4 Tips Maksimalkan Kesempatan Magangmu

Katakan selamat tinggal pada dunia maya! HALO DUNIA NYATA!

Masa liburan panjang ini bisa dimanfaatkan untuk magang di lapangan/ perusahaan, bahkan jika ada peluang menjadi relawan untuk kegiatan sosial atau lembaga nirlaba.

Kini sudah banyak perusahaan atau lembaga yang cukup familiar dengan konsep magang, bahkan perusahaan besar atau perintis/startup mulai terang-terangan membuka lowongan kerja desain magang di perusahaannya.

Demikian juga dengan kegiatan sosial atau lembaga nirlaba, mereka secara proaktif mengajak orang untuk menjadi relawannya.

Hm, apakah magang atau menjadi relawan hanya mengisi waktu semata?

Hanya kamu yang menentukan apakah kesempatan magang atau menjadi relawan ini waktu yang terbuang sia-sia atau menjadi bekal pengalaman yang sangat berharga.

Kita mungkin tidak bisa mengendalikan masa depan, tetapi kamu selalu bisa mempersiapkan diri, terutama mindset atau mental kamu untuk menjadikan kesempatan ini suatu kesuksesan pribadi, bukan selembar kertas belaka. Ready?

Set your goal (not just objective), jangan segan untuk diutarakan

Ketika kamu menceburkan diri ke dunia nyata untuk pertama kalinya, apakah kamu bisa langsung jadi perenang profesional?

Of course NOT, yang bisa kamu lakukan adalah membuat pencapaian/goal yang realistis dan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk mencapainya.

Ibarat lari marathon aja, yang penting kamu tahu batas kemampuan dan sudah mempersiapkan diri.

BACA JUGA: 3 Keahlian yang Dibutuhkan Anak Desain untuk Meraih Karir Impian

Tujuan (objective) VS Target Pencapaian (goals)

Tujuan magang yang paling umum, selain syarat kelulusan, adalah ingin mencari pengalaman kerja atau mengenal industri lebih dekat. Sangat klise, bukan?

Coba renungkan dan jawab pertanyaan ini: apa yang ingin kamu capai atau peroleh dari kesempatan kerja ini?

Ingat, “tujuan” berbeda dengan “pencapaian” atau goals!

Pencapaian” sifatnya sangat individu dan spesifik pada bidang yang diminati atau sesuai dengan karakter organisasinya.

Apa yang membuat kamu berbeda dari sejuta umat manusia, adalah pencapaian yang kamu raih.

Dan, jangan malu-malu menyatakannya ketika interview, dicantumkan di CV atau surat lamaranmu kepada organisasi yang disasar.

BACA JUGA: Eksis dengan 5 Situs Galeri Portofolio Online

Goals yang realistis itu seperti apa sih?

Untuk anak magang atau relawan, biasanya target pencapaian tidak muluk mengingat waktu yang singkat. Contohnya:

  • Punya portfolio desain atau tulisan yang terpublikasi
  • Memahami proses kerja social media marketing
  • Terlibat dalam proses UX development dan research, dst

Dengan mengkomunikasikan goals atau pencapaian ini membuat kamu stand out/ mencuat dari para kandidat lainnya.

Dan pihak organisasi pun bisa menempatkan kamu di bidang atau divisi yang sesuai dengan passion kamu.

You are here for the EXPERIENCE, bukan sekedar exist

Jika kamu dapat kesempatan ini, experience it!

Jangan terjebak pencitraan di dunia maya atau demi dapat kaos berlabel “volunteer” semata, karena perjuangan hidup ini tidak sampai situ aja, beb.

Saya pernah melihat hal ini dengan mata kepala saya sendiri ketika membantu klien yang terlibat di kegiatan penggalangan dana sosial. Acara besar diadakan di salah satu mal ternama Jakarta, disitu banyak tokoh dan selebriti yang hadir dan berpartisipasi.

BACA JUGA: Hybrid Designer Menjawab Tantangan Era Digital

Tapi sayangnya, dari sekian banyak orang yang berkaos dan name tag “volunteer” ternyata hanya segelintir saja yang benar-benar bisa bantu saya memfasilitasi klien (sebagai salah satu penyumbang dana terbesar di event itu). Yang lainnya hanya pajangan, berdiri bergerombol dan foto-foto.

Jangan ditiru ya…

Jaman serba instan seperti sekarang, banyak orang yang cuma memanfaatkan kesempatan magang atau jadi relawan hanya sekedar pencitraan atau exist.

Kesempatan emas untuk belajar dan mendapat pengalaman jadi terlewatkan begitu saja.

Mungkin lelah dan menguras energi fisik dan mental, tetapi pengalaman dan pengetahuan yang didapat tidak tergantikan. Dijamin!

Belajar, Beradaptasi, dan Bekerja sama

Ketika kamu sudah menjadi bagian dari organisasi atau tim.

Satu hal yang perlu diingat, you are not that special. Pahit ya, tetapi kenyataannya menjadi intern tidak berarti kamu diperlakukan spesial atau “berkebutuhan khusus”

Justru ini saatnya kamu mengasah kemampuan beradaptasi di lingkungan baru dan bekerja sama dalam tim.

Bukannya organisasi atau orang lain yang beradaptasi dengan kamu…

Selain beradaptasi, keterlibatan kamu dalam suatu organisasi memberi kesempatan kamu untuk merasakan langsung budaya organisasi, proses kerja–atau jika ternyata kamu dianggap bisa dipercaya–kamu dapat resep kerja atau petuah dari senior.

BACA JUGA: 3 Jurus Kembalikan Mood dan Kreativitasmu

Jangan mudah baper terhadap kritik tetapi lihatlah hal ini sebagai pembelajaran dan pengalaman. Jangan patah semangat, maju terus!

Peluang ada dimana-mana

Termasuk ketika kamu magang atau menjadi relawan.

Meski hanya beberapa bulan saja, tetapi bisa jadi organisasi tertarik untuk menerima kamu sebagai anggota tim permanen, atau menawarkan kamu pekerjaan setelah kamu lulus studi.

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: 5 Ide Kegiatan Produktif Mengisi Libur Panjang

3 Inspirasi Sukses dan Wajib Follow dari Akun Portofolio Desain di Media Sosial

Menarik perhatian di dunia maya, dan sukses juga di dunia nyata.

Kurasi akun social media atau instagram portfolio ini diharap tidak hanya inspirasi untuk berkarya dan bikin portofolio online, tetapi juga ada pelajaran dari pengalaman dan transformasi akun mereka.

Selain menarik perhatian dari pengguna dunia maya, akun portofolio designer dan artist juga yang berhasil meraih pengakuan di dunia nyata dan berhasil meraih sukses secara komersial.

Jadi bukan semata-mata mengajak kamu exist di socmed, jadi celebgram atau influncers ya…

Satu aja pesannya, melihat akun-akun keren ini jangan justru jadi minder, justru jadikan mereka inspirasi kamu untuk terus berkreasi!

Langsung aja dah…

CJ_Hendry

Akun instagram @cj_hendry mungkin hanya memiliki pengikut 379 ribu (per Juli 2019), tidak ada apa-apanya dibandingkan akun konten kreator seperti Atta Halilintar, yakan.

Karya sketsa dan gambar pensilnya yang super realistis dan mendetail menarik banyak minat kurator dan penggemar seni.

Jadi apa yang istimewa dari si CJ Hendry atau Elsa Picone ini? Coba lihat sendiri hasil karya-karyanya.

Apa inspirasi sukses dari CJ Hendry?

CJ_Hendry membuktikan bahwa gambar tangan tradisional (sketching and drawing) tidak pernah mati di era serba digital ini.

Yang menarik, ketenaran CJ Hendry berawal dari viralnya posting sketsanya di IG.

Kini CJ Hendy sudah berupa brand — perpaduan seni modern dan manajemen bisnis yang berhasil mentransformasi popularitas di media sosial menjadi karya seni gambar dan bisnis yang sukses dan mandiri.

CJ Hendry sudah bekerja sama dengan berbagai brand besar, memiliki studio workshop dan seni sendiri di New York, dan dengan tim manajemennya secara berkala menggelar pameran yang temanya menggelitik dan selalu dinanti para penggemarnya.

Baca juga: Eksis dengan Situs Galeri Portfolio Online.

Di pameran Rorschach-nya bulan April 2019 CJ Hendry memberikan akses virtual exhibition ke dalam pamerannya di website CJHendry.live sehingga semua orang bisa “berkunjung” ke pamerannya —walau mungkin pengalamannya beda ya kalau bisa datang langsung ke sana…

Ini cuplikannya di IG, atau bisa kunjungi sendiri “pameran” ini dengan klik CJHendry.live.

Pinot

Anak desain Indonesia tapi belum pernah dengar @Pinot? Serius?

Pinot alias “Pinot” Ichwandardi, animator asal Indonesia, yang kini tinggal dan berkarya di New York, berhasil menyedot perhatian dunia di tahun 2018 melalui posting video animasi di akun IG dan twitter-nya.

Apa sih yang bikin dunia sedemikian gempar?

Pinot membuat versi animasi dari cuplikan videoclip terhits dan kontroversial saat itu, This is America milik Childish Gambino.

Daaaan bukan animasi biasa… Pinot menggambarnya menggunakan software lawas, MacPaint dan animasi di Macro Mind, di komputer Macintosh 80-an miliknya.

Baca juga: Perangkat Lunak Pilihan untuk Gambar Pixel Art

Patut diacungi jempol karena tingkat kesulitan pembuatannya dan kesempurnaan hasilnya, ini dia cuplikan proses pembuatan dan animasinya:

Apa inspirasi sukses dari Pinot?

Pinot selama ini sudah lama dikenal penggemar art dan animasi di media sosial, tetapi terbatas di antara pengikut/penggemar desain visual dan animasi.

Selama ini Pinot punya “gaya” konten sendiri, dia konsisten dengan karya-karya kreatif yang eksperimental, bukan hanya artistik idealis tetapi juga memadukan gambar/sketsa tangan dengan teknik video stop motion dan animasi.

Jadi kreativitas juga harus ditunjang kemampuan/skill dan teknik yang matang.

Eksperimen animasi cuplikan video milik Childish Gambino berhasil menyedot perhatian lebih banyak orang.

Banyak yang mengulas karya ini di artikel media terkemuka, seperti Mashable, The Jakarta Post, dan bahkan konten kreator membuat konten reactions video tentang animasi ini.

Baca juga: artikel tentang Pinot di The Jakarta Post

Dari sini Pinot bahkan memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam pembuatan serial Stranger Things milik Netflix yang memang berlatar belakang tahun 90-an. Wah keren ya!

Lucas The Spider

Kamu mungkin tidak kenal Joshua Slice atau @Jsliceanimation, tapi mungkin tertarik dengan laba-laba peliharaannya yang menggemaskan, Lucas.

Yes, Lucas The Spider adalah tokoh animasi 3D berupa laba-laba kecil dengan suara menggemaskan!

Lucas The Spider ini sudah memiliki banyak penggemarnya, mencapai 3.1juta di Youtube dan 228ribu di IG (per Juli 2019), dari awal tokoh ini diposting November 2017.

Baca juga: Melukis Sepatu Kanvas, Starter Pack

Lucas The Spider ini ibarat hasil karya idealis iseng-iseng yang mengikut salah satu tren konten blog/vlog yang paling digemari, yaitu konten tentang hewan peliharaan yang imut dan lucu.

Bisa dilihat sendiri, kisah videonya sederhana yaitu seputar keseharian Lucas sebagai seekor laba-laba, seperti bermain hingga berteman dengan seekor lalat. Gemasss!

Apa inspirasi sukses dari Lucas The Spider

Jangan lupa bersenang-senang! Kesenangan kamu menggambar juga bisa dijadikan suatu yang produktif dan sekaligus menghibur orang lain!

Keberhasilan menciptakan portofolio yang disukai dan dinikmati orang banyak tidaklah mudah.

Kadang idenya tidak perlu muluk, bahkan hal yang kamu sukai pun, seperti menonton video hewan-hewan lucu di Youtube juga bisa jadi inspirasi.

Memiliki kesibukan dan pekerjaan tidak membuat Joshua Slice si pencipta Lucas berhenti berkreasi dan punya proyek idealis sendiri πŸ™‚

Yuk ah!

Baca juga: 5 Kegiatan Produktif Mengisi Liburan Panjang

Perangkat Lunak Pilihan untuk Gambar Pixel Art

Ketika grafis 8-bit atau 16-bit kembali tren, desainer grafis tentu kena imbasnya…haha

Apa itu gambar pixel art? Kalau kamu generasi X atau Millenial awal/xennial, pasti pernah mengalami masa jaya game Atari atau game boy.
Masih ingat game klasik Super Mario Bros sekitar pertengahan tahun 1985 atau bahkan Space Invader dan Frog di PC

BACA JUGA: Yang perlu kamu ketahui tentang Adobe Spark

Karena keterbatasan perangkat digital saat itu maka visual yang ditampilkan berupa pixel ukuran besar 8-bit atau 16-bit. Efeknya pencitraan dibuat per pixel, kotak persegi dan kaku.
Itulah yang dimaksud dengan gambar pixel art.

Nah, kini tren visual dan fashion tahun 80-an kembali lagi, demam gambar pixel art dibuat bukan karena keterbatasan perangkat tetapi karena kini kita punya pilihan.

Tentunya kita selalu bisa menggambar pixel art di Photoshop.
Tetapi sekarang ada beberapa perangkat lunak/software khusus dibuat untuk menggambar pixel art. Cobain deh!

Pixel Art Studio

Software Pixel Art Studio dapat diunduh gratis hanya dengan login di Microsoft Office Store.
Namun sayangnya hanya kompatibel pada perangkat keras (PC atau mobile computer) dengan sistem operasi Microsoft Office saja.

Fitur gambarnya cukup lengkap dan mirip Photoshop, seperti layering, blending modes, effect.

Pixilart

Aplikasi ini gratis dan bisa diakses via web browser komputer (tanpa perlu unduh atau memasang software baru) atau unduh aplikasi di gawai via GooglePlay bagi pengguna Andriod atau AppStore bagi pengguna iPhone

BACA JUGA: 7 Workshop Kreatif di Akhir Pekan

Kamu bebas menggambar di aplikasi secara gratis dan tidak perlu login dulu, tetapi untuk menyimpan hasil gambar yang perlu kamu lakukan hanya membuat akun dan menjadi bagian dari komunitas pixilart.

Make-8-bit art!

Make-8-bit art adalah perangkat lunak berbasis web (online), jadi kamu bisa mengaksesnya langsung via web browser, gratis tidak perlu login.

Aplikasi open source ini diciptakan oleh Jenn Schiffer.
Sesuai namanya, aplikasi ini khusus digunakan untuk menggambar pixel ukuran 8-bit.
Fiturnya mencukupi kebutuhan dasar menggambar, memang agak terbatas dibanding perangkat lunak lain, tetapi kamu bisa menyimpan gambar tanpa perlu login.

Fitur Pixelate LunaPic

Fitur image editing dan layout yang ditawarkan Lunapic cukup lengkap. Tools dan actions-nya cenderung lebih sederhana/praktis daripada Photoshop, karena Lunapic berorientasi produksi gambar yang praktis dan instan, alias design tool for non-designer.

Dan ternyata ada fitur yang menarik di Lunapic, yaitu pixelate!
Yes, kamu bisa mengkonversi gambar/foto menjadi pixel art!
Praktis kan? Ini caranya:

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Trik Cropping Gambar dalam 7 Menit dengan Adobe Photoshop

Stop Plagiat! 3 Situs untuk Cek Potensi Plagiarisme Desain Logo

Konon, sudah tidak ada lagi hal baru di muka bumi ini — “There is nothing new under the sun”

Benarkah demikian? Apakah orisinalitas/keaslian desain sudah sirna?

Bayangkan dari sekian ribuan bahkan jutaan tahun manusia ada di muka bumi ini, tentunya ada pengaruh teknik visual dan estetika desain yang sudah dilakukan atau diciptakan oleh generasi yang terdahulu.

BACA JUGA: Ini Nasib Plagiarisme di Era Digital

Nah, jadi seberapa orisinal dan unik desain logo atau branding-mu?

Jangan-jangan sudah ada desain logo/branding, merek, motif atau bahkan ilustrasi yang mirip! Apakah hal ini membuat kamu jadi plagiat?

Dan kadang hal ini tidak dilakukan dengan sengaja, alias kamu tidak pernah melihat gambar atau logo kembaran itu sebelumnya, yang penting niat awalnya bukan plagiarisme.

Apakah hal ini membuat kamu tidak orisinal atau plagiat atau melanggar hak cipta atau kekayaan intelektual?

Heheh… jangan panik dulu! Kini berkat kecanggihan teknologi, kini kita bisa melakukan pengecekan orisinalitas, tingkat kemiripan atau keunikan suatu desain logo melalui situs online berikut ini.

Google Images

Dengan Google Images kita bisa melakukan pencarian berdasarkan gambar/image, atau singkatnya kamu bisa mengunggah (upload) gambar untuk mencari gambar yang serupa/mirip dan telah dipublikasikan di internet.

BACA JUGA: 9 Hal Dasar yang Perlu Diketahui tentang Hak Cipta/Copyrights

Google Images ini berbeda dengan fitur Google search biasa–yang pencarian hanya bisa dilakukan berdasarkan teks. Tapi seperti platform google lainnya, layanan ini gratis dan tidak perlu login.

Berikut caranya:

  • Untuk dapat mengakses Google Images, silakan klik tulisan “images” di bar kanan atas laman utama pencarian google search.
  • Upload/unggah gambarmu dengan dengan klik tombol bentuk kamera yang tersedia di search bar, lalu klik enter atau gambar kaca pembesar.
  • Mesin pencari akan menampilkan gambar-gambar yang cocok atau mirip dengan gambarmu.

TinEye

Tineye mendeskripsikan lamannya sebagai “Reverse image search.”

Cara kerjanya mirip dengan Google Images (gratis dan tidak perlu login untuk menggunakan layanan) tetapi dengan beberapa fitur extra.

TinEye memiliki fitur menarik yang memudahkan pencarian dan riset:

  • Mencarikan/mencocokkan gambar dari 34,7 miliar index gambar yang mereka miliki
  • Gambar yang diunggah untuk pencarian tidak disimpan, jadi tidak perlu khawatir dengan isu copyright
  • Menyediakan browser extension untuk browser Firefox, Safari, Chrome, Opera
  • Ada fitur sort dan filter hasil pencarian
  • Juga ada fitur “compare match” yang bisa membantu kamu untuk membandingkan dan mencari kemiripan/kecocokan antara satu gambar dan yang lain.
  • Pencarian gambar tidak hanya dengan upload file gambar saja, tetapi juga pencarian berdasarkan Image URL (link gambar yang diupload untuk dipublikasikan di website). Caranya adalah copy dan paste image URL ke mesin pencari.

Pangkalan Data Kekayaan Intelektual

Laman pdki ini resmi diadakan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Republik Indonesia, a.k.a punya pemerintah.

Situs ini merupakan pecahan dari induknya yang merupakan sumber informasi dan pendaftaran HKI, yaitu HKI.co.id.

PDKI memberikan akses untuk pencarian terhadap 5 hal terkait kekayaan intelektual, yaitu Paten, Merek, Desain Industri, Hak Cipta, Indikasi Geografis.

BACA JUGA: Artikel tentang Hak Cipta Logo di Hukumonline.com

Sayangnya, pencarian dilakukan berdasarkan teks saja, tidak bisa berdasarkan gambar.

Untuk hasil pencariannya kerap menampilkan gambar, terutama untuk merk dan desain industri.

Kelebihannya, disini kamu bisa memperoleh informasi detail tentang kode dan status (terdaftar, kadaluarsa dsb) dari hak intelektual tersebut lengkap dengan lokasi geografis dimana haki-nya terdaftar.

Semoga bermanfaat!

4 Channel Wajib Penggiat Fotografi dan Desain Grafis

Karena waktu dan paket data bisa dipakai untuk konsumsi konten yang berfaedah…

Waktu (dan paket data) yang kamu habiskan untuk browsing online shop atau menonton video yang provokatif lebih baik digunakan untuk konsumsi konten yang sehat, dalam kata lain konstruktif dan relevan untuk pengembangan diri. Yakan…

cup-2218405_640

Saya memiliki beberapa youtube channel dan situs web terkait desain dan pekerjaan kreatif yang telah terbukti konsisten dan terpercaya. Sekedar sharing rekomendasian aja, berikut daftarnya.

The Futur untuk Graphic Designer, Creative Agency, dan Freelancer #anakahensi #ahensilyfe

Channel Youtube The Futur ini sangat spesifik membahas ragam proyek dan skills yang umum ditemukan di creative agency atau pekerja bidang kreatif pada umumnya.

BACA JUGA: Grafik Desainer VS Digital Marketer: Make Love Not War

Konten yang dipublikasikan sangat relevan dengan tren dan karir di dunia kreatif, mulai dari pekerja kreatif pemula ke profesional, serta pengetahuan seputar industri kreatif seperti, pricing, branding hingga informasi tentang tool dan software terkini.

Publikasi kontennya reguler hampir setiap hari kerja, sangat disarankan untuk berlangganan/subscribe channel ini.

Mango Street untuk Digital Content Production

Youtube channel Mango Street ini ibarat hidden gem, alias harta terpendam bagi para content creator yang bergerilya di dunia social media dan digital content production.

Mango Street cocok sekali bagi kamu yang ingin dapat tips terkini dan belajar tentang tren videografi dan fotografi.

Saya pribadi menyukai gaya penyampaian yang singkat, padat dan jelas visualnya, video tutorial yang diupload rata-rata kurang dari 10 menit, bahkan ada yang hanya 4 menitan.

CreativeLive untuk penggiat fotografi

Selain gear, fotografi memang tidak habis dieksporasi. Apakah kamu penasaran apa rahasia profesional bisa membuat foto kece?

meghan-holmes-604852-unsplash

Seorang fotografer profesional, Chase Jarvis, memutuskan untuk memulai Youtube channel, CreativeLive, untuk berbagi ilmu, tutorial dan trik fotografi, mulai dari segi teknis peralatan, pencahayaan, mengarahkan gaya model, dan banyak lagi!

BACA JUGA: Resep Video Viral: Tips Kreator

Melalui channel ini pemula bisa menggali banyak sekali ilmu, dan bisa jadi sumber informasi bagi fotografer otodidak/self-taught.

Dan untuk menjawab pertanyaan di awal tadi, channel ini memiliki seri “Behind the Lens” yang berupa video journalisme/dokumenter dari kegiatan produksi fotografer profesional.

DesignTAXI untuk Kurasi Tren dan Info Terbaru Seputar Desain dan Seni Kreatif

Situs web DesignTAXI salah satu media yang konsisten dan fokus dalam memberikan informasi tren terbaru dan kurasi konten seputar desain, kreativitas, dan seni modern.

Screen Shot 2018-11-01 at 15.31.58

Hasil kurasi dan gaya penyampaian kontennya yang santai dan kadang diselipi humor, selain menjadi sumber inspirasi tetapi bisa menjadi hiburan dikala jenuh.

Cek kanal “career advice” juga yang bisa membantu dikala kamu sedang merasa galau atau demotivated.

victor-rodriguez-726159-unsplash

Media ini memiliki setidaknya 15 kanal, jadi kamu tidak akan kehabisan konten untuk dibaca. Untuk mempermudah dalam memilih konten kamu bisa mengikuti akun twitter-nya.

Semoga bermanfaat!

Yang perlu kamu ketahui tentang Adobe Spark

Kabar gembira bagi digital designers!Β 

Aplikasi web dan gawai, Adobe Spark versi beta (uji coba pengguna), diluncurkan Adobe di pertengahan tahun 2016.

Entah kenapa sayangnya di Indonesia perangkat lunak dan aplikasi mobile ini kurang dikenal a.k.a. underrated.

Adobe selama ini dikenal dengan perangkat lunak post produksi untuk desain dan fotografi, kini memfokuskan pengembangan bisnisnya pada digital user experience services.

Hingga saat ini (10/18) Adobe masih mengumpulkan feedback dari pengguna publik atas versi beta aplikasi Adobe Spark ini.

Jadi jika kamu membaca artikel ini di masa depan, mungkin aplikasi Adobe Spark sudah berbeda atau tidak lagi relevan.

Apa itu Adobe Spark?

Seiring dengan perkembangan di era digital, Adobe tidak ketinggalan mengembangkan sayap merambah ke digital marketing dan user/customer experience.

michelangelo-71282_640

Ketika mendengar hal ini, tentunya kita tidak ada bayangan sama sekali.

Hanya ketika konferensi tahunan Adobe di London (2018), dalam pidatonya CEO Adobe Shantanu Narayen mulai memberi titik terang terhadap bentuk pengembangan yang dimaksud.

“We think, in Adobe, that great experience starts always with great content.” – Adobe CEO Shantanu Narayen (Adobe EMEA Summit 2018,Β London)

Di pertengahan tahun 2016 Adobe meluncurkan 3 produk berupa aplikasi web dan mobile (gratis), Adobe Spark, yang dapat dijelaskan secara singkat sbb:

Adobe Spark is free online and mobile graphic design app. Easily create beautiful images, videos, and web pages that make you stand out on social.

Adobe Spark ini menyasar pada konten kreator /pengguna media sosial yang tidak ada dukungan atau kemampuan desain/professional, istilah kerennya design for non-designer.

Mungkin sekarang kamu sudah punya aplikasi andalan untuk mobile content creation, tetapi tidak ada salahnya mencoba Adobe Spark, terutama aplikasi mobile-nya gratis.

Saya sendiri saat ini (10/18) baru mencoba Adobe Spark Post saja (kapasitas hp gak mendukung Page dan Video haha).

musician-664432_640

Menurut saya Adobe tidak main-main dengan user experience driven-nya, dari interface, stok gambar dan akses ke beragam jenis huruf serta template desainnya, belum lagi fitur remix-nya yang sangat user friendly dan MIND BLOWING.

Saya bisa membayangkan penggunaannya dalam kebutuhan desain sehari-hari karena mudah dan referensi/template desain yang terkini yang berlimpah ruah.

Mengingat masih versi beta, tentu masih ada kurang dan belum sempurna. Cobain deh!

Adobe Spark Post

Menurut saya aplikasi mobile Adobe Spark Post ini yang paling relevan bagi pengguna media sosial, baik sebagai akun pribadi, online shop, atau organisasi/korporasi.

Adobe Spark Post ditujukan untuk membantu kamu dalam pembuatan konten grafis (digital graphic content), terutama untuk keperluan posting dan profil di media sosial dan situs web. Berikut contoh beberapa grafik yang dibuat dari template:

Banyak template dan rekomendasi desian yang kece dan kekinian, termasuk stok foto gratis. Menu editingnya menggunakan istilah “Remix” juga mudah digunakan.

Adobe Spark Video

Aplikasi mobile ini ditujukan untuk membantu konten kreator media sosial dan situs web dalam pembuatan konten video (video content creation).

Apa aja fiturnya? Sekeren apa video maker ini? Video intro ini akan menjawab semuanya.

Jadi pingin coba aplikasi Adobe Spark Video nyaaa! Seperti yang mbaknya bilang, “If you don’t make a video after this, you just don’t want to” Haha

Adobe Spark Page

Nah, aplikasi ini diperuntukkan bagi orang yang ingin mendesain dan membuat situs web tetapi tidak punya kemampuan teknikal dan anggaran cukup untuk merealisasikannya.

Pembuatan situs web yang kece memang butuh budget yang tidak sedikit dan waktu yang relatif lama.

Adobe Spark memberikan solusi alternatif, coba cek fitur dan kegunaannya di video berikut.

BACA JUGA: 4 Rambu dalam Desain User Interface (UI)

Aplikasi Adobe Spark Page memberikan kemudahan bagi pengguna dengan menyediakan template desain dan fitur-fitur umum untuk membuat situs web yang sesuai dengan kebutuhan.

Referensi Lanjutan: Intro Adobe Spark dari Adobe

Time stamp:

00:00 – 10:00 High level design and content strategies

10:00 – 16:00 Creating long form content with Spark Page

16:00 – 27:00 Wow on social with graphics made with Spark Post

27:00 – 46:00 Boost engagement with fast, easy videos with Spark Video

46:00 – 1:00:00 Q&A featuring distribution and social media tricks

Semoga bermanfaat!

Alasan fotografer profesional memakai kamera DSLR

Zaman sekarang, sudah ada smartphone dan kamera mirrorless canggih, siapa yg butuh DSLR?

Teknologi dokumentasi foto semakin canggih, semakin banyak opsi dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Kamera dengan pixel semakin besar dengan dua lensa sehingga efek bokeh bisa diwujudkan menggunakan smartphone nan praktis.

dan-silva-625293-unsplash copy

Kamera dengan autofocus canggih, warna cantik, dan kualitas gambar HD, praktis tinggal point and shoot saja tidak perlu ribet setting dan nyaman untuk Vlogging, dapat kamu dapatkan dari kamera mirrorless.

aaron-burden-205148-unsplash

Nah, kenapa di era kamera mirrorless dan smartphone canggih seperti sekarang fotografer profesional masih rela memikul tas berat berisi kamera dan lensa DSLR-nya?

Para photo retoucher atau fotografer handal dan berpengalaman mungkin hanya bisa senyum penuh makna mendengar pertanyaan tadi πŸ™‚

meghan-holmes-604852-unsplashArtikel ini diperuntukan bagi kaum pemula yang baru menjajaki atau berniat mendalami dunia fotografi.

Kenapa DSLR masih dibutuhkan dan digunakan oleh fotografer professional?

Untuk menjawabnya, disini akan dijabarkan secara sederhana dan mudah dipahami tentang fungsi dan kapasitas kamera DLSR —yang sampai sekarang belum tergantikan oleh kamera compact, terutama untuk memperoleh hasil foto dengan kualitas dan efek tertentu/yang diinginkan.

1. Shutter Speed dengan Deteksi Objek yang Akurat

Ada yang bilang shutter speed mirrorless lebih cepat daripada DSLR. Ya betul…

victor-rodriguez-726159-unsplash

Tapi DSLR punya kapasitas phase detection dan metering system yang lebih handal.

Hal ini membuat DSLR dapat melakukan tracking objek/view finder yang lebih akurat untuk membantu dalam mengisolasi objek yang kamu incar, terutama dalam pengambilan objek gambar bergerak/ in-action.

Contohnya foto kegiatan olahraga/action berikut, menggunakan shutter speed cepat dengan isolasi objek yang solid.

john-torcasio-441531-unsplashUntuk shutter speed yang diperlambat, dapat memberikan efek blur atau bahkan menyatu sejumlah objek gambar yang bergerak.

Sering digunakan untuk landscape photography yang hanya sebagian objeknya yang bergerak, seperti mobil (lampu), air terjun, aurora/petir, dsb.

kristo-vedenoja-524505-unsplash copy

PRO TIPS:  Proyek foto yang mengambil gambar objek tidak bergerak dan pose, seperti pas foto/potrait, pranikah/prewed, atau dokumentasi pernikahan, dapat diakomodir dengan kamera mirrorless.

2. Kualitas Gambar untuk Pasca Produksi/Post Production

Kualitas gambar tidak melulu tentang berapa besar megapixel kameranya.

laptop-1246672_640

BACA JUGA: Cara Color Correction CMYK di Adobe Photoshop, Ada Rumusnya !

Kualitas gambar yang dibutuhkan pada post production– retouch/editing— harus mendetail dari sisi akurasi warna per pixelnya/kepadatan pixel.

Nah, foto dengan warna cantik dan “bersih” dari kamera smartphone kadang “menghilangkan” detail akurasi warna dan kepadatan pixel yang dibutuhkan post production.

Sumber gambar: http://www.makeuseof.com

Pada contoh gambar di atas bisa kamu lihat, dari segi kontras warna smartphone mungkin lebih enak dipandang, tapi jika diteliti pinggiran antara kuning dan biru hasil foto DLSR lebih tajam dan jelas, tidak ada geriginya.

Detail ketajaman dan akurasi pixel inilah yang dibutuhkan dalam post production.

PRO TIPS: Jika proyek fotonya tidak banyak mengandalkan atau mengadakan post produksi (alias apa adanya), penggunaan kamera mirrorless bisa menjadi pilihan tepat.

3. Variasi Lensa

Lensa bukan sekedar koleksi gear, bagi fotografer pro lensa penting untuk menyempurnakan hasil foto.

Mirrorless mungkin punya varian lensa juga, tetapi tidak ekstensif jumlahnya dibandingkan DSLR.

Lensa DSLR kerap membutuhkan kemampuan dan pengalaman khusus, karena harus setting manual dan microadjusting, jadi memang butuh belajar dan jam terbang cukup untuk memaksimalkan kegunaannya.

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Inspirasi Proyek Video Instagram