BREAKING NEWS: Yang perlu diketahui tentang Adobe Fresco, sekarang.

Artikel ini dibuat beberapa saat setelah Adobe resmi launching Adobe Fresco (24/09/19).

Beberapa tahun terakhir ini Adobe tidak banyak melakukan gebrakan besar terkait pengembangan perangkat lunak kreatifnya. Sejumlah anak desain berpendapat Adobe sudah mulai meninggalkan akarnya, melupakan kita semua.

Menampik semua hal itu, akhir tahun 2019 ini Adobe meluncurkan perangkat lunak kreatif terbarunya, ADOBE FRESCO.

Apa itu Adobe Fresco?

Adobe Fresco adalah perangkat lunak/software kreatif untuk menggambar dan melukis. Slogannya: Draw. Paint. Smile.

Adobe menekankan menggambar dan melukis menggunakan sentuhan, seperti layaknya melukis menggunakan alat lukis tradisional, bedanya di Adobe Fresco alat lukis yang dimaksud adalah jari tangan, Apple Pencil atau digital touch device lainnya (seperti digital pen, dst).

Apa bedanya dengan Adobe Illustrator?

Pertanyaan bagus.

Menurut artikel TechCrunch.com Adobe Fresco menekankan pada aktivitas melukis dengan sentuhan yang dihasilkan dari guratan kuas/ jari tangan, bukan gambar digital berupa raster atau vektor.

Adobe mengklaim dengan Fresco kamu dapat merasakan sensasi dan efek yang sama seperti ketika melukis dengan cat minyak atau cat air.

Fitur unggulan apa yang menjadikan Fresco berbeda?

Tahun 2017 Adobe mengakuisisi KyleBrushes yang melengkapi koleksi brushes di software Adobe favorit lainnya, Illustrator dan Photoshop.

Nah dalam Adobe Fresco memiliki fitur brush andalan dan super lengkap yang disebut Adobe Live Brushes, selain kamu bisa akses semua brush favorit, kita juga bisa menghasilkan karya lukisan di layar, lengkap dengan sentuhan dan efek melukis dengan cat minyak atau cat air di kanvas.

BACA JUGA: Perangkat Lunak Pilihan untuk Gambar Pixel Art

Artikel dan video sneakpeak dari Gizmodo menyatakan sensasi dan hasil yang dimaksud termasuk ketika tinta disapukan dengan kuas ke kanvas. Demikian juga ketika kamu ingin melukis dengan jari. WOW!

Semua ini dimungkinkan dengan bantuan teknologi Artificial Intelligence/AI atau kecerdasan buatan (Sensei Platform).

Lihat artikel dan video lengkap Gizmodo di Adobe’s Fantastic iPad Drawing and Painting App is finally available.

Software ini sudah bisa diakses dimana aja?

Nah per lauching September 2019 ini, Fresco baru bisa diakses via iPad yang kini dilengkapi dengan Apple Pencil.

Spesifikasi iPad yang dibutuhkan adalah iOS 12.2 atau di atasnya, yang terpasang pada iPad Pro, iPad Air 3, iPad Mini 5, dan generation iPad 5, 6, dan 7.

Sayangnya, untuk pengguna Andriod dan Windows harus bersabar dan menunggu lebih lama. Gerilya aja dulu, seperti biasa hehe…

BACA JUGA: Temukan Warnamu dengan Adobe Color CC

Jika kamu berlangganan Creative Cloud/CC, kamu sudah dapat mengunduhnya sekarang.

Tetapi sedikit berbeda dengan produk Adobe lain, Fresco masih dapat diakses secara gratis tapi dengan sejumlah keterbatasan akses fitur.

Untuk akses penuh subsciber CC harus membeli aplikasi secara terpisah.

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Adobe XD

Perangkat Lunak Pilihan untuk Gambar Pixel Art

Ketika grafis 8-bit atau 16-bit kembali tren, desainer grafis tentu kena imbasnya…haha

Apa itu gambar pixel art? Kalau kamu generasi X atau Millenial awal/xennial, pasti pernah mengalami masa jaya game Atari atau game boy.
Masih ingat game klasik Super Mario Bros sekitar pertengahan tahun 1985 atau bahkan Space Invader dan Frog di PC

BACA JUGA: Yang perlu kamu ketahui tentang Adobe Spark

Karena keterbatasan perangkat digital saat itu maka visual yang ditampilkan berupa pixel ukuran besar 8-bit atau 16-bit. Efeknya pencitraan dibuat per pixel, kotak persegi dan kaku.
Itulah yang dimaksud dengan gambar pixel art.

Nah, kini tren visual dan fashion tahun 80-an kembali lagi, demam gambar pixel art dibuat bukan karena keterbatasan perangkat tetapi karena kini kita punya pilihan.

Tentunya kita selalu bisa menggambar pixel art di Photoshop.
Tetapi sekarang ada beberapa perangkat lunak/software khusus dibuat untuk menggambar pixel art. Cobain deh!

Pixel Art Studio

Software Pixel Art Studio dapat diunduh gratis hanya dengan login di Microsoft Office Store.
Namun sayangnya hanya kompatibel pada perangkat keras (PC atau mobile computer) dengan sistem operasi Microsoft Office saja.

Fitur gambarnya cukup lengkap dan mirip Photoshop, seperti layering, blending modes, effect.

Pixilart

Aplikasi ini gratis dan bisa diakses via web browser komputer (tanpa perlu unduh atau memasang software baru) atau unduh aplikasi di gawai via GooglePlay bagi pengguna Andriod atau AppStore bagi pengguna iPhone

BACA JUGA: 7 Workshop Kreatif di Akhir Pekan

Kamu bebas menggambar di aplikasi secara gratis dan tidak perlu login dulu, tetapi untuk menyimpan hasil gambar yang perlu kamu lakukan hanya membuat akun dan menjadi bagian dari komunitas pixilart.

Make-8-bit art!

Make-8-bit art adalah perangkat lunak berbasis web (online), jadi kamu bisa mengaksesnya langsung via web browser, gratis tidak perlu login.

Aplikasi open source ini diciptakan oleh Jenn Schiffer.
Sesuai namanya, aplikasi ini khusus digunakan untuk menggambar pixel ukuran 8-bit.
Fiturnya mencukupi kebutuhan dasar menggambar, memang agak terbatas dibanding perangkat lunak lain, tetapi kamu bisa menyimpan gambar tanpa perlu login.

Fitur Pixelate LunaPic

Fitur image editing dan layout yang ditawarkan Lunapic cukup lengkap. Tools dan actions-nya cenderung lebih sederhana/praktis daripada Photoshop, karena Lunapic berorientasi produksi gambar yang praktis dan instan, alias design tool for non-designer.

Dan ternyata ada fitur yang menarik di Lunapic, yaitu pixelate!
Yes, kamu bisa mengkonversi gambar/foto menjadi pixel art!
Praktis kan? Ini caranya:

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Trik Cropping Gambar dalam 7 Menit dengan Adobe Photoshop

Yang perlu kamu ketahui tentang Adobe Spark

Kabar gembira bagi digital designers! 

Aplikasi web dan gawai, Adobe Spark versi beta (uji coba pengguna), diluncurkan Adobe di pertengahan tahun 2016.

Entah kenapa sayangnya di Indonesia perangkat lunak dan aplikasi mobile ini kurang dikenal a.k.a. underrated.

Adobe selama ini dikenal dengan perangkat lunak post produksi untuk desain dan fotografi, kini memfokuskan pengembangan bisnisnya pada digital user experience services.

Hingga saat ini (10/18) Adobe masih mengumpulkan feedback dari pengguna publik atas versi beta aplikasi Adobe Spark ini.

Jadi jika kamu membaca artikel ini di masa depan, mungkin aplikasi Adobe Spark sudah berbeda atau tidak lagi relevan.

Apa itu Adobe Spark?

Seiring dengan perkembangan di era digital, Adobe tidak ketinggalan mengembangkan sayap merambah ke digital marketing dan user/customer experience.

michelangelo-71282_640

Ketika mendengar hal ini, tentunya kita tidak ada bayangan sama sekali.

Hanya ketika konferensi tahunan Adobe di London (2018), dalam pidatonya CEO Adobe Shantanu Narayen mulai memberi titik terang terhadap bentuk pengembangan yang dimaksud.

“We think, in Adobe, that great experience starts always with great content.” – Adobe CEO Shantanu Narayen (Adobe EMEA Summit 2018, London)

Di pertengahan tahun 2016 Adobe meluncurkan 3 produk berupa aplikasi web dan mobile (gratis), Adobe Spark, yang dapat dijelaskan secara singkat sbb:

Adobe Spark is free online and mobile graphic design app. Easily create beautiful images, videos, and web pages that make you stand out on social.

Adobe Spark ini menyasar pada konten kreator /pengguna media sosial yang tidak ada dukungan atau kemampuan desain/professional, istilah kerennya design for non-designer.

Mungkin sekarang kamu sudah punya aplikasi andalan untuk mobile content creation, tetapi tidak ada salahnya mencoba Adobe Spark, terutama aplikasi mobile-nya gratis.

Saya sendiri saat ini (10/18) baru mencoba Adobe Spark Post saja (kapasitas hp gak mendukung Page dan Video haha).

musician-664432_640

Menurut saya Adobe tidak main-main dengan user experience driven-nya, dari interface, stok gambar dan akses ke beragam jenis huruf serta template desainnya, belum lagi fitur remix-nya yang sangat user friendly dan MIND BLOWING.

Saya bisa membayangkan penggunaannya dalam kebutuhan desain sehari-hari karena mudah dan referensi/template desain yang terkini yang berlimpah ruah.

Mengingat masih versi beta, tentu masih ada kurang dan belum sempurna. Cobain deh!

Adobe Spark Post

Menurut saya aplikasi mobile Adobe Spark Post ini yang paling relevan bagi pengguna media sosial, baik sebagai akun pribadi, online shop, atau organisasi/korporasi.

Adobe Spark Post ditujukan untuk membantu kamu dalam pembuatan konten grafis (digital graphic content), terutama untuk keperluan posting dan profil di media sosial dan situs web. Berikut contoh beberapa grafik yang dibuat dari template:

Banyak template dan rekomendasi desian yang kece dan kekinian, termasuk stok foto gratis. Menu editingnya menggunakan istilah “Remix” juga mudah digunakan.

Adobe Spark Video

Aplikasi mobile ini ditujukan untuk membantu konten kreator media sosial dan situs web dalam pembuatan konten video (video content creation).

Apa aja fiturnya? Sekeren apa video maker ini? Video intro ini akan menjawab semuanya.

Jadi pingin coba aplikasi Adobe Spark Video nyaaa! Seperti yang mbaknya bilang, “If you don’t make a video after this, you just don’t want to” Haha

Adobe Spark Page

Nah, aplikasi ini diperuntukkan bagi orang yang ingin mendesain dan membuat situs web tetapi tidak punya kemampuan teknikal dan anggaran cukup untuk merealisasikannya.

Pembuatan situs web yang kece memang butuh budget yang tidak sedikit dan waktu yang relatif lama.

Adobe Spark memberikan solusi alternatif, coba cek fitur dan kegunaannya di video berikut.

BACA JUGA: 4 Rambu dalam Desain User Interface (UI)

Aplikasi Adobe Spark Page memberikan kemudahan bagi pengguna dengan menyediakan template desain dan fitur-fitur umum untuk membuat situs web yang sesuai dengan kebutuhan.

Referensi Lanjutan: Intro Adobe Spark dari Adobe

Time stamp:

00:00 – 10:00 High level design and content strategies

10:00 – 16:00 Creating long form content with Spark Page

16:00 – 27:00 Wow on social with graphics made with Spark Post

27:00 – 46:00 Boost engagement with fast, easy videos with Spark Video

46:00 – 1:00:00 Q&A featuring distribution and social media tricks

Semoga bermanfaat!

4 Rambu dalam Desain User Interface (UI)

Mendesain muka/tampilan suatu media yang dinamis seperti situs web memiliki tantangan tersendiri, karena tidak sekedar estetika tetapi juga melibatkan interaksi dengan pengunjung situs, bahasa kerennya user interface (UI) design.

ssss

Ada beberapa rambu utama yang bisa dijadikan panduan di kala mendesain untuk situs web.

1. User-centered design: kenali target pengguna situs web

Kembali pada prinsip dasar desain komunikasi visual yaitu kenali siapa target audience-nya, atau tepatnya target pengunjung situs web, alias user-centered design.

Dengan mengenal siapa target pengguna, tidak hanya memberi masukkan untuk segi estetika atau selera desain (estetika), tetapi juga mengetahui bagaimana karakter dan kebiasaan (user behaviour) dalam berinteraksi dan memperoleh informasi online.

Kenapa user behaviour penting bagi desainer? Dengan pengetahuan ini, kamu dapat mendesain layout dan menentukan informasi mana yang perlu ditampilkan, atau information design (alur transfer informasi), yang sesuai tujuan dari situs webnya.

BACA JUGA: 11 Things every designer Needs To Know About Mobile App Interaction

erik-lucatero-257494

Bekal informasi ini membantu digital designer menata dan desain yang ramah dan mudah digunakan bagi si target audience.

PRO TIPS: Bagi situs web yang memiliki target pengguna yang luas, seperti website korporasi atau organisasi secara umum, targetting bisa difokuskan pada kelompok mayoritas yang berpotensi mengakses situs web, contoh: demografi pengguna internet terbesar, target klien/ nasabah/ pembeli/ donor, dsb.

2. Hirarki visual yang jelas

Information design dilakukan dengan memahami hirarki dan tujuan dari setiap konten dalam halaman dari situs web yang perlu didesain.

Hirarki visual yang jelas dan mudah dipahami menjadi pertimbangan utama dalam user interface design.

Keberhasilan kamu dalam mendesain situs web tercapai ketika pengunjung dapat dengan mudah memahami, secara sadar dan tidak sadar, hirarki tampilan dari elemen visual di layarnya.

jose-alejandro-cuffia-799485-unsplash

Pahami betul manakah informasi primer dan sekunder, hal ini akan membantu dalam menentukan fokus dan prioritas, dimana perhatian pengguna harus ditujukan.

Ingat, ada banyak elemen desain dalam satu tampilan/layar, pastikan kamu memusatkan perhatian pengguna pada informasi primer, selebihnya pengguna dapat bebas mengeksplorasi informasi sekunder.

2. Navigasi dan instruksi: mudah dipahami dan ringkas

Sebelum mulai desain setiap tampilan/halaman, selalu tanyakan: apa yang user akan lakukan disini? — dari sanalah kamu mulai membangun sistem dan langkah-langkah agar user melakukan kegiatan/mencapai tujuan tadi.

austin-chan-275638

Gunakan kerangka berpikir sederhana dalam mendesain navigasi dan “instruksi” untuk setiap kegiatan tadi, yaitu pola beginning-middle-ending.

Contohnya bisa diambil dari laman utama Facebook, kegiatan yang user lakukan pada beranda akun facebooknya beragam, mulai dari sharing foto, video, curhatan, cerita, tertukar pesan dan menerima undangan, dan masih banyak lagi.

Screen Shot 2018-09-24 at 18.44.10

Perhatikan dengan saksama, bahwa setiap elemen dalam tampilan facebook ini dapat memberikan user akses untuk melakukan beragam kegiatan tadi.

Jika user ingin berbagi foto maka user bisa mulai (tahap beginning) dengan klik “create post” atau langsung letakkan kursornya pada kotak status; tahap middle-nya adalah dimana pengguna memilih opsi yang sesuai, klik photo/videos jika ingin berbagi gambar yang bisa disertai caption dengan emoticon. Dan tahap terakhir (ending), setelah semua kegiatan di tahap middle selesai, user mengklik tombol “post”

PRO TIPS: Ada 2 prinsip utama dalam mendesain navigasi situs web, yaitu (1) pengguna harus selalu mengetahui dimana mereka berada, beberapa teknik umum yang digunakan dengan menandai menu/heading, breadcrumbs trail, dsb; (2) sistem navigasi harus konsisten dari satu halaman ke halaman berikutnya, hal ini meningkatkan kenyamanan pengguna bereksplorasi di situs web.

KISS: Keep it simple and stupid

Prinsip KISS ini memposisikan digital designer di sudut pandang pengguna (first visitor maupun returning visitor), untuk dapat mendesain kondisi sesederhana mungkin hingga mudahkan pengguna menavigasi dan mencapai tujuan.

User interface design yang baik dapat diukur dari semakin sederhana dan ringkas interaksi yang diperlukan bagi user untuk melakukan kegiatannya di layar atau mencapai tujuannya.

Panduan yang membantu kamu dalam menerapkan prinsip KISS:

  • Jelas dan konsisten, secara garis besar sudah dibahas di poin navigasi tadi yaaa
  • Setiap elemen harus memenuhi 2 fungsi: estetika dan informatif. Ingat, perhatian pengguna dan ruang terbatas, jadi maksimalkan fungsi elemennya.
  • Pengambilan keputusan yang mudah, bisa dilakukan dengan memberikan user opsi sebanyak-banyaknya (facebook) atau sesedikit mungkin (google search engine)—istilah kerennya minimalis, less is more.

Screen Shot 2018-09-24 at 19.14.59

Teks VS Gambar

Elemen teks dan gambar idealnya memiliki komposisi seimbang.

Permasalahan yang paling sering dihadapi adalah teks dan visual tidak seimbang komposisinya. Kerap kali jumlah teks mendominasi konten hingga bisa membuat pengguna enggan eksplorasi atau bahkan memutuskan keluar dari situs web.

Jadi kerapkali pertanyaan yang diajukan: berapa banyakkah jumlah teks yang bisa ditampilkan dalam satu tampilan? Sayangnya tidak ada batasan yang baku, semua disesuaikan dengan tujuan laman dan situs webnya. Maka selalu kembali pada prinsip KISS dan panduannya.

PRO TIPS: Trik yang umum digunakan untuk menyiasati jumah teks yang banyak adalah dengan memunculkan sepenggalan teksnya lalu menambahkan tombol “read more” dengan demikian pengguna memiliki pilihan dan kontrol terhadap konten yang ingin dilihatnya, sekaligus tidak mengorbankan estetika desain.

Sumber bacaan lebih lanjut:

Semoga bermanfaat!

Hybrid Designer Menjawab Tantangan Era Digital

Era digital ibarat kereta super cepat, apakah bergabung di dalamnya menjadikan kamu super juga?

Jawabannya tidak.

Menjadi penumpang saja bukanlah sesuatu yang super atau patut dimasukkan dalam portofolio, ya kan?

Siapapun bisa jadi penumpang.

rawpixel-250917-unsplash

Untuk menjadi hybrid designer, kamu tidak bisa hanya jadi penumpang namun harus “berevolusi.”

Apa itu hybrid designer?

joey-nicotra-510944-unsplash

Apa sih maksudnya hybrid designer?

Ibarat menjadi superhero dan manusia biasa, tantangan bagi para desainer kini.

Itu istilah keren untuk desainer yang beradaptasi dengan perubahan dan kebutuhan dunia digital.

Tidak hanya dari segi teknik dan skill, tetapi juga dari segi tujuan dan sudut pandang, trik dan esensi dari visual yang dibutuhkan konten digital.

Hybrid designer diharapkan sebagai konten kreator, handal membuat infografik, mempertimbangkan user experience sebagai elemen desain, serta peka terhadap tujuan bisnis dan marketing.

Menjadi Hybrid Designer

Dalam hiukum evousi Darwin, jika mahluk hidup yang tidak berevolusi atau adaptasi dengan lingkungan sekitar akan punah. Namanya seleksi alam.

Kamu dapat mulai “berevolusi” dengan mengubah pola pikir dan kebiasaan.

stormtrooper-1343877_640

Ubah pola pikir (mindset) dan cara pandang tentang desain

Cara paling mudah adalah tempatkan dirimu sebagai murid/pelajar lagi.

Tidak semata-mata membuang ilmu desain yang lama, melainkan memperbaharui dan melengkapi dengan yang sudut pandang yang baru.

edgar-chaparro-677224-unsplash
Drone view, sudut pandang baru

Coba ubah mindset kamu tentang pekerjaan mendesain, jaman sekarang desain visual dan user experience lebih berperan karena kini:

  1. Visual lebih berperan daripada teks sebagai trigger atau pancingan.
  2. Desainer juga berpikir selayaknya content creator— Artinya, desainer juga memikirkan output desain secara keseluruhan, mempertimbangkan aspek-aspeknya dalam proses desain.

BACA JUGA: Inspirasi Proyek Video Instagram

erik-lucatero-257494

Misal, kamu mempertimbangkan bagaimana desain ditampilkan dalam berbagai platform, dan mempertimbangkan apakah user akan merasa nyaman, dan sebagainya.

Memahami apa yang industri inginkan dari hybrid desainer

  • Membuat desain yang mengarahkan pengguna/audiens dari titik A ke titik B (tujuan marketing/sales/bisnis)
michelangelo-71282_640
  • Desainer  dengan pengetahuan copywriting atau bisa mencerna copy.
  • Familiar/mengenal spesifikasi teknis platform online/social media.
  • Berinisiatif mengenal/mencari tahu tentang target audience/target persona dan menggunakan pemahaman ini dalam mendesain
  • Content creator, familiar memproduksi konten visual yang tren

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Grafik Desainer V.S. Digital Marketer: Make Love Not War

Grafik Desainer V.S. Digital Marketer: Make Love Not War

Benarkah kita eternal enemy (musuh abadi) atau bisa jadi frenemy?

people-2605980_640

Siapa yang pernah bekerja di industri periklanan atau pemasaran akan merasakan dilemma ini.

Ada percikan atau gesekan sedikit itu biasa dalam bekerja. Namun tidak berarti kita saling tidak suka atau anti terhadap satu sama lain.

BACA JUGA: 3 Jurus untuk Kembalikan Mood dan Kreativitasmu

workplace-1245776_640

Bagi yang berkecimpung di industri desain grafik, era digital membawa tantangan tersendiri.

Dan tidak dapat dipungkiri pekerjaan kita semakin lekat dengan digital marketing, dan bitter-sweet situasinya.

Digital marketing suatu hal wajib bagi bisnis untuk bersaing di era digital. Dan kita tahu digital marketing tidak bisa lepas dari atraksi visual untuk mendapatkan perhatian audiens, alias kreasi konten yang kreatif.

Kenapa? Because picture is worth a thousand word…

instagram-1474233_640

Perkembangan ini membawa desain visual dan digital marketing menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi. Jadi kalian adalah tim.

BACA JUGA: 3 Keahlian yang Dibutuhkan Anak Desain untuk Meraih Karir Impian

Jadi daripada melawan arus dan berpikir negatif terus, saatnya kamu menjadikan digital marketing teman baik atau BFF-mu.

Are you ready?

Digital Marketing, Apa yang Mereka Pikirkan?

Ada pepatah mengatakan: Tak kenal maka tak sayang.

Apa sih yang digital marketer pikirkan tentang yang bersangkutan dengan desain visual?

  • Winning the content war

Bisa dikatakan bahwa tujuan hidupnya adalah mendapatkan perhatian di tengah berlimpah ruahnya informasi di internet.

  • Trendy

Mereka wajib paham tren, tapi hanya tahu sedikit tentang desain, makanya butuh  desainer untuk menyempurnakan dan merealisasikan ide tersebut.

trendy-1030996_640
  • Just like designer, there are some regular vs hybrid ones

Pengetahuan teknis terkait produksi konten visual bervariasi, dari nol besar sampai super (biasanya dimiliki digital marketer hybrid).

Contoh, tidak semua marketer paham tentang stok foto dan ketentuan penggunaannya, atau tentang spesifikasi desain.

Jadi maklumi aja, toh tanggung jawab dan pekerjaan kalian memang berbeda.

  • Content content content, not the size, shape or anything else

Fokusnya pada materi konten copy dan visual serta kadang jadwal posting. Mereka kadang lupa/acuh pada hal-hal teknis dan estetis, seperti ukuran gambar yang  berbeda-beda di tiap saluran sosial media, atau tampilan web VS mobile.

erik-lucatero-257494

BACA JUGA: 5 Hal Wajib dalam Design Brief atau Panduan Pekerjaan Desain

Hal di atas dimaksudkan agar kamu lebih paham bagaimana mereka bekerja, bukan untuk mencari kesalahan ya.

Dengan memahami peran dan kapasitas marketer, desainer diharapkan bisa lebih memahami,  mengedukasi dan beradaptasi.

Ingat, tidak ada yang sempurna di dunia ini gaess

Grafik Desainer Dari Sudut Pandang Digital Marketer

Sudah ada gambaran bagaimana digital marketer fokus dan bekerja?

Sekarang mari kita lihat pekerjaan kita dari sudut pandang yang lebih objektif, istilah kekiniannya drone view.

BACA JUGA: Eksis dengan 5 Situs Galeri Portofolio Online

Ready? Kira-kira bagaimana orang lain melihat kita bekerja ya?

  • Aesthetics over Functionality

Desainer kadang larut dalam pengembangan estetika visual semata, melupakan segi fungsi dan efektivitasnya.

Padahal ingat dalam konten digital user experience dan instruction merupakan hal wajib dimasukkan dalam elemen visual desain.

comiccon-1143686_640
  • Kurang insiatif, just design nothing to do with anything else

Dan agar tidak dianggap sekedar tukang gambar, kamu juga bisa memberikan nilai tambah atau kontribusi terhadap tim terutama yang berbau bidang keahlian kamu yaitu desain.

joshua-ness-112782-unsplash

Contoh bentuk inisiatif yang bisa kamu lakukan adalah berbagi dan berkontribusi, tidak pasif, antara lain:

  1. Saran tentang tren desain/visual
  2. Pengetahuan tentang teknik dan spesifikasi konten
  3. Hasil pengamatan kamu tentang target persona

Inisiatif sederhana dapat memberi perubahan besar terhadap proses desain dan juga apresiasi tim.

BACA JUGA: Take A Break: Curhat Kreatif Lewat Infografik

  • Design stands alone, copy is just additional.

Ini cara pikir yang ego sentris. Ego yang kerap membuat pesan utama dari materi visual/key visual menjadi korban atau salah alamat.

Dalam kenyataaannya, konsep dan pesan kebanyakan awalnya dituangkan dari copy, karena tidak semua orang bisa menggambar ya’kan.

Jadi copy dan gambar sebenarnya saling melengkapi. Tidak ada yang lebih penting dari yang lainnya.

Digital Marketing Berarti Kolaborasi dan Komunikasi

stormtrooper-1351022_640

NAH, dari bahasan tadi semoga kedua pihak bisa saling introspeksi dan mengoreksi diri masing-masing.

Dari pada saling bermusuhan, sebaiknya saling bekerja sama.

Dalam mengerjakan proyek digital marketing, kedua pihak sebenarnya memiliki tujuan yang sama yaitu membuat konten kreatif yang menarik pengguna internet kan, dan  untuk mencapainya harus saling melengkapi.

Kesadaran untuk berkolaborasi ini diharapkan menjadikan proyek dan tujuan digital marketingnya terwujud dan menjadi kebanggaan bersama ya!

BACA JUGA: 9 Hal Dasar Seputar Hak Cipta / Copyrights yang Wajib Diketahui

Semoga bermanfaat!

6 Perangkat Andalan Ilustrator Digital

Jadi tukang gambar, atau nama kerennya illustrator, zaman sekarang sudah tidak sekedar berbekal pensil dan kuas lagi.

Kata ilustrasi digital (digital illustration) sudah tidak asing lagi.

art-3153106_640

Jika sebagian (sketsa atau pewarnaan) atau seluruh proses menggambar dilakukan di perangkat lunak atau keras, maka hasil gambar bisa dikategorikan sebagai ilustrasi digital.

graphics-tablet-3256600_640

Mesti bukan elemen utama dari suatu artwork, tapi perangkat keras atau lunak yang penunjang proses gambar digital ini semakin disukai karena semakin praktis, nyaman digunakan. dan canggih.

Jumlah dan tipenya semakin banyak!

office-583839_640

Ini dia daftar perangkat lunak dan/atau keras ilustrasi digital yang kekinian dan banyak direkomendasikan tahun 2018.

1. Wacom Tablet

Desainer grafis mana yang tidak kenal Wacom? Salah satu merek pionir dalam ilustrasi digital.

Selama ini kita mengenal wacom sebagai perangkat keras untuk menggambar dikomputer, lengkap dengan stylus dan touch pad-nya.

graphics-tablet-1964816_640

Baru-baru ini wacom memperkenalkan wacom tablet Cintiq 13HD yang berbeda dari wacom yang kita kenal.

Cintiq 13HD ini merupakan perpaduan dari perangkat keras dan lunak.

Apa artinya? Kamu tidak lagi menggunakannya sebagai alat gambar, saja tapi bisa langsung menggambar di layarnya!

Dan bisa dilakukan tanpa komputer a.k.a. dimana saja!

Banyak review yang positif terhadap Cintiq 13HD ini, mulai dari segi kepraktisan (mudah dibawa dan bisa gambar dimana aja, yes!), kenyamanan dalam menggambar, dan juga ukurannya yang sebesar halaman A4 (13inch).

2. Procreate

Aplikasi berbayar untuk iPad Pro (atau yang ukuran 9 inch) dan bisa digunakan dengan Apple Pencil ini digadang-gadang merupakan kompetitor utama Adobe PS, AI dan bahkan yang terbaru, Fresco.

Fitur andalannya adalah 130 pilihan brushnya sangat menarik untuk penggiat digital painting dan editing gambar layaknya di photoshop, mulai dari basic editing hingga layering/masking.

Perangkat lunak ini dapat dipasang dengan membayar USD 9.9 per unduhan, kita sudah dapat mengakses semua fitur, tidak ada batas waktu, dan tidak ada biaya lain jika ada upgrade.

Kalau dibandingkan dengan Adobe CC yang menawarkan akses dengan bentuk berlangganan per bulan, untuk para tukang gambar ini jadi pingin coba procreate yaaaa…

3. Adobe Illustrator CC 22.0

Adobe illustrator masih menjadi standar industri desain dan grafik.

versi terbarunya yang dirilis akhir tahun 2017 lalu menambah kecintaan kita pada Adobe Illustrator.

Apa yang menarik dari Adobe Illustrator CC 22.0?

  • Cropping. Derita pindah dari Illustrator ke Photoshop untuk memotong/cropping gambar sudah berakhir, karena di versi ini sudah dilengkapi dengan fitur Crop.
  • Colour Themes Panel – kalau kamu menggunakan adobe color cc (dulu namanya adobe kuler), maka kamu tidak asing dengan fitur ini. Fitur colour themes panel ini bisa membantu kamu memilik, menduplikat, dan menyimpan warna, yang bisa kamu gunakan/akses di seluruh perangkat Adobe (online).

BACA JUGA: Contek Warna Ala Adobe Color CC

  • Puppet Wrap Tools – fitur ini dulu hanya ada di photoshop, kini sudah dapat digunakan untuk gambar vektor di adobe illustrator.

4. Moleskin Smart Writing Set

Buku notes Moleskin adalah idola para desainer, selain apik tapi juga hipster/kekinian banget menunjang penampilan.

BACA JUGA: Hand Lettering Starter Pack

Dan dengan adanya aplikasi Smart Writing ini, kamu akan semakin tergila-gila ahaha!

Jadi bagi kamu pengguna buku sketsa moleskin, sekarang bisa menampilkan dan edit gambar kamu di tablet secara LIVE, alias aktual.

Gak percaya? Simak video berikut.

Bagaimana cara kerjanya?

  • Jadi aplikasi Smart Writing Set ini bisa disinkronisasikan dengan buku notes Moleskin.
  • Menggunakan perangkat keras Pin+ kamu bisa mulai menggambar atau menulis kamu di halaman tersebut.
  • Hasilnya bisa dilihat langsung di tablet atau perangkat keras lainnya yang memiliki aplikasi ini.

Kerennn…

5. Inkscape 0.92

Nah, jika kamu masih mencari perangkat lunak ilustrasi digital yang gratis, banyak yang merekomendasikan Inkscape 092.

BACA JUGA: 9 Hal Dasar Seputar Hak Cipta / Copyrights yang Wajib Diketahui

Perangkat lunaknya tersedia untuk Microsoft, iOs dan Linux. Gratis dan opensource.

Inkscape 0.92 ini banyak digunakan untuk gambar berbasis vektor daripada sketsa.

To be fair, memang ada beberapa kekurangan dalam segi fiturnya, jika dibandingkan perangkat lunak pro berbayar lainnya.

Tapi perangkat lunak ini cukup menunjang untuk pengrajin vektor dan rajin memperbaharui fiturnya.

6. Afinity Photo for iPad

Lah, ini bukannya perangkat lunak untuk editing foto ya?

Fungsinya ternyata sudah berkembang banyak seiring dengan kecanggihannya.

Siapa yang suka menggambar menggunakan photoshop? Tenang, kamu tidak sendirian.

Buktinya, afinity photo ini banyak disukai para desain grafik yang biasa menggambar  atau sketching menggunakan photoshop.

Kamu bisa menggunakannya untuk menggambar atau doodling di iPad Asik yaa

Insights & trends

Aplikasi Photo EditingxIllustrator: Prisma Photo Editor

Aplikasi smartphone ini perpaduan AI (artificial intelligence) dan art.

Algoritma Prisma melakukan rendering gambar dengan efek artisitik yang didesain berdasarkan hasil riset convolutional neural network dan artificial intelligence. Canggih yaaa…

Prosesnya, Prisma membuat ulang atau recreate bukan sekedar menambah filter atau overlay di atas gambar saja. Proses rendering pun tidak terjadi dalam prosesor gawai, melainkan di server Prisma.

BACA JUGA: Melukis Sepatu Kanvas: Starter Pack

Semua proses ini menghasilkan efek artistik pun sangat halus dan hasilnya seperti karya seni yang nyata dan indah.

Prisma sudah tersedia di Apple store dan Google Play, gratis dan tidak ada in-app purchase.

Semoga bermanfaat!

Sumber: https://www.creativebloq.com/advice/7-best-new-illustration-tools-of-2017-so-far

 Updated Oct 16, 2019