Trendy

Galeri Seni Modern di Jakarta yang Wajib Dikunjungi

Apakah ada ruang bagi pekerja kreatif/seni di Jakarta untuk mencari inspirasi?

Apakah ada ruang bagi pekerja kreatif/seni di Jakarta untuk mencari inspirasi?

Jakarta memang kota metropolitan, kurang berkesenian, seakan semua keindahan dinilai dengan nilai ekonomi dan bisnisnya.

clark-tibbs-367075

Bagi desainer grafis atau pekerja kreatif, kadang inspirasi untuk berkarya kerap tidak bisa hanya dilakukan dengan mendengar musik di meja seharian, sesekali mata (hati) ini perlu penyegaran dan inspirasi.

BACA JUGA: 3 Jurus untuk Kembalikan Mood dan Kreativitasmu

alice-moore-192521

Bagi pekerja desain grafis atau kreatif pada umumnya, tujuan hidupnya adalah mencari inspirasi dan berkarya, atau hidup ini hampa (lebay.com).

Secercah harapan untuk menjawab pertanyaan di atas, jawabannya ada! Yuk, cuci mata!

Museum Macan

Museum ini tidak seperti bayangan kalian tentang museum pada umumnya (isinya lukisan dan artefak masa lalu) yaa…

View this post on Instagram

Sebagai salah satu pendiri Jendela Art Group, karya Rudi Mantofani mampu menggelitik pikiran penikmat seni untuk berefleksi maupun mengkritisi situasi global. . Hal pertama apa yang terlintas di benak Anda saat melihat karya ini? . Lihat langsung karyanya “Dunia Jatuh ke Bumi” di pameran ‘Seni Berubah. Dunia Berubah’. —————— As one of the founding fathers of Jendela Art Group, Rudi Mantofani’s works intrigue people to reflect and criticize global situation. . What does it evokes in you? . Take a look at his piece, “Dunia Jatuh ke Bumi” at our current exhibition ‘Art Turns. World Turns’. . Rudi Mantofani “Dunia Jatuh ke Bumi”, 2008, Polyester resin, stainless steel, paints, 153 x 324 x 190 cm ©️ Rudi Mantofani #MuseumMACAN #MACANCollection #RudiMantofani

A post shared by Museum MACAN (@museummacan) on

Kurasi seni museum macan adalah perpaduan masa lalu dan masa kini atau modern art, bahkan contemporary art/seni kontemporer.

Yang menarik adalah museum kerap mengadakan pameran musiman (seasonal) yang menarik, beberapa kali mendatangkan karya seni dari mancanegara.

Museum ini tidak selalu buka, pihak museum kerap ditutup untuk memperbaharui instalasi seninya.

Jadi cek kalender pameran dan acara mereka, ya!

ROH Projects

Nah galeri seni ROH Projects seperti menemukan harta karun, meski tidak se-mainstream dan tidak terkenal seperti galeri seni besar lainnya.

Tapi kurasi seni moderen dan kontemporernya tidak kalah menarik dan menggelitik.

Karya seni yang dipamerkan tidak melulu seni rupa, tetapi ada instalasi seni lainnya.

Dia.Lo.Gue

Ini one-stop spot untuk berakhir pekan, karena art space ini juga ada cafe-nya.

Kesenian yang ditampilkan disini kebanyakan adalah seni visual (foto/grafis/rupa, dsb) dari dalam negri.

Dengan tempat terbatas, Dia.Lo.Gue ibarat oasis bagi pecinta seni modern dan kontemporer, mereka secara konsisten mengadakan pameran dan kurasi dari perupa lokal.

Yang menarik, mereka kerap membuka tema dan menerima hasil karya untuk dipamerkan.

Cek kalender pameran dan programnya 🙂 siapa tau hasil karya kamu masuk kriteria.

Edwin’s Gallery

Salah satu galeri seni kontemporer yang hits di area Kemang.

Karya yang dipamerkan berasal dari mancanegara dan seniman profesional.

Yang unik, Edwin’s Gallery ini juga memamerkan aliran yang namanya Kinetic Art, penasaran kan?

Art: 1 New Museum and Art Space

Galeri seni ART:1 terletak di daerah Kemayoran, banyak memamerkan seni moderen dan kontemporer hasil karya seniman senior maupun muda.

Galeri seni ini cenderung bagi penikmat seni yang serius dan kerap digunakan untuk pameran solo.

View this post on Instagram

• SOLO EXHIBITION – Metal Drama, by : Yudi Sulistyo – Para seniman romantik mengejar rasa ketegangan antara hidup dan mati lewat adegan-adegan perburuan di hutan, pertarungan hewan buas, dan perjuangan menghadapi ganasnya alam. Karya Yudi, terutama lukisannya, menghadirkan suasana dramatis itu dengan menggabungkan antara yang nyata dengan yang fiksi. Adegan perang dengan seragam tertentu yang mengingatkan pada adegan perang di masa lalu, digabungkannya dengan sosok robot dan manusia berkepala serigala. Mesin perang yang terlihat kuno itu menjadi aktual. Perang selalu akrab dengan sejarah umat manusia. Teknologi peperangan bahkan menjadi komoditas yang ikut andil dalam mempengaruhi peta politik, ekonomi, dan kebudayaan dunia. • Romantic artists pursue the tension between life and death through hunting scenes in the forest, wild animal battles, and the struggle against the ferocious nature. Yudi's work, especially his paintings, presents the dramatic atmosphere by combining real with fiction. War scenes with certain uniforms are reminiscent of war scenes in the past, combined with the figure of robots and wolf-headed men. The old-fashioned war machine became actual. War is always familiar with the history of mankind. War technology is even a commodity that contributes in influencing the political map, economy, and world culture. – Art:1, 1st Floor Museum. Jl. Rajawali Selatan Raya No. 3 – Operation Hours Tuesday – Saturday : 10AM – 6PM Sunday : 10AM – 4PM – #soloexhibition #yudisulistyo #art1newmuseum

A post shared by Art:1 (@art1newmuseum) on

Area galeri terbagi dua, dan dilengkapi dengan cafe juga di dalamnya:

  • New Museum, untuk koleksi permanin dari seni modern oleh para maestro
  • Art Space, untuk koleksi musiman/seasonal dari seniman lokal.

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Ini Nasib Plagiarisme di Era Digital

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.