4 Tips Maksimalkan Kesempatan Magangmu

Katakan selamat tinggal pada dunia maya! HALO DUNIA NYATA!

Masa liburan panjang ini bisa dimanfaatkan untuk magang di lapangan/ perusahaan, bahkan jika ada peluang menjadi relawan untuk kegiatan sosial atau lembaga nirlaba.

Kini sudah banyak perusahaan atau lembaga yang cukup familiar dengan konsep magang, bahkan perusahaan besar atau perintis/startup mulai terang-terangan membuka lowongan kerja desain magang di perusahaannya.

Demikian juga dengan kegiatan sosial atau lembaga nirlaba, mereka secara proaktif mengajak orang untuk menjadi relawannya.

Hm, apakah magang atau menjadi relawan hanya mengisi waktu semata?

Hanya kamu yang menentukan apakah kesempatan magang atau menjadi relawan ini waktu yang terbuang sia-sia atau menjadi bekal pengalaman yang sangat berharga.

Kita mungkin tidak bisa mengendalikan masa depan, tetapi kamu selalu bisa mempersiapkan diri, terutama mindset atau mental kamu untuk menjadikan kesempatan ini suatu kesuksesan pribadi, bukan selembar kertas belaka. Ready?

Set your goal (not just objective), jangan segan untuk diutarakan

Ketika kamu menceburkan diri ke dunia nyata untuk pertama kalinya, apakah kamu bisa langsung jadi perenang profesional?

Of course NOT, yang bisa kamu lakukan adalah membuat pencapaian/goal yang realistis dan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk mencapainya.

Ibarat lari marathon aja, yang penting kamu tahu batas kemampuan dan sudah mempersiapkan diri.

BACA JUGA: 3 Keahlian yang Dibutuhkan Anak Desain untuk Meraih Karir Impian

Tujuan (objective) VS Target Pencapaian (goals)

Tujuan magang yang paling umum, selain syarat kelulusan, adalah ingin mencari pengalaman kerja atau mengenal industri lebih dekat. Sangat klise, bukan?

Coba renungkan dan jawab pertanyaan ini: apa yang ingin kamu capai atau peroleh dari kesempatan kerja ini?

Ingat, “tujuan” berbeda dengan “pencapaian” atau goals!

Pencapaian” sifatnya sangat individu dan spesifik pada bidang yang diminati atau sesuai dengan karakter organisasinya.

Apa yang membuat kamu berbeda dari sejuta umat manusia, adalah pencapaian yang kamu raih.

Dan, jangan malu-malu menyatakannya ketika interview, dicantumkan di CV atau surat lamaranmu kepada organisasi yang disasar.

BACA JUGA: Eksis dengan 5 Situs Galeri Portofolio Online

Goals yang realistis itu seperti apa sih?

Untuk anak magang atau relawan, biasanya target pencapaian tidak muluk mengingat waktu yang singkat. Contohnya:

  • Punya portfolio desain atau tulisan yang terpublikasi
  • Memahami proses kerja social media marketing
  • Terlibat dalam proses UX development dan research, dst

Dengan mengkomunikasikan goals atau pencapaian ini membuat kamu stand out/ mencuat dari para kandidat lainnya.

Dan pihak organisasi pun bisa menempatkan kamu di bidang atau divisi yang sesuai dengan passion kamu.

You are here for the EXPERIENCE, bukan sekedar exist

Jika kamu dapat kesempatan ini, experience it!

Jangan terjebak pencitraan di dunia maya atau demi dapat kaos berlabel “volunteer” semata, karena perjuangan hidup ini tidak sampai situ aja, beb.

Saya pernah melihat hal ini dengan mata kepala saya sendiri ketika membantu klien yang terlibat di kegiatan penggalangan dana sosial. Acara besar diadakan di salah satu mal ternama Jakarta, disitu banyak tokoh dan selebriti yang hadir dan berpartisipasi.

BACA JUGA: Hybrid Designer Menjawab Tantangan Era Digital

Tapi sayangnya, dari sekian banyak orang yang berkaos dan name tag “volunteer” ternyata hanya segelintir saja yang benar-benar bisa bantu saya memfasilitasi klien (sebagai salah satu penyumbang dana terbesar di event itu). Yang lainnya hanya pajangan, berdiri bergerombol dan foto-foto.

Jangan ditiru ya…

Jaman serba instan seperti sekarang, banyak orang yang cuma memanfaatkan kesempatan magang atau jadi relawan hanya sekedar pencitraan atau exist.

Kesempatan emas untuk belajar dan mendapat pengalaman jadi terlewatkan begitu saja.

Mungkin lelah dan menguras energi fisik dan mental, tetapi pengalaman dan pengetahuan yang didapat tidak tergantikan. Dijamin!

Belajar, Beradaptasi, dan Bekerja sama

Ketika kamu sudah menjadi bagian dari organisasi atau tim.

Satu hal yang perlu diingat, you are not that special. Pahit ya, tetapi kenyataannya menjadi intern tidak berarti kamu diperlakukan spesial atau “berkebutuhan khusus”

Justru ini saatnya kamu mengasah kemampuan beradaptasi di lingkungan baru dan bekerja sama dalam tim.

Bukannya organisasi atau orang lain yang beradaptasi dengan kamu…

Selain beradaptasi, keterlibatan kamu dalam suatu organisasi memberi kesempatan kamu untuk merasakan langsung budaya organisasi, proses kerja–atau jika ternyata kamu dianggap bisa dipercaya–kamu dapat resep kerja atau petuah dari senior.

BACA JUGA: 3 Jurus Kembalikan Mood dan Kreativitasmu

Jangan mudah baper terhadap kritik tetapi lihatlah hal ini sebagai pembelajaran dan pengalaman. Jangan patah semangat, maju terus!

Peluang ada dimana-mana

Termasuk ketika kamu magang atau menjadi relawan.

Meski hanya beberapa bulan saja, tetapi bisa jadi organisasi tertarik untuk menerima kamu sebagai anggota tim permanen, atau menawarkan kamu pekerjaan setelah kamu lulus studi.

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: 5 Ide Kegiatan Produktif Mengisi Libur Panjang

Stop Plagiat! 3 Situs untuk Cek Potensi Plagiarisme Desain Logo

Konon, sudah tidak ada lagi hal baru di muka bumi ini — “There is nothing new under the sun”

Benarkah demikian? Apakah orisinalitas/keaslian desain sudah sirna?

Bayangkan dari sekian ribuan bahkan jutaan tahun manusia ada di muka bumi ini, tentunya ada pengaruh teknik visual dan estetika desain yang sudah dilakukan atau diciptakan oleh generasi yang terdahulu.

BACA JUGA: Ini Nasib Plagiarisme di Era Digital

Nah, jadi seberapa orisinal dan unik desain logo atau branding-mu?

Jangan-jangan sudah ada desain logo/branding, merek, motif atau bahkan ilustrasi yang mirip! Apakah hal ini membuat kamu jadi plagiat?

Dan kadang hal ini tidak dilakukan dengan sengaja, alias kamu tidak pernah melihat gambar atau logo kembaran itu sebelumnya, yang penting niat awalnya bukan plagiarisme.

Apakah hal ini membuat kamu tidak orisinal atau plagiat atau melanggar hak cipta atau kekayaan intelektual?

Heheh… jangan panik dulu! Kini berkat kecanggihan teknologi, kini kita bisa melakukan pengecekan orisinalitas, tingkat kemiripan atau keunikan suatu desain logo melalui situs online berikut ini.

Google Images

Dengan Google Images kita bisa melakukan pencarian berdasarkan gambar/image, atau singkatnya kamu bisa mengunggah (upload) gambar untuk mencari gambar yang serupa/mirip dan telah dipublikasikan di internet.

BACA JUGA: 9 Hal Dasar yang Perlu Diketahui tentang Hak Cipta/Copyrights

Google Images ini berbeda dengan fitur Google search biasa–yang pencarian hanya bisa dilakukan berdasarkan teks. Tapi seperti platform google lainnya, layanan ini gratis dan tidak perlu login.

Berikut caranya:

  • Untuk dapat mengakses Google Images, silakan klik tulisan “images” di bar kanan atas laman utama pencarian google search.
  • Upload/unggah gambarmu dengan dengan klik tombol bentuk kamera yang tersedia di search bar, lalu klik enter atau gambar kaca pembesar.
  • Mesin pencari akan menampilkan gambar-gambar yang cocok atau mirip dengan gambarmu.

TinEye

Tineye mendeskripsikan lamannya sebagai “Reverse image search.”

Cara kerjanya mirip dengan Google Images (gratis dan tidak perlu login untuk menggunakan layanan) tetapi dengan beberapa fitur extra.

TinEye memiliki fitur menarik yang memudahkan pencarian dan riset:

  • Mencarikan/mencocokkan gambar dari 34,7 miliar index gambar yang mereka miliki
  • Gambar yang diunggah untuk pencarian tidak disimpan, jadi tidak perlu khawatir dengan isu copyright
  • Menyediakan browser extension untuk browser Firefox, Safari, Chrome, Opera
  • Ada fitur sort dan filter hasil pencarian
  • Juga ada fitur “compare match” yang bisa membantu kamu untuk membandingkan dan mencari kemiripan/kecocokan antara satu gambar dan yang lain.
  • Pencarian gambar tidak hanya dengan upload file gambar saja, tetapi juga pencarian berdasarkan Image URL (link gambar yang diupload untuk dipublikasikan di website). Caranya adalah copy dan paste image URL ke mesin pencari.

Pangkalan Data Kekayaan Intelektual

Laman pdki ini resmi diadakan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Republik Indonesia, a.k.a punya pemerintah.

Situs ini merupakan pecahan dari induknya yang merupakan sumber informasi dan pendaftaran HKI, yaitu HKI.co.id.

PDKI memberikan akses untuk pencarian terhadap 5 hal terkait kekayaan intelektual, yaitu Paten, Merek, Desain Industri, Hak Cipta, Indikasi Geografis.

BACA JUGA: Artikel tentang Hak Cipta Logo di Hukumonline.com

Sayangnya, pencarian dilakukan berdasarkan teks saja, tidak bisa berdasarkan gambar.

Untuk hasil pencariannya kerap menampilkan gambar, terutama untuk merk dan desain industri.

Kelebihannya, disini kamu bisa memperoleh informasi detail tentang kode dan status (terdaftar, kadaluarsa dsb) dari hak intelektual tersebut lengkap dengan lokasi geografis dimana haki-nya terdaftar.

Semoga bermanfaat!

Resep Video Viral: Tips Kreator

Gimana sih bisa bikin video hits/ viral?

Nah, pertanyaan sebenarnya berawal dari: Kapan suatu konten bisa dianggap viral? Apa parameter atau tolak ukurnya?

Pertama-tama, kamu harus paham betul apa yang dimaksud dengan go-viral atau menjadi viral di Internet:

viral
Definisi ‘viral’ menurut kamus Cambridge.org

Banyak sekali pendapat dan argumen tentang tolak ukur konten viral, tetapi secara umum banyak yang menyimpulkan bahwa konten dianggap viral ketika dilihat (view) setidaknya 1juta kali dalam beberapa hari saja (3-7 hari).

Kenapa 1 juta views? Kenapa tidak 100 juta? Well, jangan terpaku pada angka ini. Fokus kepada esensi definisi viral yang hakiki, yaitu fokus pada kecepatan konten “menular” (dilihat dan disebarkan) dalam waktu yang relatif singkat.

BACA JUGA: Inspirasi Kreatif Video Instagram

Nah, dalam artikel ini saya ingin ambil sudut pandang sebagai konten kreator, dan dalam pembuatan konten pada dasarnya terdapat 2 faktor, yaitu:

  • Faktor eksternal – hal-hal tidak termasuk dalam kendali tim produksi tetapi merupakan komponen dari isi konten. Contoh: ide kreatif, drama artis yang happening, konten cuplikan interview kontroversial.
  • Faktor internal – elemen produksi video yang direncanakan atau dikendalikan oleh konten kreator dan tim produksinya. Contoh: jalan cerita, pemilihan lokasi, judul click-bait, editing, dll.

Karena faktor eksternal dapat diserahkan pada kreativitas masing-masing kreator…Di sini kita fokus pada faktor internal yaaa

1. Emotion/Reaction

Salah satu kesamaan dari  semua video viral adalah kemampuannya memancing emosi dan reaksi dari penontonnya.

Dari emosi dan reaksi tersebut bisa berkembang menjadi tindak lanjutnya: menbagikan/share video kepada orang lain, komentar, memberi “jempol” (like) atau menjadi langganan (subscribed).

BACA JUGA: 3 Tipe Video Kreatif untuk “Anak Kreatif”

Kenali Target Audience

Setiap menentukan ide cerita/storyline dari videomu selalu lihat dari sudut pandang penonton, emosi dan reaksi apa yang dimunculkan ketika menonton videonya.

Untuk memperoleh prediksi emosi/reaksi yang cukup akurat, kamu harus mengenal target audience dari video atau youtube channel-mu, demografinya yang bisa dilihat dari sisi: geografis, SES (social economic status), kelompok usia, gender, hobi/interest dan sebagainya.

PRO TIPS: Jika kamu sudah memiliki youtube channel, kamu bisa mulai memperlajari demografi audience-mu dengan mengecek Youtube Creator Studio, yang bisa diakses pemilik channel Youtube.

Emosi apa yang sering membuat video go-viral?

Dari sekian banyak emosi yang dirasakan manusia, adakah cara mengetahui emosi mana yang membantu video menjadi viral?

Jawabannya, ada. Ada riset dan data yang membantu kita, tapi ingat data akan selalu berubah seiring dengan perkembangan tren.

Dalam penelitiannya Ekman and Rosenberg (1997) menjelaskan bahwa ada 6 emosi utama yang menjadi kunci yang mendorong viewers untuk membagikan konten ke orang lain:

  • Bahagia/happy
  • Takut/scared
  • Sad/sedih
  • Disgusted/Jijik
  • Angry/Marah
  • Terkejut/surprised

Referensi: Ekman, P., & Rosenberg, E. L. (1997). What the face reveals: Basic and applied studies of spontaneous expression using the Facial Action Coding System (FACS). Oxford University Press, USA.

2. Hook (Umpan)

Hook (umpan) bisa dibilang adalah ide cerita/konten inti dari suatu video, yang bertujuan untuk memancing reaksi dari orang yang melihatnya.

Hook ini sangat penting dalam memengaruhi orang untuk (1) mengklik atau memutuskan menonton video atau tidak; (2) menyukai video kamu setelah menontonnya.

Nah, bagaimana orang bisa mengerti dan tertarik pada ide cerita, bahkan sebelum mereka menonton videonya?

Jika toko punya etalase untuk menarik calon pembeli masuk ke toko,
maka pastikan kamu memasang umpan di “etalase” video-mu.

Penyampaian ide/konsep ini bisa beragam bentuknya, tetapi komponen utama yang paling efektif adalah:

  • Judul video: singkat, padat, mudah dipahami, menarik/catchy/memicu rasa penasaran
  • Gambar thumbnail/cover: Gambar statis juga membantu dalam “menjual” konsep videomu, sehingga membantu viewers memutuskan untuk menonton atau tidak.

3. Video Gimmicks

Nah, disini kita bahas pentingnya perencanaan dan keahlianmu dalam teknis produksi videonya. yang biasanya dikenal dengan gimmick.

Belajar dari teknik produksi video Casey Neistat yang legendaris di video sponsor Nike Fuel Band berikut. Seru banget nontonnya!

Perencanan dan eksekusi dalam produksi dan pengambilan gambar akan menambah daya tarik video kamu dan membuat penonton merasa nyaman untuk terus menonton hingga selesai, atau bahkan menonton video lain.

Baca juga: Channel Wajib Penggiat Fotografi dan Desain Grafis

Beberapa gimmick produksi dan post produksi yang bisa dieksplorasi antara lain:

  • Teknik pengambilan gambar, seperti transisi, angle, dsb.
  • Soundtrack/background sound. Pastikan kamu memperoleh izin/permission untuk menggunakan musiknya, atau risikonya video kamu bisa diblok oleh Youtube.
  • Stickers atau emoticon, terutama jika kamu membuat video humor

Semoga bermanfaat!

Tidak Cepat Lupa dengan Font Sans Forgetica #designxscience

Karena tipografi bukan hanya sekedar pelengkap estetika semata.

Tipografi seakan sedang jenuh dengan banyaknya jenis font yang diciptakan, mulai dari yang berbayar hingga gratis.

typography-1069409_640

Ketika kita kira sudah tidak ada hal yang baru dari tipografi, kamu salah besar! Karena tim peneliti behaviourial scientist dan ahli desain telah berkolaborasi menciptakan font Sans Forgetica.

Pecinta tipografi atau sekedar pelajar yang sedang mencari cara efektif belajar menjelang ujian mungkin tertarik dengan hasil penelitian yang dipublikasi awal Oktober 2018 ini oleh tim peneliti dari RMIT, Melbourne.

Apa itu Sans Forgetica?

Sans Forgetica adalah jenis huruf (type face) yang didesain dan konstruksi sedemikian rupa, melalui proses penelitian dan sains, untuk membantu pembaca mengingat materi yang dibacanya.

RMIT Study Note

Kenapa Sans Forgetica bisa membuat kita mengingat lebih baik?

Sans Forgetica memang lebih sulit dibaca daripada kebanyakan jenis huruf lain.

Tingkat kesulitan ini memang sengaja didesain agar pembaca mengalami “desirable difficulty” (kesulitan yang dibutuhkan secara tidak sadar oleh otak kita).

RMIT Study Note(1)

Desirable difficulty inilah yang mendorong otak kita untuk memproses informasinya lebih mendalam sehingga meningkatkan daya ingat kita terhadap konten yang dibaca.

BACA JUGA: Bedanya Tipografi, Kaligrafi, dan Hand Lettering

Penelitiannya dan desain berdasar pada model cognitive psychology, merupakan cabang ilmu psikologi yang fokus pada bagaimana otak kita memproses informasi, berupa persepsi, berpikir, belajar dan daya ingat/memori, serta hubungannya terhadap outputnya, seperti pada perilaku atau kebiasaan.

Siapa yang menciptakannya?

Sans Forgetica lahir dari kolaborasi tim di Behavorial Business Lab, RMIT University (Melbourne, Australia) dan ahli tipograf.

Kolaborasi melibatkan latar belakang disiplin ilmu yang beragam, Dr Janneke Blijleven dan Dr Jo Peryman dengan latar behaviorial economics, didukung oleh pengajar tipografi di RMIT yang juga tipografer profesional, Stephen Banham, yang berkontribusi dalam menerapkan prinsip desain/design principles.

Fakta Menarik dari Sans Forgetica

  • Jika biasa kita mengenal huruf dimiringkan ke kanan (italicize), Sans Forgetica juga dimiringkan tetapi kearah yang berlawanan, yaitu sedikit miring ke kiri (backslant).

Screen Shot 2018-10-14 at 22.26.10

  • Penelitian ini melibatkan 100 siswa di lab dan 300 orang lainnya melalui eksperimen online.
  • Siswa yang terlibat berusia 16-17 tahun yang sedang menghadapi banyak ujian dengan jumlah materi yang menumpuk.

  • Hasil penelitiannya bahwa sans forgetica adalah jenis huruf paling efektif dalam meningkatkan daya ingat terhadap konten yang dibaca, peningkatannya mencapai 7%.

Sans Forgetica bisa diunduh secara gratis

Ya, betul sekali kamu bisa bebas mengunduh jenis huruf ini di situs sansforgetica.rmit.

rawpixel-250917-unsplash

Disediakan untuk pengguna windows, apple hingga font tambahan untuk chrome— sehingga bisa digunakan via gdocs. Tunggu apa lagi!

Semoga bermanfaat!

4 Rambu dalam Desain User Interface (UI)

Mendesain muka/tampilan suatu media yang dinamis seperti situs web memiliki tantangan tersendiri, karena tidak sekedar estetika tetapi juga melibatkan interaksi dengan pengunjung situs, bahasa kerennya user interface (UI) design.

ssss

Ada beberapa rambu utama yang bisa dijadikan panduan di kala mendesain untuk situs web.

1. User-centered design: kenali target pengguna situs web

Kembali pada prinsip dasar desain komunikasi visual yaitu kenali siapa target audience-nya, atau tepatnya target pengunjung situs web, alias user-centered design.

Dengan mengenal siapa target pengguna, tidak hanya memberi masukkan untuk segi estetika atau selera desain (estetika), tetapi juga mengetahui bagaimana karakter dan kebiasaan (user behaviour) dalam berinteraksi dan memperoleh informasi online.

Kenapa user behaviour penting bagi desainer? Dengan pengetahuan ini, kamu dapat mendesain layout dan menentukan informasi mana yang perlu ditampilkan, atau information design (alur transfer informasi), yang sesuai tujuan dari situs webnya.

BACA JUGA: 11 Things every designer Needs To Know About Mobile App Interaction

erik-lucatero-257494

Bekal informasi ini membantu digital designer menata dan desain yang ramah dan mudah digunakan bagi si target audience.

PRO TIPS: Bagi situs web yang memiliki target pengguna yang luas, seperti website korporasi atau organisasi secara umum, targetting bisa difokuskan pada kelompok mayoritas yang berpotensi mengakses situs web, contoh: demografi pengguna internet terbesar, target klien/ nasabah/ pembeli/ donor, dsb.

2. Hirarki visual yang jelas

Information design dilakukan dengan memahami hirarki dan tujuan dari setiap konten dalam halaman dari situs web yang perlu didesain.

Hirarki visual yang jelas dan mudah dipahami menjadi pertimbangan utama dalam user interface design.

Keberhasilan kamu dalam mendesain situs web tercapai ketika pengunjung dapat dengan mudah memahami, secara sadar dan tidak sadar, hirarki tampilan dari elemen visual di layarnya.

jose-alejandro-cuffia-799485-unsplash

Pahami betul manakah informasi primer dan sekunder, hal ini akan membantu dalam menentukan fokus dan prioritas, dimana perhatian pengguna harus ditujukan.

Ingat, ada banyak elemen desain dalam satu tampilan/layar, pastikan kamu memusatkan perhatian pengguna pada informasi primer, selebihnya pengguna dapat bebas mengeksplorasi informasi sekunder.

2. Navigasi dan instruksi: mudah dipahami dan ringkas

Sebelum mulai desain setiap tampilan/halaman, selalu tanyakan: apa yang user akan lakukan disini? — dari sanalah kamu mulai membangun sistem dan langkah-langkah agar user melakukan kegiatan/mencapai tujuan tadi.

austin-chan-275638

Gunakan kerangka berpikir sederhana dalam mendesain navigasi dan “instruksi” untuk setiap kegiatan tadi, yaitu pola beginning-middle-ending.

Contohnya bisa diambil dari laman utama Facebook, kegiatan yang user lakukan pada beranda akun facebooknya beragam, mulai dari sharing foto, video, curhatan, cerita, tertukar pesan dan menerima undangan, dan masih banyak lagi.

Screen Shot 2018-09-24 at 18.44.10

Perhatikan dengan saksama, bahwa setiap elemen dalam tampilan facebook ini dapat memberikan user akses untuk melakukan beragam kegiatan tadi.

Jika user ingin berbagi foto maka user bisa mulai (tahap beginning) dengan klik “create post” atau langsung letakkan kursornya pada kotak status; tahap middle-nya adalah dimana pengguna memilih opsi yang sesuai, klik photo/videos jika ingin berbagi gambar yang bisa disertai caption dengan emoticon. Dan tahap terakhir (ending), setelah semua kegiatan di tahap middle selesai, user mengklik tombol “post”

PRO TIPS: Ada 2 prinsip utama dalam mendesain navigasi situs web, yaitu (1) pengguna harus selalu mengetahui dimana mereka berada, beberapa teknik umum yang digunakan dengan menandai menu/heading, breadcrumbs trail, dsb; (2) sistem navigasi harus konsisten dari satu halaman ke halaman berikutnya, hal ini meningkatkan kenyamanan pengguna bereksplorasi di situs web.

KISS: Keep it simple and stupid

Prinsip KISS ini memposisikan digital designer di sudut pandang pengguna (first visitor maupun returning visitor), untuk dapat mendesain kondisi sesederhana mungkin hingga mudahkan pengguna menavigasi dan mencapai tujuan.

User interface design yang baik dapat diukur dari semakin sederhana dan ringkas interaksi yang diperlukan bagi user untuk melakukan kegiatannya di layar atau mencapai tujuannya.

Panduan yang membantu kamu dalam menerapkan prinsip KISS:

  • Jelas dan konsisten, secara garis besar sudah dibahas di poin navigasi tadi yaaa
  • Setiap elemen harus memenuhi 2 fungsi: estetika dan informatif. Ingat, perhatian pengguna dan ruang terbatas, jadi maksimalkan fungsi elemennya.
  • Pengambilan keputusan yang mudah, bisa dilakukan dengan memberikan user opsi sebanyak-banyaknya (facebook) atau sesedikit mungkin (google search engine)—istilah kerennya minimalis, less is more.

Screen Shot 2018-09-24 at 19.14.59

Teks VS Gambar

Elemen teks dan gambar idealnya memiliki komposisi seimbang.

Permasalahan yang paling sering dihadapi adalah teks dan visual tidak seimbang komposisinya. Kerap kali jumlah teks mendominasi konten hingga bisa membuat pengguna enggan eksplorasi atau bahkan memutuskan keluar dari situs web.

Jadi kerapkali pertanyaan yang diajukan: berapa banyakkah jumlah teks yang bisa ditampilkan dalam satu tampilan? Sayangnya tidak ada batasan yang baku, semua disesuaikan dengan tujuan laman dan situs webnya. Maka selalu kembali pada prinsip KISS dan panduannya.

PRO TIPS: Trik yang umum digunakan untuk menyiasati jumah teks yang banyak adalah dengan memunculkan sepenggalan teksnya lalu menambahkan tombol “read more” dengan demikian pengguna memiliki pilihan dan kontrol terhadap konten yang ingin dilihatnya, sekaligus tidak mengorbankan estetika desain.

Sumber bacaan lebih lanjut:

Semoga bermanfaat!

Mengenal Teknik Sablon Kaos Terkini

Printed tshirt (alias kaos distro) selalu memiliki tempat di hati kawula muda

Dengan perkembangan teknologi, sekarang beberapa teknik sablon kaos satuan yang bisa jadi pertimbangan sebelum membuat kaos sablon.

t-shirt-2351761_640

Penjelasan secara umum saja bisa membantu untuk memilih metode yang cocok dengan kebutuhan produksi.

Traditional screen printing

Sablon manual inilah yang pertama muncul di pikiran kita jika menyebut kata “sablon”. Setiap prosesnya melibatkan tenaga dan keterampilan manusia.

BACA JUGA: DIY T-shirt Printing a.k.a sablon kaos: Starter Pack

0701c-1f2sya7s4qab7u-8zyjmfpa

Plus: jasa sablon kaos ini mudah ditemukan dan harganya bisa beragam dan kompetitif. Bisa untuk proyek DIY (do it yourself), dikerjakan sendiri di rumah, dan jika cat yang kamu gunakan berkualitas bagus maka hasilnya awet tahan lama.

Minus: akurasi kualitas sablon untuk desain dengan banyak warna dan detail tergantung alat dan keterampilan manusianya.

Direct to garment (DTG)

Proses mencetak gambar kini bisa dilakukan menggunakan printer, diperlukan printer khusus dengan tinta khusus garmen.

BACA JUGA: Bedanya RGB dan CMYK serta Cara Konversi Formatnya

Plus: Detail desain bisa disablon dengan sangat akurat, bisa produksi dalam jumlah besar dalam waktu yang relatif cepat.

Minus: Di Indonesia belum banyak yang menyediakan layanan DTG, terutama dengan mesin besar dengan kualitas cetak maksimal.  Kalaupun bisa kadang hanya menerima pesanan dalam jumlah tertentu.

Heat press printing

Ada juga yang menyebutnya dengan tshirt transfer.

Prosesnya adalah memindahkan hasil cetakan di kertas/film khusus ke kaos dengan bantuan mesin press panas, atau versi DIY nya bisa pakai setrika rumah tangga.

morning-1772286_1280

Bisa dilakukan di jasa cetak tshirt atau di rumah, selama kamu punya kertas film yang sudah di-print dengan tinta khusus.

Plus: Bisa dilakukan sendiri/DIY dengan bersih, praktis, dan cepat. Detail dan akurasi desain bisa ditransfer dengan cukup baik.

jason-leung-711068-unsplash

BACA JUGA: Hand Lettering Starter Pack

Minus: durability/daya tahan hasil sablonnya sangat tergantung pada kualitas cat yang digunakan untuk print desainnya.

Dan sablon yang dihasilkan warnanya cenderung pucat, terutama printing di atas kaos berwarna gelap/opaque, lebih baik menggunakan kaos warna putih.

Semoga bermanfaat!

6 Hal Wajib Dalam Design Brief

Banyaklah bertanya (dan mengumpulkan informasi) agar tidak sesat di jalan.

Jadi, bagi yang belum tau, apa sih design brief itu?

Screen Shot 2018-03-01 at 9.31.26 PM

Sumber: Oxforddictionaries.com

Design brief, atau panduan pekerjaan desain, ibarat resep makanan semakin lengkap dan akurat makan semakin efektif dan enak makanan yang disajikan.

Setiap pekerjaan desain akan membutuhkan panduan/brief yang unik dan khusus dibuat agar dapat menghasilkan desain yang sesuai/tepat.

cooking-1013455_640

Meski kerap disepelekan, brief sangat penting untuk membantu klien dan designer untuk berkomunikasi dalam bahasa/kerangka/konteks yang sama.

Brief yang baik memberikan semua informasi dasar yang diperlukan oleh desainer untuk menghasilkan pekerjaan yang sesuai dengan ekspektasi klien.

concept-1868728_640

Design brief/panduan desain yang baik seperti apa dong? Jawabannya, brief yang baik adalah brief yang bisa membuat kamu siap menjalankan proyek, istilahnya resepnya lengkap.

Secara garis besar design mencakup 2 informasi dasar:

  1. Deskripsi pekerjaan: cakupan proyek, informasi tentang klien dan produk/event, hasil desain yang dibutuhkan.
  2. Project management: deliverable (desain final yang diinginkan klien), timeline (waktu pengerjaan) dan budget

UNDUH CONTOH BRIEF TEMPLATE di Google drive DesainerHaus, klik disini untuk mengunduh.

BACA JUGA: Hybrid Designer: Menjawab Tantangan Era Digital

Jadi buat apa ada artikel ini?? Hahah

Artikel ini dimaksudkan untuk mempersiapkan dan sarana self-taught kamu sebelum maju bertemu dan negosiasi dengan klien, supaya jadi pro dong …

Siap-siap ya artikelnya membahas lebih mendalam tentang proses memperoleh informasi atau brief yang lengkap dari klien… ini serius!

1. Perkenalan dan pahami ekspektasi pekerjaan

Di tahap awal ini merupakan saat yang tepat untuk mengenal lebih jauh tentang ekspektasi pekerjaan, yang akan membantu kamu untuk memutuskan apakah kamu orang tepat untuk pekerjaan dan dapat memenuhi ekspektasi tersebut.

people-2569234_640

Pada tahap awal komunikasi, PERKENALAN, kamu bisa mulai dengan beberapa pertanyaan yang membantu mengenal klien dan apa yang mereka butuhkan (jika kamu sudah kenal dengan kliennya, bagian ini bisa diabaikan):

  • Informasi umum tentang proyek, seperti nama proyek, siapa kliennya, berapa besar timnya, apa saja yang klien sudah lakukan terkait proyek ini.
  • How do they find you?
    • Dari siapakah mereka mengenal kamu, dari teman kerja atau situs pencari kerja atau lainnya?
    • Sudahkah mereka melihat portofolio kamu?
    • Kenapa mereka tertarik untuk bekerja sama?

thought-catalog-661145-unsplash

BACA JUGA: 4 Kesalahan Pekerja Freelance, Perbaiki Sekarang!

Tahap selanjutnya: EKSPEKTASI PEKERJAAN, untuk memahami tentang cakupan pekerjaan lebih lanjut:

  • What do they want from you?
    • Produk apa yang mereka inginkan
    • Hasil akhir (final artwork) apa yang mereka inginkan
    • Kapasitas tim klien (untuk mengukur seberapa besar keterlibatan kamu dalam proyek, contoh: apakah sampai hadir dalam presentasi atau sebatas produksi saja), atau apakah mereka memiliki tim kreatif/internal internal.

rawpixel-678089-unsplash

  • Informasi dasar tentang kesiapan materi dan perencanaan.
    • Di bagian manakah kamu akan dibutuhkan
    • Siapa sajakah yang akan terlibat dalam proyek, apakah ada tim lain?
    • Materi apa saja yang sudah dimiliki dan disiapkan, apakah semua di-desain dari awal, dsb.

Pertanyaan-pertanyaan ini penting agar kamu:

  • cepat memahami cakupan pekerjaan apa yang ditawarkan klien
  • mengukur kemampuan sendiri serta cakupan pekerjaan secara riil.
  • dapat memutuskan apakah kamu cocok/mau mengambil pekerjaan ini atau tidak?

2. Melengkapi brief

Jika kamu memutuskan untuk bekerja dalam proyek ini, kita maju ke tahap selanjutnya dimana kamu mulai menerima brief.

sharpie-1830292_640

Saatnya melengkapi brief! Informasi yang wajib ada dalam setiap brief adalah informasi detail terkait teknis pekerjaan, referensi, sumber daya yang ada/dibutuhkan, dan anggaran.

Berikut ini daftar informasi yang wajib ada dalam brief pekerjaan desain:
  1. Teknis pekerjaan. Apakah hasil akhir yang diharapkan?
    • Ukuran, bentuk, mock up, dst
    • Dalam media apa saja artwork akan digunakan, kebanyakan di media cetak atau digital, atau online,dst.
    • Apakah bentuk/format dari final artwork yang diinginkan? Bentuk flattened/template atau format yang bisa diedit, eg. psd, work template, powerpoint templates, dst.
  2. Tenggat waktu atau deadline pengerjaan. Jika desain lebih dari 1, pastikan apakah deadline-nya sama untuk semua.
  3. Anggaran/budget. Umumnya klien akan meminta kamu mengirimkan penawaran harga/quotation setelah memberikan detail pekerjaan.

Setelah kamu memperoleh informasi wajib di atas, saatnya kamu bawa diskusi lebih jauh tentang produk, target user, referensi desain, dan informasi lainnya yang kamu butuhkan dalam mendesain.

digital-signage-2398510_640

BACA JUGA: Bedanya Tipografi, Kaligrafi, dan Hand Lettering

Informasi ini bisa kamu gali selagi pertemuan awal atau perkenalan, kamu bisa melakukan desktop research dan/atau diskusi dengan klien. Go with the flow aja!

Jika proyeknya seputar branding, ada beberapa detail informasi lain yang diperlukan, seperti:

  1. Spesifik untuk proyek branding/rebranding:
    • Untuk proyek rebranding, apakah yang klien ingin ubah/tidak puas dari brand yang ada?
    • Apakah mereka memiliki branding guideline?
    • Apakah mereka membutuhkan kamu untuk memproduksi branding guideline? — jika ya, maka kamu perlu melibatkan penulis kopi (copy writer) dalam proyek ini.
  2. Untuk proyek desain logo, apakah logonya berupa tipografi, gambar atau keduanya?

human-723579_640

Tenang aja, panduan lebih lanjutnya ada di poin 3-6 berikut ya!

PRO TIPS: STOP BERASUMSI!
  • Meski kita menggunakan jargon atau terminologi yang sudah sangat umum, tetap hindari berasumsi. Contoh istilah yang sering digunakan tapi tidak akurat: branding dan rebranding
  • Selalu kirimkan brief yang sudah kamu lengkapi sesuai hasil diskusi/meeting, kirim serta minta konfirmasi dari klien.

3. Paham tentang brand/produk

Pertanyaan yang diajukan disini adalah: who are they & what they do? —terjemahan: apakah obyeknya (disini berarti brand/produknya) dan apa kegunaannya?

bulb-1239423_640

Semakin detail informasi yang kamu ketahui tentang brand/perusahaan dan tujuan bisnisnya, semakin kenal dan semakin mudah memahami klien.

Tentunya informasi disini adalah yang berhubungan dengan pekerjaan desain ya, kamu tidak perlu mengetahui laporan keuangannya hehe.

BACA JUGA: 3 Keahlian yang Dibutuhkan Anak Desain untuk Meraih Karir Impian

austin-chan-275638

Peroleh informasi yang selengkap-lengkapnya tentang jati diri brand/produk:
  1. cerita/sejarah/filosofi produk
  2. branding guidelines
  3. tagline, kreatif element-nya
  4. hal yang menarik/menjual (key selling point) dari brand/produknya, jika dirasa perlu
  5. kompetitor, apa yang mereka kagumi/sukai atau tidak suka
  6. referensi desain yang mereka sukai, dan kenapa

BACA JUGA: Grafik Desainer V.S. Digital Marketer: Make Love Not War

Informasi detail khusus untuk proyek branding/rebranding:

  1. rencana atau tujuan brand/produk kedepannya– terutama dalam proyek rebranding
  2. sejarah/latar belakang kenapa brand ini ada, jika dirasa perlu (terutama kalau foundernya orang terkenal atau sejarahnya cukup fenomenal, eg. Virgin Air)

t-shirt-2351761_640

4. Kenali Target Audience

Siapakah yang menjadi target dari desain yang akan kamu hasilkan? Siapa target audience-nya?

PRO TIPS: TEPAT SASARAN
  • Target audience untuk pekerjaan desain bisa jadi lebih spesifik — karena desain dibuat untuk keperluan dan konteks yang lebih spesifik, seperti social media campaign/brosur/billboard/banner ads digital, dst.
  • Jadi pastikan deskripsi target audience disini adalah target audience yang sesuai untuk pekerjaan desainnya.

BACA JUGA: Take A Break: Curhat Kreatif Lewat Infografik

freestocks-org-187367

Beberapa kategori yang biasa digunakan untuk mendeskripsikan audience adalah:

  1. usia dan gender/jenis kelamin
  2. status ekonomi, acuan yang sering digunakan adalah Socio economic status/SES
  3. interest/ketertarikan/hobi/passion/habit
PRO TIPS:

Minta client memilih profil instagram/influencer yang sesuai dengan aspirasi audiencenya. Agar lebih akurat kadang dibutuhkan referensi/contoh target audience-nya di dunia nyata, manfaatkan instagram untuk memilih contoh atau aspirasi persona. .

5. Tone of voice dan key message

Tone of voice berkaitan erat dengan pencitraan yang ingin dicapai brand di mata konsumen/target audience-nya.

Kesan apa yang ingin ditinggalkan kepada audience?

alice-moore-192521

BACA JUGA: Hybrid Designer: Menjawab Tantangan Era Digital

Bagi yang kurang familiar dengan istilah tone of voice, bahasa yang sederhananya adalah tentang kepribadian/karakteristik brand ketika diperkenalkan dan ingin disampaikan ke target audience.

Cara yang paling mudah mendapat informasi ini adalah minta klien memberikan 3-5 kata untuk mendeskripsikan produknya.

PRO TIPS: HELP YOUR CLIENT TO DESCRIBE/ FIND THEIR TONE OF VOICE:

Jika masih sulit untuk mendeskripsikannya, minta klien memberikan referensi desain/gambar/website yang mereka sukai atau merepresentasikan brand-nya.

girl-2696947_640

6. Metode atau Alur kerja

Bekerja sama akan lebih mudah dan efektif jika kedua pihak saling memahami bagaimana alur kerja masing-masing.

Bagian yang ini mungkin tidak dicantumkan dalam brief, tetapi di kontrak kerja atau apapun dokumen yang meresmikan kerjasama proyek ini.

workplace-1245776_640

Oleh karena itu di sini komunikasi diharapkan berjalan 2 arah.

DESAINER harus menjelaskan:
  1. menjelaskan alur kerja desain
  2. materi yang dibutuhkan dari klien, seperti logo, kode warna.
  3. jika ada materi atau komponen yang harus diproduksi secara terpisah/outsourcing, informasikan hal ini kepada klien terutama jika membutuhkan waktu dan budget extra.
  4. tahapan kerja dan keterlibatan klien di tahapan tertentu, termasuk revisi
  5. hasil akhir yang mereka peroleh

BACA JUGA: Tips Praktis Mengomunikasikan dan ‘Menjual’ Desainmu Kepada Klien

english-1705196_640

Untuk kelancaran komunikasi dalam proyek, mintakan informasi ini dari KLIEN:
  • siapa person-in-charge (PIC), yang menjadi sumber informasi selama proyek berlangsung.
  • bentuk presentasi desain yang disampaikan: prototipe, mock up, powerpoint, print out, atau bentuk file digital sudah cukup
  • siapa yang menjadi pengambil keputusan atau bagaimana keputusan diambil terutama terkait approval .

ux-788002_640

PRO TIPS: GET THE ADMINISTRATION/CLEARANCE DONE BEFORE YOU START WORKING
  • Mulai bekerja setelah klien mengirimkan persetujuan resmi untuk bekerja sama, dalam bentuk kontrak kerja, surat perintah kerja, Purchase order/PO, atau lainnya.
  • Selalu kirimkan rekap dari hasil diskusi/pertemuan dari setiap tahapan dan revisi dan minta tanggapan dari klien.
  • Pastikan budget, deadline dan termin pembayaran (term of payment) disetujui kedua pihak.

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Panduan Menjadi Desainer Grafis (Seutuhnya)