3 Inspirasi Sukses dan Wajib Follow dari Akun Portofolio Desain di Media Sosial

Menarik perhatian di dunia maya, dan sukses juga di dunia nyata.

Kurasi akun social media atau instagram portfolio ini diharap tidak hanya inspirasi untuk berkarya dan bikin portofolio online, tetapi juga ada pelajaran dari pengalaman dan transformasi akun mereka.

Selain menarik perhatian dari pengguna dunia maya, akun portofolio designer dan artist juga yang berhasil meraih pengakuan di dunia nyata dan berhasil meraih sukses secara komersial.

Jadi bukan semata-mata mengajak kamu exist di socmed, jadi celebgram atau influncers ya…

Satu aja pesannya, melihat akun-akun keren ini jangan justru jadi minder, justru jadikan mereka inspirasi kamu untuk terus berkreasi!

Langsung aja dah…

CJ_Hendry

Akun instagram @cj_hendry mungkin hanya memiliki pengikut 379 ribu (per Juli 2019), tidak ada apa-apanya dibandingkan akun konten kreator seperti Atta Halilintar, yakan.

Karya sketsa dan gambar pensilnya yang super realistis dan mendetail menarik banyak minat kurator dan penggemar seni.

Jadi apa yang istimewa dari si CJ Hendry atau Elsa Picone ini? Coba lihat sendiri hasil karya-karyanya.

Apa inspirasi sukses dari CJ Hendry?

CJ_Hendry membuktikan bahwa gambar tangan tradisional (sketching and drawing) tidak pernah mati di era serba digital ini.

Yang menarik, ketenaran CJ Hendry berawal dari viralnya posting sketsanya di IG.

Kini CJ Hendy sudah berupa brand — perpaduan seni modern dan manajemen bisnis yang berhasil mentransformasi popularitas di media sosial menjadi karya seni gambar dan bisnis yang sukses dan mandiri.

CJ Hendry sudah bekerja sama dengan berbagai brand besar, memiliki studio workshop dan seni sendiri di New York, dan dengan tim manajemennya secara berkala menggelar pameran yang temanya menggelitik dan selalu dinanti para penggemarnya.

Baca juga: Eksis dengan Situs Galeri Portfolio Online.

Di pameran Rorschach-nya bulan April 2019 CJ Hendry memberikan akses virtual exhibition ke dalam pamerannya di website CJHendry.live sehingga semua orang bisa “berkunjung” ke pamerannya —walau mungkin pengalamannya beda ya kalau bisa datang langsung ke sana…

Ini cuplikannya di IG, atau bisa kunjungi sendiri “pameran” ini dengan klik CJHendry.live.

Pinot

Anak desain Indonesia tapi belum pernah dengar @Pinot? Serius?

Pinot alias “Pinot” Ichwandardi, animator asal Indonesia, yang kini tinggal dan berkarya di New York, berhasil menyedot perhatian dunia di tahun 2018 melalui posting video animasi di akun IG dan twitter-nya.

Apa sih yang bikin dunia sedemikian gempar?

Pinot membuat versi animasi dari cuplikan videoclip terhits dan kontroversial saat itu, This is America milik Childish Gambino.

Daaaan bukan animasi biasa… Pinot menggambarnya menggunakan software lawas, MacPaint dan animasi di Macro Mind, di komputer Macintosh 80-an miliknya.

Baca juga: Perangkat Lunak Pilihan untuk Gambar Pixel Art

Patut diacungi jempol karena tingkat kesulitan pembuatannya dan kesempurnaan hasilnya, ini dia cuplikan proses pembuatan dan animasinya:

Apa inspirasi sukses dari Pinot?

Pinot selama ini sudah lama dikenal penggemar art dan animasi di media sosial, tetapi terbatas di antara pengikut/penggemar desain visual dan animasi.

Selama ini Pinot punya “gaya” konten sendiri, dia konsisten dengan karya-karya kreatif yang eksperimental, bukan hanya artistik idealis tetapi juga memadukan gambar/sketsa tangan dengan teknik video stop motion dan animasi.

Jadi kreativitas juga harus ditunjang kemampuan/skill dan teknik yang matang.

Eksperimen animasi cuplikan video milik Childish Gambino berhasil menyedot perhatian lebih banyak orang.

Banyak yang mengulas karya ini di artikel media terkemuka, seperti Mashable, The Jakarta Post, dan bahkan konten kreator membuat konten reactions video tentang animasi ini.

Baca juga: artikel tentang Pinot di The Jakarta Post

Dari sini Pinot bahkan memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam pembuatan serial Stranger Things milik Netflix yang memang berlatar belakang tahun 90-an. Wah keren ya!

Lucas The Spider

Kamu mungkin tidak kenal Joshua Slice atau @Jsliceanimation, tapi mungkin tertarik dengan laba-laba peliharaannya yang menggemaskan, Lucas.

Yes, Lucas The Spider adalah tokoh animasi 3D berupa laba-laba kecil dengan suara menggemaskan!

Lucas The Spider ini sudah memiliki banyak penggemarnya, mencapai 3.1juta di Youtube dan 228ribu di IG (per Juli 2019), dari awal tokoh ini diposting November 2017.

Baca juga: Melukis Sepatu Kanvas, Starter Pack

Lucas The Spider ini ibarat hasil karya idealis iseng-iseng yang mengikut salah satu tren konten blog/vlog yang paling digemari, yaitu konten tentang hewan peliharaan yang imut dan lucu.

Bisa dilihat sendiri, kisah videonya sederhana yaitu seputar keseharian Lucas sebagai seekor laba-laba, seperti bermain hingga berteman dengan seekor lalat. Gemasss!

Apa inspirasi sukses dari Lucas The Spider

Jangan lupa bersenang-senang! Kesenangan kamu menggambar juga bisa dijadikan suatu yang produktif dan sekaligus menghibur orang lain!

Keberhasilan menciptakan portofolio yang disukai dan dinikmati orang banyak tidaklah mudah.

Kadang idenya tidak perlu muluk, bahkan hal yang kamu sukai pun, seperti menonton video hewan-hewan lucu di Youtube juga bisa jadi inspirasi.

Memiliki kesibukan dan pekerjaan tidak membuat Joshua Slice si pencipta Lucas berhenti berkreasi dan punya proyek idealis sendiri 🙂

Yuk ah!

Baca juga: 5 Kegiatan Produktif Mengisi Liburan Panjang

Resep Video Viral: Tips Kreator

Gimana sih bisa bikin video hits/ viral?

Nah, pertanyaan sebenarnya berawal dari: Kapan suatu konten bisa dianggap viral? Apa parameter atau tolak ukurnya?

Pertama-tama, kamu harus paham betul apa yang dimaksud dengan go-viral atau menjadi viral di Internet:

viral
Definisi ‘viral’ menurut kamus Cambridge.org

Banyak sekali pendapat dan argumen tentang tolak ukur konten viral, tetapi secara umum banyak yang menyimpulkan bahwa konten dianggap viral ketika dilihat (view) setidaknya 1juta kali dalam beberapa hari saja (3-7 hari).

Kenapa 1 juta views? Kenapa tidak 100 juta? Well, jangan terpaku pada angka ini. Fokus kepada esensi definisi viral yang hakiki, yaitu fokus pada kecepatan konten “menular” (dilihat dan disebarkan) dalam waktu yang relatif singkat.

BACA JUGA: Inspirasi Kreatif Video Instagram

Nah, dalam artikel ini saya ingin ambil sudut pandang sebagai konten kreator, dan dalam pembuatan konten pada dasarnya terdapat 2 faktor, yaitu:

  • Faktor eksternal – hal-hal tidak termasuk dalam kendali tim produksi tetapi merupakan komponen dari isi konten. Contoh: ide kreatif, drama artis yang happening, konten cuplikan interview kontroversial.
  • Faktor internal – elemen produksi video yang direncanakan atau dikendalikan oleh konten kreator dan tim produksinya. Contoh: jalan cerita, pemilihan lokasi, judul click-bait, editing, dll.

Karena faktor eksternal dapat diserahkan pada kreativitas masing-masing kreator…Di sini kita fokus pada faktor internal yaaa

1. Emotion/Reaction

Salah satu kesamaan dari  semua video viral adalah kemampuannya memancing emosi dan reaksi dari penontonnya.

Dari emosi dan reaksi tersebut bisa berkembang menjadi tindak lanjutnya: menbagikan/share video kepada orang lain, komentar, memberi “jempol” (like) atau menjadi langganan (subscribed).

BACA JUGA: 3 Tipe Video Kreatif untuk “Anak Kreatif”

Kenali Target Audience

Setiap menentukan ide cerita/storyline dari videomu selalu lihat dari sudut pandang penonton, emosi dan reaksi apa yang dimunculkan ketika menonton videonya.

Untuk memperoleh prediksi emosi/reaksi yang cukup akurat, kamu harus mengenal target audience dari video atau youtube channel-mu, demografinya yang bisa dilihat dari sisi: geografis, SES (social economic status), kelompok usia, gender, hobi/interest dan sebagainya.

PRO TIPS: Jika kamu sudah memiliki youtube channel, kamu bisa mulai memperlajari demografi audience-mu dengan mengecek Youtube Creator Studio, yang bisa diakses pemilik channel Youtube.

Emosi apa yang sering membuat video go-viral?

Dari sekian banyak emosi yang dirasakan manusia, adakah cara mengetahui emosi mana yang membantu video menjadi viral?

Jawabannya, ada. Ada riset dan data yang membantu kita, tapi ingat data akan selalu berubah seiring dengan perkembangan tren.

Dalam penelitiannya Ekman and Rosenberg (1997) menjelaskan bahwa ada 6 emosi utama yang menjadi kunci yang mendorong viewers untuk membagikan konten ke orang lain:

  • Bahagia/happy
  • Takut/scared
  • Sad/sedih
  • Disgusted/Jijik
  • Angry/Marah
  • Terkejut/surprised

Referensi: Ekman, P., & Rosenberg, E. L. (1997). What the face reveals: Basic and applied studies of spontaneous expression using the Facial Action Coding System (FACS). Oxford University Press, USA.

2. Hook (Umpan)

Hook (umpan) bisa dibilang adalah ide cerita/konten inti dari suatu video, yang bertujuan untuk memancing reaksi dari orang yang melihatnya.

Hook ini sangat penting dalam memengaruhi orang untuk (1) mengklik atau memutuskan menonton video atau tidak; (2) menyukai video kamu setelah menontonnya.

Nah, bagaimana orang bisa mengerti dan tertarik pada ide cerita, bahkan sebelum mereka menonton videonya?

Jika toko punya etalase untuk menarik calon pembeli masuk ke toko,
maka pastikan kamu memasang umpan di “etalase” video-mu.

Penyampaian ide/konsep ini bisa beragam bentuknya, tetapi komponen utama yang paling efektif adalah:

  • Judul video: singkat, padat, mudah dipahami, menarik/catchy/memicu rasa penasaran
  • Gambar thumbnail/cover: Gambar statis juga membantu dalam “menjual” konsep videomu, sehingga membantu viewers memutuskan untuk menonton atau tidak.

3. Video Gimmicks

Nah, disini kita bahas pentingnya perencanaan dan keahlianmu dalam teknis produksi videonya. yang biasanya dikenal dengan gimmick.

Belajar dari teknik produksi video Casey Neistat yang legendaris di video sponsor Nike Fuel Band berikut. Seru banget nontonnya!

Perencanan dan eksekusi dalam produksi dan pengambilan gambar akan menambah daya tarik video kamu dan membuat penonton merasa nyaman untuk terus menonton hingga selesai, atau bahkan menonton video lain.

Baca juga: Channel Wajib Penggiat Fotografi dan Desain Grafis

Beberapa gimmick produksi dan post produksi yang bisa dieksplorasi antara lain:

  • Teknik pengambilan gambar, seperti transisi, angle, dsb.
  • Soundtrack/background sound. Pastikan kamu memperoleh izin/permission untuk menggunakan musiknya, atau risikonya video kamu bisa diblok oleh Youtube.
  • Stickers atau emoticon, terutama jika kamu membuat video humor

Semoga bermanfaat!

DIY T-shirt Printing a.k.a sablon kaos: Starter Pack

Tidak ada yang lebih spesial dari kaos hasil karya sendiri bukan?

t-shirt-2351761_640

Pingin bikin kaos distro unik dengan budget terbatas? Nyablon sendiri aja.

DIY memang lebih ribet daripada order atau beli kaos di toko, tetapi ada campuran keringatnya, rasanya puas, dan bangga 🙂

BACA JUGA: Mengenal Teknik Sablon Kaos Terkini

ian-schneider-66374-unsplash

Daftar peralatan yang mesti dipersiapkan untuk sablon kaos antara lain:

  • Desain gambar
  • Kaos
  • Screen dan rakel
  • Kertas kalkir dan ulano
  • Cat

Sebelum kamu mulai heboh desain dan beli ini-itu, berikut informasi wajib dan tips yang membantu kamu dalam persiapan menyablon:

Menyiapkan Desain Gambar

Sebagai pemula, disarankan melakukan sablon dengan 1 warna terlebih dahulu.

Dalam teknik sablon tradisional, kamu harus membuat beberapa versi film/screen dan warna cat sesuai detail yang dibutuhkan. Hal ini membutuhkan keterampilan, bukan untuk pemula.

lucas-lenzi-573687-unsplash

BACA JUGA: Ini Nasib Plagiarisme di Era Digital

Desain sablon gambar atau tulisan pun ada etikanya, pastikan desain kamu tidak:

  • membajak desain brand/orang lain;
  • tidak melanggar hak cipta, seperti mencantumkan logo atau foto orang tanpa izin

DIY memberikan ruang kreativitas yang luas tetapi tetap ada batasannya, tunjukan bahwa kamu memang kreatif tanpa harus membajak.

Pilihan Kaos

Bahan garmen atau kaos yang disarankan adalah cotton 100% alias katun, karena tidak terlalu melonggar atau stretch.

Nah, untuk pemula sebaiknya kamu menggunakan kaos warna putih atau pastel/muda.

morning-1772286_1280

BACA JUGA: Melukis Sepatu Kanvas: Starter Pack

Kenapa? Untuk kaos warna hitam atau pekat lainnya, kamu harus menyablon 2 lapis cat untuk mendapatkan warna yang bagus, yaitu pertama, sablon warna putih sebagai dasar, kemudian setelah cat pertama kering baru sablon lagi dengan warna yang diinginkan.

DIY TIPS: Kamu bisa menggunakan 1 lapis cat saja untuk kaos berwarna gelap untuk mendapat efek washed/vintage tshirt, yang memang tidak mengejar hasil sablonan tebal sempurna.

Pembuatan Film: Kertas Kalkir dan Ulano

Tahap pembuatan film ini bisa kamu outsource kepada jasa afdruk/pencetak gambar screen, yang perlu kamu siapkan adalah gambar di kertas kalkir dan screen kosong.

APA ITU AFDRUK? Istilah yang digunakan untuk proses “memindahkan” film negatif dari kertas film ke screen. Proses membutuhkan lightbox, dimana gambar negatif akan menjadi area yang bisa ditembus cat. Jasa afdruk bisa ditemukan di pasar atau sentra penyedia peralatan sablon.

Kalau masih belum ada bayangan, silakan tonton video cara screen printing berikut ya:

Tapi juga kamu ingin DIY total, silakan lanjut baca bagian ini 🙂

Kertas kalkir (tracing paper), yang sudah dicetak atau digambar sesuai dengan film negatif, akan digunakan dalam proses afdruk.

Ulano adalah istilah umumnya, yang sebenarnya nama merk cairan emulsifier/ photoemulsion yang dioleskan ke bagian dalam screen pada proses afdruk.

Jadi rumusnya “memindahkan” gambar dari kertas ke screen: (screen+ulano+kertas film bergambar)+ cahaya super terang (mengandung UV).

Ulano yang kena cahaya UV akan berubah jadi zat padat menutup rongga di kasa screen kamu, setelah dibersihkan cat yang dioleskan nanti hanya akan tembus ke bagian yang diperlukan.

Untuk cara membuat lightbox sendiri bisa dilihat di video berikut ya!

Memilih Cat

Cat yang digunakan adalah cat khusus untuk garmen/kain, Bagi pemula disarankan memilih cat berbahan dasar rubber (tersedia merk lokal atau import) karena tekstur tidak encer/mudah digunakan, warna yang dihasilkan cukup opaque, dan lebih mudah proses pengeringannya.

Ada beberapa jenis cat lain yang juga umum digunakan untuk sablon kaos:

  • waterbased: teksturnya lebih cair dan menyerap ke bahan kaos, butuh keterampilan dan jam terbang untuk mendapatkan hasil maksimal.
  • Plastisol: mirip cat rubber, warnanya berani dan pekat (opaque), hasil sablonnya kuat, tahan lama. Hanya pengeringan cat/curing lama dan butuh pemanasan suhu oven.

BACA JUGA: Artikel lain yang mengulas tentang cat sablon lengkap

Di pasaran tersedia dengan beberapa merk, lokal maupun impor. Untuk finishing kamu bisa memilih hasil yang mengkilat/glossy atau doft (b.ing-nya dull atau matte).

DIY TIPS: Meramu warna cat sendiri! Jika ingin berkreasi, dengan bereksperimen mencampur warna-warna primer, kamu bisa membuat warna unik

Gear Sablon: screen & rakel

Perangkat keras wajibnya adalah screen dan rakel.

SCREEN

Screen ibarat kanvas atau film negatif kosong dalam dunia sablon.

Pada dasarnya screen berupa kain kasa dengan mesh padat dipasang di bingkai kayu, berlaku sebagai film dan media transfer yang menyaring cat ke kaos sesuai dengan area gambar yang diinginkan.

RAKEL (SQUEEGEE/SQUILGEE)

Rakel adalah istilah yang umum digunakan di Indonesia, bahasa Inggrisnya squeegee.

Fungsinya pengganti kuas dalam melukis, bedanya ujung karet tebal dan karet (seperti karet pembersih jendela kaca) untuk memastikan cat bisa tembus kain kasa screen.

Seperti kuas, ukurannya ada bermacam-macam, idealnya ukuran rakel disesuaikan dengan ukuran gambar. Rakel bisa ditemukan di toko-toko cat dan penyedia alat sablon.

Mulai menyablon!

Daripada panjang ceritanya, sebaiknya langsung tonton video yang bagus, praktis dan akurat tentang how-to screen printing tshirt di youtube berikut.

DIY TIPS: SIAPKAN LAKBAN! Trus, Lakban-nya untuk apa ya? Ini untuk praktis aja sih, biasanya digunakan untuk (1) menempel gambar pada pross afdruk; dan ketika (2) menyablon, kamu bisa menutup bagian yang tidak ingin disablon supaya tidak bocor.

Sumber bacaan lebih lanjut:

Semoga bermanfaat!

3 Tipe Video Kreatif untuk “Anak Kreatif” – Tips Kreator

Jangan gentar dengan membanjirnya kreasi video online kalau kamu memang “anak kreatif.”

Kunjungi Youtube, video online yang membanjiri, kini semua orang bisa membuat video dengan gadget dan aplikasi editing instan.

gimbal-2199295_640

Keterbatasan durasi dari video online yang cenderung singkat membuat kreator video/videografer harus lebih cermat dan efektif dalam membuat alur cerita.

Jadi saran saya, tidak perlu pusing berlomba dengan gadget tercanggih atau teknik editing terkini. Maksimalkan ide kamu dengan menuangkannya dalam alur cerita yang kreatif.

ux-788002_640

Ada beberapa tipe video yang tepat untuk memaksimalkan ide kreatifmu dengan kerangka alur cerita yang sudah ada dalam 2-5 menit. Coba deh!

What-if (Seandainya)

Tipe video favorit, karena kerangka alurnya sederhana dan kamu bebas berkreasi.

Bebaskan imajinasi kreatif kamu disini!

Mari berandai-andai dan bayangkan wujudnya dalam bentuk audio visual, seperti video viral dari College Humour ini.

Video what-if tidak melulu harus komedi, kamu bisa ambil angle lainnya. Let the imagination gone wild!

Review atau First Impression (Kesan Pertama)

Video dengan tema review dan first impression/reaction sangat sederhana alur ceritanya dan bahkan cenderung spontan.

photographer-301533_640

BACA JUGA: 3 Jurus untuk Kembalikan Mood dan Kreativitasmu

Memang video review/ulasan memiliki angle dan alur yang cenderung seragam.

Tetapi justru disini kreativitas kamu diuji: apakah kamu bisa membuat video yang teknik dan konsep sederhana menjadi video yang sangat menarik?

Contoh bahwa video ulasan bisa dikemas dengan konsep menarik, seperti yang dilakukan di channel Try Guys (buzzfeed veteran) berikut:

Disini kamu dapat sediki pemberi ulasan berdasarkan suatu standar atau ekspektasi, contoh: enak atau lebih enak. Jadi kesimpulannya akan diberikan oleh si reviewer.

Experiment (Percobaan)

Pada dasarnya video experiment adalah menunjukkan reaksi atau respon dari skenario pada viewers.

Eksperimen ini ibarat mengetes teori atau opini yang sedang hits atau populer.

stormtrooper-1343877_640

Nah, beda dengan video review, video eksperimen tidak terpaku pada objek tertentu dan kamu bisa bebas berkreasi dalam angle dan alur cerita.

Tidak melulu eksperimen terhadap teori yang berbau sains, tepi juga dalam bentuk social experiment yang sederhana, bahkan bisa diambil dari angle yang berbeda-beda.

Hasil dari penguji coba pun bisa berbeda-beda penyampaiannya. Penonton bahkan bisa menyimpulkan sendiri hasil dari eksperimennya.

Seperti video viral 10 Hours of Walking in NYC as a Woman:

PRO TIPS: Video eksperimen sangat cocok untuk memberikan pemahaman atau memicu reaksi pro/kontra dan empati dari penontonnya.

Versus/ Battle

Video yang kerangka awalnya sederhana, yaitu menampilkan 2 hal yang berlawanan, A versus B.

people-2576169_640

Seperti before VS. after, atau yang beda yang asli VS. palsu, atau bahkan tentang tema make up atau fashion, konsep ini sangat populer.

Contoh angle cerita dan alur yang sangat kreatif dipresentasikan oleh video viral oleh saluran Ditch the Label berikut:

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Inspirasi Proyek Video: Video Instagram

 

4 Pelajaran Penting dari Desain Bendera

Ada aspek emosional bagi sekelompok orang yang diwakili oleh si bendera.

space-station-60615_640

Siapa yang peduli dengan desain bendera?

Sepertinya sepele, tapi kamu pasti bangga kalau melihat bendera Indonesia di antara bendera negara lainnya, kan?

Kali ini bahasannya serius dan “dalem”. Siap-siap ya

people-1284253_640
Bendera paling sering kita lihat di acara kenegaraan, nonton bareng, baju tim nasional

Saking bangganya, kelompok orang yang diwakilkan bisa saja memajang dan memakai benderanya secara suka rela kemana pun dia pergi, bahkan sampai puncak gunung!

summit-1754735_640
Kibarkan bendera merah putih di puncak gunung, rasanya kok bangga ya? – Photo credit @fajaraddana91

Ok, sekarang pertanyaan berikutnya:  Ada apa dengan desain bendera?

Secara pribadi, menurut saya ada dua alasan utama yang membuat desain bendera menarik untuk dibahas:

  • Setiap elemen visual dari bendera memiliki makna, ibarat “memindahkan” makna dan nyawa ke dalam desain— hal ini bisa kamu temukan juga dalam mendesain logo yang serius.
  • Penerapan teori desain yang hampir “sempurna” karena banyak sekali aspek yang harus dipertimbangkan. Teori akan hanya sekedar teori jika tidak diterapkan.

Jadi, desain bendera yang sederhana sangat cocok untuk mengingatkan kita pada aturan dasar dan tujuan awal mendesain.

Tantangan desainer yang sebenarnya setiap kali mengerjakan desain adalah menemukan kesederhanaan dan makna dari setiap garis, bentuk, dan warna dalam desainnya.

Tidak percaya?

1. Kenali Target Audience

Dasar banget, tapi sangat krusial. Bendera mewakili keterikatan dan emosional bagi kelompok yang diwakilkan.

crowd-2140590_640

Sebagai desainer, kamu akan terpikirkan pertanyaan mendasar seperti ini: pakai warna apa yaa?

Zaman sekarang untuk menjawab pertanyaan ini, kamu bisa jadi dilakukan pengamatan yang intensif, atau bahkan survei besar-besaran untuk menentukan warna favorit.

man-930397_640

Kenali betul audiens (target audiens) dari desainmu sangatlah penting untuk memberikan “nyawa” pada desain kita—karena satu dan lain hal, kerap terlupakan.

2. Bermakna dan Sesuai Fungsi

Di bendera, desainnya harus mewakili makna yang diyakini banyak orang, tapi tidak terlepas dari fungsi utamanya.

vladislav-klapin-465070

Fungsi bendera dengan bentuk persegi 4 ini agar mudah diingat dan dikenali di berbagai kondisi— ukuran kecil 3-4 cm hingga besar 3×1 meter, dari jarak pandang membaca 30 cm hingga dari tiang bendera dari kejauhan (berkibar-kibar tertiup angin).

BACA JUGA: Panduan Menjadi Desainer Grafis (Seutuhnya)

Demikian banyak aspek yang harus dipertimbangkan, bukan? Tidak sekedar estetis semata.

bendera chicago illnois amerika serikat
Bendera mana yang keren untuk dijadikan badge ya? Yang kiri (bendera kota Illinois) atau kanan (kota Chicago)?

3. Back to Basic: Kesederhanaan

Nah, dengan demikian banyak aspek dan keterbatasan yang harus dipertimbangkan, ada baiknya kita kembali ke dasar-dasar mendesain.

yellow-926728_640

Berdasarkan buku “Good Flag, Bad Flag: How to Design a Great Flag” oleh Ted Kaye, seorang ahli bendera—yang ternyata ada cabang keilmuannya: Vexillology— ada 5  aturan utama dalam mendesain bendera yang bagus:

  1. Keep it simple— benderanya harus mudah dikenali dan dilihat, begitu sederhana hingga anak kecil pun dapat mengingatnya
  2. Gunakan simbol yang bermakna
  3. Gunakan 2-3 warna dasar, yaitu merah, biru, hijau, kuning, putih dan hitam
  4. Tidak menggunakan tulisan dan seal (signet/logo ornamental)
  5. Unik dan spesial (distinctive)

Dari rambu-rambu tadi, there is bad and good flag design.

Coba deh cocokan bendera-bendera ini dengan rambu-rambu desain bendera tadi ;D

Presentasi Roman Mars dari 99% Invisible di TEDTalk memberikan ulasan tentang desain bendera yang lengkap dengan cara penyampaian yang ringan.

BACA JUGA: Hybrid Designer: Menjawab Tantangan Era Digital

4. Great Design Sells

Konon desain yang bagus akan “menjual” dirinya sendiri. Intinya, semua mata akan tahu sebuah desain yang bagus atau tidak dengan sendirinya.

children-593313_640

Mudah sekali melihat apakah desain bendera bagus atau tidak (selain mudah diingat/kenali): apakah orang bersedia memasang/mengenakannya secara suka rela dalam kesehariannya?

american-1209605_640

Atau saking kerennya, bendera dijadikan produk komersial yang dipasarkan, bahkan dipakai oleh khalayak yang tidak ada hubungannya sama sekali.

Ayo kita mulai mendesain dengan sepenuh hati 🙂

Semoga bermanfaat!

Trik Posting Fitur Multiple Upload (Carousel) Instagram

Segarnya mata dan pikiranmu setiap kali membuka ponsel dan membuka IG.

Instagram (IG) ibarat surga bagi penikmat visual yang indah di antara banjirnya konten di berbagai media sosial kini.

noiseporn-323791

Mungkin banyak dari orang yang menganggap galeri Instagram-nya sebagai diari/blog foto saja, tetapi ternyata ada juga yang menuangkan kreativitasnya lewat Instagram.

Tau kan fitur yang diperkenalkan Instagram di awal Tahun 2017 ini? Yes! yes! yes!

Screen Shot 2017-03-08 at 4.56.33 PM
Screen shot dari video perkenalan image/video carousel di Februari 2017. Sumber: Instagram Blog

Fitur ini namanya Image / Video Carousel (multiple upload), yang memungkinkan pengguna upload hingga 10 rangkaian gambar/foto atau video sekaligus dalam 1 posting.

BACA JUGA: 3 Jurus untuk Kembalikan Mood dan Kreativitasmu

Belum lama diluncurkan, sudah ada perkembangan menarik dari penggunaan fitur ini. Check this out!

Comic Strip

Bagi para ilustrator atau komikus — YA, kamu bisa jadikan fitur ini seperti comic strip, pengguna bisa geser ke kiri untuk melihat cerita berikutnya.

Berikut contoh penggalan “comic strip” oleh @jonbrayy. Penasaran? Cobain deh!

View this post on Instagram

Train dis niu fitur on instagrem!! #tidakadafaedahnya

A post shared by jonbray (@jonbrayy) on

Efek Zoom-in/out

Pernahkah kamu menemukan posting instagram yang bikin kamu penasaran tapi tidak bisa zoom-in untuk melihat detailnya lebih dekat? YA KAN?

Sesederhana dengan unggah gambar dengan fokus objek yang sama dengan urutan yang tepat. Hasilnya setiap kali kita swipe ke kiri, seperti zoom in/out dari gambar pertama.

Ini dia trik zoom in/out yang cerdas oleh @cj_hendry.

Before-After

Fitur ini cocok sekali untuk menampilkan gambar sebelum dan sesudah (before-after), terutama untuk menampilkan hasil karya.

Ketika Instagram meluncurkan Instagram Stories di Agustus 2016 yang dilengkapi dengan drawing tool-nya yang dapat dilakukan di atas foto (overlay). Fitur ini membuat yang hobi doodling semangat dan lebih bebas berkreasi. Kamu bisa tunjukan gambar before-after nya jugaScreen Shot 2017-03-08 at 6.38.26 PM.png

BACA JUGA: 6 Workshop Kreatif di Akhir Pekan

Dan kamu sudah maksimalkan fitur drawing tools ini? Cukup kreatif kah?

Screen Shot 2017-03-08 at 6.40.14 PM.png
Sumber: Twitter @oledefi

Semoga bermanfaat!

Inspirasi Kreatif Video Instagram: Tips Kreator

Apakah kamu bisa membuat konten video menarik berdurasi 60 detik?

instagram-1474233_640

Ini memang sesuai visi Instagram sejak awal yang diciptakan sebagai medio komunitas untuk saling berbagi inspirasi visual.

Kini Instagram memiliki berbagai fitur, dimana visual tidak terbatas pada gambar atau foto semata, bisa berupa video rekaman bahkan video live lewat instagram stories.

instagram-1451137_640

Berdasarkan cara produksinya, video Instagram ada 2 macam:

(1) merekam langsung on-the-spot dengan handphone/gawai menggunakan instagram, dan sekarang kita bisa merekam beberapa adegan terpisah selama durasinya 60 detik. Pengeditan video (pasca produksi) juga di Instagram, lalu unggah videonya.

(2) rekam terpisah dan unggah file video; produksi maupun pascaproduksi tidak menggunakan instagram. Berarti, kamu bisa bebas berkreasi dalam pengambilan adegan hingga paskaproduksi.

BACA JUGA: Trik Posting dengan Fitur Multiple Upload (Carousel) Instagram

Intinya, gimana pun cara pembuatan yang kamu pilih, tantangan yang sesungguhnya adalah: apakah kamu bisa membuat konten video menarik berdurasi 60 detik?

Documentary

Video dokumentasi tidak melulu membosankan loh.

photographer-301533_640

Gaya dokumentasi ini jadi berkembang dengan gaya yang lebih asik, santai dan (terkesan) spontan.

Jika direncanakan dengan baik, video ini akan sangat menarik untuk dinikmati, contoh video dari peace.wow berikut:

Gaya video documentary ala blogger dengan angle selfie mungkin sudah umum, tetapi yang menarik sekarang banyak brand yang berbagi dokumentasi di instagram, seperti Supreme US. Cobain deh!

Film (Super) Pendek

Instagram diciptakan bernafaskan mobile-first, pengguna mengaksesnya lewat handphone, jadi setiap detik sangat berharga dan kamu harus manfaatkan sebaik-baiknya.

Karena bisa upload file video, kamu juga bisa membuat film animasi/kartun seperti ini.

Dan, kamu juga menggunakan berbagai teknik editing untuk membuat video kamu lebih “hidup” seperti yang dilakukan @louboutinworld yang menggunakan teknik stop motion berikut.

How-To Video

Sekarang kamu bisa melihat video tutorial atau how-to untuk cara membuat (hampir) apa saja online, termasuk di Instagram.

Karena durasinya yang terbatas video how-to di Instagram sifatnya sederhana dengan dipercepat / time lapse, contoh dari instagram @eindraw.

Bagi pengguna iPhone bisa menggunakan aplikasi tambahan Hyperlapse untuk merekam dan unggah langsung ke Instagram.

BACA JUGA: 9 Hal Dasar Seputar Hak Cipta / Copyrights yang Wajib Diketahui

Semoga bermanfaat!