4 Channel Wajib Penggiat Fotografi dan Desain Grafis

Karena waktu dan paket data bisa dipakai untuk konsumsi konten yang berfaedah…

Waktu (dan paket data) yang kamu habiskan untuk browsing online shop atau menonton video yang provokatif lebih baik digunakan untuk konsumsi konten yang sehat, dalam kata lain konstruktif dan relevan untuk pengembangan diri. Yakan…

cup-2218405_640

Saya memiliki beberapa youtube channel dan situs web terkait desain dan pekerjaan kreatif yang telah terbukti konsisten dan terpercaya. Sekedar sharing rekomendasian aja, berikut daftarnya.

The Futur untuk Graphic Designer, Creative Agency, dan Freelancer #anakahensi #ahensilyfe

Channel Youtube The Futur ini sangat spesifik membahas ragam proyek dan skills yang umum ditemukan di creative agency atau pekerja bidang kreatif pada umumnya.

BACA JUGA: Grafik Desainer VS Digital Marketer: Make Love Not War

Konten yang dipublikasikan sangat relevan dengan tren dan karir di dunia kreatif, mulai dari pekerja kreatif pemula ke profesional, serta pengetahuan seputar industri kreatif seperti, pricing, branding hingga informasi tentang tool dan software terkini.

Publikasi kontennya reguler hampir setiap hari kerja, sangat disarankan untuk berlangganan/subscribe channel ini.

Mango Street untuk Digital Content Production

Youtube channel Mango Street ini ibarat hidden gem, alias harta terpendam bagi para content creator yang bergerilya di dunia social media dan digital content production.

Mango Street cocok sekali bagi kamu yang ingin dapat tips terkini dan belajar tentang tren videografi dan fotografi.

Saya pribadi menyukai gaya penyampaian yang singkat, padat dan jelas visualnya, video tutorial yang diupload rata-rata kurang dari 10 menit, bahkan ada yang hanya 4 menitan.

CreativeLive untuk penggiat fotografi

Selain gear, fotografi memang tidak habis dieksporasi. Apakah kamu penasaran apa rahasia profesional bisa membuat foto kece?

meghan-holmes-604852-unsplash

Seorang fotografer profesional, Chase Jarvis, memutuskan untuk memulai Youtube channel, CreativeLive, untuk berbagi ilmu, tutorial dan trik fotografi, mulai dari segi teknis peralatan, pencahayaan, mengarahkan gaya model, dan banyak lagi!

BACA JUGA: Resep Video Viral: Tips Kreator

Melalui channel ini pemula bisa menggali banyak sekali ilmu, dan bisa jadi sumber informasi bagi fotografer otodidak/self-taught.

Dan untuk menjawab pertanyaan di awal tadi, channel ini memiliki seri “Behind the Lens” yang berupa video journalisme/dokumenter dari kegiatan produksi fotografer profesional.

DesignTAXI untuk Kurasi Tren dan Info Terbaru Seputar Desain dan Seni Kreatif

Situs web DesignTAXI salah satu media yang konsisten dan fokus dalam memberikan informasi tren terbaru dan kurasi konten seputar desain, kreativitas, dan seni modern.

Screen Shot 2018-11-01 at 15.31.58

Hasil kurasi dan gaya penyampaian kontennya yang santai dan kadang diselipi humor, selain menjadi sumber inspirasi tetapi bisa menjadi hiburan dikala jenuh.

Cek kanal “career advice” juga yang bisa membantu dikala kamu sedang merasa galau atau demotivated.

victor-rodriguez-726159-unsplash

Media ini memiliki setidaknya 15 kanal, jadi kamu tidak akan kehabisan konten untuk dibaca. Untuk mempermudah dalam memilih konten kamu bisa mengikuti akun twitter-nya.

Semoga bermanfaat!

4 Situs Lokal Pilihan Freelance Pekerja Kreatif

Siapa yang mendambakan kebebasan bekerja?

Atau mungkin sedang mencari tambahan?

Mengatur sendiri waktu dan lokasi bekerja, tidak harus berpakaian rapi atau bangun pagi dan bermacet-macetan di jalan raya. Mungkin pekerja lepas/freelancer cocok untuk kamu.

Thanks to Internet, kini semua bisa dilakukan dengan ujung jarimu.

widow-1148929_640

Peluang kerja lepas atau freelance, baik yang ingin serius menggeluti profesi ini maupun yang sekedar mencari “sabetan” atau penghasilan tambahan, sangat dimungkinkan dengan banyaknya situs freelance yang tersedia sekarang.

Ini dia situs freelance lokal pilihan yang cocok bagi para pekerja kreatif.

GetCraft.com

GetCRAFT salah satu situs  yang fokus dalam mengisi lowongan para pekerja lepas untuk produksi dan publikasi konten digital.

Hal ini tentu saja untuk memenuhi kebutuhan industri digital marketing yang sedang booming.

Screen Shot 2018-07-24 at 18.53.31

Jadi situs ini fokus dalam produksi dan publikasi konten kreatif. Cakupannya mulai dari social media influencers, fotografer, penulis, desain grafis hingga produser video, yang didirikan dan berbasis di Indonesia–  kini sedang melakukan ekspansi di negara-negara Asia Tengara, seperti Vietnam dan Filipina.

Melalui situs ini kamu akan terhubung dengan proyek-proyek pemasaran dari brand-brand ternama dan agency besar.

BACA JUGA:  Grafik Desainer V.S. Digital Marketer: Make Love Not War

Situs ini mengutamakan kreator yang berpengalaman atau dalam beberapa kategori pekerjaan bahkan tingkat profesional.

Dan GetCRAFT memberlakukan seleksi yang ketat sebelum kamu bisa masuk mendaftar dalam jaringan kreatornya.

photographer-301533_640

Begitu kamu terdaftar dalam jaringan, maka pengguna Getcraft dari sisi klien dapat melihat profilmu dan menawarkan pekerjaan.

Semua interaksi dari brief, revisi hingga pembayaran dilakukan melalui Getcarft sehingga kenyamanan dan keamanan terjamin bagi kedua belah pihak.

imural.co

Situs ini khusus untuk proyek mural! Keren kan!

Screen Shot 2018-08-07 at 23.09.22.png

Hal ini suatu kemajuan bagi artis kreatif mural, karena selama ini artis mural cenderung dikaitkan dengan “underground” atau artis jalanan.

Stigma negatif ini yang membuat orang awalnya tidak banyak melirik karya mural.

clem-onojeghuo-204987crop

Selama ini dunia memandang sebelah mata potensi yang dapat dieksplorasi dari karya mural sebagai karya seni kreatif kontemporer yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai konteks, dalam estetika interior, branding atau dekorasi yang edukatif.

BACA JUGA: Mendunia dan Meraih Dolar Lewat “Gerai” Desain Online

tyler-nix-590906-unsplash

Disini kamu bisa mendaftarkan diri sebagai ilustrator, pemural dan lettering artist, kamu dapat membuat lama profil dan memajang portfolio.

Sribu.com

Apakah kamu familiar dengan situs 99designs?

https://www.sribu.com/id

Nah, pada prinsipnya situs sribu.com menyediakan platform seperti 99design tetapi versi Indonesia.

Hal ini sangat membantu karena bisa fokus mempertemukan pekerja dan klien dari Indonesia, dimana kendala-kendala yang sering ditemukan bekerja melalui platform global seperti komunikasi, bahasa, nilai tukar mata uang asing, metode pembayaran/transaksi bisa dikurangi.

BACA JUGA: Hybrid Designer: Menjawab Tantangan Era Digital

summit-1754735_640
Photo credit @fajaraddana91

Sribu.com menawarkan 4 kategori utama produk jasa yang ditawarkan yaitu logo dan branding, desain produk, bisnis dan marketing, serta yang terakhir  website dan aplikasi.

Dalam platform ini kamu juga bisa adu keahlian dengan melalui kontes atau lebih proaktif alias jemput bola dengan mengecek lowongan/kebutuhan pekerjaan yang didaftarkan oleh klien.

Creasi.co.id

Sekilas situs ini seperti job market atau situs pencari kerja pada umumnya.

Screen Shot 2018-08-07 at 22.51.22

Yang membedakan dari situs job market lainnya, situs ini fokus pada pencarian tenaga kerja kreatif.

Creasi.co.id memberikan wadah bagi perusahaan/klien dan pencari kerja bidang kreatif, baik pekerja lepas maupun full time.

Semoga bermanfaat, selamat mencoba!

BACA JUGA: Hand Lettering Starter Pack

Hybrid Designer Menjawab Tantangan Era Digital

Era digital ibarat kereta super cepat, apakah bergabung di dalamnya menjadikan kamu super juga?

Jawabannya tidak.

Menjadi penumpang saja bukanlah sesuatu yang super atau patut dimasukkan dalam portofolio, ya kan?

Siapapun bisa jadi penumpang.

rawpixel-250917-unsplash

Untuk menjadi hybrid designer, kamu tidak bisa hanya jadi penumpang namun harus “berevolusi.”

Apa itu hybrid designer?

joey-nicotra-510944-unsplash

Apa sih maksudnya hybrid designer?

Ibarat menjadi superhero dan manusia biasa, tantangan bagi para desainer kini.

Itu istilah keren untuk desainer yang beradaptasi dengan perubahan dan kebutuhan dunia digital.

Tidak hanya dari segi teknik dan skill, tetapi juga dari segi tujuan dan sudut pandang, trik dan esensi dari visual yang dibutuhkan konten digital.

Hybrid designer diharapkan sebagai konten kreator, handal membuat infografik, mempertimbangkan user experience sebagai elemen desain, serta peka terhadap tujuan bisnis dan marketing.

Menjadi Hybrid Designer

Dalam hiukum evousi Darwin, jika mahluk hidup yang tidak berevolusi atau adaptasi dengan lingkungan sekitar akan punah. Namanya seleksi alam.

Kamu dapat mulai “berevolusi” dengan mengubah pola pikir dan kebiasaan.

stormtrooper-1343877_640

Ubah pola pikir (mindset) dan cara pandang tentang desain

Cara paling mudah adalah tempatkan dirimu sebagai murid/pelajar lagi.

Tidak semata-mata membuang ilmu desain yang lama, melainkan memperbaharui dan melengkapi dengan yang sudut pandang yang baru.

edgar-chaparro-677224-unsplash
Drone view, sudut pandang baru

Coba ubah mindset kamu tentang pekerjaan mendesain, jaman sekarang desain visual dan user experience lebih berperan karena kini:

  1. Visual lebih berperan daripada teks sebagai trigger atau pancingan.
  2. Desainer juga berpikir selayaknya content creator— Artinya, desainer juga memikirkan output desain secara keseluruhan, mempertimbangkan aspek-aspeknya dalam proses desain.

BACA JUGA: Inspirasi Proyek Video Instagram

erik-lucatero-257494

Misal, kamu mempertimbangkan bagaimana desain ditampilkan dalam berbagai platform, dan mempertimbangkan apakah user akan merasa nyaman, dan sebagainya.

Memahami apa yang industri inginkan dari hybrid desainer

  • Membuat desain yang mengarahkan pengguna/audiens dari titik A ke titik B (tujuan marketing/sales/bisnis)
michelangelo-71282_640
  • Desainer  dengan pengetahuan copywriting atau bisa mencerna copy.
  • Familiar/mengenal spesifikasi teknis platform online/social media.
  • Berinisiatif mengenal/mencari tahu tentang target audience/target persona dan menggunakan pemahaman ini dalam mendesain
  • Content creator, familiar memproduksi konten visual yang tren

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Grafik Desainer V.S. Digital Marketer: Make Love Not War

Grafik Desainer V.S. Digital Marketer: Make Love Not War

Benarkah kita eternal enemy (musuh abadi) atau bisa jadi frenemy?

people-2605980_640

Siapa yang pernah bekerja di industri periklanan atau pemasaran akan merasakan dilemma ini.

Ada percikan atau gesekan sedikit itu biasa dalam bekerja. Namun tidak berarti kita saling tidak suka atau anti terhadap satu sama lain.

BACA JUGA: 3 Jurus untuk Kembalikan Mood dan Kreativitasmu

workplace-1245776_640

Bagi yang berkecimpung di industri desain grafik, era digital membawa tantangan tersendiri.

Dan tidak dapat dipungkiri pekerjaan kita semakin lekat dengan digital marketing, dan bitter-sweet situasinya.

Digital marketing suatu hal wajib bagi bisnis untuk bersaing di era digital. Dan kita tahu digital marketing tidak bisa lepas dari atraksi visual untuk mendapatkan perhatian audiens, alias kreasi konten yang kreatif.

Kenapa? Because picture is worth a thousand word…

instagram-1474233_640

Perkembangan ini membawa desain visual dan digital marketing menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi. Jadi kalian adalah tim.

BACA JUGA: 3 Keahlian yang Dibutuhkan Anak Desain untuk Meraih Karir Impian

Jadi daripada melawan arus dan berpikir negatif terus, saatnya kamu menjadikan digital marketing teman baik atau BFF-mu.

Are you ready?

Digital Marketing, Apa yang Mereka Pikirkan?

Ada pepatah mengatakan: Tak kenal maka tak sayang.

Apa sih yang digital marketer pikirkan tentang yang bersangkutan dengan desain visual?

  • Winning the content war

Bisa dikatakan bahwa tujuan hidupnya adalah mendapatkan perhatian di tengah berlimpah ruahnya informasi di internet.

  • Trendy

Mereka wajib paham tren, tapi hanya tahu sedikit tentang desain, makanya butuh  desainer untuk menyempurnakan dan merealisasikan ide tersebut.

trendy-1030996_640
  • Just like designer, there are some regular vs hybrid ones

Pengetahuan teknis terkait produksi konten visual bervariasi, dari nol besar sampai super (biasanya dimiliki digital marketer hybrid).

Contoh, tidak semua marketer paham tentang stok foto dan ketentuan penggunaannya, atau tentang spesifikasi desain.

Jadi maklumi aja, toh tanggung jawab dan pekerjaan kalian memang berbeda.

  • Content content content, not the size, shape or anything else

Fokusnya pada materi konten copy dan visual serta kadang jadwal posting. Mereka kadang lupa/acuh pada hal-hal teknis dan estetis, seperti ukuran gambar yang  berbeda-beda di tiap saluran sosial media, atau tampilan web VS mobile.

erik-lucatero-257494

BACA JUGA: 5 Hal Wajib dalam Design Brief atau Panduan Pekerjaan Desain

Hal di atas dimaksudkan agar kamu lebih paham bagaimana mereka bekerja, bukan untuk mencari kesalahan ya.

Dengan memahami peran dan kapasitas marketer, desainer diharapkan bisa lebih memahami,  mengedukasi dan beradaptasi.

Ingat, tidak ada yang sempurna di dunia ini gaess

Grafik Desainer Dari Sudut Pandang Digital Marketer

Sudah ada gambaran bagaimana digital marketer fokus dan bekerja?

Sekarang mari kita lihat pekerjaan kita dari sudut pandang yang lebih objektif, istilah kekiniannya drone view.

BACA JUGA: Eksis dengan 5 Situs Galeri Portofolio Online

Ready? Kira-kira bagaimana orang lain melihat kita bekerja ya?

  • Aesthetics over Functionality

Desainer kadang larut dalam pengembangan estetika visual semata, melupakan segi fungsi dan efektivitasnya.

Padahal ingat dalam konten digital user experience dan instruction merupakan hal wajib dimasukkan dalam elemen visual desain.

comiccon-1143686_640
  • Kurang insiatif, just design nothing to do with anything else

Dan agar tidak dianggap sekedar tukang gambar, kamu juga bisa memberikan nilai tambah atau kontribusi terhadap tim terutama yang berbau bidang keahlian kamu yaitu desain.

joshua-ness-112782-unsplash

Contoh bentuk inisiatif yang bisa kamu lakukan adalah berbagi dan berkontribusi, tidak pasif, antara lain:

  1. Saran tentang tren desain/visual
  2. Pengetahuan tentang teknik dan spesifikasi konten
  3. Hasil pengamatan kamu tentang target persona

Inisiatif sederhana dapat memberi perubahan besar terhadap proses desain dan juga apresiasi tim.

BACA JUGA: Take A Break: Curhat Kreatif Lewat Infografik

  • Design stands alone, copy is just additional.

Ini cara pikir yang ego sentris. Ego yang kerap membuat pesan utama dari materi visual/key visual menjadi korban atau salah alamat.

Dalam kenyataaannya, konsep dan pesan kebanyakan awalnya dituangkan dari copy, karena tidak semua orang bisa menggambar ya’kan.

Jadi copy dan gambar sebenarnya saling melengkapi. Tidak ada yang lebih penting dari yang lainnya.

Digital Marketing Berarti Kolaborasi dan Komunikasi

stormtrooper-1351022_640

NAH, dari bahasan tadi semoga kedua pihak bisa saling introspeksi dan mengoreksi diri masing-masing.

Dari pada saling bermusuhan, sebaiknya saling bekerja sama.

Dalam mengerjakan proyek digital marketing, kedua pihak sebenarnya memiliki tujuan yang sama yaitu membuat konten kreatif yang menarik pengguna internet kan, dan  untuk mencapainya harus saling melengkapi.

Kesadaran untuk berkolaborasi ini diharapkan menjadikan proyek dan tujuan digital marketingnya terwujud dan menjadi kebanggaan bersama ya!

BACA JUGA: 9 Hal Dasar Seputar Hak Cipta / Copyrights yang Wajib Diketahui

Semoga bermanfaat!

6 Hal Wajib Dalam Design Brief

Banyaklah bertanya (dan mengumpulkan informasi) agar tidak sesat di jalan.

Jadi, bagi yang belum tau, apa sih design brief itu?

Screen Shot 2018-03-01 at 9.31.26 PM

Sumber: Oxforddictionaries.com

Design brief, atau panduan pekerjaan desain, ibarat resep makanan semakin lengkap dan akurat makan semakin efektif dan enak makanan yang disajikan.

Setiap pekerjaan desain akan membutuhkan panduan/brief yang unik dan khusus dibuat agar dapat menghasilkan desain yang sesuai/tepat.

cooking-1013455_640

Meski kerap disepelekan, brief sangat penting untuk membantu klien dan designer untuk berkomunikasi dalam bahasa/kerangka/konteks yang sama.

Brief yang baik memberikan semua informasi dasar yang diperlukan oleh desainer untuk menghasilkan pekerjaan yang sesuai dengan ekspektasi klien.

concept-1868728_640

Design brief/panduan desain yang baik seperti apa dong? Jawabannya, brief yang baik adalah brief yang bisa membuat kamu siap menjalankan proyek, istilahnya resepnya lengkap.

Secara garis besar design mencakup 2 informasi dasar:

  1. Deskripsi pekerjaan: cakupan proyek, informasi tentang klien dan produk/event, hasil desain yang dibutuhkan.
  2. Project management: deliverable (desain final yang diinginkan klien), timeline (waktu pengerjaan) dan budget

UNDUH CONTOH BRIEF TEMPLATE di Google drive DesainerHaus, klik disini untuk mengunduh.

BACA JUGA: Hybrid Designer: Menjawab Tantangan Era Digital

Jadi buat apa ada artikel ini?? Hahah

Artikel ini dimaksudkan untuk mempersiapkan dan sarana self-taught kamu sebelum maju bertemu dan negosiasi dengan klien, supaya jadi pro dong …

Siap-siap ya artikelnya membahas lebih mendalam tentang proses memperoleh informasi atau brief yang lengkap dari klien… ini serius!

1. Perkenalan dan pahami ekspektasi pekerjaan

Di tahap awal ini merupakan saat yang tepat untuk mengenal lebih jauh tentang ekspektasi pekerjaan, yang akan membantu kamu untuk memutuskan apakah kamu orang tepat untuk pekerjaan dan dapat memenuhi ekspektasi tersebut.

people-2569234_640

Pada tahap awal komunikasi, PERKENALAN, kamu bisa mulai dengan beberapa pertanyaan yang membantu mengenal klien dan apa yang mereka butuhkan (jika kamu sudah kenal dengan kliennya, bagian ini bisa diabaikan):

  • Informasi umum tentang proyek, seperti nama proyek, siapa kliennya, berapa besar timnya, apa saja yang klien sudah lakukan terkait proyek ini.
  • How do they find you?
    • Dari siapakah mereka mengenal kamu, dari teman kerja atau situs pencari kerja atau lainnya?
    • Sudahkah mereka melihat portofolio kamu?
    • Kenapa mereka tertarik untuk bekerja sama?

thought-catalog-661145-unsplash

BACA JUGA: 4 Kesalahan Pekerja Freelance, Perbaiki Sekarang!

Tahap selanjutnya: EKSPEKTASI PEKERJAAN, untuk memahami tentang cakupan pekerjaan lebih lanjut:

  • What do they want from you?
    • Produk apa yang mereka inginkan
    • Hasil akhir (final artwork) apa yang mereka inginkan
    • Kapasitas tim klien (untuk mengukur seberapa besar keterlibatan kamu dalam proyek, contoh: apakah sampai hadir dalam presentasi atau sebatas produksi saja), atau apakah mereka memiliki tim kreatif/internal internal.

rawpixel-678089-unsplash

  • Informasi dasar tentang kesiapan materi dan perencanaan.
    • Di bagian manakah kamu akan dibutuhkan
    • Siapa sajakah yang akan terlibat dalam proyek, apakah ada tim lain?
    • Materi apa saja yang sudah dimiliki dan disiapkan, apakah semua di-desain dari awal, dsb.

Pertanyaan-pertanyaan ini penting agar kamu:

  • cepat memahami cakupan pekerjaan apa yang ditawarkan klien
  • mengukur kemampuan sendiri serta cakupan pekerjaan secara riil.
  • dapat memutuskan apakah kamu cocok/mau mengambil pekerjaan ini atau tidak?

2. Melengkapi brief

Jika kamu memutuskan untuk bekerja dalam proyek ini, kita maju ke tahap selanjutnya dimana kamu mulai menerima brief.

sharpie-1830292_640

Saatnya melengkapi brief! Informasi yang wajib ada dalam setiap brief adalah informasi detail terkait teknis pekerjaan, referensi, sumber daya yang ada/dibutuhkan, dan anggaran.

Berikut ini daftar informasi yang wajib ada dalam brief pekerjaan desain:
  1. Teknis pekerjaan. Apakah hasil akhir yang diharapkan?
    • Ukuran, bentuk, mock up, dst
    • Dalam media apa saja artwork akan digunakan, kebanyakan di media cetak atau digital, atau online,dst.
    • Apakah bentuk/format dari final artwork yang diinginkan? Bentuk flattened/template atau format yang bisa diedit, eg. psd, work template, powerpoint templates, dst.
  2. Tenggat waktu atau deadline pengerjaan. Jika desain lebih dari 1, pastikan apakah deadline-nya sama untuk semua.
  3. Anggaran/budget. Umumnya klien akan meminta kamu mengirimkan penawaran harga/quotation setelah memberikan detail pekerjaan.

Setelah kamu memperoleh informasi wajib di atas, saatnya kamu bawa diskusi lebih jauh tentang produk, target user, referensi desain, dan informasi lainnya yang kamu butuhkan dalam mendesain.

digital-signage-2398510_640

BACA JUGA: Bedanya Tipografi, Kaligrafi, dan Hand Lettering

Informasi ini bisa kamu gali selagi pertemuan awal atau perkenalan, kamu bisa melakukan desktop research dan/atau diskusi dengan klien. Go with the flow aja!

Jika proyeknya seputar branding, ada beberapa detail informasi lain yang diperlukan, seperti:

  1. Spesifik untuk proyek branding/rebranding:
    • Untuk proyek rebranding, apakah yang klien ingin ubah/tidak puas dari brand yang ada?
    • Apakah mereka memiliki branding guideline?
    • Apakah mereka membutuhkan kamu untuk memproduksi branding guideline? — jika ya, maka kamu perlu melibatkan penulis kopi (copy writer) dalam proyek ini.
  2. Untuk proyek desain logo, apakah logonya berupa tipografi, gambar atau keduanya?

human-723579_640

Tenang aja, panduan lebih lanjutnya ada di poin 3-6 berikut ya!

PRO TIPS: STOP BERASUMSI!
  • Meski kita menggunakan jargon atau terminologi yang sudah sangat umum, tetap hindari berasumsi. Contoh istilah yang sering digunakan tapi tidak akurat: branding dan rebranding
  • Selalu kirimkan brief yang sudah kamu lengkapi sesuai hasil diskusi/meeting, kirim serta minta konfirmasi dari klien.

3. Paham tentang brand/produk

Pertanyaan yang diajukan disini adalah: who are they & what they do? —terjemahan: apakah obyeknya (disini berarti brand/produknya) dan apa kegunaannya?

bulb-1239423_640

Semakin detail informasi yang kamu ketahui tentang brand/perusahaan dan tujuan bisnisnya, semakin kenal dan semakin mudah memahami klien.

Tentunya informasi disini adalah yang berhubungan dengan pekerjaan desain ya, kamu tidak perlu mengetahui laporan keuangannya hehe.

BACA JUGA: 3 Keahlian yang Dibutuhkan Anak Desain untuk Meraih Karir Impian

austin-chan-275638

Peroleh informasi yang selengkap-lengkapnya tentang jati diri brand/produk:
  1. cerita/sejarah/filosofi produk
  2. branding guidelines
  3. tagline, kreatif element-nya
  4. hal yang menarik/menjual (key selling point) dari brand/produknya, jika dirasa perlu
  5. kompetitor, apa yang mereka kagumi/sukai atau tidak suka
  6. referensi desain yang mereka sukai, dan kenapa

BACA JUGA: Grafik Desainer V.S. Digital Marketer: Make Love Not War

Informasi detail khusus untuk proyek branding/rebranding:

  1. rencana atau tujuan brand/produk kedepannya– terutama dalam proyek rebranding
  2. sejarah/latar belakang kenapa brand ini ada, jika dirasa perlu (terutama kalau foundernya orang terkenal atau sejarahnya cukup fenomenal, eg. Virgin Air)

t-shirt-2351761_640

4. Kenali Target Audience

Siapakah yang menjadi target dari desain yang akan kamu hasilkan? Siapa target audience-nya?

PRO TIPS: TEPAT SASARAN
  • Target audience untuk pekerjaan desain bisa jadi lebih spesifik — karena desain dibuat untuk keperluan dan konteks yang lebih spesifik, seperti social media campaign/brosur/billboard/banner ads digital, dst.
  • Jadi pastikan deskripsi target audience disini adalah target audience yang sesuai untuk pekerjaan desainnya.

BACA JUGA: Take A Break: Curhat Kreatif Lewat Infografik

freestocks-org-187367

Beberapa kategori yang biasa digunakan untuk mendeskripsikan audience adalah:

  1. usia dan gender/jenis kelamin
  2. status ekonomi, acuan yang sering digunakan adalah Socio economic status/SES
  3. interest/ketertarikan/hobi/passion/habit
PRO TIPS:

Minta client memilih profil instagram/influencer yang sesuai dengan aspirasi audiencenya. Agar lebih akurat kadang dibutuhkan referensi/contoh target audience-nya di dunia nyata, manfaatkan instagram untuk memilih contoh atau aspirasi persona. .

5. Tone of voice dan key message

Tone of voice berkaitan erat dengan pencitraan yang ingin dicapai brand di mata konsumen/target audience-nya.

Kesan apa yang ingin ditinggalkan kepada audience?

alice-moore-192521

BACA JUGA: Hybrid Designer: Menjawab Tantangan Era Digital

Bagi yang kurang familiar dengan istilah tone of voice, bahasa yang sederhananya adalah tentang kepribadian/karakteristik brand ketika diperkenalkan dan ingin disampaikan ke target audience.

Cara yang paling mudah mendapat informasi ini adalah minta klien memberikan 3-5 kata untuk mendeskripsikan produknya.

PRO TIPS: HELP YOUR CLIENT TO DESCRIBE/ FIND THEIR TONE OF VOICE:

Jika masih sulit untuk mendeskripsikannya, minta klien memberikan referensi desain/gambar/website yang mereka sukai atau merepresentasikan brand-nya.

girl-2696947_640

6. Metode atau Alur kerja

Bekerja sama akan lebih mudah dan efektif jika kedua pihak saling memahami bagaimana alur kerja masing-masing.

Bagian yang ini mungkin tidak dicantumkan dalam brief, tetapi di kontrak kerja atau apapun dokumen yang meresmikan kerjasama proyek ini.

workplace-1245776_640

Oleh karena itu di sini komunikasi diharapkan berjalan 2 arah.

DESAINER harus menjelaskan:
  1. menjelaskan alur kerja desain
  2. materi yang dibutuhkan dari klien, seperti logo, kode warna.
  3. jika ada materi atau komponen yang harus diproduksi secara terpisah/outsourcing, informasikan hal ini kepada klien terutama jika membutuhkan waktu dan budget extra.
  4. tahapan kerja dan keterlibatan klien di tahapan tertentu, termasuk revisi
  5. hasil akhir yang mereka peroleh

BACA JUGA: Tips Praktis Mengomunikasikan dan ‘Menjual’ Desainmu Kepada Klien

english-1705196_640

Untuk kelancaran komunikasi dalam proyek, mintakan informasi ini dari KLIEN:
  • siapa person-in-charge (PIC), yang menjadi sumber informasi selama proyek berlangsung.
  • bentuk presentasi desain yang disampaikan: prototipe, mock up, powerpoint, print out, atau bentuk file digital sudah cukup
  • siapa yang menjadi pengambil keputusan atau bagaimana keputusan diambil terutama terkait approval .

ux-788002_640

PRO TIPS: GET THE ADMINISTRATION/CLEARANCE DONE BEFORE YOU START WORKING
  • Mulai bekerja setelah klien mengirimkan persetujuan resmi untuk bekerja sama, dalam bentuk kontrak kerja, surat perintah kerja, Purchase order/PO, atau lainnya.
  • Selalu kirimkan rekap dari hasil diskusi/pertemuan dari setiap tahapan dan revisi dan minta tanggapan dari klien.
  • Pastikan budget, deadline dan termin pembayaran (term of payment) disetujui kedua pihak.

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Panduan Menjadi Desainer Grafis (Seutuhnya)

3 Keahlian yang Dibutuhkan Anak Desain untuk Meraih Karir Impian

Kamu boleh saja jago gambar dan desain, tetapi dunia kerja perlu skill lain untuk dapat diterima dan bertahan hidup.

Bagi adik-adik yang baru lulus: selamat datang ke dunia nyata!

university-student-1872810_640

Untuk menulis artikel ini, saya melakukan kilas balik ketika masih “hijau” dan baru di masuk dunia kerja, hingga kemudian pengalaman melakukan seleksi calon karyawan dan mengelola tim kerja.

ian-schneider-66374-unsplash

To be fair, tidak ada yang bisa membuat kamu 100% siap menghadapi dunia kerja, tapi sedikit petuah ini diharapkan dapat memberi sedikit wawasan yaaa…

BACA JUGA: Panduan Menjadi Desainer Grafis (Seutuhnya)

Yang dimaksud keahlian/soft skill disini tidak berhubungan dengan desain, yang sudah dibekali selama kuliah. Jadi, keahlian apa dong?

1. Komunikasi yang Baik dan Tepat Sasaran

Bagi sebagian orang mungkin merasa lebih nyaman dan mudah mengomunikasikan pikirannya melalui media visual, animasi/gambar.

comiccon-1143686_640

Komunikasi adalah keahlian dasar yang dicari oleh sebagian besar perusahaan, yang kerap disepelekan.

Tapi pernah terpikirkah olehmu bahwa media atau cara berkomunikasi tiap orang bisa jadi beragam? Bisa melalui tulisan, percakapan lisan, atau bahkan mencakup beberapa aspek.

workplace-1245776_640

BACA JUGA: Tips Praktis Mengomunikasikan dan ‘Menjual’ Desainmu Kepada Klien

Nah, di dunia kerja, beragam tipe orang diharapkan dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan usaha yang sama.

Dari sisi desainer, kamu diharapkan dapat mengkomunikasikan pekerjaan (baca: desain) kepada rekan kerja, hingga mereka dapat memahami dan menerima hasil kerja dengan baik.

2. Kemampuan Dasar Menggunakan Microsoft Office “Wajib”

Memang kamu bisa desain presentasi Illustrator, atau layout teks dengan InDesign.

adult-1986108_640

Tapi kemampuan menggunakan 3 perangkat lunak Microsoft Office “wajib” (Word, Excel dan PowerPoint) ibarat kemampuan membaca dan menulis, bagi kebanyakan orang sudah sewajarnya dikuasai.

“Minimal bisa Word, deh”

team-866663_640

BACA JUGA: 4 Kesalahan Pekerja Freelance, Perbaiki Sekarang!

Software yang digunakan oleh khalayak umum, sebaiknya kamu tidak ketinggalan, karena sebenarnya penggunaannya pun sangat mudah sekali.

Hal ini tidak berlaku hanya pada pekerja kantoran/salary man, tapi juga pekerja lepas/freelancer.

Contohnya, bagaimana kamu menyampaikan kontrak kerja, atau presentasi ide kreatif?

Ingat, tidak semua komputer bisa membuka dan edit file dari software desain.

3. Paham Serba-serbi Produksi Materi

Ekspektasi terhadap orang kreatif adalah kita sebagai creator/kreator.

photography-569354_640

Mulai dari kreasi desain, hingga produksi materinya, alias produk final

Jika kamu bekerja di bagian periklanan, produksi materi berupa merchandise, dapat meliputi dari cetakan hingga digital animasi atau video.

BACA JUGA: Cara Memilih Format File yang Sesuai dengan Kebutuhan Produksimu

machine-585262_640

Pemahaman mendasar tentang proses produksi dan hingga produk sesuai adalah hal wajib.

Tentu akan lebih baik lagi jika kamu memiliki pengalaman langsung dalam produksi materi print ataupun digital.

silk-screen-1246169_640

BACA JUGA: Inspirasi Proyek Video Instagram

Jadi, maksimalkan proyek selama perkuliahan untuk memperdalam pengetahuan dan pengalaman yaa!

Ada pepatah, dimana kaki berpijak disanalah langit dijunjung.

Sukses berkarir sebagai desainer atau dalam profesi apapun 🙂

Semoga bermanfaat!

Tips Praktis Mengomunikasikan dan ‘Menjual’ Desainmu

Desain kamu mungkin saja bagus. Tapi apakah orang lain juga berpikiran sama?

people-2605980_640

Masalah hidup ini senantiasa adalah: bagaimana meyakinkan klien atau atasan atau rekan kerja kamu bahwa desain ini terbaik?

Jawabannya adalah komunikasi yang baik dan tepat sasaran.

Bagaimana caranya? Ini diaa…

1- Pastikan Penjelasanmu Menjawab Brief

Semua pekerjaan berangkat dari brief yang diberikan.

concept-1868728_640

Brief kerja sangat penting sebagai panduan mendesain tetapi juga sebagai acuan ketika menilai/review dilakukan.

Brief yang baik sebaiknya tidak hanya mencakup informasi teknis, tetapi juga latar belakang, kebutuhan dan preferensi klien

BACA JUGA: 6 Hal Wajib dalan Design Brief

team-866663_640

Pastikan penjelasanmu menjawab pertanyaan: sudahkah desain kamu menjawab brief?

2- Berbagi Wawasan yang Menunjang Penjelasan dan Desainmu

Pertanyaan yang umum diajukan; kenapa desainnya demikian?

laptop-2561221_640

Bagian “Kenapa” (WHY) ini adalah saatnya kamu unjuk gigi.

Dengan berbagi (singkat saja) wawasan desain yang kamu miliki, ataupun hasil riset tentang tren visual yang mendukung desain ini.

BACA JUGA: 4 Kesalahan Pekerja Freelance, Perbaiki Sekarang!

workplace-1245776_640

Jelaskan sekilas latar belakang (why), tentang tren desain atau aliran/influence yang digunakan, dan kenapa dianggap tepat.

3- Tampilkan Preview Desainmu dalam Bentuk Prototipe Produk

Prototipe yang dimaksud disini adalah prototipe visual atau preview sesuai konteks/produk akhirnya.

digital-signage-2398510_640

Jika desain kamu akan dijadikan banner LCD, coba “tempelkan” preview dalam bentuk banner pada konteks yang sesuai dengan kebutuhan klien.

Hal ini membantu user/rekan kerja untuk membayangkan hasil akhirnya, dan lebih memudah “menjualnya”

Contoh sederhana cek display desain dalam bentuk prototipe kaos di tees.co.id

tees.co.id

BACA JUGA: Panduan Menjadi Desainer Grafis (Seutuhnya)

Sederhana kan? Dan, tidak ada salahnya latihan menjelaskan ke teman/keluarga kamu (yang awam desain), atau persiapan dengan menyusun kata-kata di pikiran kamu sebelum presentasi.

Practice makes perfect!

Semoga bermanfaat!