Resep Video Viral: Tips Kreator

Gimana sih bisa bikin video hits/ viral?

Nah, pertanyaan sebenarnya berawal dari: Kapan suatu konten bisa dianggap viral? Apa parameter atau tolak ukurnya?

Pertama-tama, kamu harus paham betul apa yang dimaksud dengan go-viral atau menjadi viral di Internet:

viral
Definisi ‘viral’ menurut kamus Cambridge.org

Banyak sekali pendapat dan argumen tentang tolak ukur konten viral, tetapi secara umum banyak yang menyimpulkan bahwa konten dianggap viral ketika dilihat (view) setidaknya 1juta kali dalam beberapa hari saja (3-7 hari).

Kenapa 1 juta views? Kenapa tidak 100 juta? Well, jangan terpaku pada angka ini. Fokus kepada esensi definisi viral yang hakiki, yaitu fokus pada kecepatan konten “menular” (dilihat dan disebarkan) dalam waktu yang relatif singkat.

BACA JUGA: Inspirasi Kreatif Video Instagram

Nah, dalam artikel ini saya ingin ambil sudut pandang sebagai konten kreator, dan dalam pembuatan konten pada dasarnya terdapat 2 faktor, yaitu:

  • Faktor eksternal – hal-hal tidak termasuk dalam kendali tim produksi tetapi merupakan komponen dari isi konten. Contoh: ide kreatif, drama artis yang happening, konten cuplikan interview kontroversial.
  • Faktor internal – elemen produksi video yang direncanakan atau dikendalikan oleh konten kreator dan tim produksinya. Contoh: jalan cerita, pemilihan lokasi, judul click-bait, editing, dll.

Karena faktor eksternal dapat diserahkan pada kreativitas masing-masing kreator…Di sini kita fokus pada faktor internal yaaa

1. Emotion/Reaction

Salah satu kesamaan dari  semua video viral adalah kemampuannya memancing emosi dan reaksi dari penontonnya.

Dari emosi dan reaksi tersebut bisa berkembang menjadi tindak lanjutnya: menbagikan/share video kepada orang lain, komentar, memberi “jempol” (like) atau menjadi langganan (subscribed).

BACA JUGA: 3 Tipe Video Kreatif untuk “Anak Kreatif”

Kenali Target Audience

Setiap menentukan ide cerita/storyline dari videomu selalu lihat dari sudut pandang penonton, emosi dan reaksi apa yang dimunculkan ketika menonton videonya.

Untuk memperoleh prediksi emosi/reaksi yang cukup akurat, kamu harus mengenal target audience dari video atau youtube channel-mu, demografinya yang bisa dilihat dari sisi: geografis, SES (social economic status), kelompok usia, gender, hobi/interest dan sebagainya.

PRO TIPS: Jika kamu sudah memiliki youtube channel, kamu bisa mulai memperlajari demografi audience-mu dengan mengecek Youtube Creator Studio, yang bisa diakses pemilik channel Youtube.

Emosi apa yang sering membuat video go-viral?

Dari sekian banyak emosi yang dirasakan manusia, adakah cara mengetahui emosi mana yang membantu video menjadi viral?

Jawabannya, ada. Ada riset dan data yang membantu kita, tapi ingat data akan selalu berubah seiring dengan perkembangan tren.

Dalam penelitiannya Ekman and Rosenberg (1997) menjelaskan bahwa ada 6 emosi utama yang menjadi kunci yang mendorong viewers untuk membagikan konten ke orang lain:

  • Bahagia/happy
  • Takut/scared
  • Sad/sedih
  • Disgusted/Jijik
  • Angry/Marah
  • Terkejut/surprised

Referensi: Ekman, P., & Rosenberg, E. L. (1997). What the face reveals: Basic and applied studies of spontaneous expression using the Facial Action Coding System (FACS). Oxford University Press, USA.

2. Hook (Umpan)

Hook (umpan) bisa dibilang adalah ide cerita/konten inti dari suatu video, yang bertujuan untuk memancing reaksi dari orang yang melihatnya.

Hook ini sangat penting dalam memengaruhi orang untuk (1) mengklik atau memutuskan menonton video atau tidak; (2) menyukai video kamu setelah menontonnya.

Nah, bagaimana orang bisa mengerti dan tertarik pada ide cerita, bahkan sebelum mereka menonton videonya?

Jika toko punya etalase untuk menarik calon pembeli masuk ke toko,
maka pastikan kamu memasang umpan di “etalase” video-mu.

Penyampaian ide/konsep ini bisa beragam bentuknya, tetapi komponen utama yang paling efektif adalah:

  • Judul video: singkat, padat, mudah dipahami, menarik/catchy/memicu rasa penasaran
  • Gambar thumbnail/cover: Gambar statis juga membantu dalam “menjual” konsep videomu, sehingga membantu viewers memutuskan untuk menonton atau tidak.

3. Video Gimmicks

Nah, disini kita bahas pentingnya perencanaan dan keahlianmu dalam teknis produksi videonya. yang biasanya dikenal dengan gimmick.

Belajar dari teknik produksi video Casey Neistat yang legendaris di video sponsor Nike Fuel Band berikut. Seru banget nontonnya!

Perencanan dan eksekusi dalam produksi dan pengambilan gambar akan menambah daya tarik video kamu dan membuat penonton merasa nyaman untuk terus menonton hingga selesai, atau bahkan menonton video lain.

Baca juga: Channel Wajib Penggiat Fotografi dan Desain Grafis

Beberapa gimmick produksi dan post produksi yang bisa dieksplorasi antara lain:

  • Teknik pengambilan gambar, seperti transisi, angle, dsb.
  • Soundtrack/background sound. Pastikan kamu memperoleh izin/permission untuk menggunakan musiknya, atau risikonya video kamu bisa diblok oleh Youtube.
  • Stickers atau emoticon, terutama jika kamu membuat video humor

Semoga bermanfaat!

Yang perlu kamu ketahui tentang Adobe Spark

Kabar gembira bagi digital designers! 

Aplikasi web dan gawai, Adobe Spark versi beta (uji coba pengguna), diluncurkan Adobe di pertengahan tahun 2016.

Entah kenapa sayangnya di Indonesia perangkat lunak dan aplikasi mobile ini kurang dikenal a.k.a. underrated.

Adobe selama ini dikenal dengan perangkat lunak post produksi untuk desain dan fotografi, kini memfokuskan pengembangan bisnisnya pada digital user experience services.

Hingga saat ini (10/18) Adobe masih mengumpulkan feedback dari pengguna publik atas versi beta aplikasi Adobe Spark ini.

Jadi jika kamu membaca artikel ini di masa depan, mungkin aplikasi Adobe Spark sudah berbeda atau tidak lagi relevan.

Apa itu Adobe Spark?

Seiring dengan perkembangan di era digital, Adobe tidak ketinggalan mengembangkan sayap merambah ke digital marketing dan user/customer experience.

michelangelo-71282_640

Ketika mendengar hal ini, tentunya kita tidak ada bayangan sama sekali.

Hanya ketika konferensi tahunan Adobe di London (2018), dalam pidatonya CEO Adobe Shantanu Narayen mulai memberi titik terang terhadap bentuk pengembangan yang dimaksud.

“We think, in Adobe, that great experience starts always with great content.” – Adobe CEO Shantanu Narayen (Adobe EMEA Summit 2018, London)

Di pertengahan tahun 2016 Adobe meluncurkan 3 produk berupa aplikasi web dan mobile (gratis), Adobe Spark, yang dapat dijelaskan secara singkat sbb:

Adobe Spark is free online and mobile graphic design app. Easily create beautiful images, videos, and web pages that make you stand out on social.

Adobe Spark ini menyasar pada konten kreator /pengguna media sosial yang tidak ada dukungan atau kemampuan desain/professional, istilah kerennya design for non-designer.

Mungkin sekarang kamu sudah punya aplikasi andalan untuk mobile content creation, tetapi tidak ada salahnya mencoba Adobe Spark, terutama aplikasi mobile-nya gratis.

Saya sendiri saat ini (10/18) baru mencoba Adobe Spark Post saja (kapasitas hp gak mendukung Page dan Video haha).

musician-664432_640

Menurut saya Adobe tidak main-main dengan user experience driven-nya, dari interface, stok gambar dan akses ke beragam jenis huruf serta template desainnya, belum lagi fitur remix-nya yang sangat user friendly dan MIND BLOWING.

Saya bisa membayangkan penggunaannya dalam kebutuhan desain sehari-hari karena mudah dan referensi/template desain yang terkini yang berlimpah ruah.

Mengingat masih versi beta, tentu masih ada kurang dan belum sempurna. Cobain deh!

Adobe Spark Post

Menurut saya aplikasi mobile Adobe Spark Post ini yang paling relevan bagi pengguna media sosial, baik sebagai akun pribadi, online shop, atau organisasi/korporasi.

Adobe Spark Post ditujukan untuk membantu kamu dalam pembuatan konten grafis (digital graphic content), terutama untuk keperluan posting dan profil di media sosial dan situs web. Berikut contoh beberapa grafik yang dibuat dari template:

Banyak template dan rekomendasi desian yang kece dan kekinian, termasuk stok foto gratis. Menu editingnya menggunakan istilah “Remix” juga mudah digunakan.

Adobe Spark Video

Aplikasi mobile ini ditujukan untuk membantu konten kreator media sosial dan situs web dalam pembuatan konten video (video content creation).

Apa aja fiturnya? Sekeren apa video maker ini? Video intro ini akan menjawab semuanya.

Jadi pingin coba aplikasi Adobe Spark Video nyaaa! Seperti yang mbaknya bilang, “If you don’t make a video after this, you just don’t want to” Haha

Adobe Spark Page

Nah, aplikasi ini diperuntukkan bagi orang yang ingin mendesain dan membuat situs web tetapi tidak punya kemampuan teknikal dan anggaran cukup untuk merealisasikannya.

Pembuatan situs web yang kece memang butuh budget yang tidak sedikit dan waktu yang relatif lama.

Adobe Spark memberikan solusi alternatif, coba cek fitur dan kegunaannya di video berikut.

BACA JUGA: 4 Rambu dalam Desain User Interface (UI)

Aplikasi Adobe Spark Page memberikan kemudahan bagi pengguna dengan menyediakan template desain dan fitur-fitur umum untuk membuat situs web yang sesuai dengan kebutuhan.

Referensi Lanjutan: Intro Adobe Spark dari Adobe

Time stamp:

00:00 – 10:00 High level design and content strategies

10:00 – 16:00 Creating long form content with Spark Page

16:00 – 27:00 Wow on social with graphics made with Spark Post

27:00 – 46:00 Boost engagement with fast, easy videos with Spark Video

46:00 – 1:00:00 Q&A featuring distribution and social media tricks

Semoga bermanfaat!

Alasan fotografer profesional memakai kamera DSLR

Zaman sekarang, sudah ada smartphone dan kamera mirrorless canggih, siapa yg butuh DSLR?

Teknologi dokumentasi foto semakin canggih, semakin banyak opsi dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Kamera dengan pixel semakin besar dengan dua lensa sehingga efek bokeh bisa diwujudkan menggunakan smartphone nan praktis.

dan-silva-625293-unsplash copy

Kamera dengan autofocus canggih, warna cantik, dan kualitas gambar HD, praktis tinggal point and shoot saja tidak perlu ribet setting dan nyaman untuk Vlogging, dapat kamu dapatkan dari kamera mirrorless.

aaron-burden-205148-unsplash

Nah, kenapa di era kamera mirrorless dan smartphone canggih seperti sekarang fotografer profesional masih rela memikul tas berat berisi kamera dan lensa DSLR-nya?

Para photo retoucher atau fotografer handal dan berpengalaman mungkin hanya bisa senyum penuh makna mendengar pertanyaan tadi 🙂

meghan-holmes-604852-unsplashArtikel ini diperuntukan bagi kaum pemula yang baru menjajaki atau berniat mendalami dunia fotografi.

Kenapa DSLR masih dibutuhkan dan digunakan oleh fotografer professional?

Untuk menjawabnya, disini akan dijabarkan secara sederhana dan mudah dipahami tentang fungsi dan kapasitas kamera DLSR —yang sampai sekarang belum tergantikan oleh kamera compact, terutama untuk memperoleh hasil foto dengan kualitas dan efek tertentu/yang diinginkan.

1. Shutter Speed dengan Deteksi Objek yang Akurat

Ada yang bilang shutter speed mirrorless lebih cepat daripada DSLR. Ya betul…

victor-rodriguez-726159-unsplash

Tapi DSLR punya kapasitas phase detection dan metering system yang lebih handal.

Hal ini membuat DSLR dapat melakukan tracking objek/view finder yang lebih akurat untuk membantu dalam mengisolasi objek yang kamu incar, terutama dalam pengambilan objek gambar bergerak/ in-action.

Contohnya foto kegiatan olahraga/action berikut, menggunakan shutter speed cepat dengan isolasi objek yang solid.

john-torcasio-441531-unsplashUntuk shutter speed yang diperlambat, dapat memberikan efek blur atau bahkan menyatu sejumlah objek gambar yang bergerak.

Sering digunakan untuk landscape photography yang hanya sebagian objeknya yang bergerak, seperti mobil (lampu), air terjun, aurora/petir, dsb.

kristo-vedenoja-524505-unsplash copy

PRO TIPS:  Proyek foto yang mengambil gambar objek tidak bergerak dan pose, seperti pas foto/potrait, pranikah/prewed, atau dokumentasi pernikahan, dapat diakomodir dengan kamera mirrorless.

2. Kualitas Gambar untuk Pasca Produksi/Post Production

Kualitas gambar tidak melulu tentang berapa besar megapixel kameranya.

laptop-1246672_640

BACA JUGA: Cara Color Correction CMYK di Adobe Photoshop, Ada Rumusnya !

Kualitas gambar yang dibutuhkan pada post production– retouch/editing— harus mendetail dari sisi akurasi warna per pixelnya/kepadatan pixel.

Nah, foto dengan warna cantik dan “bersih” dari kamera smartphone kadang “menghilangkan” detail akurasi warna dan kepadatan pixel yang dibutuhkan post production.

Sumber gambar: http://www.makeuseof.com

Pada contoh gambar di atas bisa kamu lihat, dari segi kontras warna smartphone mungkin lebih enak dipandang, tapi jika diteliti pinggiran antara kuning dan biru hasil foto DLSR lebih tajam dan jelas, tidak ada geriginya.

Detail ketajaman dan akurasi pixel inilah yang dibutuhkan dalam post production.

PRO TIPS: Jika proyek fotonya tidak banyak mengandalkan atau mengadakan post produksi (alias apa adanya), penggunaan kamera mirrorless bisa menjadi pilihan tepat.

3. Variasi Lensa

Lensa bukan sekedar koleksi gear, bagi fotografer pro lensa penting untuk menyempurnakan hasil foto.

Mirrorless mungkin punya varian lensa juga, tetapi tidak ekstensif jumlahnya dibandingkan DSLR.

Lensa DSLR kerap membutuhkan kemampuan dan pengalaman khusus, karena harus setting manual dan microadjusting, jadi memang butuh belajar dan jam terbang cukup untuk memaksimalkan kegunaannya.

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Inspirasi Proyek Video Instagram

3 Tipe Video Kreatif untuk “Anak Kreatif” – Tips Kreator

Jangan gentar dengan membanjirnya kreasi video online kalau kamu memang “anak kreatif.”

Kunjungi Youtube, video online yang membanjiri, kini semua orang bisa membuat video dengan gadget dan aplikasi editing instan.

gimbal-2199295_640

Keterbatasan durasi dari video online yang cenderung singkat membuat kreator video/videografer harus lebih cermat dan efektif dalam membuat alur cerita.

Jadi saran saya, tidak perlu pusing berlomba dengan gadget tercanggih atau teknik editing terkini. Maksimalkan ide kamu dengan menuangkannya dalam alur cerita yang kreatif.

ux-788002_640

Ada beberapa tipe video yang tepat untuk memaksimalkan ide kreatifmu dengan kerangka alur cerita yang sudah ada dalam 2-5 menit. Coba deh!

What-if (Seandainya)

Tipe video favorit, karena kerangka alurnya sederhana dan kamu bebas berkreasi.

Bebaskan imajinasi kreatif kamu disini!

Mari berandai-andai dan bayangkan wujudnya dalam bentuk audio visual, seperti video viral dari College Humour ini.

Video what-if tidak melulu harus komedi, kamu bisa ambil angle lainnya. Let the imagination gone wild!

Review atau First Impression (Kesan Pertama)

Video dengan tema review dan first impression/reaction sangat sederhana alur ceritanya dan bahkan cenderung spontan.

photographer-301533_640

BACA JUGA: 3 Jurus untuk Kembalikan Mood dan Kreativitasmu

Memang video review/ulasan memiliki angle dan alur yang cenderung seragam.

Tetapi justru disini kreativitas kamu diuji: apakah kamu bisa membuat video yang teknik dan konsep sederhana menjadi video yang sangat menarik?

Contoh bahwa video ulasan bisa dikemas dengan konsep menarik, seperti yang dilakukan di channel Try Guys (buzzfeed veteran) berikut:

Disini kamu dapat sediki pemberi ulasan berdasarkan suatu standar atau ekspektasi, contoh: enak atau lebih enak. Jadi kesimpulannya akan diberikan oleh si reviewer.

Experiment (Percobaan)

Pada dasarnya video experiment adalah menunjukkan reaksi atau respon dari skenario pada viewers.

Eksperimen ini ibarat mengetes teori atau opini yang sedang hits atau populer.

stormtrooper-1343877_640

Nah, beda dengan video review, video eksperimen tidak terpaku pada objek tertentu dan kamu bisa bebas berkreasi dalam angle dan alur cerita.

Tidak melulu eksperimen terhadap teori yang berbau sains, tepi juga dalam bentuk social experiment yang sederhana, bahkan bisa diambil dari angle yang berbeda-beda.

Hasil dari penguji coba pun bisa berbeda-beda penyampaiannya. Penonton bahkan bisa menyimpulkan sendiri hasil dari eksperimennya.

Seperti video viral 10 Hours of Walking in NYC as a Woman:

PRO TIPS: Video eksperimen sangat cocok untuk memberikan pemahaman atau memicu reaksi pro/kontra dan empati dari penontonnya.

Versus/ Battle

Video yang kerangka awalnya sederhana, yaitu menampilkan 2 hal yang berlawanan, A versus B.

people-2576169_640

Seperti before VS. after, atau yang beda yang asli VS. palsu, atau bahkan tentang tema make up atau fashion, konsep ini sangat populer.

Contoh angle cerita dan alur yang sangat kreatif dipresentasikan oleh video viral oleh saluran Ditch the Label berikut:

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Inspirasi Proyek Video: Video Instagram

 

Inspirasi Kreatif Video Instagram: Tips Kreator

Apakah kamu bisa membuat konten video menarik berdurasi 60 detik?

instagram-1474233_640

Ini memang sesuai visi Instagram sejak awal yang diciptakan sebagai medio komunitas untuk saling berbagi inspirasi visual.

Kini Instagram memiliki berbagai fitur, dimana visual tidak terbatas pada gambar atau foto semata, bisa berupa video rekaman bahkan video live lewat instagram stories.

instagram-1451137_640

Berdasarkan cara produksinya, video Instagram ada 2 macam:

(1) merekam langsung on-the-spot dengan handphone/gawai menggunakan instagram, dan sekarang kita bisa merekam beberapa adegan terpisah selama durasinya 60 detik. Pengeditan video (pasca produksi) juga di Instagram, lalu unggah videonya.

(2) rekam terpisah dan unggah file video; produksi maupun pascaproduksi tidak menggunakan instagram. Berarti, kamu bisa bebas berkreasi dalam pengambilan adegan hingga paskaproduksi.

BACA JUGA: Trik Posting dengan Fitur Multiple Upload (Carousel) Instagram

Intinya, gimana pun cara pembuatan yang kamu pilih, tantangan yang sesungguhnya adalah: apakah kamu bisa membuat konten video menarik berdurasi 60 detik?

Documentary

Video dokumentasi tidak melulu membosankan loh.

photographer-301533_640

Gaya dokumentasi ini jadi berkembang dengan gaya yang lebih asik, santai dan (terkesan) spontan.

Jika direncanakan dengan baik, video ini akan sangat menarik untuk dinikmati, contoh video dari peace.wow berikut:

Gaya video documentary ala blogger dengan angle selfie mungkin sudah umum, tetapi yang menarik sekarang banyak brand yang berbagi dokumentasi di instagram, seperti Supreme US. Cobain deh!

Film (Super) Pendek

Instagram diciptakan bernafaskan mobile-first, pengguna mengaksesnya lewat handphone, jadi setiap detik sangat berharga dan kamu harus manfaatkan sebaik-baiknya.

Karena bisa upload file video, kamu juga bisa membuat film animasi/kartun seperti ini.

Dan, kamu juga menggunakan berbagai teknik editing untuk membuat video kamu lebih “hidup” seperti yang dilakukan @louboutinworld yang menggunakan teknik stop motion berikut.

How-To Video

Sekarang kamu bisa melihat video tutorial atau how-to untuk cara membuat (hampir) apa saja online, termasuk di Instagram.

Karena durasinya yang terbatas video how-to di Instagram sifatnya sederhana dengan dipercepat / time lapse, contoh dari instagram @eindraw.

Bagi pengguna iPhone bisa menggunakan aplikasi tambahan Hyperlapse untuk merekam dan unggah langsung ke Instagram.

BACA JUGA: 9 Hal Dasar Seputar Hak Cipta / Copyrights yang Wajib Diketahui

Semoga bermanfaat!