3 Inspirasi Sukses dan Wajib Follow dari Akun Portofolio Desain di Media Sosial

Menarik perhatian di dunia maya, dan sukses juga di dunia nyata.

Kurasi akun social media atau instagram portfolio ini diharap tidak hanya inspirasi untuk berkarya dan bikin portofolio online, tetapi juga ada pelajaran dari pengalaman dan transformasi akun mereka.

Selain menarik perhatian dari pengguna dunia maya, akun portofolio designer dan artist juga yang berhasil meraih pengakuan di dunia nyata dan berhasil meraih sukses secara komersial.

Jadi bukan semata-mata mengajak kamu exist di socmed, jadi celebgram atau influncers ya…

Satu aja pesannya, melihat akun-akun keren ini jangan justru jadi minder, justru jadikan mereka inspirasi kamu untuk terus berkreasi!

Langsung aja dah…

CJ_Hendry

Akun instagram @cj_hendry mungkin hanya memiliki pengikut 379 ribu (per Juli 2019), tidak ada apa-apanya dibandingkan akun konten kreator seperti Atta Halilintar, yakan.

Karya sketsa dan gambar pensilnya yang super realistis dan mendetail menarik banyak minat kurator dan penggemar seni.

Jadi apa yang istimewa dari si CJ Hendry atau Elsa Picone ini? Coba lihat sendiri hasil karya-karyanya.

Apa inspirasi sukses dari CJ Hendry?

CJ_Hendry membuktikan bahwa gambar tangan tradisional (sketching and drawing) tidak pernah mati di era serba digital ini.

Yang menarik, ketenaran CJ Hendry berawal dari viralnya posting sketsanya di IG.

Kini CJ Hendy sudah berupa brand — perpaduan seni modern dan manajemen bisnis yang berhasil mentransformasi popularitas di media sosial menjadi karya seni gambar dan bisnis yang sukses dan mandiri.

CJ Hendry sudah bekerja sama dengan berbagai brand besar, memiliki studio workshop dan seni sendiri di New York, dan dengan tim manajemennya secara berkala menggelar pameran yang temanya menggelitik dan selalu dinanti para penggemarnya.

Baca juga: Eksis dengan Situs Galeri Portfolio Online.

Di pameran Rorschach-nya bulan April 2019 CJ Hendry memberikan akses virtual exhibition ke dalam pamerannya di website CJHendry.live sehingga semua orang bisa “berkunjung” ke pamerannya —walau mungkin pengalamannya beda ya kalau bisa datang langsung ke sana…

Ini cuplikannya di IG, atau bisa kunjungi sendiri “pameran” ini dengan klik CJHendry.live.

Pinot

Anak desain Indonesia tapi belum pernah dengar @Pinot? Serius?

Pinot alias “Pinot” Ichwandardi, animator asal Indonesia, yang kini tinggal dan berkarya di New York, berhasil menyedot perhatian dunia di tahun 2018 melalui posting video animasi di akun IG dan twitter-nya.

Apa sih yang bikin dunia sedemikian gempar?

Pinot membuat versi animasi dari cuplikan videoclip terhits dan kontroversial saat itu, This is America milik Childish Gambino.

Daaaan bukan animasi biasa… Pinot menggambarnya menggunakan software lawas, MacPaint dan animasi di Macro Mind, di komputer Macintosh 80-an miliknya.

Baca juga: Perangkat Lunak Pilihan untuk Gambar Pixel Art

Patut diacungi jempol karena tingkat kesulitan pembuatannya dan kesempurnaan hasilnya, ini dia cuplikan proses pembuatan dan animasinya:

Apa inspirasi sukses dari Pinot?

Pinot selama ini sudah lama dikenal penggemar art dan animasi di media sosial, tetapi terbatas di antara pengikut/penggemar desain visual dan animasi.

Selama ini Pinot punya “gaya” konten sendiri, dia konsisten dengan karya-karya kreatif yang eksperimental, bukan hanya artistik idealis tetapi juga memadukan gambar/sketsa tangan dengan teknik video stop motion dan animasi.

Jadi kreativitas juga harus ditunjang kemampuan/skill dan teknik yang matang.

Eksperimen animasi cuplikan video milik Childish Gambino berhasil menyedot perhatian lebih banyak orang.

Banyak yang mengulas karya ini di artikel media terkemuka, seperti Mashable, The Jakarta Post, dan bahkan konten kreator membuat konten reactions video tentang animasi ini.

Baca juga: artikel tentang Pinot di The Jakarta Post

Dari sini Pinot bahkan memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam pembuatan serial Stranger Things milik Netflix yang memang berlatar belakang tahun 90-an. Wah keren ya!

Lucas The Spider

Kamu mungkin tidak kenal Joshua Slice atau @Jsliceanimation, tapi mungkin tertarik dengan laba-laba peliharaannya yang menggemaskan, Lucas.

Yes, Lucas The Spider adalah tokoh animasi 3D berupa laba-laba kecil dengan suara menggemaskan!

Lucas The Spider ini sudah memiliki banyak penggemarnya, mencapai 3.1juta di Youtube dan 228ribu di IG (per Juli 2019), dari awal tokoh ini diposting November 2017.

Baca juga: Melukis Sepatu Kanvas, Starter Pack

Lucas The Spider ini ibarat hasil karya idealis iseng-iseng yang mengikut salah satu tren konten blog/vlog yang paling digemari, yaitu konten tentang hewan peliharaan yang imut dan lucu.

Bisa dilihat sendiri, kisah videonya sederhana yaitu seputar keseharian Lucas sebagai seekor laba-laba, seperti bermain hingga berteman dengan seekor lalat. Gemasss!

Apa inspirasi sukses dari Lucas The Spider

Jangan lupa bersenang-senang! Kesenangan kamu menggambar juga bisa dijadikan suatu yang produktif dan sekaligus menghibur orang lain!

Keberhasilan menciptakan portofolio yang disukai dan dinikmati orang banyak tidaklah mudah.

Kadang idenya tidak perlu muluk, bahkan hal yang kamu sukai pun, seperti menonton video hewan-hewan lucu di Youtube juga bisa jadi inspirasi.

Memiliki kesibukan dan pekerjaan tidak membuat Joshua Slice si pencipta Lucas berhenti berkreasi dan punya proyek idealis sendiri 🙂

Yuk ah!

Baca juga: 5 Kegiatan Produktif Mengisi Liburan Panjang

Resep Video Viral: Tips Kreator

Gimana sih bisa bikin video hits/ viral?

Nah, pertanyaan sebenarnya berawal dari: Kapan suatu konten bisa dianggap viral? Apa parameter atau tolak ukurnya?

Pertama-tama, kamu harus paham betul apa yang dimaksud dengan go-viral atau menjadi viral di Internet:

viral
Definisi ‘viral’ menurut kamus Cambridge.org

Banyak sekali pendapat dan argumen tentang tolak ukur konten viral, tetapi secara umum banyak yang menyimpulkan bahwa konten dianggap viral ketika dilihat (view) setidaknya 1juta kali dalam beberapa hari saja (3-7 hari).

Kenapa 1 juta views? Kenapa tidak 100 juta? Well, jangan terpaku pada angka ini. Fokus kepada esensi definisi viral yang hakiki, yaitu fokus pada kecepatan konten “menular” (dilihat dan disebarkan) dalam waktu yang relatif singkat.

BACA JUGA: Inspirasi Kreatif Video Instagram

Nah, dalam artikel ini saya ingin ambil sudut pandang sebagai konten kreator, dan dalam pembuatan konten pada dasarnya terdapat 2 faktor, yaitu:

  • Faktor eksternal – hal-hal tidak termasuk dalam kendali tim produksi tetapi merupakan komponen dari isi konten. Contoh: ide kreatif, drama artis yang happening, konten cuplikan interview kontroversial.
  • Faktor internal – elemen produksi video yang direncanakan atau dikendalikan oleh konten kreator dan tim produksinya. Contoh: jalan cerita, pemilihan lokasi, judul click-bait, editing, dll.

Karena faktor eksternal dapat diserahkan pada kreativitas masing-masing kreator…Di sini kita fokus pada faktor internal yaaa

1. Emotion/Reaction

Salah satu kesamaan dari  semua video viral adalah kemampuannya memancing emosi dan reaksi dari penontonnya.

Dari emosi dan reaksi tersebut bisa berkembang menjadi tindak lanjutnya: menbagikan/share video kepada orang lain, komentar, memberi “jempol” (like) atau menjadi langganan (subscribed).

BACA JUGA: 3 Tipe Video Kreatif untuk “Anak Kreatif”

Kenali Target Audience

Setiap menentukan ide cerita/storyline dari videomu selalu lihat dari sudut pandang penonton, emosi dan reaksi apa yang dimunculkan ketika menonton videonya.

Untuk memperoleh prediksi emosi/reaksi yang cukup akurat, kamu harus mengenal target audience dari video atau youtube channel-mu, demografinya yang bisa dilihat dari sisi: geografis, SES (social economic status), kelompok usia, gender, hobi/interest dan sebagainya.

PRO TIPS: Jika kamu sudah memiliki youtube channel, kamu bisa mulai memperlajari demografi audience-mu dengan mengecek Youtube Creator Studio, yang bisa diakses pemilik channel Youtube.

Emosi apa yang sering membuat video go-viral?

Dari sekian banyak emosi yang dirasakan manusia, adakah cara mengetahui emosi mana yang membantu video menjadi viral?

Jawabannya, ada. Ada riset dan data yang membantu kita, tapi ingat data akan selalu berubah seiring dengan perkembangan tren.

Dalam penelitiannya Ekman and Rosenberg (1997) menjelaskan bahwa ada 6 emosi utama yang menjadi kunci yang mendorong viewers untuk membagikan konten ke orang lain:

  • Bahagia/happy
  • Takut/scared
  • Sad/sedih
  • Disgusted/Jijik
  • Angry/Marah
  • Terkejut/surprised

Referensi: Ekman, P., & Rosenberg, E. L. (1997). What the face reveals: Basic and applied studies of spontaneous expression using the Facial Action Coding System (FACS). Oxford University Press, USA.

2. Hook (Umpan)

Hook (umpan) bisa dibilang adalah ide cerita/konten inti dari suatu video, yang bertujuan untuk memancing reaksi dari orang yang melihatnya.

Hook ini sangat penting dalam memengaruhi orang untuk (1) mengklik atau memutuskan menonton video atau tidak; (2) menyukai video kamu setelah menontonnya.

Nah, bagaimana orang bisa mengerti dan tertarik pada ide cerita, bahkan sebelum mereka menonton videonya?

Jika toko punya etalase untuk menarik calon pembeli masuk ke toko,
maka pastikan kamu memasang umpan di “etalase” video-mu.

Penyampaian ide/konsep ini bisa beragam bentuknya, tetapi komponen utama yang paling efektif adalah:

  • Judul video: singkat, padat, mudah dipahami, menarik/catchy/memicu rasa penasaran
  • Gambar thumbnail/cover: Gambar statis juga membantu dalam “menjual” konsep videomu, sehingga membantu viewers memutuskan untuk menonton atau tidak.

3. Video Gimmicks

Nah, disini kita bahas pentingnya perencanaan dan keahlianmu dalam teknis produksi videonya. yang biasanya dikenal dengan gimmick.

Belajar dari teknik produksi video Casey Neistat yang legendaris di video sponsor Nike Fuel Band berikut. Seru banget nontonnya!

Perencanan dan eksekusi dalam produksi dan pengambilan gambar akan menambah daya tarik video kamu dan membuat penonton merasa nyaman untuk terus menonton hingga selesai, atau bahkan menonton video lain.

Baca juga: Channel Wajib Penggiat Fotografi dan Desain Grafis

Beberapa gimmick produksi dan post produksi yang bisa dieksplorasi antara lain:

  • Teknik pengambilan gambar, seperti transisi, angle, dsb.
  • Soundtrack/background sound. Pastikan kamu memperoleh izin/permission untuk menggunakan musiknya, atau risikonya video kamu bisa diblok oleh Youtube.
  • Stickers atau emoticon, terutama jika kamu membuat video humor

Semoga bermanfaat!

3 Tipe Video Kreatif untuk “Anak Kreatif” – Tips Kreator

Jangan gentar dengan membanjirnya kreasi video online kalau kamu memang “anak kreatif.”

Kunjungi Youtube, video online yang membanjiri, kini semua orang bisa membuat video dengan gadget dan aplikasi editing instan.

gimbal-2199295_640

Keterbatasan durasi dari video online yang cenderung singkat membuat kreator video/videografer harus lebih cermat dan efektif dalam membuat alur cerita.

Jadi saran saya, tidak perlu pusing berlomba dengan gadget tercanggih atau teknik editing terkini. Maksimalkan ide kamu dengan menuangkannya dalam alur cerita yang kreatif.

ux-788002_640

Ada beberapa tipe video yang tepat untuk memaksimalkan ide kreatifmu dengan kerangka alur cerita yang sudah ada dalam 2-5 menit. Coba deh!

What-if (Seandainya)

Tipe video favorit, karena kerangka alurnya sederhana dan kamu bebas berkreasi.

Bebaskan imajinasi kreatif kamu disini!

Mari berandai-andai dan bayangkan wujudnya dalam bentuk audio visual, seperti video viral dari College Humour ini.

Video what-if tidak melulu harus komedi, kamu bisa ambil angle lainnya. Let the imagination gone wild!

Review atau First Impression (Kesan Pertama)

Video dengan tema review dan first impression/reaction sangat sederhana alur ceritanya dan bahkan cenderung spontan.

photographer-301533_640

BACA JUGA: 3 Jurus untuk Kembalikan Mood dan Kreativitasmu

Memang video review/ulasan memiliki angle dan alur yang cenderung seragam.

Tetapi justru disini kreativitas kamu diuji: apakah kamu bisa membuat video yang teknik dan konsep sederhana menjadi video yang sangat menarik?

Contoh bahwa video ulasan bisa dikemas dengan konsep menarik, seperti yang dilakukan di channel Try Guys (buzzfeed veteran) berikut:

Disini kamu dapat sediki pemberi ulasan berdasarkan suatu standar atau ekspektasi, contoh: enak atau lebih enak. Jadi kesimpulannya akan diberikan oleh si reviewer.

Experiment (Percobaan)

Pada dasarnya video experiment adalah menunjukkan reaksi atau respon dari skenario pada viewers.

Eksperimen ini ibarat mengetes teori atau opini yang sedang hits atau populer.

stormtrooper-1343877_640

Nah, beda dengan video review, video eksperimen tidak terpaku pada objek tertentu dan kamu bisa bebas berkreasi dalam angle dan alur cerita.

Tidak melulu eksperimen terhadap teori yang berbau sains, tepi juga dalam bentuk social experiment yang sederhana, bahkan bisa diambil dari angle yang berbeda-beda.

Hasil dari penguji coba pun bisa berbeda-beda penyampaiannya. Penonton bahkan bisa menyimpulkan sendiri hasil dari eksperimennya.

Seperti video viral 10 Hours of Walking in NYC as a Woman:

PRO TIPS: Video eksperimen sangat cocok untuk memberikan pemahaman atau memicu reaksi pro/kontra dan empati dari penontonnya.

Versus/ Battle

Video yang kerangka awalnya sederhana, yaitu menampilkan 2 hal yang berlawanan, A versus B.

people-2576169_640

Seperti before VS. after, atau yang beda yang asli VS. palsu, atau bahkan tentang tema make up atau fashion, konsep ini sangat populer.

Contoh angle cerita dan alur yang sangat kreatif dipresentasikan oleh video viral oleh saluran Ditch the Label berikut:

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Inspirasi Proyek Video: Video Instagram

 

Inspirasi Kreatif Video Instagram: Tips Kreator

Apakah kamu bisa membuat konten video menarik berdurasi 60 detik?

instagram-1474233_640

Ini memang sesuai visi Instagram sejak awal yang diciptakan sebagai medio komunitas untuk saling berbagi inspirasi visual.

Kini Instagram memiliki berbagai fitur, dimana visual tidak terbatas pada gambar atau foto semata, bisa berupa video rekaman bahkan video live lewat instagram stories.

instagram-1451137_640

Berdasarkan cara produksinya, video Instagram ada 2 macam:

(1) merekam langsung on-the-spot dengan handphone/gawai menggunakan instagram, dan sekarang kita bisa merekam beberapa adegan terpisah selama durasinya 60 detik. Pengeditan video (pasca produksi) juga di Instagram, lalu unggah videonya.

(2) rekam terpisah dan unggah file video; produksi maupun pascaproduksi tidak menggunakan instagram. Berarti, kamu bisa bebas berkreasi dalam pengambilan adegan hingga paskaproduksi.

BACA JUGA: Trik Posting dengan Fitur Multiple Upload (Carousel) Instagram

Intinya, gimana pun cara pembuatan yang kamu pilih, tantangan yang sesungguhnya adalah: apakah kamu bisa membuat konten video menarik berdurasi 60 detik?

Documentary

Video dokumentasi tidak melulu membosankan loh.

photographer-301533_640

Gaya dokumentasi ini jadi berkembang dengan gaya yang lebih asik, santai dan (terkesan) spontan.

Jika direncanakan dengan baik, video ini akan sangat menarik untuk dinikmati, contoh video dari peace.wow berikut:

Gaya video documentary ala blogger dengan angle selfie mungkin sudah umum, tetapi yang menarik sekarang banyak brand yang berbagi dokumentasi di instagram, seperti Supreme US. Cobain deh!

Film (Super) Pendek

Instagram diciptakan bernafaskan mobile-first, pengguna mengaksesnya lewat handphone, jadi setiap detik sangat berharga dan kamu harus manfaatkan sebaik-baiknya.

Karena bisa upload file video, kamu juga bisa membuat film animasi/kartun seperti ini.

Dan, kamu juga menggunakan berbagai teknik editing untuk membuat video kamu lebih “hidup” seperti yang dilakukan @louboutinworld yang menggunakan teknik stop motion berikut.

How-To Video

Sekarang kamu bisa melihat video tutorial atau how-to untuk cara membuat (hampir) apa saja online, termasuk di Instagram.

Karena durasinya yang terbatas video how-to di Instagram sifatnya sederhana dengan dipercepat / time lapse, contoh dari instagram @eindraw.

Bagi pengguna iPhone bisa menggunakan aplikasi tambahan Hyperlapse untuk merekam dan unggah langsung ke Instagram.

BACA JUGA: 9 Hal Dasar Seputar Hak Cipta / Copyrights yang Wajib Diketahui

Semoga bermanfaat!