Edit like a Celebgram: 6 Aplikasi Andalan untuk Edit Foto

Ada fotografi gawai, alias smartphone photography, kini ada mobile photo editing juga

Kalau semua bisa di-edit di gawai, kenapa tidak? Yakan

Selain perang kecanggihan kamera dan teknologi digital gawai, kini penyedia aplikasi gawai juga banyak yang membuat app untuk edit foto.

Daripada trial & error mengunduh aplikasi yang random, ini dia ada rekomendasi aplikasi favorit yang wajib ada di gawaimu kalau mau eksis.

1. Snapseed

Serius, belum pernah dengar Snapseed?

Ini aplikasi andalan para instagramer dan celebgram profesional (terutama yang suka edit foto sendiri ya, bukan di-edit orang lain).

  • Tersedia di iOS dan Android. Gratis. Tanpa ada in-app purchase atau keterbatasan tertentu, benar-benar gratis untuk penggunaan semua fitur.
  • Terbaik untuk: advance photo editing — Tersedia fitur yang standar seperti cropping, color edit/adjustment, filter, hingga fitur photo editing yang mengarah ke pro seperti masking, brush, dst.
  • Aplikasi ini bahkan memiliki compatibility/kemampuan mengedit file RAW dan dari sebagian besar tipe kamera DSLR yang ada di pasaran.
  • Ada opsi penyimpanan di berbagai penyedia cloud storage, tidak terbatas ke google drive atau yang mainstream saja.

BACA JUGA: Alasan Fotografer Profesional Memilih DSLR

Saking banyak yang menyukai aplikasi ini, banyak pengguna yang berbagi tips dan tutorial editingnya.

Dari basic photo editing untuk instagramer cantique:

Hingga yang tuto advance editing yang lebih rumit ala pro:

2. Prisma Photo Editor

Aplikasi ini tepatnya perpaduan AI (artificial intelligence) dan art.

Siapa saja bisa mengubah fotonya menjadi karya artisitik menggunakan aplikasi ini.

Tersedia di iOS dan Android. Gratis. Tanpa ada in-app purchase

Terbaik untuk recreate dan transformasi gambar dengan efek lukisan atau ilustrasi yang super artisitik dan nyata.

Apa bedanya Prisma dengan filter artsy/vektor di aplikasi lain?

Algoritma Prisma melakukan rendering gambar dengan efek artisitik yang didesain berdasarkan hasil riset convolutional neural network dan artificial intelligence. Canggih yaaa…

Sehingga efek artistik pun sangat halus dan hasilnya seperti karya seni yang nyata dan indah.

BACA JUGA: 6 Perangkat Andalan Ilustrator Digital

Prosesnya, Prisma membuat ulang atau recreate bukan sekedar menambah filter atau overlay di atas gambar saja. Proses rendering pun tidak terjadi dalam prosesor gawai, melainkan di server Prisma.

Sekarang sudah tersedia sekitar 50 artistic style yang bisa kamu gunakan.

3. Foodie

Siapa sih yang tidak pernah foto makanannya dan unggah di medsos… Ngaku! Hahah

Kalau kamu mau foto makananmu semakin kece to the next level tanpa ribet, coba deh aplikasi ini.

Tersedia di iOS dan Android. Gratis.

Kelebihannya apa sih?

  • Mudah digunakan, fitur editing standarnya mirip dengan instagram, tapi dilengkapi dengan filter sesuai kebutuhan food blogger.
  • Praktis, tidak perlu ganti ke aplikasi lain untuk editing, seperti pindah ke Adobe Lightroom untuk koreksi warna dan lighting. Filternya sudah didesain khusus untuk food photographer dan blogger, jadi tepat guna, cepat, dan mudah.

4. Adobe Photoshop Lightroom CC

Penggiat fotografi, siapa yang tidak kenal Adobe Lightroom?

Versi aplikasi gawainya membuka jembatan untuk editing melalui gawai.

Tersedia di iOS dan Android. Gratis.

Terbaik untuk: penggiat fotografi yang serius atau pro yang perlu kontrol penuh dan mendetail dalam mengedit foto.

Kenapa harus pasang aplikasi ini? Edit like a Pro.

Aplikasi ini menjadi salah satu langkah wajib dalam editing foto terutama bagi yang serius mengedit dan koreksi warna/tone fotonya.

5. Visage

Bagi orang-orang ingin wajah tampil sempurna walau kenyataannya berbeda, bisa banget diedit di aplikasi ini.

Tersedia di iOS dan Android. Gratis.

Terbaik untuk: photo retouching dan digital make up filters. Retouching sangat khas dalam editing fashion dan beauty photography, karena dalam kenyataannya model manusia tidak ada yang sesempurna itu.

BACA JUGA: Tips Praktis Mengomunikasikan dan Menjual Desainmu

Ibarat mengoreksi atau mempercantik diri dengan kosmetik/make up, Visage menawarkan hal ini dalam aplikasi.

Terutama untuk kaum hawa yang suka dandan, pasti familiar dengan fitur-fiturnya.

6. VSCO

Aplikasi penyedia filter foto ini memang hype dan banyak penggemarnya, jadi memang kudu wajib disebut dalam daftar rekomendasi.

Tersedia di iOS dan Andriod. Sayangnya tidak sepenuhnya gratis, ada in-app purchase.

Recommended karena tone warna filter-filter VSCO yang khas dan kekinian vibe-nya, menjadi andalan dan filter wajib celebgram.

Yang membuat aplikasi ini berada diurutan terakhir adalah fasilitas tidak gratis sepenuhnya, alias ada in-app purchase. (JUJUR BANGET ehhe)

Semoga bermanfaat!

BREAKING NEWS: Yang perlu diketahui tentang Adobe Fresco, sekarang.

Artikel ini dibuat beberapa saat setelah Adobe resmi launching Adobe Fresco (24/09/19).

Beberapa tahun terakhir ini Adobe tidak banyak melakukan gebrakan besar terkait pengembangan perangkat lunak kreatifnya. Sejumlah anak desain berpendapat Adobe sudah mulai meninggalkan akarnya, melupakan kita semua.

Menampik semua hal itu, akhir tahun 2019 ini Adobe meluncurkan perangkat lunak kreatif terbarunya, ADOBE FRESCO.

Apa itu Adobe Fresco?

Adobe Fresco adalah perangkat lunak/software kreatif untuk menggambar dan melukis. Slogannya: Draw. Paint. Smile.

Adobe menekankan menggambar dan melukis menggunakan sentuhan, seperti layaknya melukis menggunakan alat lukis tradisional, bedanya di Adobe Fresco alat lukis yang dimaksud adalah jari tangan, Apple Pencil atau digital touch device lainnya (seperti digital pen, dst).

Apa bedanya dengan Adobe Illustrator?

Pertanyaan bagus.

Menurut artikel TechCrunch.com Adobe Fresco menekankan pada aktivitas melukis dengan sentuhan yang dihasilkan dari guratan kuas/ jari tangan, bukan gambar digital berupa raster atau vektor.

Adobe mengklaim dengan Fresco kamu dapat merasakan sensasi dan efek yang sama seperti ketika melukis dengan cat minyak atau cat air.

Fitur unggulan apa yang menjadikan Fresco berbeda?

Tahun 2017 Adobe mengakuisisi KyleBrushes yang melengkapi koleksi brushes di software Adobe favorit lainnya, Illustrator dan Photoshop.

Nah dalam Adobe Fresco memiliki fitur brush andalan dan super lengkap yang disebut Adobe Live Brushes, selain kamu bisa akses semua brush favorit, kita juga bisa menghasilkan karya lukisan di layar, lengkap dengan sentuhan dan efek melukis dengan cat minyak atau cat air di kanvas.

BACA JUGA: Perangkat Lunak Pilihan untuk Gambar Pixel Art

Artikel dan video sneakpeak dari Gizmodo menyatakan sensasi dan hasil yang dimaksud termasuk ketika tinta disapukan dengan kuas ke kanvas. Demikian juga ketika kamu ingin melukis dengan jari. WOW!

Semua ini dimungkinkan dengan bantuan teknologi Artificial Intelligence/AI atau kecerdasan buatan (Sensei Platform).

Lihat artikel dan video lengkap Gizmodo di Adobe’s Fantastic iPad Drawing and Painting App is finally available.

Software ini sudah bisa diakses dimana aja?

Nah per lauching September 2019 ini, Fresco baru bisa diakses via iPad yang kini dilengkapi dengan Apple Pencil.

Spesifikasi iPad yang dibutuhkan adalah iOS 12.2 atau di atasnya, yang terpasang pada iPad Pro, iPad Air 3, iPad Mini 5, dan generation iPad 5, 6, dan 7.

Sayangnya, untuk pengguna Andriod dan Windows harus bersabar dan menunggu lebih lama. Gerilya aja dulu, seperti biasa hehe…

BACA JUGA: Temukan Warnamu dengan Adobe Color CC

Jika kamu berlangganan Creative Cloud/CC, kamu sudah dapat mengunduhnya sekarang.

Tetapi sedikit berbeda dengan produk Adobe lain, Fresco masih dapat diakses secara gratis tapi dengan sejumlah keterbatasan akses fitur.

Untuk akses penuh subsciber CC harus membeli aplikasi secara terpisah.

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Adobe XD

Yang perlu kamu ketahui tentang Adobe Spark

Kabar gembira bagi digital designers! 

Aplikasi web dan gawai, Adobe Spark versi beta (uji coba pengguna), diluncurkan Adobe di pertengahan tahun 2016.

Entah kenapa sayangnya di Indonesia perangkat lunak dan aplikasi mobile ini kurang dikenal a.k.a. underrated.

Adobe selama ini dikenal dengan perangkat lunak post produksi untuk desain dan fotografi, kini memfokuskan pengembangan bisnisnya pada digital user experience services.

Hingga saat ini (10/18) Adobe masih mengumpulkan feedback dari pengguna publik atas versi beta aplikasi Adobe Spark ini.

Jadi jika kamu membaca artikel ini di masa depan, mungkin aplikasi Adobe Spark sudah berbeda atau tidak lagi relevan.

Apa itu Adobe Spark?

Seiring dengan perkembangan di era digital, Adobe tidak ketinggalan mengembangkan sayap merambah ke digital marketing dan user/customer experience.

michelangelo-71282_640

Ketika mendengar hal ini, tentunya kita tidak ada bayangan sama sekali.

Hanya ketika konferensi tahunan Adobe di London (2018), dalam pidatonya CEO Adobe Shantanu Narayen mulai memberi titik terang terhadap bentuk pengembangan yang dimaksud.

“We think, in Adobe, that great experience starts always with great content.” – Adobe CEO Shantanu Narayen (Adobe EMEA Summit 2018, London)

Di pertengahan tahun 2016 Adobe meluncurkan 3 produk berupa aplikasi web dan mobile (gratis), Adobe Spark, yang dapat dijelaskan secara singkat sbb:

Adobe Spark is free online and mobile graphic design app. Easily create beautiful images, videos, and web pages that make you stand out on social.

Adobe Spark ini menyasar pada konten kreator /pengguna media sosial yang tidak ada dukungan atau kemampuan desain/professional, istilah kerennya design for non-designer.

Mungkin sekarang kamu sudah punya aplikasi andalan untuk mobile content creation, tetapi tidak ada salahnya mencoba Adobe Spark, terutama aplikasi mobile-nya gratis.

Saya sendiri saat ini (10/18) baru mencoba Adobe Spark Post saja (kapasitas hp gak mendukung Page dan Video haha).

musician-664432_640

Menurut saya Adobe tidak main-main dengan user experience driven-nya, dari interface, stok gambar dan akses ke beragam jenis huruf serta template desainnya, belum lagi fitur remix-nya yang sangat user friendly dan MIND BLOWING.

Saya bisa membayangkan penggunaannya dalam kebutuhan desain sehari-hari karena mudah dan referensi/template desain yang terkini yang berlimpah ruah.

Mengingat masih versi beta, tentu masih ada kurang dan belum sempurna. Cobain deh!

Adobe Spark Post

Menurut saya aplikasi mobile Adobe Spark Post ini yang paling relevan bagi pengguna media sosial, baik sebagai akun pribadi, online shop, atau organisasi/korporasi.

Adobe Spark Post ditujukan untuk membantu kamu dalam pembuatan konten grafis (digital graphic content), terutama untuk keperluan posting dan profil di media sosial dan situs web. Berikut contoh beberapa grafik yang dibuat dari template:

Banyak template dan rekomendasi desian yang kece dan kekinian, termasuk stok foto gratis. Menu editingnya menggunakan istilah “Remix” juga mudah digunakan.

Adobe Spark Video

Aplikasi mobile ini ditujukan untuk membantu konten kreator media sosial dan situs web dalam pembuatan konten video (video content creation).

Apa aja fiturnya? Sekeren apa video maker ini? Video intro ini akan menjawab semuanya.

Jadi pingin coba aplikasi Adobe Spark Video nyaaa! Seperti yang mbaknya bilang, “If you don’t make a video after this, you just don’t want to” Haha

Adobe Spark Page

Nah, aplikasi ini diperuntukkan bagi orang yang ingin mendesain dan membuat situs web tetapi tidak punya kemampuan teknikal dan anggaran cukup untuk merealisasikannya.

Pembuatan situs web yang kece memang butuh budget yang tidak sedikit dan waktu yang relatif lama.

Adobe Spark memberikan solusi alternatif, coba cek fitur dan kegunaannya di video berikut.

BACA JUGA: 4 Rambu dalam Desain User Interface (UI)

Aplikasi Adobe Spark Page memberikan kemudahan bagi pengguna dengan menyediakan template desain dan fitur-fitur umum untuk membuat situs web yang sesuai dengan kebutuhan.

Referensi Lanjutan: Intro Adobe Spark dari Adobe

Time stamp:

00:00 – 10:00 High level design and content strategies

10:00 – 16:00 Creating long form content with Spark Page

16:00 – 27:00 Wow on social with graphics made with Spark Post

27:00 – 46:00 Boost engagement with fast, easy videos with Spark Video

46:00 – 1:00:00 Q&A featuring distribution and social media tricks

Semoga bermanfaat!

Prediksi Tren Visual & Grafis 2018

Selamat tahun baru! Sudah siap menghadapi dunia di tahun 2018?

Apa saja tren yang perlu diantisipasi di tahun ini?

portrait-661997_640

Hal wajib bagi anak desain untuk mengikuti dan memahami tren visual.

Berikut kompilasi tren visual di tahun 2018 dari beberapa sumber terpercaya seperti Pantone, Adobe, Getty, dll.

Warna Ungu, Tepatnya Ultra Violet

Siapkan palet warna dan color swatches-mu dengan barbagai jenis warna ungu hingga pink keunguan.

vincentiu-solomon-4602

Menurut Pantone, tahun 2018 akan didominasi warna ungu.

Tepatnya warna ungu terang seperti flare cahaya atau gradasi langit senja, atau ultra violet.

Konteks Lokal, Rasa Global (Multilocalism)

clem-onojeghuo-204987cropBerterima kasihlah pada internet dan ribuan platform yang menghubungkan kita ke berbagai belahan dunia. Dan berkat akses dan konektivitas inilah makanya muncul istilah Global Village, Glocal, Global Citizen, dll.

Menurut Adobe Stock, yang menjadi tren visual ditahun mendatang adalah multilocalism.

tony-ross-395570Yang menjadi panduan dari Multilocalism adalah perpaduan kontras antara setting/lokasi dan gaya atau simbol.

Kamu bisa jadi mengambil lokasi di landmark lokal tetapi menampilkan gaya fashionm global yang berbeda atau tidak berkaitan langsung dengan lokasi/konteks.

Seru kan?

Creative Reality

Satu lagi dari Adobe Stock tentang tren visual, adalah creative reality.

cody-davis-253925

Memanipulasi visual dari obyek nyata memang makanan sehari-sehari bagi desainer grafis, a.k.a photo manip.

Triknya disini adalah menggunakan obyek nyata dengan permainan warna yang memberi atau menghasilkan keceriaan dan memicu kreativitas.

Visual yang dihasilkan didominasi warna-warna cerah dan raw, memaksimalkan properti dari objek sederhana yang kita temukan sehari-hari (realitas).

Gradien (Color Transitions) for Background dan UI

Prediksi dari 99Design di tahun 2018 desain untuk background atau user interface website dan platform akan didominasi dengan latar bergradien (color transition).

Gradien meningkatkan intensitas mood atau nuansa, disini peran color palette (palet warna) sangat penting sehingga warna yang digunakan sesuai dengan “mood” atau nyawa dari backgroundnya, tidak asal matching.

Untuk konsistensi desain dan branding, sebaiknya kamu mulai biasakan menyiapkan color palette dan branding guideline.

Screen Shot 2018-10-02 at 15.28.11
Adobe Color CC memberikan inspirasi palet warna yang sedang tren dan bisa juga membuat palet sendiri

Belajar dari Sejarah

Yang dimaksud adalah gaya dan tone visual yang digunakan terinsipirasi dari karya seni masa lalu–yang umumnya berupa sketsa, lukisan dan fotografi zaman dulu.

PRO TIPS: Dan tren ini akan sangat mudah diaplikasikan dalam fotografi terutama melibatkan model atau fashion, atau bahkan (pre)wedding photography.

jez-timms-214386

BACA JUGA: Tips Praktis Mengomunikasikan dan ‘Menjual’ Desainmu Kepada Klien

Tren ini berbeda dengan digital painting, dan tidak mengajak kamu jadi plagiat dari karya yang sudah ada.

View this post on Instagram

(Swipe for video 👉) LEON the PROFESSIONAL (2 version in 1 post 🖤) Mathilda: Is life always this hard, or is it just when you're a kid? 😔 Leon: "Always" 😑 “Leon the professional” collage with “Girl at the Window” painting by Salvador Dali And Van Gogh Starry Night 🌌 (Artist @failunfailunmefailun) ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ 🎼 Sting – Shape of My Heart (Leon) ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ #leon #salvadordali #dali #NataliePortman #editorial #art #Mathilda #sting #artoftheday #collage #drawing #moonlight #starrynight #monday #instaart #funny #catstagram #modernart #mood #instagram #love #cute #creative #fashion #makeup #pazar #vangogh #failunfailunmefailun #flowers #sunday @theofficialsting @lucbesson

A post shared by Ertan Atay (@failunfailunmefailun) on

Pastikan kamu tidak melanggar hak cipta/copyright ya.

Banyak ruang yang bisa dieksplorasi dalam me-reka ulang visual dan gaya zaman dulu, terutama sketsa di jaman perang dan lukisan zaman renaissance.

rachael-crowe-79517

Menurut Adobe Stock, hal ini sudah diterapkan oleh beberapa brand.

Jangan ketinggalan gaes!

Makanan Sehat Penuh Warna

Menurut Getty Images tren fotografi makanan belum akan berakhir. Penting nihh.

monika-grabkowska-345620

Tetapi diprediksi akan bergeser ke arah makanan yang dulu dianggap side dish/ makanan pelengkap seperti buah dan sayuran.

anna-pelzer-472429

Kini tren foto buah-buahan dan sayuran segar yang warna-warni.

Jangan lupa efek juicy dan segarnya ya!

BACA JUGA: Cara Color Correction CMYK di Adobe Photoshop, Ada Rumusnya !

Semoga bermanfaat!

Cara Memilih Format File yang Sesuai dengan Kebutuhan Produksimu

Apa bedanya menyimpan file dengan format PDF atau PNG?

Pertanyaan sederhana. Tapi krusial. Dan sering sekali ditanyakan, tidak hanya oleh orang awam, bahkan para desainer.

cherries-1868804_640

Sulit memilih jika tidak tahu mana yang terbaik 🙂

Bisa jadi kamu kerap melihat ekstensi ini ketika menyimpan file (terutama grafis) seperti bmp, png, jpeg, tiff, psd, atau pdf, dan sebagainya.

Tapi tahukah kamu, apa artinya semua itu?

adult-1868049_640

Sebelum galau, di sini kita tidak akan membahasnya satu per satu secara mendetail.

Tapi ada tips praktis, alias cara sederhana dengan sedikit pemahaman dasar yang bisa membantu kamu memilih format file yang tepat.

Hal yang mendasar sekali untuk dapat memilih: kamu harus tahu tipe grafik yg dihasilkan (teks/ilustrasi atau vektor/foto, dsb) dan kegunaan file yang berujung pada output produksi yang ingin dihasilkan dengan file tersebut.

Nah, panduan berikut akan membantu kamu menentukan format file yang tepat berdasarkan sesuai dengan kegunaan file/output.

Vektor, Ilustrasi, Teks

File grafis berupa vektor atau teks biasanya biasanya dihasilkan perangkat lunak Adobe Illustrator, InDesign atau corel draw.

Karena tidak semua komputer memasang software desain, maka kamu harus menyimpannya dalam format file yang bisa diakses komputer pada umumnya dan ukuran file yang lebih kecil.

inline-skate-1324585_640

Berikut ini adalah format file yang disarankan untuk menyimpan hasil akhir (final artwork/FA) grafis berupa vektor/garis, ilustrasi 2 dimensi:

  • PNG – format file ini menggunakan pengaturan warna RGB. Artinya format ini tepat untuk gambar berupa flat design yang tidak ada banyak gradien warnanya, biasanya grafik/vektor/ikon atau banyak teks.
  • GIF – bisa menjadi pilihan jika menginginkan ukuran yang lebih kecil tetapi mengorbankan kualitas gambar karena terbatas hanya mengakomodir 256 warna saja.

Baca Juga: Perbedaan Antara CMYK dan RGB dan Cara Konversinya.

Unggah (Upload) di Web

Format file apa yang tepat untuk di-unggah di web?

man-791049_640

Gambar di web bervariasi antara vektor dan/atau foto, ada beberapa format yang sering digunakan:

  • JPEG – umum dipilih untuk menyimpan gambar berupa foto.
    JPEG menjadi pilihan karena ukurannya lebih kecil daripada Bmp/bitmap.
  • PNG – menjadi pilihan untuk gambar berupa grafik/vektor atau teks.

PRO TIPS: format file JPEG tidaklah sempurna. Kondisi gambar yang sudah di-compressed (flattened) kadang menghilangkan beberapa detail foto, tetapi cukup baik jika dilihat melalui layar gawai Anda.

Siap Cetak (Printing)

Format file berhubungan erat dengan kualitas output produksi, terutama dalam dunia cetak-mencetak.

Kualitas cetak tidak hanya dipengaruhi dari jenis mesin dan operator semata, tetapi juga file yang diberikan.

Sebelum mencetak, pastikan terlebih dahulu dimana kamu akan mencetak, atau tepatnya: mesin apa yang digunakan, atau tepatnya setting warna yang digunakan mesin cetaknya, umumnya ada dua tipe: RBG atau CMYK.

printer-933098_640

Cara termudah adalah tanyakan pihak percetakan tentang setting warna mesinnya atau bisa mengeceknya dengan melihat tinta apa saja yang terpasang di mesin cetak.

  • Mesin cetak besar, terutama offset, umumnya menggunakan pengaturan CMYK karena tingkat akurasi warna dan hasil cetaknya lebih sempurna.
  • Mesin cetak yang lebih kecil, seperti desktop printer, biasanya menggunakan format RGB.

PRO TIPS: Mesin cetak portable (desktop printer) ada yg menggunakan tinta RGB atau CMYK, cek dulu printer yang akan digunakan ya!

machine-585262_640

Nah format file apa yang direkomendasikan untuk keperluan printing/cetak? Ini dia…

PDF – yang paling umum dan ideal, sangat disarankan untuk digunakan untuk file akhir pracetak (siap dicetak).

Format PDF punya banyak keunggulan yang menjadikannya primadona dalam dunia printing:

  • Umumnya semua perangkat desktop maupun mobile dapat mengakses file pdf.
  • Meski di-compressed tetapi tidak mengorbankan kualitas, akurasi baik (sesuai pengaturan ketika menyimpan/export file)
  • Pengaturan pracetak yang lengkap
  • Ukuran filenya lebih bersahabat, tidak sebesar TIFF

TIFF – Bisa jadi opsi juga, tapi ukuran file sangat besar (tidak compressed), dan kamu memiliki keterbatasan dalam pengaturan pracetak. Dan ingat, TIFF hanya dapat dibuka dengan perangkat lunak tertentu, jadi tidak semua komputer bisa mengaksesnya.

PNG – kualitas dan warna yang dihasilkan cukup akurat, namun formatnya lebih kompatibel untuk mesin yang menggunakan tinta RGB.

BACA JUGA: Temukan Warnamu dengan Adobe Color CC

JPEG – pilihan terakhir untuk digunakan mencetak di mesin cetak offset, karena formatnya sudah di-compressed sedemikian rupa hingga mengorbankan sejumlah elemen dari grafis dan hasil cetaknya juga tidak maksimal.

Edit Foto

Dalam pengerjaan pasca produksi (post production) atau editing ada beberapa opsi format file, sesuai dengan kebutuhannya setelah pasca produksi selesai.

PSD – format ideal untuk menyimpan file sebagai arsip (untuk dibuka lagi sewaktu-waktu), namun tidak disarankan untuk menyimpan final artwork/hasil akhir.

  • PSD cocok disimpan sebagai arsip, jika kamu masih ingin mengakses file mentah/teknis editing yang digunakan di pasca produksi.
  • Umumnya dalam proses pengerjaan pasca-produksi foto menggunakan photoshop, yang memungkinkan file teknis editing foto disimpan dgn format file PSD.
  • PSD bisa menyimpan berapapun jumlah layer yang digunakan dalam editing/post production.
  • Format file ini hanya dibuka di komputer yang memiliki perangkat Adobe Photoshop dan ukurannya besar.
laptop-1246672_640

JPEG – ideal untuk menyimpan hasil final/final artwork. Jadi biasanya desainer menyimpan artwork-nya dalam 2 format file, JPEG dan PSD.

Sedangkan klien dan untuk konsumsi umum sangat disarankan menggunakan format JPEG, karena:

  • JPEG adalah format gambar yang sudah dipadatkan/flattened, hanya menyimpan gambar untuk ditampilkan, bukan untuk diedit.
  • JPEG mengorbankan sejumlah detail elemen dan akurasi, tergantung dengan pengaturan ketika disimpan.

PRO TIPS: JPEG biasanya menjadi pilihan utama untuk menyimpan hasil akhir (FA) hasil olahan kamera foto/fotografi karena cenderung mudah untuk diakses di perangkat keras/gawai manapun (compatibility).

  • Format JPEG ini memiliki kelebihan yaitu lebih praktis: mudah diakses di berbagai perangkat (hp, komputer, dll) dan ukuran file relatif kecil, hingga cocok untuk menampilkan hasil pasca produksi (preview).

BACA JUGA: Cara Color Correction CMYK di Adobe Photoshop, Ada Rumusnya !

adult-1986108_640

TIFF – opsi yang tepat untuk tujuan penyimpanan file setelah proses pasca produksi/editing selesai. Kenapa?

  • Dikarenakan TIFF masih menyimpan layer serta sejumlah pengaturan ketika pengerjaan editing dengan kualitas foto maksimal.
  • Dengan TIFF juga editor masih dapat mengakses pengaturan transparansi seperti layaknya di PNG.

Kekurangannya adalah ukuran file TIFF lebih besar dari format lainnya, termasuk PSD.

Referensi bacaan lebih lanjut: File Guide Differences Between JPG, EPS PDF PSD AI GIF and TIFF

Semoga bermanfaat!

3 Tipe Video Kreatif untuk “Anak Kreatif” – Tips Kreator

Jangan gentar dengan membanjirnya kreasi video online kalau kamu memang “anak kreatif.”

Kunjungi Youtube, video online yang membanjiri, kini semua orang bisa membuat video dengan gadget dan aplikasi editing instan.

gimbal-2199295_640

Keterbatasan durasi dari video online yang cenderung singkat membuat kreator video/videografer harus lebih cermat dan efektif dalam membuat alur cerita.

Jadi saran saya, tidak perlu pusing berlomba dengan gadget tercanggih atau teknik editing terkini. Maksimalkan ide kamu dengan menuangkannya dalam alur cerita yang kreatif.

ux-788002_640

Ada beberapa tipe video yang tepat untuk memaksimalkan ide kreatifmu dengan kerangka alur cerita yang sudah ada dalam 2-5 menit. Coba deh!

What-if (Seandainya)

Tipe video favorit, karena kerangka alurnya sederhana dan kamu bebas berkreasi.

Bebaskan imajinasi kreatif kamu disini!

Mari berandai-andai dan bayangkan wujudnya dalam bentuk audio visual, seperti video viral dari College Humour ini.

Video what-if tidak melulu harus komedi, kamu bisa ambil angle lainnya. Let the imagination gone wild!

Review atau First Impression (Kesan Pertama)

Video dengan tema review dan first impression/reaction sangat sederhana alur ceritanya dan bahkan cenderung spontan.

photographer-301533_640

BACA JUGA: 3 Jurus untuk Kembalikan Mood dan Kreativitasmu

Memang video review/ulasan memiliki angle dan alur yang cenderung seragam.

Tetapi justru disini kreativitas kamu diuji: apakah kamu bisa membuat video yang teknik dan konsep sederhana menjadi video yang sangat menarik?

Contoh bahwa video ulasan bisa dikemas dengan konsep menarik, seperti yang dilakukan di channel Try Guys (buzzfeed veteran) berikut:

Disini kamu dapat sediki pemberi ulasan berdasarkan suatu standar atau ekspektasi, contoh: enak atau lebih enak. Jadi kesimpulannya akan diberikan oleh si reviewer.

Experiment (Percobaan)

Pada dasarnya video experiment adalah menunjukkan reaksi atau respon dari skenario pada viewers.

Eksperimen ini ibarat mengetes teori atau opini yang sedang hits atau populer.

stormtrooper-1343877_640

Nah, beda dengan video review, video eksperimen tidak terpaku pada objek tertentu dan kamu bisa bebas berkreasi dalam angle dan alur cerita.

Tidak melulu eksperimen terhadap teori yang berbau sains, tepi juga dalam bentuk social experiment yang sederhana, bahkan bisa diambil dari angle yang berbeda-beda.

Hasil dari penguji coba pun bisa berbeda-beda penyampaiannya. Penonton bahkan bisa menyimpulkan sendiri hasil dari eksperimennya.

Seperti video viral 10 Hours of Walking in NYC as a Woman:

PRO TIPS: Video eksperimen sangat cocok untuk memberikan pemahaman atau memicu reaksi pro/kontra dan empati dari penontonnya.

Versus/ Battle

Video yang kerangka awalnya sederhana, yaitu menampilkan 2 hal yang berlawanan, A versus B.

people-2576169_640

Seperti before VS. after, atau yang beda yang asli VS. palsu, atau bahkan tentang tema make up atau fashion, konsep ini sangat populer.

Contoh angle cerita dan alur yang sangat kreatif dipresentasikan oleh video viral oleh saluran Ditch the Label berikut:

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Inspirasi Proyek Video: Video Instagram

 

Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Adobe XD

Tahukah kamu di 2016 Adobe mengeluarkan perangkat lunak baru? Adobe XD.

cup-2218405_640

Penting dan pesatnya perkembangan produk daring (online), seperti laman, aplikasi telepon pintar, berpengaruh pada proses pengembangan/desain produknya.

Hal ini diakomodir oleh Adobe dengan meluncurkan perangkat lunak barunya Adobe XD.

Jadi, apa itu Adobe XD?

Tahun 2016 Adobe memperkenalkan Adobe XD atau Adobe Experience Design sebagai perangkat lunak pertama yang memiliki fungsi lengkap untuk mendesain dan membuat prototipe laman dan aplikasi gawai.

Kedua aktivitas pengembangan prototipe produk UX dan UI ini dapat dilakukan dalam satu perangkat lunak.

Perangkat lunak ini lebih menekankan pada desain dan pengembangan produk digital yang interaktif dengan lebih praktis dan ringkas.

Menurut saya pribadi, Adobe XD ini cukup revolusioner dari segi visi dan misi yang dibawanya.

Siapa sasaran penggunanya?

Pengembangan produk desain online (website, app, etc) kerap melalui proses yang panjang dan rumit.

rawpixel-678089-unsplash

Melibatkan banyak expert dari bidang berbeda, dari UX, IT dan Grafis/visual, kemudian berbagai perangkat lunak hanya untuk membuat prototipe produk/mock up.

Tentunya melibatkan banyak expert, desainer UX dan UI, bahkan tim IT developer.

Nah, dengan Adobe XD pengembangan dan desain prototipe dapat dilakukan langsung oleh product designer.

BACA JUGA: Yang Perlu Kamu Ketahui tentang Adobe Spark

Kenapa kita perlu perangkat lunak all-in-one seperti Adobe XD?

OK, perlu sedikit pencerahan memang.

Coba bayangkan, dengan adanya Adobe XD seorang desainer produk bisa membuat prototipe produk online.

human-723579_640

Karena kini proses pengembangan desain produk online mulai bergeser dengan lebih ringkas dan praktis, peran desain UX dan UI semakin erat dan cenderung melebur.

BACA JUGA: Pengenalan Experience Design (XD) untuk Desainer Grafis

Mulai dari tampilan visual juga tetapi juga penempatan fitur, navigasi dan fungsi setiap tombolnya, dan otomatis kenyamanan interaksi pengguna dalam desain layar/interface.

Bayangkan betapa ringkas proses dan timeline yang diperlukan untuk menyelesaikan prototipe produk sekarang!

office-583839_640

Sebagai desainer grafis mulailah memikirkan desain produk secara menyeluruh.

Kamu bisa membuat prototipe sendiri, lengkap dengan presentasi user experiencenya. Kerennn…

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: 4 Rambu Desain User Interface Situs Web