Pengenalan Experience Design (XD) untuk Desainer Grafis

Kalau kamu pikir artikel ini salah alamat karena ini adalah area IT bukan desain, salah besar.

smartphone-1894723_640

Pesatnya inovasi di bidang teknologi dan layanan digital yang diakses lewat layar gadgetmu sekarang membuat kita tidak bisa menyangkal lagi bahwa era desain visual juga berkembang untuk memenuhi kebutuhan ini.

The future is here!

Beda Experience Design/XD, UX dan UI

Di sini konteksnya produk yang dimaksud adalah produk layanan berbasis dariing/online yang diakses melalui komputer dan gawai ya.

man-791049_640

Berikut penjelasan singkatnya:

User experience design (dikenal UX, UXD, XD,etc) adalah proses pengembangan interaksi antara produk dan manusia dengan melakukan inovasi dan perbaikan dalam kegunaan, aksesibilitas, dan kenyamanan yang dialami ketika berinteraksi dengan produk. Disini kegiatan bisa meliputi riset, analisis, pembuatan prototipe, dan aktivitas pengembangan produk lainnya.

Sedangkan user interface design (UI) lebih pada proses lanjutan atau realisasi dari UX, yaitu mengembangkan produk dari sisi visual (namanya juga interface), bisa dibilang ini bagian pengembangan visual front end dari produk online, yang melibatkan peran desainer visual.

office-583839_640

Pengembangan produk dari untuk semua jenis tampilan layar gawai

Interaksi dan kenyamanan pengguna pada produk online sangat bergantung pada desain produk, baik segi fitur dan interaksinya dan desain visualnya.

Lalu kenapa desainer perlu tahu tentang experience design?

Jadi, jika dulu desainer diminta mendesain cover dan layout buku, di era digital yang permintaan bergeser ke desain beranda dan laman pada tiap versi layar gadget (komputer/tablet/smartphone).

It is the new normal!

BACA JUGA: How The Design Process Has Evolved (oleh Adobe)

blur-1867429_640

Peran UX dan UI memastikan layanan produk daring dinikmati pengguna melalui berbagai layar gadget dan OS kini semakin melebur, keduanya berbaur menjadi satu.

Ibarat kopi susu 🙂

Screen design is the new print design

Pengembangan produk desain online (website, app, etc) kerap melalui proses yang panjang dan rumit.

Melibatkan banyak expert dari bidang berbeda, dari UX, IT dan Grafis/visual, kemudian berbagai perangkat lunak hanya untuk membuat prototipe produk/mock up.

ux-788002_640

Industri digital tidak dikenal dengan kesabarannya, dan terus mencari cara untuk “mencuri” waktu karena kompetisi semakin tinggi.

Melihat perkembangan ini Adobe meluncurkan Adobe Experience Design (XD) tahun 2016. Dimana pengembangan prototipe untuk berbagai jenis layar bisa dilakukan oleh 1 orang dalam 1 perangkat lunak.

BACA JUGA: Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Adobe XD (Experience Design)

Coba bayangkan, dengan adanya Adobe XD seorang desainer produk bisa membuat prototipe produk daring.

Mulai dari tampilan visual juga tetapi juga penempatan fitur, navigasi dan fungsi setiap tombolnya, dan otomatis kenyamanan interaksi pengguna dalam desain layar/interface.

macbook-606763_640

Mulai Memikirkan Desain Produk Secara Menyeluruh

Desainer mulai memikirkan desain produk secara dari berbagai segi, tidak hanya visual.

Aspek lainnya selain tampilan, yaitu navigasi dan interaksi secara menyeluruh.

Kamu bisa membuat prototipe sendiri, lengkap dengan presentasi user experiencenya!

BACA JUGA: 4 Rambu Desain User Interface Situs Web

victor-rodriguez-726159-unsplash

Kamu bisa jadi pesimis tentang hal ini, tapi juga bisa ambil sisi positifnya. Saya sih penasaran 🙂

Dalam desain visual produk online, less is more. Desain visual berperan sekali untuk kenyamanan pengguna.

Jadi, sebagai desainer visual kamu bisa belajar dan mengembangkan kemampuan untuk desain produk secara keseluruhan.

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Trik Cropping Gambar dalam 7 Menit dengan Adobe Photoshop

4 Pelajaran Penting dari Desain Bendera

Ada aspek emosional bagi sekelompok orang yang diwakili oleh si bendera.

space-station-60615_640

Siapa yang peduli dengan desain bendera?

Sepertinya sepele, tapi kamu pasti bangga kalau melihat bendera Indonesia di antara bendera negara lainnya, kan?

Kali ini bahasannya serius dan “dalem”. Siap-siap ya

people-1284253_640
Bendera paling sering kita lihat di acara kenegaraan, nonton bareng, baju tim nasional

Saking bangganya, kelompok orang yang diwakilkan bisa saja memajang dan memakai benderanya secara suka rela kemana pun dia pergi, bahkan sampai puncak gunung!

summit-1754735_640
Kibarkan bendera merah putih di puncak gunung, rasanya kok bangga ya? – Photo credit @fajaraddana91

Ok, sekarang pertanyaan berikutnya:  Ada apa dengan desain bendera?

Secara pribadi, menurut saya ada dua alasan utama yang membuat desain bendera menarik untuk dibahas:

  • Setiap elemen visual dari bendera memiliki makna, ibarat “memindahkan” makna dan nyawa ke dalam desain— hal ini bisa kamu temukan juga dalam mendesain logo yang serius.
  • Penerapan teori desain yang hampir “sempurna” karena banyak sekali aspek yang harus dipertimbangkan. Teori akan hanya sekedar teori jika tidak diterapkan.

Jadi, desain bendera yang sederhana sangat cocok untuk mengingatkan kita pada aturan dasar dan tujuan awal mendesain.

Tantangan desainer yang sebenarnya setiap kali mengerjakan desain adalah menemukan kesederhanaan dan makna dari setiap garis, bentuk, dan warna dalam desainnya.

Tidak percaya?

1. Kenali Target Audience

Dasar banget, tapi sangat krusial. Bendera mewakili keterikatan dan emosional bagi kelompok yang diwakilkan.

crowd-2140590_640

Sebagai desainer, kamu akan terpikirkan pertanyaan mendasar seperti ini: pakai warna apa yaa?

Zaman sekarang untuk menjawab pertanyaan ini, kamu bisa jadi dilakukan pengamatan yang intensif, atau bahkan survei besar-besaran untuk menentukan warna favorit.

man-930397_640

Kenali betul audiens (target audiens) dari desainmu sangatlah penting untuk memberikan “nyawa” pada desain kita—karena satu dan lain hal, kerap terlupakan.

2. Bermakna dan Sesuai Fungsi

Di bendera, desainnya harus mewakili makna yang diyakini banyak orang, tapi tidak terlepas dari fungsi utamanya.

vladislav-klapin-465070

Fungsi bendera dengan bentuk persegi 4 ini agar mudah diingat dan dikenali di berbagai kondisi— ukuran kecil 3-4 cm hingga besar 3×1 meter, dari jarak pandang membaca 30 cm hingga dari tiang bendera dari kejauhan (berkibar-kibar tertiup angin).

BACA JUGA: Panduan Menjadi Desainer Grafis (Seutuhnya)

Demikian banyak aspek yang harus dipertimbangkan, bukan? Tidak sekedar estetis semata.

bendera chicago illnois amerika serikat
Bendera mana yang keren untuk dijadikan badge ya? Yang kiri (bendera kota Illinois) atau kanan (kota Chicago)?

3. Back to Basic: Kesederhanaan

Nah, dengan demikian banyak aspek dan keterbatasan yang harus dipertimbangkan, ada baiknya kita kembali ke dasar-dasar mendesain.

yellow-926728_640

Berdasarkan buku “Good Flag, Bad Flag: How to Design a Great Flag” oleh Ted Kaye, seorang ahli bendera—yang ternyata ada cabang keilmuannya: Vexillology— ada 5  aturan utama dalam mendesain bendera yang bagus:

  1. Keep it simple— benderanya harus mudah dikenali dan dilihat, begitu sederhana hingga anak kecil pun dapat mengingatnya
  2. Gunakan simbol yang bermakna
  3. Gunakan 2-3 warna dasar, yaitu merah, biru, hijau, kuning, putih dan hitam
  4. Tidak menggunakan tulisan dan seal (signet/logo ornamental)
  5. Unik dan spesial (distinctive)

Dari rambu-rambu tadi, there is bad and good flag design.

Coba deh cocokan bendera-bendera ini dengan rambu-rambu desain bendera tadi ;D

Presentasi Roman Mars dari 99% Invisible di TEDTalk memberikan ulasan tentang desain bendera yang lengkap dengan cara penyampaian yang ringan.

BACA JUGA: Hybrid Designer: Menjawab Tantangan Era Digital

4. Great Design Sells

Konon desain yang bagus akan “menjual” dirinya sendiri. Intinya, semua mata akan tahu sebuah desain yang bagus atau tidak dengan sendirinya.

children-593313_640

Mudah sekali melihat apakah desain bendera bagus atau tidak (selain mudah diingat/kenali): apakah orang bersedia memasang/mengenakannya secara suka rela dalam kesehariannya?

american-1209605_640

Atau saking kerennya, bendera dijadikan produk komersial yang dipasarkan, bahkan dipakai oleh khalayak yang tidak ada hubungannya sama sekali.

Ayo kita mulai mendesain dengan sepenuh hati 🙂

Semoga bermanfaat!

4 Tips Sukses Ujian Adobe Certified Associate (ACA)

Belajar dari asam-garam pengalaman ujian ACA, pengetahuan dasar tentang ujian yang akan ditempuh menambah peluang untuk lulus.

Meski sudah bertahun-tahun menggeluti dunia desain grafis, proses untuk bisa lulus di ujian ACA pertama saya tidaklah mudah, beberapa kali gagal dan hampir putus asa.

BACA JUGA: Kenapa Perlu Sertifikasi Keahlian?

macbook-606763_640
Dikala gear mahal dan keren bukan segalanya.

Deritanya saat itu, selain karena menggali materi dan belajar dilakukan 100% mandiri, tetapi juga karena saat itu pengetahuan saya tentang ujian yang akan ditempuh sangatlah minim.

Banyak hal mendasar yang tidak berhubungan langsung dengan keterampilan saya menggunakan software tercinta ini.

fuchs-1310826_640
Photoshop is my best friend, kok bisa gagal ?

Nah, sekarang kamu beruntung, saya akan berbagi beberapa tips mendasar untuk mengurangi  efek kejutan hingga jawabanmu tepat sasaran.

1. Bahasa inggris

Yes, kita semua tahu ujian sertifikasi internasional menggunakan bahasa inggris.

british-flag-1907933_640

Tapi yang kita kerap tidak terbiasa adalah membaca soal tentang desain dan tekniknya, maklum lah anak desain jarang hobi membaca.

BACA JUGA: Pahami Spek Bahasa Inggris, Menyelamatkan Hasil Cetak dan Ujian InDesign-mu

Jadi, saran saya banyak-banyak latihan membaca artikel berbahasa inggris terutama di bidang desain supaya terbiasa.

2. Kenali Nama dan Fungsi Tools yang Digunakan

Ok, kamu sudah sejuta kali menggunakan ikon toolbar dengan simbol “itu”.

Sayangnya pada saat ujian tertulis, kamu tidak akan melihat ikon “itu” di layar.

laptop-1246672_640

Mulailah mengenali nama dan fungsi dasar dari setiap ikon tanpa melihat tampilan workspace di monitor yaaa…

3. Hidup Tanpa Plugin dan Short Cut

Yes, saya tahu dalam keseharian mungkin kamu terbiasa menggunakan short cut dan plugin.

letters-2187262_640

Tapi pada kenyataannya, untuk benar-benar mengetahui seberapa terampil kamu memaksimalkan perangkat lunak ini adalah dengan tidak menggunakan short cut dan plugin.

Dalam ujian ACA ada versi teks pilihan ganda dan ujian praktik simulasi, semuanya online. Mulailah latihan secara manual hingga terbiasa di ujian praktiknya nanti.

4. Latihan Soal (Pretest)

Kenapa? Karena soal-soal ACA dikenal unik dari segi bahasanya dan kerap membuat peserta ujian bingung.

Banyak yang protes dan berkomentar tentang hal ini, seperti yang disampaikan Wil Milnie di forum.

Screen Shot 2017-04-21 at 7.17.18 PM
Sumber: https://edex.adobe.com/discussion/5bf720b8/

Tapi jangan menyerah, kamu tetap bisa melalui dengan cara klasik yaitu, practice, practice and practice.

Practice makes perfect! Tetapi jangan seperti saya, latihan dilakukan bersamaan dengan beberapa kali gagal ujian. Haha

runner-1517161_640

Banyak portal yang menyediakan soal latihan sebelum ujian, memang berbayar tetapi kredibel.

Berikut beberapa rekomendasi portal penyedia soal latihan untuk ujian sertifikasi ACA:

WhatsApp Image 2017-04-20 at 4.12.30 PM
Numpang promosiin, hanya 600 ribu sudah bisa training dan exam ACA software pilihan kamu. Daftar: https://goo.gl/forms/0mvGAY2y5uxP544s1

BACA JUGA: 4 Hal yang Wajib Diketahui tentang Ujian ACA di Indonesia

Semoga bermanfaat!

Cara Color Correction CMYK di Adobe Photoshop, Ada Rumusnya !

Apakah kamu sudah melakukan color correction dengan benar? Ini ada rumusnya, loh.

jason-leung-711068-unsplash

Halo para photo editor / retoucher! Pentingnya melakukan color correction untuk menghasilkan karya digital imaging yang sempurna tak terelakan lagi.

Disini kami berbagi tutorial klasik untuk koreksi warna image-atau bisa lebih ke rumus dasar-untuk koreksi warna CMYK menggunakan Adobe Photoshop.

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Contek Warna Ala Adobe Color CC

http://fav.me/d33hlt4

BACA JUGA: Trik Cropping Gambar dalam 7 Menit dengan Adobe Photoshop

Serba-Serbi Adobe Certified Associate (ACA)

Apa itu ACA?

aca_logo_badge_square-small

Adobe Certified Associate atau ACA merupakan program sertifikasi Adobe yang bertujuan memvalidasi kemampuan dan kecakapan dasar yang dimiliki peserta dalam menggunakan software Adobe.

Siapa yang mengeluarkan Sertifikasi ACA? Diakui dimana saja?

Adobe yang mengeluarkan program sertifikasi Adobe, penyelenggaraannya dilakukan 2 lembaga testing internasional, yaitu Certiport dan Pearson Vue. Adobe Certified Associate diakui dunia internasional.

Dan sekarang sudah ada perpanjangan tangan dari Certiport, dikenal dengan lembaga sertifikasi lokal bernama IC Bridge.

girl-1828079_640

IC Bridge bekerja sama dengan lembaga pendidikan tinggi di berbagai kota di Indonesia, jadi kamu bisa cek apakah lembaga pendidikan tinggi di kotamu bekerja sama dengan IC Bridge.

Software Adobe apa saja yang tersedia untuk Sertifikasi ACA?

Photoshop, Flash,Illustrator, InDesign, Premiere, dan Dreamweaver.

Ujiannya menggunakan bahasa apa? Ada pilihan bahasa?

Bahasa Inggris. Ada pilihan bahasa lain, tapi sayangnya tidak ada pilihan Bahasa Indonesia.

british-flag-1907933_640

Bagaimana mekanisme ujian sertifikasi Adobe di Indonesia?

  • Peserta atau ATC (Athorized testing center) bebas memilih software yang ingin diambil/diujikan. Akses Certiport testing center locator untuk mencari ATC terdekat, atau kehadiran IC Bridge di kotamu di websitenya.
  • ujian ke Authorized Testing Center (ATC), kemudian datang pada hari dan waktu yang ditentukan untuk mengikuti ujian
  • Kelulusan dapat langsung diketahui setelah peserta selesai mengikuti ujian
  • Peserta yang gagal dapat mencoba ikut ujian lagi, daftar kembali ke ATC ybs. Dari Adobe tidak ada pembatasan berapa kali seorang mendaftar ujian
  • 1 orang bisa mengambil 6 (semua) sertifikasi software Adobe untuk ACA, tentunya dengan mengikuti 6 ujian untuk tiap softwarenya

Baca juga: 4 Hal yang Wajib Diketahui tentang Ujian ACA di Indonesia

aca adobe

Apa saja persiapan sebelum ujian?

Ikut program pelatihan yang diadakan di lembaga atau institusi pendidikan. Idealnya pelatihan menggunakan kerangka kurikulum yang dibuat Adobe.

concept-1868728_640

Atau bisa juga bentuknya pelatihan sehari yang sifatnya refreshment training, dianjurkan untuk calon peserta yang sudah memiliki pengalaman bekerja dan/atau berpengalaman menggunakan software Adobe setidaknya 3 tahun.

adult-1986108_640

Belajar mandiri, bisa menjadi pilihan bagi kamu yang sudah berpengalaman menggunakan software, bermotivasi dan inisiatif tinggi,  rajin browsing, latihan, dan membaca. kerangka ujian (exam objectives) dan panduan ujian sudah disediakan dari Adobe.

Dapat dimulai dengan mengunjungi URL ini: http://www.adobe.com/education/resources/certificate-programs.edu.html?
Dan info yang disediakan Certiport di lamannya: http://www.certiport.com.sg/acachallenge2013/certification.html

Di mana ujian dilakukan atau diselenggarakan?

Di Indonesia, Certiport bekerja sama dengan lembaga penyelenggara dalam negeri yang memfasilitasi sertifikasi Adobe.

work-1001043_640

Ujian didaftarkan dan diselenggarakan oleh Authorized Testing Center (ATC).
ATC dapat berupa institusi pendidikan formal (universitas atau sekolah tinggi) maupun informal (lembaga kursus, dsb).
Testing center yang akan memfasilitasi dan menyelenggarakan ujian ACA, ada juga yang menyediakan program pelatihannya.

Bagaimana cara mencari Certiport ATC terdekat ?

Kunjungi laman pencari CATC di website Certiport atau klik URL ini: http://www.certiport.com/locator.
Ketikkan negara dan kota, kemudian pada dropdown menu:
– Pilih sertifikasi (pilih ACA) dan versi software Adobe (pilih saja Adobe)
– Pilih ujian yang diinginkan (pilih Visual Communication with Photoshop)

screen-shot-2016-11-22-at-4-37-21-pm

Ujiannya seperti apa?

Ujiannya memerlukan komputer serta koneksi internet yang cepat dan stabil, dalam kata lain ujian dilakukan secara ONLINE, dan Certiport Authorized Testing Center (CATC) biasanya sudah menyediakan semua fasilitas ini.

BACA JUGA: 4 Tips Sukses Ujian Adobe Certified Associate (ACA)

Kalau ujiannya online, bisa dilakukan secara mandiri?
Tidak bisa, harus ada pihak ketiga yang bertindak selaku pengawas ujian (CATC), atau hasilnya tidak diakui/invalid.

Apa yang didapat peserta setelah lulus ujian ACA (bukti kelulusan)?

  1. Sertifikat ACA dari Adobe. Sertifikat ini ada dalam 2 versi: digital DAN/ATAU printed/cetak (dicetak oleh Certiport/Adobe dan dikirim ke Indonesia). FYI, versi sertifikat ini tergantung pada program ujian yang diadakan oleh pihak training center, jadi bisa ditanyakan langsung pada ATC penyelenggara ujian.
  2. Verify code adalah kode unik yang diberikan kepada peserta yang lulus ujian. Verify code ini penting karena merupakan identitas sekaligus bukti yang diberikan Adobe (hanya) kepada peserta yang dinyatakan lulus ujian. Siapapun dapat memperoleh verifikasi dari Certiport ttg validitas ACA kamu melalui verify code ini.
ACA certificate

Bagi yang mendapat sertifikat digital jangan berkecil hati, karena tujuannya adalah agar dapat diperbanyak (dicetak) sendiri sesuai dengan kebutuhan, bukti otentik dari kelulusan kamu adalah verify code.

Semoga bermanfaat!

4 Hal yang Wajib Diketahui tentang Ujian ACA di Indonesia

Bagaimanakah mendapat informasi yang tepat tentang  ujian ACA?

austin-chan-275638

Dikala semua informasi tentang Adobe Certified Associate/ ACA masih terbilang misterus karena sumber informasi yang tersedia saat ini kebanyakan luar negeri, atau berbahasa Inggris.

Disini kami intisarikan informasi inti yang harus kamu ketahui tentang ACA.

1.  Adobe Certified Associate (ACA) di Indonesia

Penyelenggaraan ujian ACA di Indonesia mengikuti standar yang ditentukan oleh Certiport, selaku lembaga pusat penyelenggara sertifikasi internasional, yaitu pelatihan dan ujian hanya boleh dilaksanakan oleh lembaga yang terotorisasi/resmi dari Certiport, atau dikenal dengan Authorised Training Center (ATC).

aca adobe

Sekarang di Indonesia ada perpanjangan tangan Certiport, namanya IC Bridge yang bekerja sama dengan lembaga pendidikan tinggi di berbagai kota.

BACA JUGA: Kenapa Perlu Sertifikasi Keahlian?

Dalam praktiknya ada 2 jalur yang biasa ditempuh untuk mendaftar ke ATC:

  1. Yang paling umum adalah jalur lembaga pendidikan. Hal ini biasanya terjadi kerjasama antar lembaga, ATC dan lembaga pendidikan, dan dimungkinkan bagi yang terafiliasi dengan lembaga pendidikan baik sebagai siswa/mahasiswa/tenaga pengajar.
  2. Yang tidak terlalu disarankan adalah “jalur indipenden” atau mendaftarkan diri langsung ke ATC terdekat. Jalur ini tidak terlalu disarankan, biasanya ATC  memiliki jumlah peserta minimal untuk dapat menyelenggarakan kelas atau ujian. Misal, hanya kamu yang mendaftar maka kemungkinan ATC akan menunda hingga jumlah pesertanya cukup.

2. Peran Lembaga Penyelenggara Ujian Resmi / ATC

Peran utama dari lembaga pelatihan dan penyelenggara ujian resmi /ATC adalah memfasilitasi dan menyelenggarakan pelatihan dan ujian sesuai ketentuan dan standar Certiport.

work-1001043_640

Intinya, ATC inilah yang berhak memvalidasi bahwa ujian yang ditempuh dan skor yang kamu raih itu sah, demikian adanya dan sesuai ketentuan.

Semua  ATC terdaftar di laman resmi Certiport dan IC Bridge, silakan cek langsung di laman Certiport ATC locator dan kerjasama IC Bridge di kotamu.

screen-shot-2016-11-22-at-4-37-21-pm

3. Persiapan Ujian

Persiapan sebelum mengikuti ujian ACA sangat penting, dan sekali lagi kamu bisa tempuh dengan program pelatihan atau belajar mandiri.

nesa-by-makers-736784-unsplash

Program pelatihan biasanya diadakan oleh lembaga atau institusi pendidikan yang menjadi Certiport Autorized Training Center (ATC). Idealnya program pelatihan ini diadakan sesuai  kurikulum pelatihan Adobe oleh pelatih bersertifikasi, tapi ada juga pelatihan/training sehari yang bersifat sebagai refreshment training.

Dengan catatan, Refreshment training TIDAK dianjurkan untuk peserta yang belum ada pengalaman kerja atau menggunakan software Adobe kurang dari 3 tahun.

 

stefan-stefancik-257625-unsplash

Belajar mandiri menuntut kamu (walaupun sudah berpengalaman menggunakan software ini) untuk rajin browsing/mencari info ttg ujian ACA, latihan, dan membaca.

Sebelum ujian, kamu harus membaca dan memahami kerangka ujian (exam objectives) dan panduan ujian sudah disediakan Adobe. Kerangka ujian dan panduan ujian dapat diakses di situs resmi Adobe dan Certiport.

human-723579_640

 

4. Kode Verifikasi Kelulusan. PENTING!

Verify code ACA adalah kode unik yang diberikan kepada peserta yang lulus ujian sertifikasi, dicantumkan di sertifikat (baik yang versi print maupun digital).

ACA certificate

Verify code ini sangat penting karena merupakan identitas dan bukti kelulusan peserta, hanya dimiliki peserta yang sudah lulus ujian Adobe Certified Associate (ACA).
Kode ini tercatat dan dapat dicek secara online oleh siapa saja di website Certiport Global Credential Verification.

certiport aca

BACA JUGA: Eksis dengan 4 Situs Galeri Portofolio Online

Semoga bermanfaat!

Kenapa Perlu Sertifikasi Keahlian?

Kenapa harus ujian sertifikasi setelah sekian lama berpengalaman pakai Adobe Photoshop? Apakah sertifikasi Adobe diperlukan untuk mencari pekerjaan?

Apa keuntungannya bagi saya?

Naaah, itu pertanyaan-pertanyaan klise dan sering banget ditemui tentang Adobe Certified Associate. Kalau boleh mengeluh ya: aduh coba deh, udah tahun 2016 nih, coba dipikirkan dan jawab sendiri pertanyaan-pertanyaan ini…

cat-98359_640.jpg

Siapa sih yang tidak kenal Adobe Photoshop? Jangan ngaku anak kreatif kalau belum pernah menjajal Adobe Photoshop.

Bukannya takabur tapi Adobe Photoshop memang menjadi perangkat lunak andalan dan penting dalam produksi materi atau konten kreatif yang berupa foto atau gambar.

Mulai dari input, editing, praproduksi, pasca produksi (post production) hingga outputnya.

adult-1986108_640

Oke, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan cliche tadi, kalau sudah banyak yang pakai, berpengalaman dan mahir menggunakan Adobe Photoshop, kenapa harus ujian sertifikasi?

BACA JUGA: 4 Hal yang Wajib Diketahui tentang Ujian ACA di Indonesia

Mari kita lihat ini dari kacamata pelaku usaha/perusahaaan/perekrut tenaga kerja, analogikan kemampuan atau kemahiran seseorang menggunakan Adobe Photoshop sama dengan kemampuan dalam teknik pertukangan…

brush-1034901_640.jpg

Pernahkan kamu terpikirkan hal-hal berikut?

Bagaimanakah para pelaku usaha atau perekrut tenaga kerja dapat yakin akan kemampuan atau kemahiran kamu dalam teknik pertukangan?

Apakah perlu mempraktikan cara nge-floor, mencat menggunakan berbagai peralatan? Menunjukkan  proyek bangunan yang pernah dikerjakan, eerr….terutama bagian temboknya, ya? – semua kelihatan sama saja di mata awam

Bagaimana standardisasinya? – Ingat, pelaku usaha atau tenaga perekrutan kebanyakan awam di bidang ini, so how do they know that your skill good enough or not?

stormtrooper-1343877_640

Bagaimana kamu menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi? Apa yang dilakukan hingga mereka bersedia memberikan kesempatan bekerja?

Sertifikasi Keahlian mungkin bukan menjadi jaminan mutlak akan keberhasilan kamu di dunia industri kelak. Tapi, Sudahkah kamu mempersiapkan dan membekali  diri di era globalisasi dan Masyarakat Ekonomi ASEAN /MEA ini?

Coba pikirkan kembali pertanyaan-pertanyaan tadi ya manteman 🙂

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Adobe Certified Associate 101