konsep sederhana menjadi video yang sangat menarik?

Contoh bahwa video ulasan bisa dikemas dengan konsep menarik, seperti yang dilakukan di channel Try Guys (buzzfeed veteran) berikut:

Disini kamu dapat sediki pemberi ulasan berdasarkan suatu standar atau ekspektasi, contoh: enak atau lebih enak. Jadi kesimpulannya akan diberikan oleh si reviewer.

Experiment (Percobaan)

Pada dasarnya video experiment adalah menunjukkan reaksi atau respon dari skenario pada viewers.

Eksperimen ini ibarat mengetes teori atau opini yang sedang hits atau populer.

stormtrooper-1343877_640

Nah, beda dengan video review, video eksperimen tidak terpaku pada objek tertentu dan kamu bisa bebas berkreasi dalam angle dan alur cerita.

Tidak melulu eksperimen terhadap teori yang berbau sains, tepi juga dalam bentuk social experiment yang sederhana, bahkan bisa diambil dari angle yang berbeda-beda.

Hasil dari penguji coba pun bisa berbeda-beda penyampaiannya. Penonton bahkan bisa menyimpulkan sendiri hasil dari eksperimennya.

Seperti video viral 10 Hours of Walking in NYC as a Woman:

PRO TIPS: Video eksperimen sangat cocok untuk memberikan pemahaman atau memicu reaksi pro/kontra dan empati dari penontonnya.

Versus/ Battle

Video yang kerangka awalnya sederhana, yaitu menampilkan 2 hal yang berlawanan, A versus B.

people-2576169_640

Seperti before VS. after, atau yang beda yang asli VS. palsu, atau bahkan tentang tema make up atau fashion, konsep ini sangat populer.

Contoh angle cerita dan alur yang sangat kreatif dipresentasikan oleh video viral oleh saluran Ditch the Label berikut:

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Inspirasi Proyek Video: Video Instagram

 

5 Ide Kegiatan Produktif Mengisi Libur Panjang

Libur panjang kali ini ngapain yaaaa

girl-1245773_640

Bagi yang beruntung mungkin bisa jalan-jalan ke luar kota sejenak selama 1-2 minggu.

Tapi mengingat libur kuliah lamanya lebih dari 1 bulan, bisa jadi kamu bosan di rumah dan membunuh waktu dengan main game saja.

cat-215294_640

Kenapa tidak coba melakukan kegiatan baru yang lebih produktif dan seru?

1. Berbisnis: Desain, Produksi, dan Pasarkan

Ini biasanya adalah mainan anak desain dan kriya. Kamu bisa desain dan sedikit narisis?

Kenapa tidak coba menjajal apakah desain karyamu disukai orang?

Selain melatih keahlian mendesain, di sini naluri bisnis kamu diuji.

season-1985856_640

Dan sekalian menerapkan ilmu kamu pelajari di kampus, seperti kriya, dsb.

Bahkan screen printing/sablon di atas kaos atau tas kanvas atau apa saja mediumnya.

Sederhananya, model bisnis ada dua: (1) barang jadi dan jual ritel; (2) produksi sesuai pesanan, dimana harus ada order dulu.

silk-screen-1246169_640

Kamu bisa memproduksi barang sendiri dan bisa ditukar dengan Rupiah, atau dijual. Dan jaman sekarang tidak harus buka gerai fisik, semua bisa lewat platform e-commerce. Cobain deh!

BACA JUGA: Mendunia dan Meraih Dolar Lewat “Gerai” Desain Online

Well, bagi kamu yang mungkin lebih berminat hanya sampai menjual desain saja, ternyata masih ada wadahnya.

Asal kamu rajin online karena kebanyakan lamannya dari luar negeri. Selamat mencoba!

2. Jadi Relawan/Volunteering

Kamu ingin membantu orang lain atau membuat dunia ini lebih baik?

Menjadi sukarelawan bisa menjadi pilihan untuk menghabiskan liburanmu.

Ambil contoh dari kegiatan Shave for Hope yang diadakan setiap awal tahun, juga membuka peluang bagi yang ingin terlibat secara sukarela di berbagai bidang, seperti bidang komunikasi, promosi, dsb.

human-723579_640

Memulainya dengan dua langkah:

  1. Tentukan bidang yang kamu minati, seperti pendidikan, kesehatan, dsb
  2. Jeli mencari lembaga sosial, non-profit atau kegiatan amal yang sesuai minatmu dan bertepatan dengan waktu liburan.

Begitu kamu sudah temukan gerakan atau kegiatan yang senafas, kenapa tidak coba kontribusi jadi relawan 🙂

3. Latihan Fisik, Siap Marathon atau Naik Gunung

Selain badan lebih fit, juga bisa sekalian menurunkan berat badan.

Kenapa tidak latihan lari supaya siap ikut marathon? Atau mungkin naik gunung?

inspire-2223128_640

Pada kenyataannya untuk bisa lari marathon atau naik gunung diperlukan ketahahan fisik dan disiplin latihan.

Yang menyenangkan dari kegiatan ini adalah kamu bisa banyak menghabiskan waktu di luar ruangan dan bisa latihan bersama teman. Cieee…

runner-1517161_640

Mungkin bisa juga ikut-ikutan keren marathon atau melihat sun rise  di puncak gunung naik jeep. Tapi sayangnya kegiatan santai ini kurang produktif.

4. Perkaya Keterampilan: Workshop Kreatif atau Kriya

Mulai banyak workshop indie (dikelola komunitas atau perorangan) tentang kriya, batik, desain, fotografi, developer (IT), ada yang hanya 1 hari atau hingga beberapa kali pertemuan.

comiccon-1143686_640

Nah, ini sebenarnya kegiatan standar pergaulan.  Bisa sih menyerah ikut kursus-kursus mainstream.

Tapi tahukah kamu, kini banyak sekali pilihan workshop kreatif dan unik, diselenggarakan dengan pilihan waktu yang beragam.

BACA JUGA: 6 Workshop Kreatif di Akhir Pekan

screen-shot-2016-12-14-at-3-20-27-am
Kreasi nge-cap. Sumber: IG @Serbarupa

Coba kamu cari workshop kreatif di kotamu di laman maubelajarapa.com,  kalau beruntung kadang ada yang gratis.

5. Intern/Kerja Paruh Waktu

Apa pun jurusan kuliahnya, tetap punya peluang untuk bekerja paruh waktu atau intern di suatu perusahaan atau lembaga formal.

adult-1986108_640

Tidak harus menunggu semester terakhir atau tugas akhir, kamu bisa lakukan sekarang dan pilih bidang sesuai dengan minatmu!

Suka kopi? Kenapa tidak coba di coffee shop? Suka desain? Kenapa tidak coba ke percetakan atau lembaga yang butuh promosi?

blur-1867429_640

Asal tidak pake gengsi, niscaya kamu akan dapat kesempatan jika memang kamu penasaran dengan bidang ini.

Kamu bisa layangkan surat pengantar dan CV ke lembaga atau perusahaan di sekitar, dan jangan lupa mencantumkan bidang/pekerjaan apa yang kamu minati.

BACA JUGA: 4 Situs Freelance Pilihan untuk Pekerja Kreatif

startup-594090_640

Tujuannya disini adalah saling mengisi, kamu dapat pengalaman dan portofolio, perusahaan memerlukan jasa kamu.

Ditambah lagi di kota besar, peluang kerja paruh waktu/intern selama 2-3 bulan semakin luas dengan berkembangnya bisnis startup yang secara birokrasi organisasi biasanya lebih fleksibel.

Selamat liburan dan semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Hand Lettering Starter Pack

Hand Lettering Starter Pack

Tidak banyak orang jago gambar, tapi kebanyakan orang bisa menulis.

Seni tulis menulis kini sudah banyak berkembang. Dari kaligrafi, tipografi, dan sekarang aliran pop yang ini lebih populer, hand lettering.

Credit: Colin Tierney on Instagram

Sesuai dengar era dimana hand lettering berkembang, yaitu industri kreatif yang serba nge-pop dan instan, aturannya tidak lagi kaku dan baku, penulisnya dibebaskan untuk berkreasi dengan caranya sendiri.

Penekanan dari kreasi hand lettering adalah menggambar, yang digambar adalah huruf, efek, dan ornamen di sekitarnya. Selamat mencoba!

Alat Tulis

Beda dengan alat tulis sekolah/kantor, banyak sekali pilihan alat tulis hand lettering/modern kaligrafi yang ditawarkan dipasarkan.

Setiap merek dan jenis menghasilkan hasil goresan yang berbeda-beda pula. Cek ulasan lengkapnya di blog creativemarket.com. 


white-1714168_640

Tenang, sebagai pemula alat tulis dasar sudah cukup untuk mulai latihan agar tangan mahir menggambar.

BACA JUGA: Bedanya Tipografi, Kaligrafi, dan Hand Lettering

Alat tulis yang disarankan bagi pemula:

  • Pensil serut atau mekanik+penghapus – yang penting ujungnya tajam untuk akurasi garis
  • Penggaris – untuk membuat garis panduan untuk area gambar dan teks
  • Jangka – bagi yang area gambar tidak bersudut, seperti oval atau bentuk ikan
  • Pen warna gelap – warna hitam untuk menebalkan sketsa pensil sebagai hasil akhir, ujung  pen ukuran sedang
  • Spidol/pen warna utk dekorasi – untuk memberi efek, ornamen, atau dekorasi

Pro Tip: Brush Pen

Jenis yang paling banyak digunakan (dan diulas di internet) sekarang adalah brush pen dan spidol (marker). Cek ulasan lengkapnya di blog creativemarket.com. 


Alat tulis hand lettering yang kekinian dan menarik untuk dicoba setelah mahir ‘menulis’ adalah brush pen — bulpen tinta dengan ujung dan hasil goresannya seperti kuas, cocok untuk kaligrafi modern.

Water brush pen untuk efek cat air yang lagi hits:

Kertas (Medium)

Kertas yang tepat untuk pemula mulai latihan gambar huruf adalah kertas dasar warna putih dan bergaris atau kotak!

Kertas bergaris/kotak ini bisa kembali berguna sebagai panduan melatih tulisan tangan yang baik.

Credit: Image by Scott Biersack via tutplus.com

Kini ada lembaran yang bisa diunduh, seperti PDF grid paper sheet dari artikel Scott Biersack di tutplus,com, dan kamu cetak sendiri di rumah.

download-155424_640

Pro Tip:

Menggunakan kertas copy paper (printer paper/HVS) sudah cukup baik.

Namun, sekedar tambahan pengetahuan saja untuk brush pen dengan tinta tebal atau berwarna —agar ujung kuas pen supaya tidak cepat “berbunga” dan memperoleh warna tinta yang lebih terang — banyak yang merekomendasikan kertas putih tipe card stock paper.

Konon selain lebih tebal dan smooth, seratnya lebih halus sehingga menyerap tinta lebih baik dan tidak cepat merusak ujung kuas pen.

Latihan “Menulis” – Temukan Gayamu

Mulai latihan menulis dengan grid paper, dari A-Z, huruf besar-kecil, tegak/miring. Latih terus hingga tanganmu terbiasa dan mahir.

art-1868727_640

Practice makes perfect! 😉

Setelah tangan mahir “menulis” selanjutnya bisa mulai mengeksporasi jenis huruf dan karakteristiknya, mulai dari kerangkanya hingga tebal-tipis garis yang harus digambar.

Cek tutorial menggambar huruf oleh Ste Bradbury Design.

Jika sudah cukup mahir, kamu bisa mulai berkreasi dengan hand lettering kutipan/quote yang lucu. Berikut rekomendasi tutorialnya oleh Shayda Campbell.

Ada juga yang memberikan trik cantik oleh @eindraw menggunakan double-pencil!

Pro Tips – Latihan Brush Pen

Rekomendasi video tutorial untuk pemula menggunakan brush pen oleh TheWittyGrittyPaperCo.

Rekomendasi video tutorial untuk latihan menulis menggunakan brush pen oleh Sarah Types.

BACA JUGA: Inspirasi Proyek Video: Video Instagram

Semoga bermanfaat!