Grafik Desainer V.S. Digital Marketer: Make Love Not War

Benarkah kita eternal enemy (musuh abadi) atau bisa jadi frenemy?

people-2605980_640

Siapa yang pernah bekerja di industri periklanan atau pemasaran akan merasakan dilemma ini.

Ada percikan atau gesekan sedikit itu biasa dalam bekerja. Namun tidak berarti kita saling tidak suka atau anti terhadap satu sama lain.

BACA JUGA: 3 Jurus untuk Kembalikan Mood dan Kreativitasmu

workplace-1245776_640

Bagi yang berkecimpung di industri desain grafik, era digital membawa tantangan tersendiri.

Dan tidak dapat dipungkiri pekerjaan kita semakin lekat dengan digital marketing, dan bitter-sweet situasinya.

Digital marketing suatu hal wajib bagi bisnis untuk bersaing di era digital. Dan kita tahu digital marketing tidak bisa lepas dari atraksi visual untuk mendapatkan perhatian audiens, alias kreasi konten yang kreatif.

Kenapa? Because picture is worth a thousand word…

instagram-1474233_640

Perkembangan ini membawa desain visual dan digital marketing menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi. Jadi kalian adalah tim.

BACA JUGA: 3 Keahlian yang Dibutuhkan Anak Desain untuk Meraih Karir Impian

Jadi daripada melawan arus dan berpikir negatif terus, saatnya kamu menjadikan digital marketing teman baik atau BFF-mu.

Are you ready?

Digital Marketing, Apa yang Mereka Pikirkan?

Ada pepatah mengatakan: Tak kenal maka tak sayang.

Apa sih yang digital marketer pikirkan tentang yang bersangkutan dengan desain visual?

  • Winning the content war

Bisa dikatakan bahwa tujuan hidupnya adalah mendapatkan perhatian di tengah berlimpah ruahnya informasi di internet.

  • Trendy

Mereka wajib paham tren, tapi hanya tahu sedikit tentang desain, makanya butuh  desainer untuk menyempurnakan dan merealisasikan ide tersebut.

trendy-1030996_640
  • Just like designer, there are some regular vs hybrid ones

Pengetahuan teknis terkait produksi konten visual bervariasi, dari nol besar sampai super (biasanya dimiliki digital marketer hybrid).

Contoh, tidak semua marketer paham tentang stok foto dan ketentuan penggunaannya, atau tentang spesifikasi desain.

Jadi maklumi aja, toh tanggung jawab dan pekerjaan kalian memang berbeda.

  • Content content content, not the size, shape or anything else

Fokusnya pada materi konten copy dan visual serta kadang jadwal posting. Mereka kadang lupa/acuh pada hal-hal teknis dan estetis, seperti ukuran gambar yang  berbeda-beda di tiap saluran sosial media, atau tampilan web VS mobile.

erik-lucatero-257494

BACA JUGA: 5 Hal Wajib dalam Design Brief atau Panduan Pekerjaan Desain

Hal di atas dimaksudkan agar kamu lebih paham bagaimana mereka bekerja, bukan untuk mencari kesalahan ya.

Dengan memahami peran dan kapasitas marketer, desainer diharapkan bisa lebih memahami,  mengedukasi dan beradaptasi.

Ingat, tidak ada yang sempurna di dunia ini gaess

Grafik Desainer Dari Sudut Pandang Digital Marketer

Sudah ada gambaran bagaimana digital marketer fokus dan bekerja?

Sekarang mari kita lihat pekerjaan kita dari sudut pandang yang lebih objektif, istilah kekiniannya drone view.

BACA JUGA: Eksis dengan 5 Situs Galeri Portofolio Online

Ready? Kira-kira bagaimana orang lain melihat kita bekerja ya?

  • Aesthetics over Functionality

Desainer kadang larut dalam pengembangan estetika visual semata, melupakan segi fungsi dan efektivitasnya.

Padahal ingat dalam konten digital user experience dan instruction merupakan hal wajib dimasukkan dalam elemen visual desain.

comiccon-1143686_640
  • Kurang insiatif, just design nothing to do with anything else

Dan agar tidak dianggap sekedar tukang gambar, kamu juga bisa memberikan nilai tambah atau kontribusi terhadap tim terutama yang berbau bidang keahlian kamu yaitu desain.

joshua-ness-112782-unsplash

Contoh bentuk inisiatif yang bisa kamu lakukan adalah berbagi dan berkontribusi, tidak pasif, antara lain:

  1. Saran tentang tren desain/visual
  2. Pengetahuan tentang teknik dan spesifikasi konten
  3. Hasil pengamatan kamu tentang target persona

Inisiatif sederhana dapat memberi perubahan besar terhadap proses desain dan juga apresiasi tim.

BACA JUGA: Take A Break: Curhat Kreatif Lewat Infografik

  • Design stands alone, copy is just additional.

Ini cara pikir yang ego sentris. Ego yang kerap membuat pesan utama dari materi visual/key visual menjadi korban atau salah alamat.

Dalam kenyataaannya, konsep dan pesan kebanyakan awalnya dituangkan dari copy, karena tidak semua orang bisa menggambar ya’kan.

Jadi copy dan gambar sebenarnya saling melengkapi. Tidak ada yang lebih penting dari yang lainnya.

Digital Marketing Berarti Kolaborasi dan Komunikasi

stormtrooper-1351022_640

NAH, dari bahasan tadi semoga kedua pihak bisa saling introspeksi dan mengoreksi diri masing-masing.

Dari pada saling bermusuhan, sebaiknya saling bekerja sama.

Dalam mengerjakan proyek digital marketing, kedua pihak sebenarnya memiliki tujuan yang sama yaitu membuat konten kreatif yang menarik pengguna internet kan, dan  untuk mencapainya harus saling melengkapi.

Kesadaran untuk berkolaborasi ini diharapkan menjadikan proyek dan tujuan digital marketingnya terwujud dan menjadi kebanggaan bersama ya!

BACA JUGA: 9 Hal Dasar Seputar Hak Cipta / Copyrights yang Wajib Diketahui

Semoga bermanfaat!

Galeri Seni Modern di Jakarta yang Wajib Dikunjungi

Apakah ada ruang bagi pekerja kreatif/seni di Jakarta untuk mencari inspirasi?

Jakarta memang kota metropolitan, kurang berkesenian, seakan semua keindahan dinilai dengan nilai ekonomi dan bisnisnya.

clark-tibbs-367075

Bagi desainer grafis atau pekerja kreatif, kadang inspirasi untuk berkarya kerap tidak bisa hanya dilakukan dengan mendengar musik di meja seharian, sesekali mata (hati) ini perlu penyegaran dan inspirasi.

BACA JUGA: 3 Jurus untuk Kembalikan Mood dan Kreativitasmu

alice-moore-192521

Bagi pekerja desain grafis atau kreatif pada umumnya, tujuan hidupnya adalah mencari inspirasi dan berkarya, atau hidup ini hampa (lebay.com).

Secercah harapan untuk menjawab pertanyaan di atas, jawabannya ada! Yuk, cuci mata!

Museum Macan

Museum ini tidak seperti bayangan kalian tentang museum pada umumnya (isinya lukisan dan artefak masa lalu) yaa…

View this post on Instagram

Sebagai salah satu pendiri Jendela Art Group, karya Rudi Mantofani mampu menggelitik pikiran penikmat seni untuk berefleksi maupun mengkritisi situasi global. . Hal pertama apa yang terlintas di benak Anda saat melihat karya ini? . Lihat langsung karyanya “Dunia Jatuh ke Bumi” di pameran ‘Seni Berubah. Dunia Berubah’. —————— As one of the founding fathers of Jendela Art Group, Rudi Mantofani’s works intrigue people to reflect and criticize global situation. . What does it evokes in you? . Take a look at his piece, “Dunia Jatuh ke Bumi” at our current exhibition ‘Art Turns. World Turns’. . Rudi Mantofani “Dunia Jatuh ke Bumi”, 2008, Polyester resin, stainless steel, paints, 153 x 324 x 190 cm ©️ Rudi Mantofani #MuseumMACAN #MACANCollection #RudiMantofani

A post shared by Museum MACAN (@museummacan) on

Kurasi seni museum macan adalah perpaduan masa lalu dan masa kini atau modern art, bahkan contemporary art/seni kontemporer.

Yang menarik adalah museum kerap mengadakan pameran musiman (seasonal) yang menarik, beberapa kali mendatangkan karya seni dari mancanegara.

Museum ini tidak selalu buka, pihak museum kerap ditutup untuk memperbaharui instalasi seninya.

Jadi cek kalender pameran dan acara mereka, ya!

ROH Projects

Nah galeri seni ROH Projects seperti menemukan harta karun, meski tidak se-mainstream dan tidak terkenal seperti galeri seni besar lainnya.

Tapi kurasi seni moderen dan kontemporernya tidak kalah menarik dan menggelitik.

Karya seni yang dipamerkan tidak melulu seni rupa, tetapi ada instalasi seni lainnya.

Dia.Lo.Gue

Ini one-stop spot untuk berakhir pekan, karena art space ini juga ada cafe-nya.

Kesenian yang ditampilkan disini kebanyakan adalah seni visual (foto/grafis/rupa, dsb) dari dalam negri.

Dengan tempat terbatas, Dia.Lo.Gue ibarat oasis bagi pecinta seni modern dan kontemporer, mereka secara konsisten mengadakan pameran dan kurasi dari perupa lokal.

Yang menarik, mereka kerap membuka tema dan menerima hasil karya untuk dipamerkan.

Cek kalender pameran dan programnya 🙂 siapa tau hasil karya kamu masuk kriteria.

Edwin’s Gallery

Salah satu galeri seni kontemporer yang hits di area Kemang.

Karya yang dipamerkan berasal dari mancanegara dan seniman profesional.

Yang unik, Edwin’s Gallery ini juga memamerkan aliran yang namanya Kinetic Art, penasaran kan?

Art: 1 New Museum and Art Space

Galeri seni ART:1 terletak di daerah Kemayoran, banyak memamerkan seni moderen dan kontemporer hasil karya seniman senior maupun muda.

Galeri seni ini cenderung bagi penikmat seni yang serius dan kerap digunakan untuk pameran solo.

View this post on Instagram

• SOLO EXHIBITION – Metal Drama, by : Yudi Sulistyo – Para seniman romantik mengejar rasa ketegangan antara hidup dan mati lewat adegan-adegan perburuan di hutan, pertarungan hewan buas, dan perjuangan menghadapi ganasnya alam. Karya Yudi, terutama lukisannya, menghadirkan suasana dramatis itu dengan menggabungkan antara yang nyata dengan yang fiksi. Adegan perang dengan seragam tertentu yang mengingatkan pada adegan perang di masa lalu, digabungkannya dengan sosok robot dan manusia berkepala serigala. Mesin perang yang terlihat kuno itu menjadi aktual. Perang selalu akrab dengan sejarah umat manusia. Teknologi peperangan bahkan menjadi komoditas yang ikut andil dalam mempengaruhi peta politik, ekonomi, dan kebudayaan dunia. • Romantic artists pursue the tension between life and death through hunting scenes in the forest, wild animal battles, and the struggle against the ferocious nature. Yudi's work, especially his paintings, presents the dramatic atmosphere by combining real with fiction. War scenes with certain uniforms are reminiscent of war scenes in the past, combined with the figure of robots and wolf-headed men. The old-fashioned war machine became actual. War is always familiar with the history of mankind. War technology is even a commodity that contributes in influencing the political map, economy, and world culture. – Art:1, 1st Floor Museum. Jl. Rajawali Selatan Raya No. 3 – Operation Hours Tuesday – Saturday : 10AM – 6PM Sunday : 10AM – 4PM – #soloexhibition #yudisulistyo #art1newmuseum

A post shared by Art:1 (@art1newmuseum) on

Area galeri terbagi dua, dan dilengkapi dengan cafe juga di dalamnya:

  • New Museum, untuk koleksi permanin dari seni modern oleh para maestro
  • Art Space, untuk koleksi musiman/seasonal dari seniman lokal.

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Ini Nasib Plagiarisme di Era Digital

6 Hal Wajib Dalam Design Brief

Banyaklah bertanya (dan mengumpulkan informasi) agar tidak sesat di jalan.

Jadi, bagi yang belum tau, apa sih design brief itu?

Screen Shot 2018-03-01 at 9.31.26 PM

Sumber: Oxforddictionaries.com

Design brief, atau panduan pekerjaan desain, ibarat resep makanan semakin lengkap dan akurat makan semakin efektif dan enak makanan yang disajikan.

Setiap pekerjaan desain akan membutuhkan panduan/brief yang unik dan khusus dibuat agar dapat menghasilkan desain yang sesuai/tepat.

cooking-1013455_640

Meski kerap disepelekan, brief sangat penting untuk membantu klien dan designer untuk berkomunikasi dalam bahasa/kerangka/konteks yang sama.

Brief yang baik memberikan semua informasi dasar yang diperlukan oleh desainer untuk menghasilkan pekerjaan yang sesuai dengan ekspektasi klien.

concept-1868728_640

Design brief/panduan desain yang baik seperti apa dong? Jawabannya, brief yang baik adalah brief yang bisa membuat kamu siap menjalankan proyek, istilahnya resepnya lengkap.

Secara garis besar design mencakup 2 informasi dasar:

  1. Deskripsi pekerjaan: cakupan proyek, informasi tentang klien dan produk/event, hasil desain yang dibutuhkan.
  2. Project management: deliverable (desain final yang diinginkan klien), timeline (waktu pengerjaan) dan budget

UNDUH CONTOH BRIEF TEMPLATE di Google drive DesainerHaus, klik disini untuk mengunduh.

BACA JUGA: Hybrid Designer: Menjawab Tantangan Era Digital

Jadi buat apa ada artikel ini?? Hahah

Artikel ini dimaksudkan untuk mempersiapkan dan sarana self-taught kamu sebelum maju bertemu dan negosiasi dengan klien, supaya jadi pro dong …

Siap-siap ya artikelnya membahas lebih mendalam tentang proses memperoleh informasi atau brief yang lengkap dari klien… ini serius!

1. Perkenalan dan pahami ekspektasi pekerjaan

Di tahap awal ini merupakan saat yang tepat untuk mengenal lebih jauh tentang ekspektasi pekerjaan, yang akan membantu kamu untuk memutuskan apakah kamu orang tepat untuk pekerjaan dan dapat memenuhi ekspektasi tersebut.

people-2569234_640

Pada tahap awal komunikasi, PERKENALAN, kamu bisa mulai dengan beberapa pertanyaan yang membantu mengenal klien dan apa yang mereka butuhkan (jika kamu sudah kenal dengan kliennya, bagian ini bisa diabaikan):

  • Informasi umum tentang proyek, seperti nama proyek, siapa kliennya, berapa besar timnya, apa saja yang klien sudah lakukan terkait proyek ini.
  • How do they find you?
    • Dari siapakah mereka mengenal kamu, dari teman kerja atau situs pencari kerja atau lainnya?
    • Sudahkah mereka melihat portofolio kamu?
    • Kenapa mereka tertarik untuk bekerja sama?

thought-catalog-661145-unsplash

BACA JUGA: 4 Kesalahan Pekerja Freelance, Perbaiki Sekarang!

Tahap selanjutnya: EKSPEKTASI PEKERJAAN, untuk memahami tentang cakupan pekerjaan lebih lanjut:

  • What do they want from you?
    • Produk apa yang mereka inginkan
    • Hasil akhir (final artwork) apa yang mereka inginkan
    • Kapasitas tim klien (untuk mengukur seberapa besar keterlibatan kamu dalam proyek, contoh: apakah sampai hadir dalam presentasi atau sebatas produksi saja), atau apakah mereka memiliki tim kreatif/internal internal.

rawpixel-678089-unsplash

  • Informasi dasar tentang kesiapan materi dan perencanaan.
    • Di bagian manakah kamu akan dibutuhkan
    • Siapa sajakah yang akan terlibat dalam proyek, apakah ada tim lain?
    • Materi apa saja yang sudah dimiliki dan disiapkan, apakah semua di-desain dari awal, dsb.

Pertanyaan-pertanyaan ini penting agar kamu:

  • cepat memahami cakupan pekerjaan apa yang ditawarkan klien
  • mengukur kemampuan sendiri serta cakupan pekerjaan secara riil.
  • dapat memutuskan apakah kamu cocok/mau mengambil pekerjaan ini atau tidak?

2. Melengkapi brief

Jika kamu memutuskan untuk bekerja dalam proyek ini, kita maju ke tahap selanjutnya dimana kamu mulai menerima brief.

sharpie-1830292_640

Saatnya melengkapi brief! Informasi yang wajib ada dalam setiap brief adalah informasi detail terkait teknis pekerjaan, referensi, sumber daya yang ada/dibutuhkan, dan anggaran.

Berikut ini daftar informasi yang wajib ada dalam brief pekerjaan desain:
  1. Teknis pekerjaan. Apakah hasil akhir yang diharapkan?
    • Ukuran, bentuk, mock up, dst
    • Dalam media apa saja artwork akan digunakan, kebanyakan di media cetak atau digital, atau online,dst.
    • Apakah bentuk/format dari final artwork yang diinginkan? Bentuk flattened/template atau format yang bisa diedit, eg. psd, work template, powerpoint templates, dst.
  2. Tenggat waktu atau deadline pengerjaan. Jika desain lebih dari 1, pastikan apakah deadline-nya sama untuk semua.
  3. Anggaran/budget. Umumnya klien akan meminta kamu mengirimkan penawaran harga/quotation setelah memberikan detail pekerjaan.

Setelah kamu memperoleh informasi wajib di atas, saatnya kamu bawa diskusi lebih jauh tentang produk, target user, referensi desain, dan informasi lainnya yang kamu butuhkan dalam mendesain.

digital-signage-2398510_640

BACA JUGA: Bedanya Tipografi, Kaligrafi, dan Hand Lettering

Informasi ini bisa kamu gali selagi pertemuan awal atau perkenalan, kamu bisa melakukan desktop research dan/atau diskusi dengan klien. Go with the flow aja!

Jika proyeknya seputar branding, ada beberapa detail informasi lain yang diperlukan, seperti:

  1. Spesifik untuk proyek branding/rebranding:
    • Untuk proyek rebranding, apakah yang klien ingin ubah/tidak puas dari brand yang ada?
    • Apakah mereka memiliki branding guideline?
    • Apakah mereka membutuhkan kamu untuk memproduksi branding guideline? — jika ya, maka kamu perlu melibatkan penulis kopi (copy writer) dalam proyek ini.
  2. Untuk proyek desain logo, apakah logonya berupa tipografi, gambar atau keduanya?

human-723579_640

Tenang aja, panduan lebih lanjutnya ada di poin 3-6 berikut ya!

PRO TIPS: STOP BERASUMSI!
  • Meski kita menggunakan jargon atau terminologi yang sudah sangat umum, tetap hindari berasumsi. Contoh istilah yang sering digunakan tapi tidak akurat: branding dan rebranding
  • Selalu kirimkan brief yang sudah kamu lengkapi sesuai hasil diskusi/meeting, kirim serta minta konfirmasi dari klien.

3. Paham tentang brand/produk

Pertanyaan yang diajukan disini adalah: who are they & what they do? —terjemahan: apakah obyeknya (disini berarti brand/produknya) dan apa kegunaannya?

bulb-1239423_640

Semakin detail informasi yang kamu ketahui tentang brand/perusahaan dan tujuan bisnisnya, semakin kenal dan semakin mudah memahami klien.

Tentunya informasi disini adalah yang berhubungan dengan pekerjaan desain ya, kamu tidak perlu mengetahui laporan keuangannya hehe.

BACA JUGA: 3 Keahlian yang Dibutuhkan Anak Desain untuk Meraih Karir Impian

austin-chan-275638

Peroleh informasi yang selengkap-lengkapnya tentang jati diri brand/produk:
  1. cerita/sejarah/filosofi produk
  2. branding guidelines
  3. tagline, kreatif element-nya
  4. hal yang menarik/menjual (key selling point) dari brand/produknya, jika dirasa perlu
  5. kompetitor, apa yang mereka kagumi/sukai atau tidak suka
  6. referensi desain yang mereka sukai, dan kenapa

BACA JUGA: Grafik Desainer V.S. Digital Marketer: Make Love Not War

Informasi detail khusus untuk proyek branding/rebranding:

  1. rencana atau tujuan brand/produk kedepannya– terutama dalam proyek rebranding
  2. sejarah/latar belakang kenapa brand ini ada, jika dirasa perlu (terutama kalau foundernya orang terkenal atau sejarahnya cukup fenomenal, eg. Virgin Air)

t-shirt-2351761_640

4. Kenali Target Audience

Siapakah yang menjadi target dari desain yang akan kamu hasilkan? Siapa target audience-nya?

PRO TIPS: TEPAT SASARAN
  • Target audience untuk pekerjaan desain bisa jadi lebih spesifik — karena desain dibuat untuk keperluan dan konteks yang lebih spesifik, seperti social media campaign/brosur/billboard/banner ads digital, dst.
  • Jadi pastikan deskripsi target audience disini adalah target audience yang sesuai untuk pekerjaan desainnya.

BACA JUGA: Take A Break: Curhat Kreatif Lewat Infografik

freestocks-org-187367

Beberapa kategori yang biasa digunakan untuk mendeskripsikan audience adalah:

  1. usia dan gender/jenis kelamin
  2. status ekonomi, acuan yang sering digunakan adalah Socio economic status/SES
  3. interest/ketertarikan/hobi/passion/habit
PRO TIPS:

Minta client memilih profil instagram/influencer yang sesuai dengan aspirasi audiencenya. Agar lebih akurat kadang dibutuhkan referensi/contoh target audience-nya di dunia nyata, manfaatkan instagram untuk memilih contoh atau aspirasi persona. .

5. Tone of voice dan key message

Tone of voice berkaitan erat dengan pencitraan yang ingin dicapai brand di mata konsumen/target audience-nya.

Kesan apa yang ingin ditinggalkan kepada audience?

alice-moore-192521

BACA JUGA: Hybrid Designer: Menjawab Tantangan Era Digital

Bagi yang kurang familiar dengan istilah tone of voice, bahasa yang sederhananya adalah tentang kepribadian/karakteristik brand ketika diperkenalkan dan ingin disampaikan ke target audience.

Cara yang paling mudah mendapat informasi ini adalah minta klien memberikan 3-5 kata untuk mendeskripsikan produknya.

PRO TIPS: HELP YOUR CLIENT TO DESCRIBE/ FIND THEIR TONE OF VOICE:

Jika masih sulit untuk mendeskripsikannya, minta klien memberikan referensi desain/gambar/website yang mereka sukai atau merepresentasikan brand-nya.

girl-2696947_640

6. Metode atau Alur kerja

Bekerja sama akan lebih mudah dan efektif jika kedua pihak saling memahami bagaimana alur kerja masing-masing.

Bagian yang ini mungkin tidak dicantumkan dalam brief, tetapi di kontrak kerja atau apapun dokumen yang meresmikan kerjasama proyek ini.

workplace-1245776_640

Oleh karena itu di sini komunikasi diharapkan berjalan 2 arah.

DESAINER harus menjelaskan:
  1. menjelaskan alur kerja desain
  2. materi yang dibutuhkan dari klien, seperti logo, kode warna.
  3. jika ada materi atau komponen yang harus diproduksi secara terpisah/outsourcing, informasikan hal ini kepada klien terutama jika membutuhkan waktu dan budget extra.
  4. tahapan kerja dan keterlibatan klien di tahapan tertentu, termasuk revisi
  5. hasil akhir yang mereka peroleh

BACA JUGA: Tips Praktis Mengomunikasikan dan ‘Menjual’ Desainmu Kepada Klien

english-1705196_640

Untuk kelancaran komunikasi dalam proyek, mintakan informasi ini dari KLIEN:
  • siapa person-in-charge (PIC), yang menjadi sumber informasi selama proyek berlangsung.
  • bentuk presentasi desain yang disampaikan: prototipe, mock up, powerpoint, print out, atau bentuk file digital sudah cukup
  • siapa yang menjadi pengambil keputusan atau bagaimana keputusan diambil terutama terkait approval .

ux-788002_640

PRO TIPS: GET THE ADMINISTRATION/CLEARANCE DONE BEFORE YOU START WORKING
  • Mulai bekerja setelah klien mengirimkan persetujuan resmi untuk bekerja sama, dalam bentuk kontrak kerja, surat perintah kerja, Purchase order/PO, atau lainnya.
  • Selalu kirimkan rekap dari hasil diskusi/pertemuan dari setiap tahapan dan revisi dan minta tanggapan dari klien.
  • Pastikan budget, deadline dan termin pembayaran (term of payment) disetujui kedua pihak.

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Panduan Menjadi Desainer Grafis (Seutuhnya)

Bedanya RGB dan CMYK serta Cara Konversi Formatnya

Pada dasarnya huruf aja sudah beda, sebenarnya kenapa sih perlu ada dua?

jens-lelie-15662

Perbedaan perbedaan dan penggunaan RBG dan CMYK menjadi pertanyaan yang umum ditanyakan baik oleh anak desain atau produksi, tetapi juga yang awam tentang desain atau produksi konten.

BACA JUGA: Bedanya Tipografi, Kaligrafi, dan Hand Lettering

paper-571937_640

Jadi, artikel ini ada penjelasan ringkas tentang bedanya dan kapan harus menggunakan CMYK dan RGB.

Yuk ah!

Apa itu RGB dan CMYK?

RGB dan CMYK kerap disebut dengan color model, yaitu sistem pengaturan warna atau suatu format/sistem bagaimana warna dihasilkan.

bowl-1504422_640

Keduanya adalah singkatan, Red-Green-Blue untuk RGB (mewakili warna primer) dan Cyan-Magenta-Yellow-K/black untuk CMYK.

Kapan harus pakai RBG atau CMYK?

Untuk menentukan pilihan kapan harus menggunakan yang mana ditentukan dimana konten akan ditampilkan/digunakan.

adult-1986108_640

Kategori pilihan outputnya disini hanya 2: ditampilkan via layar monitor/digital atau hardcopy/cetak.

Format RBG digunakan pada output gambar langsung seperti layar elektronik, LCD, monitor televisi, dsb.

printer-933098_640

Mesin cetak portable (desktop printer) ada yg menggunakan RGB atau CMYK, cek dulu printer kamu ya!

Sedangkan CMYK kerap digunakan pada output film atau hasil cetakan/hardcopy, umumnya menggunakan printer, mesin offset, sablon, dsb.

Kenapa mencetak menggunakan format CMYK?

Untuk menjawab ini, kamu perlu tahu sedikit lebih banyak perbedaan proses warna yang ditampilkan di layar elektronik dan cetakan/hardcopy.

tablet-528462_640

Format warna RGB yang dipadukan atau diproses oleh layar/secara digital mendapat sentuhan atau bantuan teknologi untuk dapat menghasilkan semua warna.

Hal ini dikarenakan gradasi dan visual spektrum/level pada layar sangat berperan untuk menampilkan warna sesuai warna yang diinginkan.

Contoh: tiga warna merah-hijau-biru jika dipadukan pada Level/spektrum 100% di layar digital akan menghasilkan warna putih, dan sebaliknya jika level/spektrum semakin rendah atau 0 akan menjadi semakin gelap hingga jadi warna hitam.

BACA JUGA: Temukan Warnamu dengan Adobe Color CC

noiseporn-323791

Hal ini juga yang kerap membuat warna di satu layar LCD bisa berbeda satu sama lain, karena setelan/setting gradasi dan spektrumnya berbeda-beda.

Dan kita bisa dengan mudah mengubah warna dengan filter-filter lucu, ya kan 🙂

Kenapa tidak dianjurkan untuk mencetak dengan format RGB?

Jawabannya sederhana, karena keterbatasan komposisi tinta warna format RBG tidak mampu menghasilkan warna yang akurat, atau varian warna yang dapat dihasilkan sangat terbatas.

comiccon-1143686_640

Hal ini disebabkan pada medium hardcopy seperti hasil cetakan, sablon, atau lukisan, campuran tinta warna merupakan harga mati dan tidak bisa diubah/kalibrasi spektrum warnanya.

Persis seperti melukis, kamu harus memadukan warna yang tepat untuk setiap lapisan warna gradasi dan spektrum yang diinginkan.

printer-933098_640

Apa yang membuat CMYK ideal untuk mencetak warna?

CMYK kerap dikenal sebagai metode substractive atau bisa dibilang pemecah/separasi.

Setiap warna bukan warna primer, dan cenderung kentang.

Tetapi jika warna-warna ini dipadukan secara otomatis oleh mesin (dengan kadar/setelan tertentu) dapat menghasilkan banyak varian warna dan akurasi detail cetakan yang diinginkan.

BACA JUGA: Cara Color Correction CMYK di Adobe Photoshop, Ada Rumusnya !

machine-585262_640

Dalam proses transfer gambar ke medium cetak, seperti printer digital, mesin offset, untuk hasil maksimal gambar disimpan dengan format CMYK, untuk bisa mendapatkan gradasi dan detail warna seperti yang diinginkan.

Konversi Format Warna: RBG VS CMYK

Jadi bagaimana kalau terlanjur?

girl-524141_640

Bisakah menggunakan gambar berformat RBG di mesin cetak berformat CMYK?

Jawabannya bisa, tapi hasil gambar kemungkinan tidak akan sama seperti di layar, karena memang tidak kompatibel. Dijamin hehe.

BACA JUGA: Pahami Spek Bahasa Inggris, Menyelamatkan Hasil Cetak dan Ujian InDesign-mu

rawpixel-648580-unsplash

Nah ada jalan lain, yaitu mengkonversi format RGB ke CMYK, menggunakan Photoshop atau Illustrator via menu Color Settings.

Atau, detailnya bisa dicek di artikel ini: Converting Color Modes

Atau, mudahnya kamu bisa lihat demo nya di video-video dibawah ini.

Semoga bermanfaat!

Printing tips: RGB to CMYK

Konversi warna di Adobe Illustrator

Take A Break: Curhat Kreatif Lewat Infografik

Break dulu aah!

Sekali-kali mata dan pikiran ini perlu hiburan juga, kali ini blogpostnya ringan saja.

fashion-985556_640

Disini saya sekedar ingin berbagi beberapa infografik yang berhubungan dengan kehidupan sebagai desainer/anak kreatif dari proses kreatifnya hingga dalam dunia kerja, seperti klien, revisi dan sebagainya.

Sayangnya kebanyakan infografik dengan konten yang spesifik dan asik seperti ini kebanyakan berbahasa Inggris.

Coba desainer Indonesia: mana infografiknyaaa…?

Selamat menikmati koleksi ini. Semoga bermanfaat, inspiratif dan menghibur tentunya. Enjoy!

Curhatan Terkreatif: 8 Tipe Klien yang Paling Dihindari

Pernah ketemu rekan kerja atau klien yang seperti ini? ATAU, apakah kamu salah satunya? Check this out!

BACA JUGA: Tips Praktis Mengomunikasikan dan ‘Menjual’ Desainmu Kepada Klien

Kritik Konstruktif: Desainer yang Baik dan yang Buruk

Tidak hanya klien atau rekan kerja saja yang bisa menyebalkan, desainer juga ada yang nyebelin.

Saatnya refleksi diri nih, kamu desainer yang mana? Hehe…

BACA JUGA: Panduan Menjadi Desainer Grafis (Seutuhnya)

Edukasi Klien yang Labil: 15 Cara Memastikan Desain Logo yang Tepat

Check list sangat membantu mengingatkan kita, terutama jika kita sudah lama berkutat mengerjakan hal yang sama dalam waktu yang cukup lama.

Daftar pengecekan ini cukup membantu bagi yang sedang proyek desain logo atau berencana re-branding.

BACA JUGA: 4 Kesalahan Pekerja Freelance, Perbaiki Sekarang!

Mencari Pembenaran Kebiasaan Ngopi: Beer VS Coffee

Di sini tidak berarti saya mempromosikan minuman beralkohol (beer) ya,  please no negative thinking 🙂

Menurut saya, pesan moral terdalam dari berbagi infografik ini adalah:

  • Dari kacamata desain komunikasi visual: contoh yang cukup baik.

Karena infografik ini membantu menyederhanakan suatu hasil riset sains, dengan presentasi yang baik dan jumlah teks yang tidak terlalu banyak.

  • Dari segi pengetahuan umum: Tahu waktu yang terbaik untuk minum kopi (atau bir).

Karena tidak ada istilah Too Many Info (TMI) untuk belajar fakta sains yang baru, apalagi berhubungan dengan substansi dan benda yang ada di sekitar kita (kopi, bir, teh, dsb). Cheers!

BACA JUGA: 3 Jurus untuk Kembalikan Mood dan Kreativitasmu

Fakta dan Realita: Musik dan Produktivitas

Kamu suka bekerja sambil mendengarkan musik?

Konon musik meningkatkan konsentrasi dan produktivitas kerja (fokus).  Benarkah demikian?

Berikut infografik berisis fun fact tentang bagaimana musik/mendengarkan musik berdampak bagi diri kita.

Curhat Karier dan Load Kerja: Siklus Karier Desainer

Klik gambar untuk memperbesar/akses di Flickr.

Your Average Designer

BACA JUGA: Eksis dengan 4 Situs Galeri Portofolio Online

Melukis Sepatu Kanvas: Starter Pack

Siapa bilang sneakers keren harus mahal?

https://www.instagram.com/ejjamrttp/
Hand painted sneakers. Credit: Instagram @ejjamrttp

Sudah pernah dengar tentang tren melukis sepatu kanvas atau istilah kerennya sneakers hand painting?

Yes, menggambar atau melukis dapat dilakukan di media yang bervariatif, tidak harus di media datar, termasuk sepatu!

handmade-791693_640

Melukis sepatu berbahan kanvas sangat cocok bagi yang ingin coba-coba dan tidak habis dieksplorasi.

Sepatu kanvas seperti apa sih? Contoh yang paling sederhana umum dan kamu pasti tahu adalah sepatu converse model chuck tailor atau vans. Pasti tau dong?

converse-2483523_640

BACA JUGA: Hand Lettering Starter Pack

Itu contoh yang bermerek, tetapi pada dasarnya kebanyakan sepatu dengan model plim sole atau sol karet menggunakan material kanvas.

Dan kamu bisa menemukannya dalam berbagai merek dan bentuk, dari model yang bertali ataupun yang slip-on (tanpa tali).

Selain bisa membuat sepatu kanvas jadi unik dan keren, juga ajang unjuk kreativitas dan imajinasi kamu.

Bagaimana caranya?

Mudah kok, asal dengan persiapan yang matang 🙂

PERENCANAAN

1. Memilih sepatu kanvas/kain

Pada dasarnya melukis sepatu bisa dilakukan di sepatu berbahan kulit, kain atau kanvas lainnya.

slipon-2305869_640

Tetapi bagi yang ingin coba-coba dan bereksperimen, sepatu bahan kanvas relatif lebih terjangkau dan reaksinya lebih terkendali terhadap cat/tinta.

Untuk pilihan model dan warna sepatu, tergantung motif apa yang akan kamu lukis.

Bagi pemula, disarankan sepatu kanvas putih polos tanpa banyak ornamen/variasi/tidal bertali/slip on, anggap saja seperti kertas putih polos.

2. Desain atau sketsa motif/gambar di kertas

school-1974369_640

BACA JUGA: 3 Jurus untuk Kembalikan Mood dan Kreativitasmu

Dengan merencanakan desain atau sketsa gambar yang akan dilukis nanti, akan membantu kamu:

  • merencanakan proses menggambar dan mewarnai dengan lebih baik dan mengurangi tingkat kesalahan
  • menentukan alat gambar yang kamu butuhkan

Inspirasi gambar dan motif: PinInterest.com

PERALATAN GAMBAR/LUKIS

Nah, setelah kamu tahu gambar apa yang akan dilukis, saatnya menyiapkan peralatan gambarnya disesuaikan dengan kebutuhanmu.

Where to buy? Semua peralatan gambar ini biasanya bisa ditemukan di toko art supply masing-masing kota atau bahkan online.

painting-911804_640

  • Pensil dan penghapus untuk sketching – warna pensil disesuaikan dengan warna dasar kanvasnya, jika warna putih maka pensil biasa sudah cukup jelas.
  • Cat akrilik (sesuai kebutuhan) – cat akrilik tidak hanya dapat digunakan untuk menggambar ornamen atau motif tetapi juga dapat digunakan untuk mewarnai seluruh dengan warna dasar sesuai keinginan kamu.

art-1867899_640

  • Kuas lukis (sesuai kebutuhan) – ukurannyan bisa bervariasi sesuai rencana gambar/motif. Semakin banyak dan kecil motif, semakin kecil ukuran kuasnya.

Kuas besar VS Kuas Kecil – Sekiranya kamu berencana mencat warna dasar yang berbeda dengan warna sepatunya, maka selain kuas kecil, dibutuhkan juga kuas besar untuk mewarnai dasarnya,

  • Fabric marker atau spidol/marker yang dapat diaplikasikan di kain, yang paling terkenal adalah spidol merk Sharpie.

Untuk memudahkan menggambar pastikan kamu memilih spidol yang ujung lancip (fine).

colorful-2557705_640

PERALATAN PENUNJANG LAINNYA

  • Painter’s tape/masking tape – dibutuhkan untuk menutupi bagian yang tidak ingin diwarnai ketika pengecatan, tape ini tidak meninggalkan residu lemnya dan mudah dibentuk.
  • Varnish kain – cat pelapis bening yang diaplikasikan setelah kamu selesai melukis dan cat sudah kering semua.

Pilih varnish khusus untuk bahan kain, fungsinya adalah untuk melapisi dan melindungi permukaan sepatu agar tahan lama.

Nah kamu sudah siap?

sharpie-1830292_640

Untuk menambah inspirasi berikut beberapa video untuk referensi desain melukis sepatumu.

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Ini Nasib Plagiarisme di Era Digital

Motif Galaxy

Motif geometrik

Motif Kartun

3 Keahlian yang Dibutuhkan Anak Desain untuk Meraih Karir Impian

Kamu boleh saja jago gambar dan desain, tetapi dunia kerja perlu skill lain untuk dapat diterima dan bertahan hidup.

Bagi adik-adik yang baru lulus: selamat datang ke dunia nyata!

university-student-1872810_640

Untuk menulis artikel ini, saya melakukan kilas balik ketika masih “hijau” dan baru di masuk dunia kerja, hingga kemudian pengalaman melakukan seleksi calon karyawan dan mengelola tim kerja.

ian-schneider-66374-unsplash

To be fair, tidak ada yang bisa membuat kamu 100% siap menghadapi dunia kerja, tapi sedikit petuah ini diharapkan dapat memberi sedikit wawasan yaaa…

BACA JUGA: Panduan Menjadi Desainer Grafis (Seutuhnya)

Yang dimaksud keahlian/soft skill disini tidak berhubungan dengan desain, yang sudah dibekali selama kuliah. Jadi, keahlian apa dong?

1. Komunikasi yang Baik dan Tepat Sasaran

Bagi sebagian orang mungkin merasa lebih nyaman dan mudah mengomunikasikan pikirannya melalui media visual, animasi/gambar.

comiccon-1143686_640

Komunikasi adalah keahlian dasar yang dicari oleh sebagian besar perusahaan, yang kerap disepelekan.

Tapi pernah terpikirkah olehmu bahwa media atau cara berkomunikasi tiap orang bisa jadi beragam? Bisa melalui tulisan, percakapan lisan, atau bahkan mencakup beberapa aspek.

workplace-1245776_640

BACA JUGA: Tips Praktis Mengomunikasikan dan ‘Menjual’ Desainmu Kepada Klien

Nah, di dunia kerja, beragam tipe orang diharapkan dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan usaha yang sama.

Dari sisi desainer, kamu diharapkan dapat mengkomunikasikan pekerjaan (baca: desain) kepada rekan kerja, hingga mereka dapat memahami dan menerima hasil kerja dengan baik.

2. Kemampuan Dasar Menggunakan Microsoft Office “Wajib”

Memang kamu bisa desain presentasi Illustrator, atau layout teks dengan InDesign.

adult-1986108_640

Tapi kemampuan menggunakan 3 perangkat lunak Microsoft Office “wajib” (Word, Excel dan PowerPoint) ibarat kemampuan membaca dan menulis, bagi kebanyakan orang sudah sewajarnya dikuasai.

“Minimal bisa Word, deh”

team-866663_640

BACA JUGA: 4 Kesalahan Pekerja Freelance, Perbaiki Sekarang!

Software yang digunakan oleh khalayak umum, sebaiknya kamu tidak ketinggalan, karena sebenarnya penggunaannya pun sangat mudah sekali.

Hal ini tidak berlaku hanya pada pekerja kantoran/salary man, tapi juga pekerja lepas/freelancer.

Contohnya, bagaimana kamu menyampaikan kontrak kerja, atau presentasi ide kreatif?

Ingat, tidak semua komputer bisa membuka dan edit file dari software desain.

3. Paham Serba-serbi Produksi Materi

Ekspektasi terhadap orang kreatif adalah kita sebagai creator/kreator.

photography-569354_640

Mulai dari kreasi desain, hingga produksi materinya, alias produk final

Jika kamu bekerja di bagian periklanan, produksi materi berupa merchandise, dapat meliputi dari cetakan hingga digital animasi atau video.

BACA JUGA: Cara Memilih Format File yang Sesuai dengan Kebutuhan Produksimu

machine-585262_640

Pemahaman mendasar tentang proses produksi dan hingga produk sesuai adalah hal wajib.

Tentu akan lebih baik lagi jika kamu memiliki pengalaman langsung dalam produksi materi print ataupun digital.

silk-screen-1246169_640

BACA JUGA: Inspirasi Proyek Video Instagram

Jadi, maksimalkan proyek selama perkuliahan untuk memperdalam pengetahuan dan pengalaman yaa!

Ada pepatah, dimana kaki berpijak disanalah langit dijunjung.

Sukses berkarir sebagai desainer atau dalam profesi apapun 🙂

Semoga bermanfaat!