Stop Plagiat! 3 Situs untuk Cek Potensi Plagiarisme Desain Logo

Konon, sudah tidak ada lagi hal baru di muka bumi ini — “There is nothing new under the sun”

Benarkah demikian? Apakah orisinalitas/keaslian desain sudah sirna?

Bayangkan dari sekian ribuan bahkan jutaan tahun manusia ada di muka bumi ini, tentunya ada pengaruh teknik visual dan estetika desain yang sudah dilakukan atau diciptakan oleh generasi yang terdahulu.

BACA JUGA: Ini Nasib Plagiarisme di Era Digital

Nah, jadi seberapa orisinal dan unik desain logo atau branding-mu?

Jangan-jangan sudah ada desain logo/branding, merek, motif atau bahkan ilustrasi yang mirip! Apakah hal ini membuat kamu jadi plagiat?

Dan kadang hal ini tidak dilakukan dengan sengaja, alias kamu tidak pernah melihat gambar atau logo kembaran itu sebelumnya, yang penting niat awalnya bukan plagiarisme.

Apakah hal ini membuat kamu tidak orisinal atau plagiat atau melanggar hak cipta atau kekayaan intelektual?

Heheh… jangan panik dulu! Kini berkat kecanggihan teknologi, kini kita bisa melakukan pengecekan orisinalitas, tingkat kemiripan atau keunikan suatu desain logo melalui situs online berikut ini.

Google Images

Dengan Google Images kita bisa melakukan pencarian berdasarkan gambar/image, atau singkatnya kamu bisa mengunggah (upload) gambar untuk mencari gambar yang serupa/mirip dan telah dipublikasikan di internet.

BACA JUGA: 9 Hal Dasar yang Perlu Diketahui tentang Hak Cipta/Copyrights

Google Images ini berbeda dengan fitur Google search biasa–yang pencarian hanya bisa dilakukan berdasarkan teks. Tapi seperti platform google lainnya, layanan ini gratis dan tidak perlu login.

Berikut caranya:

  • Untuk dapat mengakses Google Images, silakan klik tulisan “images” di bar kanan atas laman utama pencarian google search.
  • Upload/unggah gambarmu dengan dengan klik tombol bentuk kamera yang tersedia di search bar, lalu klik enter atau gambar kaca pembesar.
  • Mesin pencari akan menampilkan gambar-gambar yang cocok atau mirip dengan gambarmu.

TinEye

Tineye mendeskripsikan lamannya sebagai “Reverse image search.”

Cara kerjanya mirip dengan Google Images (gratis dan tidak perlu login untuk menggunakan layanan) tetapi dengan beberapa fitur extra.

TinEye memiliki fitur menarik yang memudahkan pencarian dan riset:

  • Mencarikan/mencocokkan gambar dari 34,7 miliar index gambar yang mereka miliki
  • Gambar yang diunggah untuk pencarian tidak disimpan, jadi tidak perlu khawatir dengan isu copyright
  • Menyediakan browser extension untuk browser Firefox, Safari, Chrome, Opera
  • Ada fitur sort dan filter hasil pencarian
  • Juga ada fitur “compare match” yang bisa membantu kamu untuk membandingkan dan mencari kemiripan/kecocokan antara satu gambar dan yang lain.
  • Pencarian gambar tidak hanya dengan upload file gambar saja, tetapi juga pencarian berdasarkan Image URL (link gambar yang diupload untuk dipublikasikan di website). Caranya adalah copy dan paste image URL ke mesin pencari.

Pangkalan Data Kekayaan Intelektual

Laman pdki ini resmi diadakan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Republik Indonesia, a.k.a punya pemerintah.

Situs ini merupakan pecahan dari induknya yang merupakan sumber informasi dan pendaftaran HKI, yaitu HKI.co.id.

PDKI memberikan akses untuk pencarian terhadap 5 hal terkait kekayaan intelektual, yaitu Paten, Merek, Desain Industri, Hak Cipta, Indikasi Geografis.

BACA JUGA: Artikel tentang Hak Cipta Logo di Hukumonline.com

Sayangnya, pencarian dilakukan berdasarkan teks saja, tidak bisa berdasarkan gambar.

Untuk hasil pencariannya kerap menampilkan gambar, terutama untuk merk dan desain industri.

Kelebihannya, disini kamu bisa memperoleh informasi detail tentang kode dan status (terdaftar, kadaluarsa dsb) dari hak intelektual tersebut lengkap dengan lokasi geografis dimana haki-nya terdaftar.

Semoga bermanfaat!

Yang perlu kamu ketahui tentang Adobe Spark

Kabar gembira bagi digital designers! 

Aplikasi web dan gawai, Adobe Spark versi beta (uji coba pengguna), diluncurkan Adobe di pertengahan tahun 2016.

Entah kenapa sayangnya di Indonesia perangkat lunak dan aplikasi mobile ini kurang dikenal a.k.a. underrated.

Adobe selama ini dikenal dengan perangkat lunak post produksi untuk desain dan fotografi, kini memfokuskan pengembangan bisnisnya pada digital user experience services.

Hingga saat ini (10/18) Adobe masih mengumpulkan feedback dari pengguna publik atas versi beta aplikasi Adobe Spark ini.

Jadi jika kamu membaca artikel ini di masa depan, mungkin aplikasi Adobe Spark sudah berbeda atau tidak lagi relevan.

Apa itu Adobe Spark?

Seiring dengan perkembangan di era digital, Adobe tidak ketinggalan mengembangkan sayap merambah ke digital marketing dan user/customer experience.

michelangelo-71282_640

Ketika mendengar hal ini, tentunya kita tidak ada bayangan sama sekali.

Hanya ketika konferensi tahunan Adobe di London (2018), dalam pidatonya CEO Adobe Shantanu Narayen mulai memberi titik terang terhadap bentuk pengembangan yang dimaksud.

“We think, in Adobe, that great experience starts always with great content.” – Adobe CEO Shantanu Narayen (Adobe EMEA Summit 2018, London)

Di pertengahan tahun 2016 Adobe meluncurkan 3 produk berupa aplikasi web dan mobile (gratis), Adobe Spark, yang dapat dijelaskan secara singkat sbb:

Adobe Spark is free online and mobile graphic design app. Easily create beautiful images, videos, and web pages that make you stand out on social.

Adobe Spark ini menyasar pada konten kreator /pengguna media sosial yang tidak ada dukungan atau kemampuan desain/professional, istilah kerennya design for non-designer.

Mungkin sekarang kamu sudah punya aplikasi andalan untuk mobile content creation, tetapi tidak ada salahnya mencoba Adobe Spark, terutama aplikasi mobile-nya gratis.

Saya sendiri saat ini (10/18) baru mencoba Adobe Spark Post saja (kapasitas hp gak mendukung Page dan Video haha).

musician-664432_640

Menurut saya Adobe tidak main-main dengan user experience driven-nya, dari interface, stok gambar dan akses ke beragam jenis huruf serta template desainnya, belum lagi fitur remix-nya yang sangat user friendly dan MIND BLOWING.

Saya bisa membayangkan penggunaannya dalam kebutuhan desain sehari-hari karena mudah dan referensi/template desain yang terkini yang berlimpah ruah.

Mengingat masih versi beta, tentu masih ada kurang dan belum sempurna. Cobain deh!

Adobe Spark Post

Menurut saya aplikasi mobile Adobe Spark Post ini yang paling relevan bagi pengguna media sosial, baik sebagai akun pribadi, online shop, atau organisasi/korporasi.

Adobe Spark Post ditujukan untuk membantu kamu dalam pembuatan konten grafis (digital graphic content), terutama untuk keperluan posting dan profil di media sosial dan situs web. Berikut contoh beberapa grafik yang dibuat dari template:

Banyak template dan rekomendasi desian yang kece dan kekinian, termasuk stok foto gratis. Menu editingnya menggunakan istilah “Remix” juga mudah digunakan.

Adobe Spark Video

Aplikasi mobile ini ditujukan untuk membantu konten kreator media sosial dan situs web dalam pembuatan konten video (video content creation).

Apa aja fiturnya? Sekeren apa video maker ini? Video intro ini akan menjawab semuanya.

Jadi pingin coba aplikasi Adobe Spark Video nyaaa! Seperti yang mbaknya bilang, “If you don’t make a video after this, you just don’t want to” Haha

Adobe Spark Page

Nah, aplikasi ini diperuntukkan bagi orang yang ingin mendesain dan membuat situs web tetapi tidak punya kemampuan teknikal dan anggaran cukup untuk merealisasikannya.

Pembuatan situs web yang kece memang butuh budget yang tidak sedikit dan waktu yang relatif lama.

Adobe Spark memberikan solusi alternatif, coba cek fitur dan kegunaannya di video berikut.

BACA JUGA: 4 Rambu dalam Desain User Interface (UI)

Aplikasi Adobe Spark Page memberikan kemudahan bagi pengguna dengan menyediakan template desain dan fitur-fitur umum untuk membuat situs web yang sesuai dengan kebutuhan.

Referensi Lanjutan: Intro Adobe Spark dari Adobe

Time stamp:

00:00 – 10:00 High level design and content strategies

10:00 – 16:00 Creating long form content with Spark Page

16:00 – 27:00 Wow on social with graphics made with Spark Post

27:00 – 46:00 Boost engagement with fast, easy videos with Spark Video

46:00 – 1:00:00 Q&A featuring distribution and social media tricks

Semoga bermanfaat!

Alasan fotografer profesional memakai kamera DSLR

Zaman sekarang, sudah ada smartphone dan kamera mirrorless canggih, siapa yg butuh DSLR?

Teknologi dokumentasi foto semakin canggih, semakin banyak opsi dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Kamera dengan pixel semakin besar dengan dua lensa sehingga efek bokeh bisa diwujudkan menggunakan smartphone nan praktis.

dan-silva-625293-unsplash copy

Kamera dengan autofocus canggih, warna cantik, dan kualitas gambar HD, praktis tinggal point and shoot saja tidak perlu ribet setting dan nyaman untuk Vlogging, dapat kamu dapatkan dari kamera mirrorless.

aaron-burden-205148-unsplash

Nah, kenapa di era kamera mirrorless dan smartphone canggih seperti sekarang fotografer profesional masih rela memikul tas berat berisi kamera dan lensa DSLR-nya?

Para photo retoucher atau fotografer handal dan berpengalaman mungkin hanya bisa senyum penuh makna mendengar pertanyaan tadi 🙂

meghan-holmes-604852-unsplashArtikel ini diperuntukan bagi kaum pemula yang baru menjajaki atau berniat mendalami dunia fotografi.

Kenapa DSLR masih dibutuhkan dan digunakan oleh fotografer professional?

Untuk menjawabnya, disini akan dijabarkan secara sederhana dan mudah dipahami tentang fungsi dan kapasitas kamera DLSR —yang sampai sekarang belum tergantikan oleh kamera compact, terutama untuk memperoleh hasil foto dengan kualitas dan efek tertentu/yang diinginkan.

1. Shutter Speed dengan Deteksi Objek yang Akurat

Ada yang bilang shutter speed mirrorless lebih cepat daripada DSLR. Ya betul…

victor-rodriguez-726159-unsplash

Tapi DSLR punya kapasitas phase detection dan metering system yang lebih handal.

Hal ini membuat DSLR dapat melakukan tracking objek/view finder yang lebih akurat untuk membantu dalam mengisolasi objek yang kamu incar, terutama dalam pengambilan objek gambar bergerak/ in-action.

Contohnya foto kegiatan olahraga/action berikut, menggunakan shutter speed cepat dengan isolasi objek yang solid.

john-torcasio-441531-unsplashUntuk shutter speed yang diperlambat, dapat memberikan efek blur atau bahkan menyatu sejumlah objek gambar yang bergerak.

Sering digunakan untuk landscape photography yang hanya sebagian objeknya yang bergerak, seperti mobil (lampu), air terjun, aurora/petir, dsb.

kristo-vedenoja-524505-unsplash copy

PRO TIPS:  Proyek foto yang mengambil gambar objek tidak bergerak dan pose, seperti pas foto/potrait, pranikah/prewed, atau dokumentasi pernikahan, dapat diakomodir dengan kamera mirrorless.

2. Kualitas Gambar untuk Pasca Produksi/Post Production

Kualitas gambar tidak melulu tentang berapa besar megapixel kameranya.

laptop-1246672_640

BACA JUGA: Cara Color Correction CMYK di Adobe Photoshop, Ada Rumusnya !

Kualitas gambar yang dibutuhkan pada post production– retouch/editing— harus mendetail dari sisi akurasi warna per pixelnya/kepadatan pixel.

Nah, foto dengan warna cantik dan “bersih” dari kamera smartphone kadang “menghilangkan” detail akurasi warna dan kepadatan pixel yang dibutuhkan post production.

Sumber gambar: http://www.makeuseof.com

Pada contoh gambar di atas bisa kamu lihat, dari segi kontras warna smartphone mungkin lebih enak dipandang, tapi jika diteliti pinggiran antara kuning dan biru hasil foto DLSR lebih tajam dan jelas, tidak ada geriginya.

Detail ketajaman dan akurasi pixel inilah yang dibutuhkan dalam post production.

PRO TIPS: Jika proyek fotonya tidak banyak mengandalkan atau mengadakan post produksi (alias apa adanya), penggunaan kamera mirrorless bisa menjadi pilihan tepat.

3. Variasi Lensa

Lensa bukan sekedar koleksi gear, bagi fotografer pro lensa penting untuk menyempurnakan hasil foto.

Mirrorless mungkin punya varian lensa juga, tetapi tidak ekstensif jumlahnya dibandingkan DSLR.

Lensa DSLR kerap membutuhkan kemampuan dan pengalaman khusus, karena harus setting manual dan microadjusting, jadi memang butuh belajar dan jam terbang cukup untuk memaksimalkan kegunaannya.

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Inspirasi Proyek Video Instagram

4 Situs Lokal Pilihan Freelance Pekerja Kreatif

Siapa yang mendambakan kebebasan bekerja?

Atau mungkin sedang mencari tambahan?

Mengatur sendiri waktu dan lokasi bekerja, tidak harus berpakaian rapi atau bangun pagi dan bermacet-macetan di jalan raya. Mungkin pekerja lepas/freelancer cocok untuk kamu.

Thanks to Internet, kini semua bisa dilakukan dengan ujung jarimu.

widow-1148929_640

Peluang kerja lepas atau freelance, baik yang ingin serius menggeluti profesi ini maupun yang sekedar mencari “sabetan” atau penghasilan tambahan, sangat dimungkinkan dengan banyaknya situs freelance yang tersedia sekarang.

Ini dia situs freelance lokal pilihan yang cocok bagi para pekerja kreatif.

GetCraft.com

GetCRAFT salah satu situs  yang fokus dalam mengisi lowongan para pekerja lepas untuk produksi dan publikasi konten digital.

Hal ini tentu saja untuk memenuhi kebutuhan industri digital marketing yang sedang booming.

Screen Shot 2018-07-24 at 18.53.31

Jadi situs ini fokus dalam produksi dan publikasi konten kreatif. Cakupannya mulai dari social media influencers, fotografer, penulis, desain grafis hingga produser video, yang didirikan dan berbasis di Indonesia–  kini sedang melakukan ekspansi di negara-negara Asia Tengara, seperti Vietnam dan Filipina.

Melalui situs ini kamu akan terhubung dengan proyek-proyek pemasaran dari brand-brand ternama dan agency besar.

BACA JUGA:  Grafik Desainer V.S. Digital Marketer: Make Love Not War

Situs ini mengutamakan kreator yang berpengalaman atau dalam beberapa kategori pekerjaan bahkan tingkat profesional.

Dan GetCRAFT memberlakukan seleksi yang ketat sebelum kamu bisa masuk mendaftar dalam jaringan kreatornya.

photographer-301533_640

Begitu kamu terdaftar dalam jaringan, maka pengguna Getcraft dari sisi klien dapat melihat profilmu dan menawarkan pekerjaan.

Semua interaksi dari brief, revisi hingga pembayaran dilakukan melalui Getcarft sehingga kenyamanan dan keamanan terjamin bagi kedua belah pihak.

imural.co

Situs ini khusus untuk proyek mural! Keren kan!

Screen Shot 2018-08-07 at 23.09.22.png

Hal ini suatu kemajuan bagi artis kreatif mural, karena selama ini artis mural cenderung dikaitkan dengan “underground” atau artis jalanan.

Stigma negatif ini yang membuat orang awalnya tidak banyak melirik karya mural.

clem-onojeghuo-204987crop

Selama ini dunia memandang sebelah mata potensi yang dapat dieksplorasi dari karya mural sebagai karya seni kreatif kontemporer yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai konteks, dalam estetika interior, branding atau dekorasi yang edukatif.

BACA JUGA: Mendunia dan Meraih Dolar Lewat “Gerai” Desain Online

tyler-nix-590906-unsplash

Disini kamu bisa mendaftarkan diri sebagai ilustrator, pemural dan lettering artist, kamu dapat membuat lama profil dan memajang portfolio.

Sribu.com

Apakah kamu familiar dengan situs 99designs?

https://www.sribu.com/id

Nah, pada prinsipnya situs sribu.com menyediakan platform seperti 99design tetapi versi Indonesia.

Hal ini sangat membantu karena bisa fokus mempertemukan pekerja dan klien dari Indonesia, dimana kendala-kendala yang sering ditemukan bekerja melalui platform global seperti komunikasi, bahasa, nilai tukar mata uang asing, metode pembayaran/transaksi bisa dikurangi.

BACA JUGA: Hybrid Designer: Menjawab Tantangan Era Digital

summit-1754735_640
Photo credit @fajaraddana91

Sribu.com menawarkan 4 kategori utama produk jasa yang ditawarkan yaitu logo dan branding, desain produk, bisnis dan marketing, serta yang terakhir  website dan aplikasi.

Dalam platform ini kamu juga bisa adu keahlian dengan melalui kontes atau lebih proaktif alias jemput bola dengan mengecek lowongan/kebutuhan pekerjaan yang didaftarkan oleh klien.

Creasi.co.id

Sekilas situs ini seperti job market atau situs pencari kerja pada umumnya.

Screen Shot 2018-08-07 at 22.51.22

Yang membedakan dari situs job market lainnya, situs ini fokus pada pencarian tenaga kerja kreatif.

Creasi.co.id memberikan wadah bagi perusahaan/klien dan pencari kerja bidang kreatif, baik pekerja lepas maupun full time.

Semoga bermanfaat, selamat mencoba!

BACA JUGA: Hand Lettering Starter Pack

Hybrid Designer Menjawab Tantangan Era Digital

Era digital ibarat kereta super cepat, apakah bergabung di dalamnya menjadikan kamu super juga?

Jawabannya tidak.

Menjadi penumpang saja bukanlah sesuatu yang super atau patut dimasukkan dalam portofolio, ya kan?

Siapapun bisa jadi penumpang.

rawpixel-250917-unsplash

Untuk menjadi hybrid designer, kamu tidak bisa hanya jadi penumpang namun harus “berevolusi.”

Apa itu hybrid designer?

joey-nicotra-510944-unsplash

Apa sih maksudnya hybrid designer?

Ibarat menjadi superhero dan manusia biasa, tantangan bagi para desainer kini.

Itu istilah keren untuk desainer yang beradaptasi dengan perubahan dan kebutuhan dunia digital.

Tidak hanya dari segi teknik dan skill, tetapi juga dari segi tujuan dan sudut pandang, trik dan esensi dari visual yang dibutuhkan konten digital.

Hybrid designer diharapkan sebagai konten kreator, handal membuat infografik, mempertimbangkan user experience sebagai elemen desain, serta peka terhadap tujuan bisnis dan marketing.

Menjadi Hybrid Designer

Dalam hiukum evousi Darwin, jika mahluk hidup yang tidak berevolusi atau adaptasi dengan lingkungan sekitar akan punah. Namanya seleksi alam.

Kamu dapat mulai “berevolusi” dengan mengubah pola pikir dan kebiasaan.

stormtrooper-1343877_640

Ubah pola pikir (mindset) dan cara pandang tentang desain

Cara paling mudah adalah tempatkan dirimu sebagai murid/pelajar lagi.

Tidak semata-mata membuang ilmu desain yang lama, melainkan memperbaharui dan melengkapi dengan yang sudut pandang yang baru.

edgar-chaparro-677224-unsplash
Drone view, sudut pandang baru

Coba ubah mindset kamu tentang pekerjaan mendesain, jaman sekarang desain visual dan user experience lebih berperan karena kini:

  1. Visual lebih berperan daripada teks sebagai trigger atau pancingan.
  2. Desainer juga berpikir selayaknya content creator— Artinya, desainer juga memikirkan output desain secara keseluruhan, mempertimbangkan aspek-aspeknya dalam proses desain.

BACA JUGA: Inspirasi Proyek Video Instagram

erik-lucatero-257494

Misal, kamu mempertimbangkan bagaimana desain ditampilkan dalam berbagai platform, dan mempertimbangkan apakah user akan merasa nyaman, dan sebagainya.

Memahami apa yang industri inginkan dari hybrid desainer

  • Membuat desain yang mengarahkan pengguna/audiens dari titik A ke titik B (tujuan marketing/sales/bisnis)
michelangelo-71282_640
  • Desainer  dengan pengetahuan copywriting atau bisa mencerna copy.
  • Familiar/mengenal spesifikasi teknis platform online/social media.
  • Berinisiatif mengenal/mencari tahu tentang target audience/target persona dan menggunakan pemahaman ini dalam mendesain
  • Content creator, familiar memproduksi konten visual yang tren

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Grafik Desainer V.S. Digital Marketer: Make Love Not War

Grafik Desainer V.S. Digital Marketer: Make Love Not War

Benarkah kita eternal enemy (musuh abadi) atau bisa jadi frenemy?

people-2605980_640

Siapa yang pernah bekerja di industri periklanan atau pemasaran akan merasakan dilemma ini.

Ada percikan atau gesekan sedikit itu biasa dalam bekerja. Namun tidak berarti kita saling tidak suka atau anti terhadap satu sama lain.

BACA JUGA: 3 Jurus untuk Kembalikan Mood dan Kreativitasmu

workplace-1245776_640

Bagi yang berkecimpung di industri desain grafik, era digital membawa tantangan tersendiri.

Dan tidak dapat dipungkiri pekerjaan kita semakin lekat dengan digital marketing, dan bitter-sweet situasinya.

Digital marketing suatu hal wajib bagi bisnis untuk bersaing di era digital. Dan kita tahu digital marketing tidak bisa lepas dari atraksi visual untuk mendapatkan perhatian audiens, alias kreasi konten yang kreatif.

Kenapa? Because picture is worth a thousand word…

instagram-1474233_640

Perkembangan ini membawa desain visual dan digital marketing menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi. Jadi kalian adalah tim.

BACA JUGA: 3 Keahlian yang Dibutuhkan Anak Desain untuk Meraih Karir Impian

Jadi daripada melawan arus dan berpikir negatif terus, saatnya kamu menjadikan digital marketing teman baik atau BFF-mu.

Are you ready?

Digital Marketing, Apa yang Mereka Pikirkan?

Ada pepatah mengatakan: Tak kenal maka tak sayang.

Apa sih yang digital marketer pikirkan tentang yang bersangkutan dengan desain visual?

  • Winning the content war

Bisa dikatakan bahwa tujuan hidupnya adalah mendapatkan perhatian di tengah berlimpah ruahnya informasi di internet.

  • Trendy

Mereka wajib paham tren, tapi hanya tahu sedikit tentang desain, makanya butuh  desainer untuk menyempurnakan dan merealisasikan ide tersebut.

trendy-1030996_640
  • Just like designer, there are some regular vs hybrid ones

Pengetahuan teknis terkait produksi konten visual bervariasi, dari nol besar sampai super (biasanya dimiliki digital marketer hybrid).

Contoh, tidak semua marketer paham tentang stok foto dan ketentuan penggunaannya, atau tentang spesifikasi desain.

Jadi maklumi aja, toh tanggung jawab dan pekerjaan kalian memang berbeda.

  • Content content content, not the size, shape or anything else

Fokusnya pada materi konten copy dan visual serta kadang jadwal posting. Mereka kadang lupa/acuh pada hal-hal teknis dan estetis, seperti ukuran gambar yang  berbeda-beda di tiap saluran sosial media, atau tampilan web VS mobile.

erik-lucatero-257494

BACA JUGA: 5 Hal Wajib dalam Design Brief atau Panduan Pekerjaan Desain

Hal di atas dimaksudkan agar kamu lebih paham bagaimana mereka bekerja, bukan untuk mencari kesalahan ya.

Dengan memahami peran dan kapasitas marketer, desainer diharapkan bisa lebih memahami,  mengedukasi dan beradaptasi.

Ingat, tidak ada yang sempurna di dunia ini gaess

Grafik Desainer Dari Sudut Pandang Digital Marketer

Sudah ada gambaran bagaimana digital marketer fokus dan bekerja?

Sekarang mari kita lihat pekerjaan kita dari sudut pandang yang lebih objektif, istilah kekiniannya drone view.

BACA JUGA: Eksis dengan 5 Situs Galeri Portofolio Online

Ready? Kira-kira bagaimana orang lain melihat kita bekerja ya?

  • Aesthetics over Functionality

Desainer kadang larut dalam pengembangan estetika visual semata, melupakan segi fungsi dan efektivitasnya.

Padahal ingat dalam konten digital user experience dan instruction merupakan hal wajib dimasukkan dalam elemen visual desain.

comiccon-1143686_640
  • Kurang insiatif, just design nothing to do with anything else

Dan agar tidak dianggap sekedar tukang gambar, kamu juga bisa memberikan nilai tambah atau kontribusi terhadap tim terutama yang berbau bidang keahlian kamu yaitu desain.

joshua-ness-112782-unsplash

Contoh bentuk inisiatif yang bisa kamu lakukan adalah berbagi dan berkontribusi, tidak pasif, antara lain:

  1. Saran tentang tren desain/visual
  2. Pengetahuan tentang teknik dan spesifikasi konten
  3. Hasil pengamatan kamu tentang target persona

Inisiatif sederhana dapat memberi perubahan besar terhadap proses desain dan juga apresiasi tim.

BACA JUGA: Take A Break: Curhat Kreatif Lewat Infografik

  • Design stands alone, copy is just additional.

Ini cara pikir yang ego sentris. Ego yang kerap membuat pesan utama dari materi visual/key visual menjadi korban atau salah alamat.

Dalam kenyataaannya, konsep dan pesan kebanyakan awalnya dituangkan dari copy, karena tidak semua orang bisa menggambar ya’kan.

Jadi copy dan gambar sebenarnya saling melengkapi. Tidak ada yang lebih penting dari yang lainnya.

Digital Marketing Berarti Kolaborasi dan Komunikasi

stormtrooper-1351022_640

NAH, dari bahasan tadi semoga kedua pihak bisa saling introspeksi dan mengoreksi diri masing-masing.

Dari pada saling bermusuhan, sebaiknya saling bekerja sama.

Dalam mengerjakan proyek digital marketing, kedua pihak sebenarnya memiliki tujuan yang sama yaitu membuat konten kreatif yang menarik pengguna internet kan, dan  untuk mencapainya harus saling melengkapi.

Kesadaran untuk berkolaborasi ini diharapkan menjadikan proyek dan tujuan digital marketingnya terwujud dan menjadi kebanggaan bersama ya!

BACA JUGA: 9 Hal Dasar Seputar Hak Cipta / Copyrights yang Wajib Diketahui

Semoga bermanfaat!

6 Hal Wajib Dalam Design Brief

Banyaklah bertanya (dan mengumpulkan informasi) agar tidak sesat di jalan.

Jadi, bagi yang belum tau, apa sih design brief itu?

Screen Shot 2018-03-01 at 9.31.26 PM

Sumber: Oxforddictionaries.com

Design brief, atau panduan pekerjaan desain, ibarat resep makanan semakin lengkap dan akurat makan semakin efektif dan enak makanan yang disajikan.

Setiap pekerjaan desain akan membutuhkan panduan/brief yang unik dan khusus dibuat agar dapat menghasilkan desain yang sesuai/tepat.

cooking-1013455_640

Meski kerap disepelekan, brief sangat penting untuk membantu klien dan designer untuk berkomunikasi dalam bahasa/kerangka/konteks yang sama.

Brief yang baik memberikan semua informasi dasar yang diperlukan oleh desainer untuk menghasilkan pekerjaan yang sesuai dengan ekspektasi klien.

concept-1868728_640

Design brief/panduan desain yang baik seperti apa dong? Jawabannya, brief yang baik adalah brief yang bisa membuat kamu siap menjalankan proyek, istilahnya resepnya lengkap.

Secara garis besar design mencakup 2 informasi dasar:

  1. Deskripsi pekerjaan: cakupan proyek, informasi tentang klien dan produk/event, hasil desain yang dibutuhkan.
  2. Project management: deliverable (desain final yang diinginkan klien), timeline (waktu pengerjaan) dan budget

UNDUH CONTOH BRIEF TEMPLATE di Google drive DesainerHaus, klik disini untuk mengunduh.

BACA JUGA: Hybrid Designer: Menjawab Tantangan Era Digital

Jadi buat apa ada artikel ini?? Hahah

Artikel ini dimaksudkan untuk mempersiapkan dan sarana self-taught kamu sebelum maju bertemu dan negosiasi dengan klien, supaya jadi pro dong …

Siap-siap ya artikelnya membahas lebih mendalam tentang proses memperoleh informasi atau brief yang lengkap dari klien… ini serius!

1. Perkenalan dan pahami ekspektasi pekerjaan

Di tahap awal ini merupakan saat yang tepat untuk mengenal lebih jauh tentang ekspektasi pekerjaan, yang akan membantu kamu untuk memutuskan apakah kamu orang tepat untuk pekerjaan dan dapat memenuhi ekspektasi tersebut.

people-2569234_640

Pada tahap awal komunikasi, PERKENALAN, kamu bisa mulai dengan beberapa pertanyaan yang membantu mengenal klien dan apa yang mereka butuhkan (jika kamu sudah kenal dengan kliennya, bagian ini bisa diabaikan):

  • Informasi umum tentang proyek, seperti nama proyek, siapa kliennya, berapa besar timnya, apa saja yang klien sudah lakukan terkait proyek ini.
  • How do they find you?
    • Dari siapakah mereka mengenal kamu, dari teman kerja atau situs pencari kerja atau lainnya?
    • Sudahkah mereka melihat portofolio kamu?
    • Kenapa mereka tertarik untuk bekerja sama?

thought-catalog-661145-unsplash

BACA JUGA: 4 Kesalahan Pekerja Freelance, Perbaiki Sekarang!

Tahap selanjutnya: EKSPEKTASI PEKERJAAN, untuk memahami tentang cakupan pekerjaan lebih lanjut:

  • What do they want from you?
    • Produk apa yang mereka inginkan
    • Hasil akhir (final artwork) apa yang mereka inginkan
    • Kapasitas tim klien (untuk mengukur seberapa besar keterlibatan kamu dalam proyek, contoh: apakah sampai hadir dalam presentasi atau sebatas produksi saja), atau apakah mereka memiliki tim kreatif/internal internal.

rawpixel-678089-unsplash

  • Informasi dasar tentang kesiapan materi dan perencanaan.
    • Di bagian manakah kamu akan dibutuhkan
    • Siapa sajakah yang akan terlibat dalam proyek, apakah ada tim lain?
    • Materi apa saja yang sudah dimiliki dan disiapkan, apakah semua di-desain dari awal, dsb.

Pertanyaan-pertanyaan ini penting agar kamu:

  • cepat memahami cakupan pekerjaan apa yang ditawarkan klien
  • mengukur kemampuan sendiri serta cakupan pekerjaan secara riil.
  • dapat memutuskan apakah kamu cocok/mau mengambil pekerjaan ini atau tidak?

2. Melengkapi brief

Jika kamu memutuskan untuk bekerja dalam proyek ini, kita maju ke tahap selanjutnya dimana kamu mulai menerima brief.

sharpie-1830292_640

Saatnya melengkapi brief! Informasi yang wajib ada dalam setiap brief adalah informasi detail terkait teknis pekerjaan, referensi, sumber daya yang ada/dibutuhkan, dan anggaran.

Berikut ini daftar informasi yang wajib ada dalam brief pekerjaan desain:
  1. Teknis pekerjaan. Apakah hasil akhir yang diharapkan?
    • Ukuran, bentuk, mock up, dst
    • Dalam media apa saja artwork akan digunakan, kebanyakan di media cetak atau digital, atau online,dst.
    • Apakah bentuk/format dari final artwork yang diinginkan? Bentuk flattened/template atau format yang bisa diedit, eg. psd, work template, powerpoint templates, dst.
  2. Tenggat waktu atau deadline pengerjaan. Jika desain lebih dari 1, pastikan apakah deadline-nya sama untuk semua.
  3. Anggaran/budget. Umumnya klien akan meminta kamu mengirimkan penawaran harga/quotation setelah memberikan detail pekerjaan.

Setelah kamu memperoleh informasi wajib di atas, saatnya kamu bawa diskusi lebih jauh tentang produk, target user, referensi desain, dan informasi lainnya yang kamu butuhkan dalam mendesain.

digital-signage-2398510_640

BACA JUGA: Bedanya Tipografi, Kaligrafi, dan Hand Lettering

Informasi ini bisa kamu gali selagi pertemuan awal atau perkenalan, kamu bisa melakukan desktop research dan/atau diskusi dengan klien. Go with the flow aja!

Jika proyeknya seputar branding, ada beberapa detail informasi lain yang diperlukan, seperti:

  1. Spesifik untuk proyek branding/rebranding:
    • Untuk proyek rebranding, apakah yang klien ingin ubah/tidak puas dari brand yang ada?
    • Apakah mereka memiliki branding guideline?
    • Apakah mereka membutuhkan kamu untuk memproduksi branding guideline? — jika ya, maka kamu perlu melibatkan penulis kopi (copy writer) dalam proyek ini.
  2. Untuk proyek desain logo, apakah logonya berupa tipografi, gambar atau keduanya?

human-723579_640

Tenang aja, panduan lebih lanjutnya ada di poin 3-6 berikut ya!

PRO TIPS: STOP BERASUMSI!
  • Meski kita menggunakan jargon atau terminologi yang sudah sangat umum, tetap hindari berasumsi. Contoh istilah yang sering digunakan tapi tidak akurat: branding dan rebranding
  • Selalu kirimkan brief yang sudah kamu lengkapi sesuai hasil diskusi/meeting, kirim serta minta konfirmasi dari klien.

3. Paham tentang brand/produk

Pertanyaan yang diajukan disini adalah: who are they & what they do? —terjemahan: apakah obyeknya (disini berarti brand/produknya) dan apa kegunaannya?

bulb-1239423_640

Semakin detail informasi yang kamu ketahui tentang brand/perusahaan dan tujuan bisnisnya, semakin kenal dan semakin mudah memahami klien.

Tentunya informasi disini adalah yang berhubungan dengan pekerjaan desain ya, kamu tidak perlu mengetahui laporan keuangannya hehe.

BACA JUGA: 3 Keahlian yang Dibutuhkan Anak Desain untuk Meraih Karir Impian

austin-chan-275638

Peroleh informasi yang selengkap-lengkapnya tentang jati diri brand/produk:
  1. cerita/sejarah/filosofi produk
  2. branding guidelines
  3. tagline, kreatif element-nya
  4. hal yang menarik/menjual (key selling point) dari brand/produknya, jika dirasa perlu
  5. kompetitor, apa yang mereka kagumi/sukai atau tidak suka
  6. referensi desain yang mereka sukai, dan kenapa

BACA JUGA: Grafik Desainer V.S. Digital Marketer: Make Love Not War

Informasi detail khusus untuk proyek branding/rebranding:

  1. rencana atau tujuan brand/produk kedepannya– terutama dalam proyek rebranding
  2. sejarah/latar belakang kenapa brand ini ada, jika dirasa perlu (terutama kalau foundernya orang terkenal atau sejarahnya cukup fenomenal, eg. Virgin Air)

t-shirt-2351761_640

4. Kenali Target Audience

Siapakah yang menjadi target dari desain yang akan kamu hasilkan? Siapa target audience-nya?

PRO TIPS: TEPAT SASARAN
  • Target audience untuk pekerjaan desain bisa jadi lebih spesifik — karena desain dibuat untuk keperluan dan konteks yang lebih spesifik, seperti social media campaign/brosur/billboard/banner ads digital, dst.
  • Jadi pastikan deskripsi target audience disini adalah target audience yang sesuai untuk pekerjaan desainnya.

BACA JUGA: Take A Break: Curhat Kreatif Lewat Infografik

freestocks-org-187367

Beberapa kategori yang biasa digunakan untuk mendeskripsikan audience adalah:

  1. usia dan gender/jenis kelamin
  2. status ekonomi, acuan yang sering digunakan adalah Socio economic status/SES
  3. interest/ketertarikan/hobi/passion/habit
PRO TIPS:

Minta client memilih profil instagram/influencer yang sesuai dengan aspirasi audiencenya. Agar lebih akurat kadang dibutuhkan referensi/contoh target audience-nya di dunia nyata, manfaatkan instagram untuk memilih contoh atau aspirasi persona. .

5. Tone of voice dan key message

Tone of voice berkaitan erat dengan pencitraan yang ingin dicapai brand di mata konsumen/target audience-nya.

Kesan apa yang ingin ditinggalkan kepada audience?

alice-moore-192521

BACA JUGA: Hybrid Designer: Menjawab Tantangan Era Digital

Bagi yang kurang familiar dengan istilah tone of voice, bahasa yang sederhananya adalah tentang kepribadian/karakteristik brand ketika diperkenalkan dan ingin disampaikan ke target audience.

Cara yang paling mudah mendapat informasi ini adalah minta klien memberikan 3-5 kata untuk mendeskripsikan produknya.

PRO TIPS: HELP YOUR CLIENT TO DESCRIBE/ FIND THEIR TONE OF VOICE:

Jika masih sulit untuk mendeskripsikannya, minta klien memberikan referensi desain/gambar/website yang mereka sukai atau merepresentasikan brand-nya.

girl-2696947_640

6. Metode atau Alur kerja

Bekerja sama akan lebih mudah dan efektif jika kedua pihak saling memahami bagaimana alur kerja masing-masing.

Bagian yang ini mungkin tidak dicantumkan dalam brief, tetapi di kontrak kerja atau apapun dokumen yang meresmikan kerjasama proyek ini.

workplace-1245776_640

Oleh karena itu di sini komunikasi diharapkan berjalan 2 arah.

DESAINER harus menjelaskan:
  1. menjelaskan alur kerja desain
  2. materi yang dibutuhkan dari klien, seperti logo, kode warna.
  3. jika ada materi atau komponen yang harus diproduksi secara terpisah/outsourcing, informasikan hal ini kepada klien terutama jika membutuhkan waktu dan budget extra.
  4. tahapan kerja dan keterlibatan klien di tahapan tertentu, termasuk revisi
  5. hasil akhir yang mereka peroleh

BACA JUGA: Tips Praktis Mengomunikasikan dan ‘Menjual’ Desainmu Kepada Klien

english-1705196_640

Untuk kelancaran komunikasi dalam proyek, mintakan informasi ini dari KLIEN:
  • siapa person-in-charge (PIC), yang menjadi sumber informasi selama proyek berlangsung.
  • bentuk presentasi desain yang disampaikan: prototipe, mock up, powerpoint, print out, atau bentuk file digital sudah cukup
  • siapa yang menjadi pengambil keputusan atau bagaimana keputusan diambil terutama terkait approval .

ux-788002_640

PRO TIPS: GET THE ADMINISTRATION/CLEARANCE DONE BEFORE YOU START WORKING
  • Mulai bekerja setelah klien mengirimkan persetujuan resmi untuk bekerja sama, dalam bentuk kontrak kerja, surat perintah kerja, Purchase order/PO, atau lainnya.
  • Selalu kirimkan rekap dari hasil diskusi/pertemuan dari setiap tahapan dan revisi dan minta tanggapan dari klien.
  • Pastikan budget, deadline dan termin pembayaran (term of payment) disetujui kedua pihak.

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Panduan Menjadi Desainer Grafis (Seutuhnya)