Bedanya RGB dan CMYK serta Cara Konversi Formatnya

Pada dasarnya huruf aja sudah beda, sebenarnya kenapa sih perlu ada dua?

jens-lelie-15662

Perbedaan perbedaan dan penggunaan RBG dan CMYK menjadi pertanyaan yang umum ditanyakan baik oleh anak desain atau produksi, tetapi juga yang awam tentang desain atau produksi konten.

BACA JUGA: Bedanya Tipografi, Kaligrafi, dan Hand Lettering

paper-571937_640

Jadi, artikel ini ada penjelasan ringkas tentang bedanya dan kapan harus menggunakan CMYK dan RGB.

Yuk ah!

Apa itu RGB dan CMYK?

RGB dan CMYK kerap disebut dengan color model, yaitu sistem pengaturan warna atau suatu format/sistem bagaimana warna dihasilkan.

bowl-1504422_640

Keduanya adalah singkatan, Red-Green-Blue untuk RGB (mewakili warna primer) dan Cyan-Magenta-Yellow-K/black untuk CMYK.

Kapan harus pakai RBG atau CMYK?

Untuk menentukan pilihan kapan harus menggunakan yang mana ditentukan dimana konten akan ditampilkan/digunakan.

adult-1986108_640

Kategori pilihan outputnya disini hanya 2: ditampilkan via layar monitor/digital atau hardcopy/cetak.

Format RBG digunakan pada output gambar langsung seperti layar elektronik, LCD, monitor televisi, dsb.

printer-933098_640

Mesin cetak portable (desktop printer) ada yg menggunakan RGB atau CMYK, cek dulu printer kamu ya!

Sedangkan CMYK kerap digunakan pada output film atau hasil cetakan/hardcopy, umumnya menggunakan printer, mesin offset, sablon, dsb.

Kenapa mencetak menggunakan format CMYK?

Untuk menjawab ini, kamu perlu tahu sedikit lebih banyak perbedaan proses warna yang ditampilkan di layar elektronik dan cetakan/hardcopy.

tablet-528462_640

Format warna RGB yang dipadukan atau diproses oleh layar/secara digital mendapat sentuhan atau bantuan teknologi untuk dapat menghasilkan semua warna.

Hal ini dikarenakan gradasi dan visual spektrum/level pada layar sangat berperan untuk menampilkan warna sesuai warna yang diinginkan.

Contoh: tiga warna merah-hijau-biru jika dipadukan pada Level/spektrum 100% di layar digital akan menghasilkan warna putih, dan sebaliknya jika level/spektrum semakin rendah atau 0 akan menjadi semakin gelap hingga jadi warna hitam.

BACA JUGA: Temukan Warnamu dengan Adobe Color CC

noiseporn-323791

Hal ini juga yang kerap membuat warna di satu layar LCD bisa berbeda satu sama lain, karena setelan/setting gradasi dan spektrumnya berbeda-beda.

Dan kita bisa dengan mudah mengubah warna dengan filter-filter lucu, ya kan πŸ™‚

Kenapa tidak dianjurkan untuk mencetak dengan format RGB?

Jawabannya sederhana, karena keterbatasan komposisi tinta warna format RBG tidak mampu menghasilkan warna yang akurat, atau varian warna yang dapat dihasilkan sangat terbatas.

comiccon-1143686_640

Hal ini disebabkan pada medium hardcopy seperti hasil cetakan, sablon, atau lukisan, campuran tinta warna merupakan harga mati dan tidak bisa diubah/kalibrasi spektrum warnanya.

Persis seperti melukis, kamu harus memadukan warna yang tepat untuk setiap lapisan warna gradasi dan spektrum yang diinginkan.

printer-933098_640

Apa yang membuat CMYK ideal untuk mencetak warna?

CMYK kerap dikenal sebagai metode substractive atau bisa dibilang pemecah/separasi.

Setiap warna bukan warna primer, dan cenderung kentang.

Tetapi jika warna-warna ini dipadukan secara otomatis oleh mesin (dengan kadar/setelan tertentu) dapat menghasilkan banyak varian warna dan akurasi detail cetakan yang diinginkan.

BACA JUGA: Cara Color Correction CMYK di Adobe Photoshop, Ada Rumusnya !

machine-585262_640

Dalam proses transfer gambar ke medium cetak, seperti printer digital, mesin offset, untuk hasil maksimal gambar disimpan dengan format CMYK, untuk bisa mendapatkan gradasi dan detail warna seperti yang diinginkan.

Konversi Format Warna: RBG VS CMYK

Jadi bagaimana kalau terlanjur?

girl-524141_640

Bisakah menggunakan gambar berformat RBG di mesin cetak berformat CMYK?

Jawabannya bisa, tapi hasil gambar kemungkinan tidak akan sama seperti di layar, karena memang tidak kompatibel. Dijamin hehe.

BACA JUGA: Pahami Spek Bahasa Inggris, Menyelamatkan Hasil Cetak dan Ujian InDesign-mu

rawpixel-648580-unsplash

Nah ada jalan lain, yaitu mengkonversi format RGB ke CMYK, menggunakan Photoshop atau Illustrator via menu Color Settings.

Atau, detailnya bisa dicek di artikel ini: Converting Color Modes

Atau, mudahnya kamu bisa lihat demo nya di video-video dibawah ini.

Semoga bermanfaat!

Printing tips: RGB to CMYK

Konversi warna di Adobe Illustrator

6 Hal yang Wajib Diketahui tentang IndonesiaNEXT 2017 – Kesempatan Ujian ACA/MOS Gratis

Are you ready to be the NEXT IndonesiaNEXT?

Program beasiswa pembekalan mahasiswa dari Telkomsel, IndonesiaNEXT, kembali diselenggarakan!

YES! YES! YES!

runner-1517161_640

Bagi kamu yang ingin tahu tentang perhelatan IndonesiaNEXT, check this out!

1- Apa itu IndonesiaNEXT?

IndonesiaNEXT sendiri pertama kali diadakan 2016 adalah program yang diinisasi oleh Telkomsel di bidang pendidikan tinggi.

Tujuannya memberi pembekalan terutama bagi para mahasiswa/i hingga siap menghadapi dunia kerja dan bersaing secara global.

Program ini skala nasional jadi IndonesiaNEXT biasanya diadakan secara berurutan di beberapa kota besar dan bekerja sama dengan satu lembaga pendidikan tinggi di tiap kotanya.

2- Apa yang akan terjadi di IndonesiaNEXT 2017?

Tahun ini IndonesiaNEXT akan membekali peserta dengan kompetensi yang lekat dengan dunia kerja dan persaingan skala global, yaitu: kelas komunikasi oleh para pakar dan ujian sertifikasi internasional.

Kamu bebas memiliki sertifikasi internasional yang sesuai dengan minat dan bidangmu, pilihannya antara lain:

  • Microsoft Office Specialist atau MOS (Word/Excel/PowerPoint)
  • Adobe Certified Associate atau ACA (Photoshop/InDesign/Illustrator)

BACA JUGA: Kenapa Perlu Sertifikasi Keahlian?

work-1001043_640

3- Kapan dan Dimana IndonesiaNEXT 2017 akan Diselenggarakan?

Pendaftaran secara resmi dibuka Oktober 2017. Sedangkan programnya akan berlangsung mulai November 2017 hingga Januari 2018.

Program ini skala nasional, dan mengingat Indonesia negara kepulauan jadi IndonesianNEXT akan hadir di 6 kota besar:

  1. Medan
  2. Yogyakarta
  3. Jakarta
  4. Surabaya
  5. Makassar
  6. Bandung
summit-1754735_640
Photo credit @fajaraddana91

4- Apakah ada proses seleksi untuk memperoleh beasiswa?

Tentu ada proses seleksinya, disinilah kompetensi kamu mulai diuji. Let the race begin!

Setiap calon peserta yang sudah mendaftar via aplikasi atau website diwajibkan melewati tahapan pra-ujian sertifikasi internasional sesuai dengan minat dan pilihan kamu.

people-2569234_640

Tahap ini dilakukan secara mandiri (online) melalui aplikasi IndonesiaNEXT.

500 peserta dengan skor tertinggi dianggap lolos seleksi dan berhak mendapat beasiswa dan melanjutkan ke tahap berikutnya dari program IndonesiaNEXT 2017.

Ingat, hanya 500 beasiswa yang tersedia.

5- Siapa yang boleh ikut mendaftar?

Berikut ketentuan mendaftar dan menjadi peserta IndonesiaNEXT:

  • Pengguna Telkomsel
  • Mahasiswa, mulai dari tingkat pendidikan Diploma hingga Pascasarjana (S2)
  • Tidak ada batasan kamu dari fakultas atau jurusan apa
  • Semuanya, GRATIS! Tidak dipungut biaya sama sekali. Semua dibiayai Telkomsel.
graduation-879941_640

Cek informasi jelasnya di laman indonesianext.id atau kirim pesan ke akun media sosial IndonesiaNEXT.

6- Bagaimana cara daftarnya?

Kamu berminat? Pendaftarannya dilakukan secara online mulai Oktober 2017.

Pertama, pastikan kamu pengguna Telkomsel dan memiliki alamat email yang aktif dan siap digunakan sepanjang periode program.

season-1985856_640

Kedua, buat akun IndonesiaNEXT-mu untuk akses mendaftar, caranya:

Unggah dan buatlah akun untuk masuk ke aplikasi. Selanjutnya aplikasi akan menuntunmu melakukan pendaftaran.

Atau simak prosedur pendaftaran melalui aplikasi di slide-show ini.

Disana ada informasi terlengkap dan terkini tentang IndonesiaNEXT.

Untuk membuat akun baru/login kamu klik menu “Registrasi” dan mengikuti arahan lebih lanjut untuk proses pendaftaran.

girl-791177_640

Semoga bermanfaat dan sampai ketemu disana ya!

BACA JUGA: Serba-Serbi Adobe Certified Associate (ACA)

3 Keahlian yang Dibutuhkan Anak Desain untuk Meraih Karir Impian

Kamu boleh saja jago gambar dan desain, tetapi dunia kerja perlu skill lain untuk dapat diterima dan bertahan hidup.

Bagi adik-adik yang baru lulus: selamat datang ke dunia nyata!

university-student-1872810_640

Untuk menulis artikel ini, saya melakukan kilas balik ketika masih “hijau” dan baru di masuk dunia kerja, hingga kemudian pengalaman melakukan seleksi calon karyawan dan mengelola tim kerja.

ian-schneider-66374-unsplash

To be fair, tidak ada yang bisa membuat kamu 100% siap menghadapi dunia kerja, tapi sedikit petuah ini diharapkan dapat memberi sedikit wawasan yaaa…

BACA JUGA: Panduan Menjadi Desainer Grafis (Seutuhnya)

Yang dimaksud keahlian/soft skill disini tidak berhubungan dengan desain, yang sudah dibekali selama kuliah. Jadi, keahlian apa dong?

1. Komunikasi yang Baik dan Tepat Sasaran

Bagi sebagian orang mungkin merasa lebih nyaman dan mudah mengomunikasikan pikirannya melalui media visual, animasi/gambar.

comiccon-1143686_640

Komunikasi adalah keahlian dasar yang dicari oleh sebagian besar perusahaan, yang kerap disepelekan.

Tapi pernah terpikirkah olehmu bahwa media atau cara berkomunikasi tiap orang bisa jadi beragam? Bisa melalui tulisan, percakapan lisan, atau bahkan mencakup beberapa aspek.

workplace-1245776_640

BACA JUGA: Tips Praktis Mengomunikasikan dan β€˜Menjual’ Desainmu Kepada Klien

Nah, di dunia kerja, beragam tipe orang diharapkan dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan usaha yang sama.

Dari sisi desainer, kamu diharapkan dapat mengkomunikasikan pekerjaan (baca: desain) kepada rekan kerja, hingga mereka dapat memahami dan menerima hasil kerja dengan baik.

2. Kemampuan Dasar Menggunakan Microsoft Office “Wajib”

Memang kamu bisa desain presentasi Illustrator, atau layout teks dengan InDesign.

adult-1986108_640

Tapi kemampuan menggunakan 3 perangkat lunak Microsoft Office “wajib” (Word, Excel dan PowerPoint) ibarat kemampuan membaca dan menulis, bagi kebanyakan orang sudah sewajarnya dikuasai.

“Minimal bisa Word, deh”

team-866663_640

BACA JUGA: 4 Kesalahan Pekerja Freelance, Perbaiki Sekarang!

Software yang digunakan oleh khalayak umum, sebaiknya kamu tidak ketinggalan, karena sebenarnya penggunaannya pun sangat mudah sekali.

Hal ini tidak berlaku hanya pada pekerja kantoran/salary man, tapi juga pekerja lepas/freelancer.

Contohnya, bagaimana kamu menyampaikan kontrak kerja, atau presentasi ide kreatif?

Ingat, tidak semua komputer bisa membuka dan edit file dari software desain.

3. Paham Serba-serbi Produksi Materi

Ekspektasi terhadap orang kreatif adalah kita sebagai creator/kreator.

photography-569354_640

Mulai dari kreasi desain, hingga produksi materinya, alias produk final

Jika kamu bekerja di bagian periklanan, produksi materi berupa merchandise, dapat meliputi dari cetakan hingga digital animasi atau video.

BACA JUGA: Cara Memilih Format File yang Sesuai dengan Kebutuhan Produksimu

machine-585262_640

Pemahaman mendasar tentang proses produksi dan hingga produk sesuai adalah hal wajib.

Tentu akan lebih baik lagi jika kamu memiliki pengalaman langsung dalam produksi materi print ataupun digital.

silk-screen-1246169_640

BACA JUGA: Inspirasi Proyek Video Instagram

Jadi, maksimalkan proyek selama perkuliahan untuk memperdalam pengetahuan dan pengalaman yaa!

Ada pepatah, dimana kaki berpijak disanalah langit dijunjung.

Sukses berkarir sebagai desainer atau dalam profesi apapun πŸ™‚

Semoga bermanfaat!

Tips Praktis Mengomunikasikan dan ‘Menjual’ Desainmu

Desain kamu mungkin saja bagus. Tapi apakah orang lain juga berpikiran sama?

people-2605980_640

Masalah hidup ini senantiasa adalah: bagaimana meyakinkan klien atau atasan atau rekan kerja kamu bahwa desain ini terbaik?

Jawabannya adalah komunikasi yang baik dan tepat sasaran.

Bagaimana caranya? Ini diaa…

1- Pastikan Penjelasanmu Menjawab Brief

Semua pekerjaan berangkat dari brief yang diberikan.

concept-1868728_640

Brief kerja sangat penting sebagai panduan mendesain tetapi juga sebagai acuan ketika menilai/review dilakukan.

Brief yang baik sebaiknya tidak hanya mencakup informasi teknis, tetapi juga latar belakang, kebutuhan dan preferensi klien

BACA JUGA: 6 Hal Wajib dalan Design Brief

team-866663_640

Pastikan penjelasanmu menjawab pertanyaan: sudahkah desain kamu menjawab brief?

2- Berbagi Wawasan yang Menunjang Penjelasan dan Desainmu

Pertanyaan yang umum diajukan; kenapa desainnya demikian?

laptop-2561221_640

Bagian “Kenapa” (WHY) ini adalah saatnya kamu unjuk gigi.

Dengan berbagi (singkat saja) wawasan desain yang kamu miliki, ataupun hasil riset tentang tren visual yang mendukung desain ini.

BACA JUGA: 4 Kesalahan Pekerja Freelance, Perbaiki Sekarang!

workplace-1245776_640

Jelaskan sekilas latar belakang (why), tentang tren desain atau aliran/influence yang digunakan, dan kenapa dianggap tepat.

3- Tampilkan Preview Desainmu dalam Bentuk Prototipe Produk

Prototipe yang dimaksud disini adalah prototipe visual atau preview sesuai konteks/produk akhirnya.

digital-signage-2398510_640

Jika desain kamu akan dijadikan banner LCD, coba “tempelkan” preview dalam bentuk banner pada konteks yang sesuai dengan kebutuhan klien.

Hal ini membantu user/rekan kerja untuk membayangkan hasil akhirnya, dan lebih memudah “menjualnya”

Contoh sederhana cek display desain dalam bentuk prototipe kaos di tees.co.id

tees.co.id

BACA JUGA: Panduan Menjadi Desainer Grafis (Seutuhnya)

Sederhana kan? Dan, tidak ada salahnya latihan menjelaskan ke teman/keluarga kamu (yang awam desain), atau persiapan dengan menyusun kata-kata di pikiran kamu sebelum presentasi.

Practice makes perfect!

Semoga bermanfaat!

Cara Memilih Format File yang Sesuai dengan Kebutuhan Produksimu

Apa bedanya menyimpan file dengan format PDF atau PNG?

Pertanyaan sederhana. Tapi krusial. Dan sering sekali ditanyakan, tidak hanya oleh orang awam, bahkan para desainer.

cherries-1868804_640

Sulit memilih jika tidak tahu mana yang terbaik πŸ™‚

Bisa jadi kamu kerap melihat ekstensi ini ketika menyimpan file (terutama grafis) seperti bmp, png, jpeg, tiff, psd, atau pdf, dan sebagainya.

Tapi tahukah kamu, apa artinya semua itu?

adult-1868049_640

Sebelum galau, di sini kita tidak akan membahasnya satu per satu secara mendetail.

Tapi ada tips praktis, alias cara sederhana dengan sedikit pemahaman dasar yang bisa membantu kamu memilih format file yang tepat.

Hal yang mendasar sekali untuk dapat memilih: kamu harus tahu tipe grafik yg dihasilkan (teks/ilustrasi atau vektor/foto, dsb) dan kegunaan file yang berujung pada output produksi yang ingin dihasilkan dengan file tersebut.

Nah, panduan berikut akan membantu kamu menentukan format file yang tepat berdasarkan sesuai dengan kegunaan file/output.

Vektor, Ilustrasi, Teks

File grafis berupa vektor atau teks biasanya biasanya dihasilkan perangkat lunak Adobe Illustrator, InDesign atau corel draw.

Karena tidak semua komputer memasang software desain, maka kamu harus menyimpannya dalam format file yang bisa diakses komputer pada umumnya dan ukuran file yang lebih kecil.

inline-skate-1324585_640

Berikut ini adalah format file yang disarankan untuk menyimpan hasil akhir (final artwork/FA) grafis berupa vektor/garis, ilustrasi 2 dimensi:

  • PNG – format file ini menggunakan pengaturan warna RGB. Artinya format ini tepat untuk gambar berupa flat design yang tidak ada banyak gradien warnanya, biasanya grafik/vektor/ikon atau banyak teks.
  • GIF – bisa menjadi pilihan jika menginginkan ukuran yang lebih kecil tetapi mengorbankan kualitas gambar karena terbatas hanya mengakomodir 256 warna saja.

Baca Juga: Perbedaan Antara CMYK dan RGB dan Cara Konversinya.

Unggah (Upload) di Web

Format file apa yang tepat untuk di-unggah di web?

man-791049_640

Gambar di web bervariasi antara vektor dan/atau foto, ada beberapa format yang sering digunakan:

  • JPEG – umum dipilih untuk menyimpan gambar berupa foto.
    JPEG menjadi pilihan karena ukurannya lebih kecil daripada Bmp/bitmap.
  • PNG – menjadi pilihan untuk gambar berupa grafik/vektor atau teks.

PRO TIPS: format file JPEG tidaklah sempurna. Kondisi gambar yang sudah di-compressed (flattened) kadang menghilangkan beberapa detail foto, tetapi cukup baik jika dilihat melalui layar gawai Anda.

Siap Cetak (Printing)

Format file berhubungan erat dengan kualitas output produksi, terutama dalam dunia cetak-mencetak.

Kualitas cetak tidak hanya dipengaruhi dari jenis mesin dan operator semata, tetapi juga file yang diberikan.

Sebelum mencetak, pastikan terlebih dahulu dimana kamu akan mencetak, atau tepatnya: mesin apa yang digunakan, atau tepatnya setting warna yang digunakan mesin cetaknya, umumnya ada dua tipe: RBG atau CMYK.

printer-933098_640

Cara termudah adalah tanyakan pihak percetakan tentang setting warna mesinnya atau bisa mengeceknya dengan melihat tinta apa saja yang terpasang di mesin cetak.

  • Mesin cetak besar, terutama offset, umumnya menggunakan pengaturan CMYK karena tingkat akurasi warna dan hasil cetaknya lebih sempurna.
  • Mesin cetak yang lebih kecil, seperti desktop printer, biasanya menggunakan format RGB.

PRO TIPS: Mesin cetak portable (desktop printer) ada yg menggunakan tinta RGB atau CMYK, cek dulu printer yang akan digunakan ya!

machine-585262_640

Nah format file apa yang direkomendasikan untuk keperluan printing/cetak? Ini dia…

PDF – yang paling umum dan ideal, sangat disarankan untuk digunakan untuk file akhir pracetak (siap dicetak).

Format PDF punya banyak keunggulan yang menjadikannya primadona dalam dunia printing:

  • Umumnya semua perangkat desktop maupun mobile dapat mengakses file pdf.
  • Meski di-compressed tetapi tidak mengorbankan kualitas, akurasi baik (sesuai pengaturan ketika menyimpan/export file)
  • Pengaturan pracetak yang lengkap
  • Ukuran filenya lebih bersahabat, tidak sebesar TIFF

TIFF – Bisa jadi opsi juga, tapi ukuran file sangat besar (tidak compressed), dan kamu memiliki keterbatasan dalam pengaturan pracetak. Dan ingat, TIFF hanya dapat dibuka dengan perangkat lunak tertentu, jadi tidak semua komputer bisa mengaksesnya.

PNG – kualitas dan warna yang dihasilkan cukup akurat, namun formatnya lebih kompatibel untuk mesin yang menggunakan tinta RGB.

BACA JUGA: Temukan Warnamu dengan Adobe Color CC

JPEG – pilihan terakhir untuk digunakan mencetak di mesin cetak offset, karena formatnya sudah di-compressed sedemikian rupa hingga mengorbankan sejumlah elemen dari grafis dan hasil cetaknya juga tidak maksimal.

Edit Foto

Dalam pengerjaan pasca produksi (post production) atau editing ada beberapa opsi format file, sesuai dengan kebutuhannya setelah pasca produksi selesai.

PSD – format ideal untuk menyimpan file sebagai arsip (untuk dibuka lagi sewaktu-waktu), namun tidak disarankan untuk menyimpan final artwork/hasil akhir.

  • PSD cocok disimpan sebagai arsip, jika kamu masih ingin mengakses file mentah/teknis editing yang digunakan di pasca produksi.
  • Umumnya dalam proses pengerjaan pasca-produksi foto menggunakan photoshop, yang memungkinkan file teknis editing foto disimpan dgn format file PSD.
  • PSD bisa menyimpan berapapun jumlah layer yang digunakan dalam editing/post production.
  • Format file ini hanya dibuka di komputer yang memiliki perangkat Adobe Photoshop dan ukurannya besar.
laptop-1246672_640

JPEG – ideal untuk menyimpan hasil final/final artwork. Jadi biasanya desainer menyimpan artwork-nya dalam 2 format file, JPEG dan PSD.

Sedangkan klien dan untuk konsumsi umum sangat disarankan menggunakan format JPEG, karena:

  • JPEG adalah format gambar yang sudah dipadatkan/flattened, hanya menyimpan gambar untuk ditampilkan, bukan untuk diedit.
  • JPEG mengorbankan sejumlah detail elemen dan akurasi, tergantung dengan pengaturan ketika disimpan.

PRO TIPS: JPEG biasanya menjadi pilihan utama untuk menyimpan hasil akhir (FA) hasil olahan kamera foto/fotografi karena cenderung mudah untuk diakses di perangkat keras/gawai manapun (compatibility).

  • Format JPEG ini memiliki kelebihan yaitu lebih praktis: mudah diakses di berbagai perangkat (hp, komputer, dll) dan ukuran file relatif kecil, hingga cocok untuk menampilkan hasil pasca produksi (preview).

BACA JUGA: Cara Color Correction CMYK di Adobe Photoshop, Ada Rumusnya !

adult-1986108_640

TIFF – opsi yang tepat untuk tujuan penyimpanan file setelah proses pasca produksi/editing selesai. Kenapa?

  • Dikarenakan TIFF masih menyimpan layer serta sejumlah pengaturan ketika pengerjaan editing dengan kualitas foto maksimal.
  • Dengan TIFF juga editor masih dapat mengakses pengaturan transparansi seperti layaknya di PNG.

Kekurangannya adalah ukuran file TIFF lebih besar dari format lainnya, termasuk PSD.

Referensi bacaan lebih lanjut: File Guide Differences Between JPG, EPS PDF PSD AI GIF and TIFF

Semoga bermanfaat!

Pengenalan Experience Design (XD) untuk Desainer Grafis

Kalau kamu pikir artikel ini salah alamat karena ini adalah area IT bukan desain, salah besar.

smartphone-1894723_640

Pesatnya inovasi di bidang teknologi dan layanan digital yang diakses lewat layar gadgetmu sekarang membuat kita tidak bisa menyangkal lagi bahwa era desain visual juga berkembang untuk memenuhi kebutuhan ini.

The future is here!

Beda Experience Design/XD, UX dan UI

Di sini konteksnya produk yang dimaksud adalah produk layanan berbasis dariing/online yang diakses melalui komputer dan gawai ya.

man-791049_640

Berikut penjelasan singkatnya:

User experience design (dikenal UX, UXD, XD,etc) adalah proses pengembangan interaksi antara produk dan manusia dengan melakukan inovasi dan perbaikan dalam kegunaan, aksesibilitas, dan kenyamanan yang dialami ketika berinteraksi dengan produk. Disini kegiatan bisa meliputi riset, analisis, pembuatan prototipe, dan aktivitas pengembangan produk lainnya.

Sedangkan user interface design (UI) lebih pada proses lanjutan atau realisasi dari UX, yaitu mengembangkan produk dari sisi visual (namanya juga interface), bisa dibilang ini bagian pengembangan visual front end dari produk online, yang melibatkan peran desainer visual.

office-583839_640

Pengembangan produk dari untuk semua jenis tampilan layar gawai

Interaksi dan kenyamanan pengguna pada produk online sangat bergantung pada desain produk, baik segi fitur dan interaksinya dan desain visualnya.

Lalu kenapa desainer perlu tahu tentang experience design?

Jadi, jika dulu desainer diminta mendesain cover dan layout buku, di era digital yang permintaan bergeser ke desain beranda dan laman pada tiap versi layar gadget (komputer/tablet/smartphone).

It is the new normal!

BACA JUGA: How The Design Process Has Evolved (oleh Adobe)

blur-1867429_640

Peran UX dan UI memastikan layanan produk daring dinikmati pengguna melalui berbagai layar gadget dan OS kini semakin melebur, keduanya berbaur menjadi satu.

Ibarat kopi susu πŸ™‚

Screen design is the new print design

Pengembangan produk desain online (website, app, etc) kerap melalui proses yang panjang dan rumit.

Melibatkan banyak expert dari bidang berbeda, dari UX, IT dan Grafis/visual, kemudian berbagai perangkat lunak hanya untuk membuat prototipe produk/mock up.

ux-788002_640

Industri digital tidak dikenal dengan kesabarannya, dan terus mencari cara untuk “mencuri” waktu karena kompetisi semakin tinggi.

Melihat perkembangan ini Adobe meluncurkan Adobe Experience Design (XD) tahun 2016. Dimana pengembangan prototipe untuk berbagai jenis layar bisa dilakukan oleh 1 orang dalam 1 perangkat lunak.

BACA JUGA: Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Adobe XD (Experience Design)

Coba bayangkan, dengan adanya Adobe XD seorang desainer produk bisa membuat prototipe produk daring.

Mulai dari tampilan visual juga tetapi juga penempatan fitur, navigasi dan fungsi setiap tombolnya, dan otomatis kenyamanan interaksi pengguna dalam desain layar/interface.

macbook-606763_640

Mulai Memikirkan Desain Produk Secara Menyeluruh

Desainer mulai memikirkan desain produk secara dari berbagai segi, tidak hanya visual.

Aspek lainnya selain tampilan, yaitu navigasi dan interaksi secara menyeluruh.

Kamu bisa membuat prototipe sendiri, lengkap dengan presentasi user experiencenya!

BACA JUGA: 4 Rambu Desain User Interface Situs Web

victor-rodriguez-726159-unsplash

Kamu bisa jadi pesimis tentang hal ini, tapi juga bisa ambil sisi positifnya. Saya sih penasaran πŸ™‚

Dalam desain visual produk online, less is more. Desain visual berperan sekali untuk kenyamanan pengguna.

Jadi, sebagai desainer visual kamu bisa belajar dan mengembangkan kemampuan untuk desain produk secara keseluruhan.

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Trik Cropping Gambar dalam 7 Menit dengan Adobe Photoshop

4 Pelajaran Penting dari Desain Bendera

Ada aspek emosional bagi sekelompok orang yang diwakili oleh si bendera.

space-station-60615_640

Siapa yang peduli dengan desain bendera?

Sepertinya sepele, tapi kamu pasti bangga kalau melihat bendera Indonesia di antara bendera negara lainnya, kan?

Kali ini bahasannya serius dan “dalem”. Siap-siap ya

people-1284253_640
Bendera paling sering kita lihat di acara kenegaraan, nonton bareng, baju tim nasional

Saking bangganya, kelompok orang yang diwakilkan bisa saja memajang dan memakai benderanya secara suka rela kemana pun dia pergi, bahkan sampai puncak gunung!

summit-1754735_640
Kibarkan bendera merah putih di puncak gunung, rasanya kok bangga ya? – Photo credit @fajaraddana91

Ok, sekarang pertanyaan berikutnya:  Ada apa dengan desain bendera?

Secara pribadi, menurut saya ada dua alasan utama yang membuat desain bendera menarik untuk dibahas:

  • Setiap elemen visual dari bendera memiliki makna, ibarat “memindahkan” makna dan nyawa ke dalam desain— hal ini bisa kamu temukan juga dalam mendesain logo yang serius.
  • Penerapan teori desain yang hampir “sempurna” karena banyak sekali aspek yang harus dipertimbangkan. Teori akan hanya sekedar teori jika tidak diterapkan.

Jadi, desain bendera yang sederhana sangat cocok untuk mengingatkan kita pada aturan dasar dan tujuan awal mendesain.

Tantangan desainer yang sebenarnya setiap kali mengerjakan desain adalah menemukan kesederhanaan dan makna dari setiap garis, bentuk, dan warna dalam desainnya.

Tidak percaya?

1. Kenali Target Audience

Dasar banget, tapi sangat krusial. Bendera mewakili keterikatan dan emosional bagi kelompok yang diwakilkan.

crowd-2140590_640

Sebagai desainer, kamu akan terpikirkan pertanyaan mendasar seperti ini: pakai warna apa yaa?

Zaman sekarang untuk menjawab pertanyaan ini, kamu bisa jadi dilakukan pengamatan yang intensif, atau bahkan survei besar-besaran untuk menentukan warna favorit.

man-930397_640

Kenali betul audiens (target audiens) dari desainmu sangatlah penting untuk memberikan “nyawa” pada desain kita—karena satu dan lain hal, kerap terlupakan.

2. Bermakna dan Sesuai Fungsi

Di bendera, desainnya harus mewakili makna yang diyakini banyak orang, tapi tidak terlepas dari fungsi utamanya.

vladislav-klapin-465070

Fungsi bendera dengan bentuk persegi 4 ini agar mudah diingat dan dikenali di berbagai kondisi— ukuran kecil 3-4 cm hingga besar 3×1 meter, dari jarak pandang membaca 30 cm hingga dari tiang bendera dari kejauhan (berkibar-kibar tertiup angin).

BACA JUGA: Panduan Menjadi Desainer Grafis (Seutuhnya)

Demikian banyak aspek yang harus dipertimbangkan, bukan? Tidak sekedar estetis semata.

bendera chicago illnois amerika serikat
Bendera mana yang keren untuk dijadikan badge ya? Yang kiri (bendera kota Illinois) atau kanan (kota Chicago)?

3. Back to Basic: Kesederhanaan

Nah, dengan demikian banyak aspek dan keterbatasan yang harus dipertimbangkan, ada baiknya kita kembali ke dasar-dasar mendesain.

yellow-926728_640

Berdasarkan buku “Good Flag, Bad Flag: How to Design a Great Flag” oleh Ted Kaye, seorang ahli bendera—yang ternyata ada cabang keilmuannya: Vexillology— ada 5  aturan utama dalam mendesain bendera yang bagus:

  1. Keep it simple— benderanya harus mudah dikenali dan dilihat, begitu sederhana hingga anak kecil pun dapat mengingatnya
  2. Gunakan simbol yang bermakna
  3. Gunakan 2-3 warna dasar, yaitu merah, biru, hijau, kuning, putih dan hitam
  4. Tidak menggunakan tulisan dan seal (signet/logo ornamental)
  5. Unik dan spesial (distinctive)

Dari rambu-rambu tadi, there is bad and good flag design.

Coba deh cocokan bendera-bendera ini dengan rambu-rambu desain bendera tadi ;D

Presentasi Roman Mars dari 99% Invisible di TEDTalk memberikan ulasan tentang desain bendera yang lengkap dengan cara penyampaian yang ringan.

BACA JUGA: Hybrid Designer: Menjawab Tantangan Era Digital

4. Great Design Sells

Konon desain yang bagus akan “menjual” dirinya sendiri. Intinya, semua mata akan tahu sebuah desain yang bagus atau tidak dengan sendirinya.

children-593313_640

Mudah sekali melihat apakah desain bendera bagus atau tidak (selain mudah diingat/kenali): apakah orang bersedia memasang/mengenakannya secara suka rela dalam kesehariannya?

american-1209605_640

Atau saking kerennya, bendera dijadikan produk komersial yang dipasarkan, bahkan dipakai oleh khalayak yang tidak ada hubungannya sama sekali.

Ayo kita mulai mendesain dengan sepenuh hati πŸ™‚

Semoga bermanfaat!