Edit like a Celebgram: 6 Aplikasi Andalan untuk Edit Foto

Ada fotografi gawai, alias smartphone photography, kini ada mobile photo editing juga

Kalau semua bisa di-edit di gawai, kenapa tidak? Yakan

Selain perang kecanggihan kamera dan teknologi digital gawai, kini penyedia aplikasi gawai juga banyak yang membuat app untuk edit foto.

Daripada trial & error mengunduh aplikasi yang random, ini dia ada rekomendasi aplikasi favorit yang wajib ada di gawaimu kalau mau eksis.

1. Snapseed

Serius, belum pernah dengar Snapseed?

Ini aplikasi andalan para instagramer dan celebgram profesional (terutama yang suka edit foto sendiri ya, bukan di-edit orang lain).

  • Tersedia di iOS dan Android. Gratis. Tanpa ada in-app purchase atau keterbatasan tertentu, benar-benar gratis untuk penggunaan semua fitur.
  • Terbaik untuk: advance photo editing — Tersedia fitur yang standar seperti cropping, color edit/adjustment, filter, hingga fitur photo editing yang mengarah ke pro seperti masking, brush, dst.
  • Aplikasi ini bahkan memiliki compatibility/kemampuan mengedit file RAW dan dari sebagian besar tipe kamera DSLR yang ada di pasaran.
  • Ada opsi penyimpanan di berbagai penyedia cloud storage, tidak terbatas ke google drive atau yang mainstream saja.

BACA JUGA: Alasan Fotografer Profesional Memilih DSLR

Saking banyak yang menyukai aplikasi ini, banyak pengguna yang berbagi tips dan tutorial editingnya.

Dari basic photo editing untuk instagramer cantique:

Hingga yang tuto advance editing yang lebih rumit ala pro:

2. Prisma Photo Editor

Aplikasi ini tepatnya perpaduan AI (artificial intelligence) dan art.

Siapa saja bisa mengubah fotonya menjadi karya artisitik menggunakan aplikasi ini.

Tersedia di iOS dan Android. Gratis. Tanpa ada in-app purchase

Terbaik untuk recreate dan transformasi gambar dengan efek lukisan atau ilustrasi yang super artisitik dan nyata.

Apa bedanya Prisma dengan filter artsy/vektor di aplikasi lain?

Algoritma Prisma melakukan rendering gambar dengan efek artisitik yang didesain berdasarkan hasil riset convolutional neural network dan artificial intelligence. Canggih yaaa…

Sehingga efek artistik pun sangat halus dan hasilnya seperti karya seni yang nyata dan indah.

BACA JUGA: 6 Perangkat Andalan Ilustrator Digital

Prosesnya, Prisma membuat ulang atau recreate bukan sekedar menambah filter atau overlay di atas gambar saja. Proses rendering pun tidak terjadi dalam prosesor gawai, melainkan di server Prisma.

Sekarang sudah tersedia sekitar 50 artistic style yang bisa kamu gunakan.

3. Foodie

Siapa sih yang tidak pernah foto makanannya dan unggah di medsos… Ngaku! Hahah

Kalau kamu mau foto makananmu semakin kece to the next level tanpa ribet, coba deh aplikasi ini.

Tersedia di iOS dan Android. Gratis.

Kelebihannya apa sih?

  • Mudah digunakan, fitur editing standarnya mirip dengan instagram, tapi dilengkapi dengan filter sesuai kebutuhan food blogger.
  • Praktis, tidak perlu ganti ke aplikasi lain untuk editing, seperti pindah ke Adobe Lightroom untuk koreksi warna dan lighting. Filternya sudah didesain khusus untuk food photographer dan blogger, jadi tepat guna, cepat, dan mudah.

4. Adobe Photoshop Lightroom CC

Penggiat fotografi, siapa yang tidak kenal Adobe Lightroom?

Versi aplikasi gawainya membuka jembatan untuk editing melalui gawai.

Tersedia di iOS dan Android. Gratis.

Terbaik untuk: penggiat fotografi yang serius atau pro yang perlu kontrol penuh dan mendetail dalam mengedit foto.

Kenapa harus pasang aplikasi ini? Edit like a Pro.

Aplikasi ini menjadi salah satu langkah wajib dalam editing foto terutama bagi yang serius mengedit dan koreksi warna/tone fotonya.

5. Visage

Bagi orang-orang ingin wajah tampil sempurna walau kenyataannya berbeda, bisa banget diedit di aplikasi ini.

Tersedia di iOS dan Android. Gratis.

Terbaik untuk: photo retouching dan digital make up filters. Retouching sangat khas dalam editing fashion dan beauty photography, karena dalam kenyataannya model manusia tidak ada yang sesempurna itu.

BACA JUGA: Tips Praktis Mengomunikasikan dan Menjual Desainmu

Ibarat mengoreksi atau mempercantik diri dengan kosmetik/make up, Visage menawarkan hal ini dalam aplikasi.

Terutama untuk kaum hawa yang suka dandan, pasti familiar dengan fitur-fiturnya.

6. VSCO

Aplikasi penyedia filter foto ini memang hype dan banyak penggemarnya, jadi memang kudu wajib disebut dalam daftar rekomendasi.

Tersedia di iOS dan Andriod. Sayangnya tidak sepenuhnya gratis, ada in-app purchase.

Recommended karena tone warna filter-filter VSCO yang khas dan kekinian vibe-nya, menjadi andalan dan filter wajib celebgram.

Yang membuat aplikasi ini berada diurutan terakhir adalah fasilitas tidak gratis sepenuhnya, alias ada in-app purchase. (JUJUR BANGET ehhe)

Semoga bermanfaat!

4 Channel Wajib Penggiat Fotografi dan Desain Grafis

Karena waktu dan paket data bisa dipakai untuk konsumsi konten yang berfaedah…

Waktu (dan paket data) yang kamu habiskan untuk browsing online shop atau menonton video yang provokatif lebih baik digunakan untuk konsumsi konten yang sehat, dalam kata lain konstruktif dan relevan untuk pengembangan diri. Yakan…

cup-2218405_640

Saya memiliki beberapa youtube channel dan situs web terkait desain dan pekerjaan kreatif yang telah terbukti konsisten dan terpercaya. Sekedar sharing rekomendasian aja, berikut daftarnya.

The Futur untuk Graphic Designer, Creative Agency, dan Freelancer #anakahensi #ahensilyfe

Channel Youtube The Futur ini sangat spesifik membahas ragam proyek dan skills yang umum ditemukan di creative agency atau pekerja bidang kreatif pada umumnya.

BACA JUGA: Grafik Desainer VS Digital Marketer: Make Love Not War

Konten yang dipublikasikan sangat relevan dengan tren dan karir di dunia kreatif, mulai dari pekerja kreatif pemula ke profesional, serta pengetahuan seputar industri kreatif seperti, pricing, branding hingga informasi tentang tool dan software terkini.

Publikasi kontennya reguler hampir setiap hari kerja, sangat disarankan untuk berlangganan/subscribe channel ini.

Mango Street untuk Digital Content Production

Youtube channel Mango Street ini ibarat hidden gem, alias harta terpendam bagi para content creator yang bergerilya di dunia social media dan digital content production.

Mango Street cocok sekali bagi kamu yang ingin dapat tips terkini dan belajar tentang tren videografi dan fotografi.

Saya pribadi menyukai gaya penyampaian yang singkat, padat dan jelas visualnya, video tutorial yang diupload rata-rata kurang dari 10 menit, bahkan ada yang hanya 4 menitan.

CreativeLive untuk penggiat fotografi

Selain gear, fotografi memang tidak habis dieksporasi. Apakah kamu penasaran apa rahasia profesional bisa membuat foto kece?

meghan-holmes-604852-unsplash

Seorang fotografer profesional, Chase Jarvis, memutuskan untuk memulai Youtube channel, CreativeLive, untuk berbagi ilmu, tutorial dan trik fotografi, mulai dari segi teknis peralatan, pencahayaan, mengarahkan gaya model, dan banyak lagi!

BACA JUGA: Resep Video Viral: Tips Kreator

Melalui channel ini pemula bisa menggali banyak sekali ilmu, dan bisa jadi sumber informasi bagi fotografer otodidak/self-taught.

Dan untuk menjawab pertanyaan di awal tadi, channel ini memiliki seri “Behind the Lens” yang berupa video journalisme/dokumenter dari kegiatan produksi fotografer profesional.

DesignTAXI untuk Kurasi Tren dan Info Terbaru Seputar Desain dan Seni Kreatif

Situs web DesignTAXI salah satu media yang konsisten dan fokus dalam memberikan informasi tren terbaru dan kurasi konten seputar desain, kreativitas, dan seni modern.

Screen Shot 2018-11-01 at 15.31.58

Hasil kurasi dan gaya penyampaian kontennya yang santai dan kadang diselipi humor, selain menjadi sumber inspirasi tetapi bisa menjadi hiburan dikala jenuh.

Cek kanal “career advice” juga yang bisa membantu dikala kamu sedang merasa galau atau demotivated.

victor-rodriguez-726159-unsplash

Media ini memiliki setidaknya 15 kanal, jadi kamu tidak akan kehabisan konten untuk dibaca. Untuk mempermudah dalam memilih konten kamu bisa mengikuti akun twitter-nya.

Semoga bermanfaat!

Alasan fotografer profesional memakai kamera DSLR

Zaman sekarang, sudah ada smartphone dan kamera mirrorless canggih, siapa yg butuh DSLR?

Teknologi dokumentasi foto semakin canggih, semakin banyak opsi dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Kamera dengan pixel semakin besar dengan dua lensa sehingga efek bokeh bisa diwujudkan menggunakan smartphone nan praktis.

dan-silva-625293-unsplash copy

Kamera dengan autofocus canggih, warna cantik, dan kualitas gambar HD, praktis tinggal point and shoot saja tidak perlu ribet setting dan nyaman untuk Vlogging, dapat kamu dapatkan dari kamera mirrorless.

aaron-burden-205148-unsplash

Nah, kenapa di era kamera mirrorless dan smartphone canggih seperti sekarang fotografer profesional masih rela memikul tas berat berisi kamera dan lensa DSLR-nya?

Para photo retoucher atau fotografer handal dan berpengalaman mungkin hanya bisa senyum penuh makna mendengar pertanyaan tadi 🙂

meghan-holmes-604852-unsplashArtikel ini diperuntukan bagi kaum pemula yang baru menjajaki atau berniat mendalami dunia fotografi.

Kenapa DSLR masih dibutuhkan dan digunakan oleh fotografer professional?

Untuk menjawabnya, disini akan dijabarkan secara sederhana dan mudah dipahami tentang fungsi dan kapasitas kamera DLSR —yang sampai sekarang belum tergantikan oleh kamera compact, terutama untuk memperoleh hasil foto dengan kualitas dan efek tertentu/yang diinginkan.

1. Shutter Speed dengan Deteksi Objek yang Akurat

Ada yang bilang shutter speed mirrorless lebih cepat daripada DSLR. Ya betul…

victor-rodriguez-726159-unsplash

Tapi DSLR punya kapasitas phase detection dan metering system yang lebih handal.

Hal ini membuat DSLR dapat melakukan tracking objek/view finder yang lebih akurat untuk membantu dalam mengisolasi objek yang kamu incar, terutama dalam pengambilan objek gambar bergerak/ in-action.

Contohnya foto kegiatan olahraga/action berikut, menggunakan shutter speed cepat dengan isolasi objek yang solid.

john-torcasio-441531-unsplashUntuk shutter speed yang diperlambat, dapat memberikan efek blur atau bahkan menyatu sejumlah objek gambar yang bergerak.

Sering digunakan untuk landscape photography yang hanya sebagian objeknya yang bergerak, seperti mobil (lampu), air terjun, aurora/petir, dsb.

kristo-vedenoja-524505-unsplash copy

PRO TIPS:  Proyek foto yang mengambil gambar objek tidak bergerak dan pose, seperti pas foto/potrait, pranikah/prewed, atau dokumentasi pernikahan, dapat diakomodir dengan kamera mirrorless.

2. Kualitas Gambar untuk Pasca Produksi/Post Production

Kualitas gambar tidak melulu tentang berapa besar megapixel kameranya.

laptop-1246672_640

BACA JUGA: Cara Color Correction CMYK di Adobe Photoshop, Ada Rumusnya !

Kualitas gambar yang dibutuhkan pada post production– retouch/editing— harus mendetail dari sisi akurasi warna per pixelnya/kepadatan pixel.

Nah, foto dengan warna cantik dan “bersih” dari kamera smartphone kadang “menghilangkan” detail akurasi warna dan kepadatan pixel yang dibutuhkan post production.

Sumber gambar: http://www.makeuseof.com

Pada contoh gambar di atas bisa kamu lihat, dari segi kontras warna smartphone mungkin lebih enak dipandang, tapi jika diteliti pinggiran antara kuning dan biru hasil foto DLSR lebih tajam dan jelas, tidak ada geriginya.

Detail ketajaman dan akurasi pixel inilah yang dibutuhkan dalam post production.

PRO TIPS: Jika proyek fotonya tidak banyak mengandalkan atau mengadakan post produksi (alias apa adanya), penggunaan kamera mirrorless bisa menjadi pilihan tepat.

3. Variasi Lensa

Lensa bukan sekedar koleksi gear, bagi fotografer pro lensa penting untuk menyempurnakan hasil foto.

Mirrorless mungkin punya varian lensa juga, tetapi tidak ekstensif jumlahnya dibandingkan DSLR.

Lensa DSLR kerap membutuhkan kemampuan dan pengalaman khusus, karena harus setting manual dan microadjusting, jadi memang butuh belajar dan jam terbang cukup untuk memaksimalkan kegunaannya.

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Inspirasi Proyek Video Instagram