Edit like a Celebgram: 6 Aplikasi Andalan untuk Edit Foto

Ada fotografi gawai, alias smartphone photography, kini ada mobile photo editing juga

Kalau semua bisa di-edit di gawai, kenapa tidak? Yakan

Selain perang kecanggihan kamera dan teknologi digital gawai, kini penyedia aplikasi gawai juga banyak yang membuat app untuk edit foto.

Daripada trial & error mengunduh aplikasi yang random, ini dia ada rekomendasi aplikasi favorit yang wajib ada di gawaimu kalau mau eksis.

1. Snapseed

Serius, belum pernah dengar Snapseed?

Ini aplikasi andalan para instagramer dan celebgram profesional (terutama yang suka edit foto sendiri ya, bukan di-edit orang lain).

  • Tersedia di iOS dan Android. Gratis. Tanpa ada in-app purchase atau keterbatasan tertentu, benar-benar gratis untuk penggunaan semua fitur.
  • Terbaik untuk: advance photo editing — Tersedia fitur yang standar seperti cropping, color edit/adjustment, filter, hingga fitur photo editing yang mengarah ke pro seperti masking, brush, dst.
  • Aplikasi ini bahkan memiliki compatibility/kemampuan mengedit file RAW dan dari sebagian besar tipe kamera DSLR yang ada di pasaran.
  • Ada opsi penyimpanan di berbagai penyedia cloud storage, tidak terbatas ke google drive atau yang mainstream saja.

BACA JUGA: Alasan Fotografer Profesional Memilih DSLR

Saking banyak yang menyukai aplikasi ini, banyak pengguna yang berbagi tips dan tutorial editingnya.

Dari basic photo editing untuk instagramer cantique:

Hingga yang tuto advance editing yang lebih rumit ala pro:

2. Prisma Photo Editor

Aplikasi ini tepatnya perpaduan AI (artificial intelligence) dan art.

Siapa saja bisa mengubah fotonya menjadi karya artisitik menggunakan aplikasi ini.

Tersedia di iOS dan Android. Gratis. Tanpa ada in-app purchase

Terbaik untuk recreate dan transformasi gambar dengan efek lukisan atau ilustrasi yang super artisitik dan nyata.

Apa bedanya Prisma dengan filter artsy/vektor di aplikasi lain?

Algoritma Prisma melakukan rendering gambar dengan efek artisitik yang didesain berdasarkan hasil riset convolutional neural network dan artificial intelligence. Canggih yaaa…

Sehingga efek artistik pun sangat halus dan hasilnya seperti karya seni yang nyata dan indah.

BACA JUGA: 6 Perangkat Andalan Ilustrator Digital

Prosesnya, Prisma membuat ulang atau recreate bukan sekedar menambah filter atau overlay di atas gambar saja. Proses rendering pun tidak terjadi dalam prosesor gawai, melainkan di server Prisma.

Sekarang sudah tersedia sekitar 50 artistic style yang bisa kamu gunakan.

3. Foodie

Siapa sih yang tidak pernah foto makanannya dan unggah di medsos… Ngaku! Hahah

Kalau kamu mau foto makananmu semakin kece to the next level tanpa ribet, coba deh aplikasi ini.

Tersedia di iOS dan Android. Gratis.

Kelebihannya apa sih?

  • Mudah digunakan, fitur editing standarnya mirip dengan instagram, tapi dilengkapi dengan filter sesuai kebutuhan food blogger.
  • Praktis, tidak perlu ganti ke aplikasi lain untuk editing, seperti pindah ke Adobe Lightroom untuk koreksi warna dan lighting. Filternya sudah didesain khusus untuk food photographer dan blogger, jadi tepat guna, cepat, dan mudah.

4. Adobe Photoshop Lightroom CC

Penggiat fotografi, siapa yang tidak kenal Adobe Lightroom?

Versi aplikasi gawainya membuka jembatan untuk editing melalui gawai.

Tersedia di iOS dan Android. Gratis.

Terbaik untuk: penggiat fotografi yang serius atau pro yang perlu kontrol penuh dan mendetail dalam mengedit foto.

Kenapa harus pasang aplikasi ini? Edit like a Pro.

Aplikasi ini menjadi salah satu langkah wajib dalam editing foto terutama bagi yang serius mengedit dan koreksi warna/tone fotonya.

5. Visage

Bagi orang-orang ingin wajah tampil sempurna walau kenyataannya berbeda, bisa banget diedit di aplikasi ini.

Tersedia di iOS dan Android. Gratis.

Terbaik untuk: photo retouching dan digital make up filters. Retouching sangat khas dalam editing fashion dan beauty photography, karena dalam kenyataannya model manusia tidak ada yang sesempurna itu.

BACA JUGA: Tips Praktis Mengomunikasikan dan Menjual Desainmu

Ibarat mengoreksi atau mempercantik diri dengan kosmetik/make up, Visage menawarkan hal ini dalam aplikasi.

Terutama untuk kaum hawa yang suka dandan, pasti familiar dengan fitur-fiturnya.

6. VSCO

Aplikasi penyedia filter foto ini memang hype dan banyak penggemarnya, jadi memang kudu wajib disebut dalam daftar rekomendasi.

Tersedia di iOS dan Andriod. Sayangnya tidak sepenuhnya gratis, ada in-app purchase.

Recommended karena tone warna filter-filter VSCO yang khas dan kekinian vibe-nya, menjadi andalan dan filter wajib celebgram.

Yang membuat aplikasi ini berada diurutan terakhir adalah fasilitas tidak gratis sepenuhnya, alias ada in-app purchase. (JUJUR BANGET ehhe)

Semoga bermanfaat!

Yang perlu kamu ketahui tentang Adobe Spark

Kabar gembira bagi digital designers! 

Aplikasi web dan gawai, Adobe Spark versi beta (uji coba pengguna), diluncurkan Adobe di pertengahan tahun 2016.

Entah kenapa sayangnya di Indonesia perangkat lunak dan aplikasi mobile ini kurang dikenal a.k.a. underrated.

Adobe selama ini dikenal dengan perangkat lunak post produksi untuk desain dan fotografi, kini memfokuskan pengembangan bisnisnya pada digital user experience services.

Hingga saat ini (10/18) Adobe masih mengumpulkan feedback dari pengguna publik atas versi beta aplikasi Adobe Spark ini.

Jadi jika kamu membaca artikel ini di masa depan, mungkin aplikasi Adobe Spark sudah berbeda atau tidak lagi relevan.

Apa itu Adobe Spark?

Seiring dengan perkembangan di era digital, Adobe tidak ketinggalan mengembangkan sayap merambah ke digital marketing dan user/customer experience.

michelangelo-71282_640

Ketika mendengar hal ini, tentunya kita tidak ada bayangan sama sekali.

Hanya ketika konferensi tahunan Adobe di London (2018), dalam pidatonya CEO Adobe Shantanu Narayen mulai memberi titik terang terhadap bentuk pengembangan yang dimaksud.

“We think, in Adobe, that great experience starts always with great content.” – Adobe CEO Shantanu Narayen (Adobe EMEA Summit 2018, London)

Di pertengahan tahun 2016 Adobe meluncurkan 3 produk berupa aplikasi web dan mobile (gratis), Adobe Spark, yang dapat dijelaskan secara singkat sbb:

Adobe Spark is free online and mobile graphic design app. Easily create beautiful images, videos, and web pages that make you stand out on social.

Adobe Spark ini menyasar pada konten kreator /pengguna media sosial yang tidak ada dukungan atau kemampuan desain/professional, istilah kerennya design for non-designer.

Mungkin sekarang kamu sudah punya aplikasi andalan untuk mobile content creation, tetapi tidak ada salahnya mencoba Adobe Spark, terutama aplikasi mobile-nya gratis.

Saya sendiri saat ini (10/18) baru mencoba Adobe Spark Post saja (kapasitas hp gak mendukung Page dan Video haha).

musician-664432_640

Menurut saya Adobe tidak main-main dengan user experience driven-nya, dari interface, stok gambar dan akses ke beragam jenis huruf serta template desainnya, belum lagi fitur remix-nya yang sangat user friendly dan MIND BLOWING.

Saya bisa membayangkan penggunaannya dalam kebutuhan desain sehari-hari karena mudah dan referensi/template desain yang terkini yang berlimpah ruah.

Mengingat masih versi beta, tentu masih ada kurang dan belum sempurna. Cobain deh!

Adobe Spark Post

Menurut saya aplikasi mobile Adobe Spark Post ini yang paling relevan bagi pengguna media sosial, baik sebagai akun pribadi, online shop, atau organisasi/korporasi.

Adobe Spark Post ditujukan untuk membantu kamu dalam pembuatan konten grafis (digital graphic content), terutama untuk keperluan posting dan profil di media sosial dan situs web. Berikut contoh beberapa grafik yang dibuat dari template:

Banyak template dan rekomendasi desian yang kece dan kekinian, termasuk stok foto gratis. Menu editingnya menggunakan istilah “Remix” juga mudah digunakan.

Adobe Spark Video

Aplikasi mobile ini ditujukan untuk membantu konten kreator media sosial dan situs web dalam pembuatan konten video (video content creation).

Apa aja fiturnya? Sekeren apa video maker ini? Video intro ini akan menjawab semuanya.

Jadi pingin coba aplikasi Adobe Spark Video nyaaa! Seperti yang mbaknya bilang, “If you don’t make a video after this, you just don’t want to” Haha

Adobe Spark Page

Nah, aplikasi ini diperuntukkan bagi orang yang ingin mendesain dan membuat situs web tetapi tidak punya kemampuan teknikal dan anggaran cukup untuk merealisasikannya.

Pembuatan situs web yang kece memang butuh budget yang tidak sedikit dan waktu yang relatif lama.

Adobe Spark memberikan solusi alternatif, coba cek fitur dan kegunaannya di video berikut.

BACA JUGA: 4 Rambu dalam Desain User Interface (UI)

Aplikasi Adobe Spark Page memberikan kemudahan bagi pengguna dengan menyediakan template desain dan fitur-fitur umum untuk membuat situs web yang sesuai dengan kebutuhan.

Referensi Lanjutan: Intro Adobe Spark dari Adobe

Time stamp:

00:00 – 10:00 High level design and content strategies

10:00 – 16:00 Creating long form content with Spark Page

16:00 – 27:00 Wow on social with graphics made with Spark Post

27:00 – 46:00 Boost engagement with fast, easy videos with Spark Video

46:00 – 1:00:00 Q&A featuring distribution and social media tricks

Semoga bermanfaat!

Alasan fotografer profesional memakai kamera DSLR

Zaman sekarang, sudah ada smartphone dan kamera mirrorless canggih, siapa yg butuh DSLR?

Teknologi dokumentasi foto semakin canggih, semakin banyak opsi dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Kamera dengan pixel semakin besar dengan dua lensa sehingga efek bokeh bisa diwujudkan menggunakan smartphone nan praktis.

dan-silva-625293-unsplash copy

Kamera dengan autofocus canggih, warna cantik, dan kualitas gambar HD, praktis tinggal point and shoot saja tidak perlu ribet setting dan nyaman untuk Vlogging, dapat kamu dapatkan dari kamera mirrorless.

aaron-burden-205148-unsplash

Nah, kenapa di era kamera mirrorless dan smartphone canggih seperti sekarang fotografer profesional masih rela memikul tas berat berisi kamera dan lensa DSLR-nya?

Para photo retoucher atau fotografer handal dan berpengalaman mungkin hanya bisa senyum penuh makna mendengar pertanyaan tadi 🙂

meghan-holmes-604852-unsplashArtikel ini diperuntukan bagi kaum pemula yang baru menjajaki atau berniat mendalami dunia fotografi.

Kenapa DSLR masih dibutuhkan dan digunakan oleh fotografer professional?

Untuk menjawabnya, disini akan dijabarkan secara sederhana dan mudah dipahami tentang fungsi dan kapasitas kamera DLSR —yang sampai sekarang belum tergantikan oleh kamera compact, terutama untuk memperoleh hasil foto dengan kualitas dan efek tertentu/yang diinginkan.

1. Shutter Speed dengan Deteksi Objek yang Akurat

Ada yang bilang shutter speed mirrorless lebih cepat daripada DSLR. Ya betul…

victor-rodriguez-726159-unsplash

Tapi DSLR punya kapasitas phase detection dan metering system yang lebih handal.

Hal ini membuat DSLR dapat melakukan tracking objek/view finder yang lebih akurat untuk membantu dalam mengisolasi objek yang kamu incar, terutama dalam pengambilan objek gambar bergerak/ in-action.

Contohnya foto kegiatan olahraga/action berikut, menggunakan shutter speed cepat dengan isolasi objek yang solid.

john-torcasio-441531-unsplashUntuk shutter speed yang diperlambat, dapat memberikan efek blur atau bahkan menyatu sejumlah objek gambar yang bergerak.

Sering digunakan untuk landscape photography yang hanya sebagian objeknya yang bergerak, seperti mobil (lampu), air terjun, aurora/petir, dsb.

kristo-vedenoja-524505-unsplash copy

PRO TIPS:  Proyek foto yang mengambil gambar objek tidak bergerak dan pose, seperti pas foto/potrait, pranikah/prewed, atau dokumentasi pernikahan, dapat diakomodir dengan kamera mirrorless.

2. Kualitas Gambar untuk Pasca Produksi/Post Production

Kualitas gambar tidak melulu tentang berapa besar megapixel kameranya.

laptop-1246672_640

BACA JUGA: Cara Color Correction CMYK di Adobe Photoshop, Ada Rumusnya !

Kualitas gambar yang dibutuhkan pada post production– retouch/editing— harus mendetail dari sisi akurasi warna per pixelnya/kepadatan pixel.

Nah, foto dengan warna cantik dan “bersih” dari kamera smartphone kadang “menghilangkan” detail akurasi warna dan kepadatan pixel yang dibutuhkan post production.

Sumber gambar: http://www.makeuseof.com

Pada contoh gambar di atas bisa kamu lihat, dari segi kontras warna smartphone mungkin lebih enak dipandang, tapi jika diteliti pinggiran antara kuning dan biru hasil foto DLSR lebih tajam dan jelas, tidak ada geriginya.

Detail ketajaman dan akurasi pixel inilah yang dibutuhkan dalam post production.

PRO TIPS: Jika proyek fotonya tidak banyak mengandalkan atau mengadakan post produksi (alias apa adanya), penggunaan kamera mirrorless bisa menjadi pilihan tepat.

3. Variasi Lensa

Lensa bukan sekedar koleksi gear, bagi fotografer pro lensa penting untuk menyempurnakan hasil foto.

Mirrorless mungkin punya varian lensa juga, tetapi tidak ekstensif jumlahnya dibandingkan DSLR.

Lensa DSLR kerap membutuhkan kemampuan dan pengalaman khusus, karena harus setting manual dan microadjusting, jadi memang butuh belajar dan jam terbang cukup untuk memaksimalkan kegunaannya.

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Inspirasi Proyek Video Instagram

6 Perangkat Andalan Ilustrator Digital

Jadi tukang gambar, atau nama kerennya illustrator, zaman sekarang sudah tidak sekedar berbekal pensil dan kuas lagi.

Kata ilustrasi digital (digital illustration) sudah tidak asing lagi.

art-3153106_640

Jika sebagian (sketsa atau pewarnaan) atau seluruh proses menggambar dilakukan di perangkat lunak atau keras, maka hasil gambar bisa dikategorikan sebagai ilustrasi digital.

graphics-tablet-3256600_640

Mesti bukan elemen utama dari suatu artwork, tapi perangkat keras atau lunak yang penunjang proses gambar digital ini semakin disukai karena semakin praktis, nyaman digunakan. dan canggih.

Jumlah dan tipenya semakin banyak!

office-583839_640

Ini dia daftar perangkat lunak dan/atau keras ilustrasi digital yang kekinian dan banyak direkomendasikan tahun 2018.

1. Wacom Tablet

Desainer grafis mana yang tidak kenal Wacom? Salah satu merek pionir dalam ilustrasi digital.

Selama ini kita mengenal wacom sebagai perangkat keras untuk menggambar dikomputer, lengkap dengan stylus dan touch pad-nya.

graphics-tablet-1964816_640

Baru-baru ini wacom memperkenalkan wacom tablet Cintiq 13HD yang berbeda dari wacom yang kita kenal.

Cintiq 13HD ini merupakan perpaduan dari perangkat keras dan lunak.

Apa artinya? Kamu tidak lagi menggunakannya sebagai alat gambar, saja tapi bisa langsung menggambar di layarnya!

Dan bisa dilakukan tanpa komputer a.k.a. dimana saja!

Banyak review yang positif terhadap Cintiq 13HD ini, mulai dari segi kepraktisan (mudah dibawa dan bisa gambar dimana aja, yes!), kenyamanan dalam menggambar, dan juga ukurannya yang sebesar halaman A4 (13inch).

2. Procreate

Aplikasi berbayar untuk iPad Pro (atau yang ukuran 9 inch) dan bisa digunakan dengan Apple Pencil ini digadang-gadang merupakan kompetitor utama Adobe PS, AI dan bahkan yang terbaru, Fresco.

Fitur andalannya adalah 130 pilihan brushnya sangat menarik untuk penggiat digital painting dan editing gambar layaknya di photoshop, mulai dari basic editing hingga layering/masking.

Perangkat lunak ini dapat dipasang dengan membayar USD 9.9 per unduhan, kita sudah dapat mengakses semua fitur, tidak ada batas waktu, dan tidak ada biaya lain jika ada upgrade.

Kalau dibandingkan dengan Adobe CC yang menawarkan akses dengan bentuk berlangganan per bulan, untuk para tukang gambar ini jadi pingin coba procreate yaaaa…

3. Adobe Illustrator CC 22.0

Adobe illustrator masih menjadi standar industri desain dan grafik.

versi terbarunya yang dirilis akhir tahun 2017 lalu menambah kecintaan kita pada Adobe Illustrator.

Apa yang menarik dari Adobe Illustrator CC 22.0?

  • Cropping. Derita pindah dari Illustrator ke Photoshop untuk memotong/cropping gambar sudah berakhir, karena di versi ini sudah dilengkapi dengan fitur Crop.
  • Colour Themes Panel – kalau kamu menggunakan adobe color cc (dulu namanya adobe kuler), maka kamu tidak asing dengan fitur ini. Fitur colour themes panel ini bisa membantu kamu memilik, menduplikat, dan menyimpan warna, yang bisa kamu gunakan/akses di seluruh perangkat Adobe (online).

BACA JUGA: Contek Warna Ala Adobe Color CC

  • Puppet Wrap Tools – fitur ini dulu hanya ada di photoshop, kini sudah dapat digunakan untuk gambar vektor di adobe illustrator.

4. Moleskin Smart Writing Set

Buku notes Moleskin adalah idola para desainer, selain apik tapi juga hipster/kekinian banget menunjang penampilan.

BACA JUGA: Hand Lettering Starter Pack

Dan dengan adanya aplikasi Smart Writing ini, kamu akan semakin tergila-gila ahaha!

Jadi bagi kamu pengguna buku sketsa moleskin, sekarang bisa menampilkan dan edit gambar kamu di tablet secara LIVE, alias aktual.

Gak percaya? Simak video berikut.

Bagaimana cara kerjanya?

  • Jadi aplikasi Smart Writing Set ini bisa disinkronisasikan dengan buku notes Moleskin.
  • Menggunakan perangkat keras Pin+ kamu bisa mulai menggambar atau menulis kamu di halaman tersebut.
  • Hasilnya bisa dilihat langsung di tablet atau perangkat keras lainnya yang memiliki aplikasi ini.

Kerennn…

5. Inkscape 0.92

Nah, jika kamu masih mencari perangkat lunak ilustrasi digital yang gratis, banyak yang merekomendasikan Inkscape 092.

BACA JUGA: 9 Hal Dasar Seputar Hak Cipta / Copyrights yang Wajib Diketahui

Perangkat lunaknya tersedia untuk Microsoft, iOs dan Linux. Gratis dan opensource.

Inkscape 0.92 ini banyak digunakan untuk gambar berbasis vektor daripada sketsa.

To be fair, memang ada beberapa kekurangan dalam segi fiturnya, jika dibandingkan perangkat lunak pro berbayar lainnya.

Tapi perangkat lunak ini cukup menunjang untuk pengrajin vektor dan rajin memperbaharui fiturnya.

6. Afinity Photo for iPad

Lah, ini bukannya perangkat lunak untuk editing foto ya?

Fungsinya ternyata sudah berkembang banyak seiring dengan kecanggihannya.

Siapa yang suka menggambar menggunakan photoshop? Tenang, kamu tidak sendirian.

Buktinya, afinity photo ini banyak disukai para desain grafik yang biasa menggambar  atau sketching menggunakan photoshop.

Kamu bisa menggunakannya untuk menggambar atau doodling di iPad Asik yaa

Insights & trends

Aplikasi Photo EditingxIllustrator: Prisma Photo Editor

Aplikasi smartphone ini perpaduan AI (artificial intelligence) dan art.

Algoritma Prisma melakukan rendering gambar dengan efek artisitik yang didesain berdasarkan hasil riset convolutional neural network dan artificial intelligence. Canggih yaaa…

Prosesnya, Prisma membuat ulang atau recreate bukan sekedar menambah filter atau overlay di atas gambar saja. Proses rendering pun tidak terjadi dalam prosesor gawai, melainkan di server Prisma.

BACA JUGA: Melukis Sepatu Kanvas: Starter Pack

Semua proses ini menghasilkan efek artistik pun sangat halus dan hasilnya seperti karya seni yang nyata dan indah.

Prisma sudah tersedia di Apple store dan Google Play, gratis dan tidak ada in-app purchase.

Semoga bermanfaat!

Sumber: https://www.creativebloq.com/advice/7-best-new-illustration-tools-of-2017-so-far

 Updated Oct 16, 2019

Cara Memilih Format File yang Sesuai dengan Kebutuhan Produksimu

Apa bedanya menyimpan file dengan format PDF atau PNG?

Pertanyaan sederhana. Tapi krusial. Dan sering sekali ditanyakan, tidak hanya oleh orang awam, bahkan para desainer.

cherries-1868804_640

Sulit memilih jika tidak tahu mana yang terbaik 🙂

Bisa jadi kamu kerap melihat ekstensi ini ketika menyimpan file (terutama grafis) seperti bmp, png, jpeg, tiff, psd, atau pdf, dan sebagainya.

Tapi tahukah kamu, apa artinya semua itu?

adult-1868049_640

Sebelum galau, di sini kita tidak akan membahasnya satu per satu secara mendetail.

Tapi ada tips praktis, alias cara sederhana dengan sedikit pemahaman dasar yang bisa membantu kamu memilih format file yang tepat.

Hal yang mendasar sekali untuk dapat memilih: kamu harus tahu tipe grafik yg dihasilkan (teks/ilustrasi atau vektor/foto, dsb) dan kegunaan file yang berujung pada output produksi yang ingin dihasilkan dengan file tersebut.

Nah, panduan berikut akan membantu kamu menentukan format file yang tepat berdasarkan sesuai dengan kegunaan file/output.

Vektor, Ilustrasi, Teks

File grafis berupa vektor atau teks biasanya biasanya dihasilkan perangkat lunak Adobe Illustrator, InDesign atau corel draw.

Karena tidak semua komputer memasang software desain, maka kamu harus menyimpannya dalam format file yang bisa diakses komputer pada umumnya dan ukuran file yang lebih kecil.

inline-skate-1324585_640

Berikut ini adalah format file yang disarankan untuk menyimpan hasil akhir (final artwork/FA) grafis berupa vektor/garis, ilustrasi 2 dimensi:

  • PNG – format file ini menggunakan pengaturan warna RGB. Artinya format ini tepat untuk gambar berupa flat design yang tidak ada banyak gradien warnanya, biasanya grafik/vektor/ikon atau banyak teks.
  • GIF – bisa menjadi pilihan jika menginginkan ukuran yang lebih kecil tetapi mengorbankan kualitas gambar karena terbatas hanya mengakomodir 256 warna saja.

Baca Juga: Perbedaan Antara CMYK dan RGB dan Cara Konversinya.

Unggah (Upload) di Web

Format file apa yang tepat untuk di-unggah di web?

man-791049_640

Gambar di web bervariasi antara vektor dan/atau foto, ada beberapa format yang sering digunakan:

  • JPEG – umum dipilih untuk menyimpan gambar berupa foto.
    JPEG menjadi pilihan karena ukurannya lebih kecil daripada Bmp/bitmap.
  • PNG – menjadi pilihan untuk gambar berupa grafik/vektor atau teks.

PRO TIPS: format file JPEG tidaklah sempurna. Kondisi gambar yang sudah di-compressed (flattened) kadang menghilangkan beberapa detail foto, tetapi cukup baik jika dilihat melalui layar gawai Anda.

Siap Cetak (Printing)

Format file berhubungan erat dengan kualitas output produksi, terutama dalam dunia cetak-mencetak.

Kualitas cetak tidak hanya dipengaruhi dari jenis mesin dan operator semata, tetapi juga file yang diberikan.

Sebelum mencetak, pastikan terlebih dahulu dimana kamu akan mencetak, atau tepatnya: mesin apa yang digunakan, atau tepatnya setting warna yang digunakan mesin cetaknya, umumnya ada dua tipe: RBG atau CMYK.

printer-933098_640

Cara termudah adalah tanyakan pihak percetakan tentang setting warna mesinnya atau bisa mengeceknya dengan melihat tinta apa saja yang terpasang di mesin cetak.

  • Mesin cetak besar, terutama offset, umumnya menggunakan pengaturan CMYK karena tingkat akurasi warna dan hasil cetaknya lebih sempurna.
  • Mesin cetak yang lebih kecil, seperti desktop printer, biasanya menggunakan format RGB.

PRO TIPS: Mesin cetak portable (desktop printer) ada yg menggunakan tinta RGB atau CMYK, cek dulu printer yang akan digunakan ya!

machine-585262_640

Nah format file apa yang direkomendasikan untuk keperluan printing/cetak? Ini dia…

PDF – yang paling umum dan ideal, sangat disarankan untuk digunakan untuk file akhir pracetak (siap dicetak).

Format PDF punya banyak keunggulan yang menjadikannya primadona dalam dunia printing:

  • Umumnya semua perangkat desktop maupun mobile dapat mengakses file pdf.
  • Meski di-compressed tetapi tidak mengorbankan kualitas, akurasi baik (sesuai pengaturan ketika menyimpan/export file)
  • Pengaturan pracetak yang lengkap
  • Ukuran filenya lebih bersahabat, tidak sebesar TIFF

TIFF – Bisa jadi opsi juga, tapi ukuran file sangat besar (tidak compressed), dan kamu memiliki keterbatasan dalam pengaturan pracetak. Dan ingat, TIFF hanya dapat dibuka dengan perangkat lunak tertentu, jadi tidak semua komputer bisa mengaksesnya.

PNG – kualitas dan warna yang dihasilkan cukup akurat, namun formatnya lebih kompatibel untuk mesin yang menggunakan tinta RGB.

BACA JUGA: Temukan Warnamu dengan Adobe Color CC

JPEG – pilihan terakhir untuk digunakan mencetak di mesin cetak offset, karena formatnya sudah di-compressed sedemikian rupa hingga mengorbankan sejumlah elemen dari grafis dan hasil cetaknya juga tidak maksimal.

Edit Foto

Dalam pengerjaan pasca produksi (post production) atau editing ada beberapa opsi format file, sesuai dengan kebutuhannya setelah pasca produksi selesai.

PSD – format ideal untuk menyimpan file sebagai arsip (untuk dibuka lagi sewaktu-waktu), namun tidak disarankan untuk menyimpan final artwork/hasil akhir.

  • PSD cocok disimpan sebagai arsip, jika kamu masih ingin mengakses file mentah/teknis editing yang digunakan di pasca produksi.
  • Umumnya dalam proses pengerjaan pasca-produksi foto menggunakan photoshop, yang memungkinkan file teknis editing foto disimpan dgn format file PSD.
  • PSD bisa menyimpan berapapun jumlah layer yang digunakan dalam editing/post production.
  • Format file ini hanya dibuka di komputer yang memiliki perangkat Adobe Photoshop dan ukurannya besar.
laptop-1246672_640

JPEG – ideal untuk menyimpan hasil final/final artwork. Jadi biasanya desainer menyimpan artwork-nya dalam 2 format file, JPEG dan PSD.

Sedangkan klien dan untuk konsumsi umum sangat disarankan menggunakan format JPEG, karena:

  • JPEG adalah format gambar yang sudah dipadatkan/flattened, hanya menyimpan gambar untuk ditampilkan, bukan untuk diedit.
  • JPEG mengorbankan sejumlah detail elemen dan akurasi, tergantung dengan pengaturan ketika disimpan.

PRO TIPS: JPEG biasanya menjadi pilihan utama untuk menyimpan hasil akhir (FA) hasil olahan kamera foto/fotografi karena cenderung mudah untuk diakses di perangkat keras/gawai manapun (compatibility).

  • Format JPEG ini memiliki kelebihan yaitu lebih praktis: mudah diakses di berbagai perangkat (hp, komputer, dll) dan ukuran file relatif kecil, hingga cocok untuk menampilkan hasil pasca produksi (preview).

BACA JUGA: Cara Color Correction CMYK di Adobe Photoshop, Ada Rumusnya !

adult-1986108_640

TIFF – opsi yang tepat untuk tujuan penyimpanan file setelah proses pasca produksi/editing selesai. Kenapa?

  • Dikarenakan TIFF masih menyimpan layer serta sejumlah pengaturan ketika pengerjaan editing dengan kualitas foto maksimal.
  • Dengan TIFF juga editor masih dapat mengakses pengaturan transparansi seperti layaknya di PNG.

Kekurangannya adalah ukuran file TIFF lebih besar dari format lainnya, termasuk PSD.

Referensi bacaan lebih lanjut: File Guide Differences Between JPG, EPS PDF PSD AI GIF and TIFF

Semoga bermanfaat!

Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Adobe XD

Tahukah kamu di 2016 Adobe mengeluarkan perangkat lunak baru? Adobe XD.

cup-2218405_640

Penting dan pesatnya perkembangan produk daring (online), seperti laman, aplikasi telepon pintar, berpengaruh pada proses pengembangan/desain produknya.

Hal ini diakomodir oleh Adobe dengan meluncurkan perangkat lunak barunya Adobe XD.

Jadi, apa itu Adobe XD?

Tahun 2016 Adobe memperkenalkan Adobe XD atau Adobe Experience Design sebagai perangkat lunak pertama yang memiliki fungsi lengkap untuk mendesain dan membuat prototipe laman dan aplikasi gawai.

Kedua aktivitas pengembangan prototipe produk UX dan UI ini dapat dilakukan dalam satu perangkat lunak.

Perangkat lunak ini lebih menekankan pada desain dan pengembangan produk digital yang interaktif dengan lebih praktis dan ringkas.

Menurut saya pribadi, Adobe XD ini cukup revolusioner dari segi visi dan misi yang dibawanya.

Siapa sasaran penggunanya?

Pengembangan produk desain online (website, app, etc) kerap melalui proses yang panjang dan rumit.

rawpixel-678089-unsplash

Melibatkan banyak expert dari bidang berbeda, dari UX, IT dan Grafis/visual, kemudian berbagai perangkat lunak hanya untuk membuat prototipe produk/mock up.

Tentunya melibatkan banyak expert, desainer UX dan UI, bahkan tim IT developer.

Nah, dengan Adobe XD pengembangan dan desain prototipe dapat dilakukan langsung oleh product designer.

BACA JUGA: Yang Perlu Kamu Ketahui tentang Adobe Spark

Kenapa kita perlu perangkat lunak all-in-one seperti Adobe XD?

OK, perlu sedikit pencerahan memang.

Coba bayangkan, dengan adanya Adobe XD seorang desainer produk bisa membuat prototipe produk online.

human-723579_640

Karena kini proses pengembangan desain produk online mulai bergeser dengan lebih ringkas dan praktis, peran desain UX dan UI semakin erat dan cenderung melebur.

BACA JUGA: Pengenalan Experience Design (XD) untuk Desainer Grafis

Mulai dari tampilan visual juga tetapi juga penempatan fitur, navigasi dan fungsi setiap tombolnya, dan otomatis kenyamanan interaksi pengguna dalam desain layar/interface.

Bayangkan betapa ringkas proses dan timeline yang diperlukan untuk menyelesaikan prototipe produk sekarang!

office-583839_640

Sebagai desainer grafis mulailah memikirkan desain produk secara menyeluruh.

Kamu bisa membuat prototipe sendiri, lengkap dengan presentasi user experiencenya. Kerennn…

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: 4 Rambu Desain User Interface Situs Web