4 Tips Maksimalkan Kesempatan Magangmu

Katakan selamat tinggal pada dunia maya! HALO DUNIA NYATA!

Masa liburan panjang ini bisa dimanfaatkan untuk magang di lapangan/ perusahaan, bahkan jika ada peluang menjadi relawan untuk kegiatan sosial atau lembaga nirlaba.

Kini sudah banyak perusahaan atau lembaga yang cukup familiar dengan konsep magang, bahkan perusahaan besar atau perintis/startup mulai terang-terangan membuka lowongan kerja desain magang di perusahaannya.

Demikian juga dengan kegiatan sosial atau lembaga nirlaba, mereka secara proaktif mengajak orang untuk menjadi relawannya.

Hm, apakah magang atau menjadi relawan hanya mengisi waktu semata?

Hanya kamu yang menentukan apakah kesempatan magang atau menjadi relawan ini waktu yang terbuang sia-sia atau menjadi bekal pengalaman yang sangat berharga.

Kita mungkin tidak bisa mengendalikan masa depan, tetapi kamu selalu bisa mempersiapkan diri, terutama mindset atau mental kamu untuk menjadikan kesempatan ini suatu kesuksesan pribadi, bukan selembar kertas belaka. Ready?

Set your goal (not just objective), jangan segan untuk diutarakan

Ketika kamu menceburkan diri ke dunia nyata untuk pertama kalinya, apakah kamu bisa langsung jadi perenang profesional?

Of course NOT, yang bisa kamu lakukan adalah membuat pencapaian/goal yang realistis dan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk mencapainya.

Ibarat lari marathon aja, yang penting kamu tahu batas kemampuan dan sudah mempersiapkan diri.

BACA JUGA: 3 Keahlian yang Dibutuhkan Anak Desain untuk Meraih Karir Impian

Tujuan (objective) VS Target Pencapaian (goals)

Tujuan magang yang paling umum, selain syarat kelulusan, adalah ingin mencari pengalaman kerja atau mengenal industri lebih dekat. Sangat klise, bukan?

Coba renungkan dan jawab pertanyaan ini: apa yang ingin kamu capai atau peroleh dari kesempatan kerja ini?

Ingat, “tujuan” berbeda dengan “pencapaian” atau goals!

Pencapaian” sifatnya sangat individu dan spesifik pada bidang yang diminati atau sesuai dengan karakter organisasinya.

Apa yang membuat kamu berbeda dari sejuta umat manusia, adalah pencapaian yang kamu raih.

Dan, jangan malu-malu menyatakannya ketika interview, dicantumkan di CV atau surat lamaranmu kepada organisasi yang disasar.

BACA JUGA: Eksis dengan 5 Situs Galeri Portofolio Online

Goals yang realistis itu seperti apa sih?

Untuk anak magang atau relawan, biasanya target pencapaian tidak muluk mengingat waktu yang singkat. Contohnya:

  • Punya portfolio desain atau tulisan yang terpublikasi
  • Memahami proses kerja social media marketing
  • Terlibat dalam proses UX development dan research, dst

Dengan mengkomunikasikan goals atau pencapaian ini membuat kamu stand out/ mencuat dari para kandidat lainnya.

Dan pihak organisasi pun bisa menempatkan kamu di bidang atau divisi yang sesuai dengan passion kamu.

You are here for the EXPERIENCE, bukan sekedar exist

Jika kamu dapat kesempatan ini, experience it!

Jangan terjebak pencitraan di dunia maya atau demi dapat kaos berlabel “volunteer” semata, karena perjuangan hidup ini tidak sampai situ aja, beb.

Saya pernah melihat hal ini dengan mata kepala saya sendiri ketika membantu klien yang terlibat di kegiatan penggalangan dana sosial. Acara besar diadakan di salah satu mal ternama Jakarta, disitu banyak tokoh dan selebriti yang hadir dan berpartisipasi.

BACA JUGA: Hybrid Designer Menjawab Tantangan Era Digital

Tapi sayangnya, dari sekian banyak orang yang berkaos dan name tag “volunteer” ternyata hanya segelintir saja yang benar-benar bisa bantu saya memfasilitasi klien (sebagai salah satu penyumbang dana terbesar di event itu). Yang lainnya hanya pajangan, berdiri bergerombol dan foto-foto.

Jangan ditiru ya…

Jaman serba instan seperti sekarang, banyak orang yang cuma memanfaatkan kesempatan magang atau jadi relawan hanya sekedar pencitraan atau exist.

Kesempatan emas untuk belajar dan mendapat pengalaman jadi terlewatkan begitu saja.

Mungkin lelah dan menguras energi fisik dan mental, tetapi pengalaman dan pengetahuan yang didapat tidak tergantikan. Dijamin!

Belajar, Beradaptasi, dan Bekerja sama

Ketika kamu sudah menjadi bagian dari organisasi atau tim.

Satu hal yang perlu diingat, you are not that special. Pahit ya, tetapi kenyataannya menjadi intern tidak berarti kamu diperlakukan spesial atau “berkebutuhan khusus”

Justru ini saatnya kamu mengasah kemampuan beradaptasi di lingkungan baru dan bekerja sama dalam tim.

Bukannya organisasi atau orang lain yang beradaptasi dengan kamu…

Selain beradaptasi, keterlibatan kamu dalam suatu organisasi memberi kesempatan kamu untuk merasakan langsung budaya organisasi, proses kerja–atau jika ternyata kamu dianggap bisa dipercaya–kamu dapat resep kerja atau petuah dari senior.

BACA JUGA: 3 Jurus Kembalikan Mood dan Kreativitasmu

Jangan mudah baper terhadap kritik tetapi lihatlah hal ini sebagai pembelajaran dan pengalaman. Jangan patah semangat, maju terus!

Peluang ada dimana-mana

Termasuk ketika kamu magang atau menjadi relawan.

Meski hanya beberapa bulan saja, tetapi bisa jadi organisasi tertarik untuk menerima kamu sebagai anggota tim permanen, atau menawarkan kamu pekerjaan setelah kamu lulus studi.

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: 5 Ide Kegiatan Produktif Mengisi Libur Panjang

3 Inspirasi Sukses dan Wajib Follow dari Akun Portofolio Desain di Media Sosial

Menarik perhatian di dunia maya, dan sukses juga di dunia nyata.

Kurasi akun social media atau instagram portfolio ini diharap tidak hanya inspirasi untuk berkarya dan bikin portofolio online, tetapi juga ada pelajaran dari pengalaman dan transformasi akun mereka.

Selain menarik perhatian dari pengguna dunia maya, akun portofolio designer dan artist juga yang berhasil meraih pengakuan di dunia nyata dan berhasil meraih sukses secara komersial.

Jadi bukan semata-mata mengajak kamu exist di socmed, jadi celebgram atau influncers ya…

Satu aja pesannya, melihat akun-akun keren ini jangan justru jadi minder, justru jadikan mereka inspirasi kamu untuk terus berkreasi!

Langsung aja dah…

CJ_Hendry

Akun instagram @cj_hendry mungkin hanya memiliki pengikut 379 ribu (per Juli 2019), tidak ada apa-apanya dibandingkan akun konten kreator seperti Atta Halilintar, yakan.

Karya sketsa dan gambar pensilnya yang super realistis dan mendetail menarik banyak minat kurator dan penggemar seni.

Jadi apa yang istimewa dari si CJ Hendry atau Elsa Picone ini? Coba lihat sendiri hasil karya-karyanya.

Apa inspirasi sukses dari CJ Hendry?

CJ_Hendry membuktikan bahwa gambar tangan tradisional (sketching and drawing) tidak pernah mati di era serba digital ini.

Yang menarik, ketenaran CJ Hendry berawal dari viralnya posting sketsanya di IG.

Kini CJ Hendy sudah berupa brand — perpaduan seni modern dan manajemen bisnis yang berhasil mentransformasi popularitas di media sosial menjadi karya seni gambar dan bisnis yang sukses dan mandiri.

CJ Hendry sudah bekerja sama dengan berbagai brand besar, memiliki studio workshop dan seni sendiri di New York, dan dengan tim manajemennya secara berkala menggelar pameran yang temanya menggelitik dan selalu dinanti para penggemarnya.

Baca juga: Eksis dengan Situs Galeri Portfolio Online.

Di pameran Rorschach-nya bulan April 2019 CJ Hendry memberikan akses virtual exhibition ke dalam pamerannya di website CJHendry.live sehingga semua orang bisa “berkunjung” ke pamerannya —walau mungkin pengalamannya beda ya kalau bisa datang langsung ke sana…

Ini cuplikannya di IG, atau bisa kunjungi sendiri “pameran” ini dengan klik CJHendry.live.

Pinot

Anak desain Indonesia tapi belum pernah dengar @Pinot? Serius?

Pinot alias “Pinot” Ichwandardi, animator asal Indonesia, yang kini tinggal dan berkarya di New York, berhasil menyedot perhatian dunia di tahun 2018 melalui posting video animasi di akun IG dan twitter-nya.

Apa sih yang bikin dunia sedemikian gempar?

Pinot membuat versi animasi dari cuplikan videoclip terhits dan kontroversial saat itu, This is America milik Childish Gambino.

Daaaan bukan animasi biasa… Pinot menggambarnya menggunakan software lawas, MacPaint dan animasi di Macro Mind, di komputer Macintosh 80-an miliknya.

Baca juga: Perangkat Lunak Pilihan untuk Gambar Pixel Art

Patut diacungi jempol karena tingkat kesulitan pembuatannya dan kesempurnaan hasilnya, ini dia cuplikan proses pembuatan dan animasinya:

Apa inspirasi sukses dari Pinot?

Pinot selama ini sudah lama dikenal penggemar art dan animasi di media sosial, tetapi terbatas di antara pengikut/penggemar desain visual dan animasi.

Selama ini Pinot punya “gaya” konten sendiri, dia konsisten dengan karya-karya kreatif yang eksperimental, bukan hanya artistik idealis tetapi juga memadukan gambar/sketsa tangan dengan teknik video stop motion dan animasi.

Jadi kreativitas juga harus ditunjang kemampuan/skill dan teknik yang matang.

Eksperimen animasi cuplikan video milik Childish Gambino berhasil menyedot perhatian lebih banyak orang.

Banyak yang mengulas karya ini di artikel media terkemuka, seperti Mashable, The Jakarta Post, dan bahkan konten kreator membuat konten reactions video tentang animasi ini.

Baca juga: artikel tentang Pinot di The Jakarta Post

Dari sini Pinot bahkan memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam pembuatan serial Stranger Things milik Netflix yang memang berlatar belakang tahun 90-an. Wah keren ya!

Lucas The Spider

Kamu mungkin tidak kenal Joshua Slice atau @Jsliceanimation, tapi mungkin tertarik dengan laba-laba peliharaannya yang menggemaskan, Lucas.

Yes, Lucas The Spider adalah tokoh animasi 3D berupa laba-laba kecil dengan suara menggemaskan!

Lucas The Spider ini sudah memiliki banyak penggemarnya, mencapai 3.1juta di Youtube dan 228ribu di IG (per Juli 2019), dari awal tokoh ini diposting November 2017.

Baca juga: Melukis Sepatu Kanvas, Starter Pack

Lucas The Spider ini ibarat hasil karya idealis iseng-iseng yang mengikut salah satu tren konten blog/vlog yang paling digemari, yaitu konten tentang hewan peliharaan yang imut dan lucu.

Bisa dilihat sendiri, kisah videonya sederhana yaitu seputar keseharian Lucas sebagai seekor laba-laba, seperti bermain hingga berteman dengan seekor lalat. Gemasss!

Apa inspirasi sukses dari Lucas The Spider

Jangan lupa bersenang-senang! Kesenangan kamu menggambar juga bisa dijadikan suatu yang produktif dan sekaligus menghibur orang lain!

Keberhasilan menciptakan portofolio yang disukai dan dinikmati orang banyak tidaklah mudah.

Kadang idenya tidak perlu muluk, bahkan hal yang kamu sukai pun, seperti menonton video hewan-hewan lucu di Youtube juga bisa jadi inspirasi.

Memiliki kesibukan dan pekerjaan tidak membuat Joshua Slice si pencipta Lucas berhenti berkreasi dan punya proyek idealis sendiri ๐Ÿ™‚

Yuk ah!

Baca juga: 5 Kegiatan Produktif Mengisi Liburan Panjang

3 Keahlian yang Dibutuhkan Anak Desain untuk Meraih Karir Impian

Kamu boleh saja jago gambar dan desain, tetapi dunia kerja perlu skill lain untuk dapat diterima dan bertahan hidup.

Bagi adik-adik yang baru lulus: selamat datang ke dunia nyata!

university-student-1872810_640

Untuk menulis artikel ini, saya melakukan kilas balik ketika masih “hijau” dan baru di masuk dunia kerja, hingga kemudian pengalaman melakukan seleksi calon karyawan dan mengelola tim kerja.

ian-schneider-66374-unsplash

To be fair, tidak ada yang bisa membuat kamu 100% siap menghadapi dunia kerja, tapi sedikit petuah ini diharapkan dapat memberi sedikit wawasan yaaa…

BACA JUGA: Panduan Menjadi Desainer Grafis (Seutuhnya)

Yang dimaksud keahlian/soft skill disini tidak berhubungan dengan desain, yang sudah dibekali selama kuliah. Jadi, keahlian apa dong?

1. Komunikasi yang Baik dan Tepat Sasaran

Bagi sebagian orang mungkin merasa lebih nyaman dan mudah mengomunikasikan pikirannya melalui media visual, animasi/gambar.

comiccon-1143686_640

Komunikasi adalah keahlian dasar yang dicari oleh sebagian besar perusahaan, yang kerap disepelekan.

Tapi pernah terpikirkah olehmu bahwa media atau cara berkomunikasi tiap orang bisa jadi beragam? Bisa melalui tulisan, percakapan lisan, atau bahkan mencakup beberapa aspek.

workplace-1245776_640

BACA JUGA: Tips Praktis Mengomunikasikan dan โ€˜Menjualโ€™ Desainmu Kepada Klien

Nah, di dunia kerja, beragam tipe orang diharapkan dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan usaha yang sama.

Dari sisi desainer, kamu diharapkan dapat mengkomunikasikan pekerjaan (baca: desain) kepada rekan kerja, hingga mereka dapat memahami dan menerima hasil kerja dengan baik.

2. Kemampuan Dasar Menggunakan Microsoft Office “Wajib”

Memang kamu bisa desain presentasi Illustrator, atau layout teks dengan InDesign.

adult-1986108_640

Tapi kemampuan menggunakan 3 perangkat lunak Microsoft Office “wajib” (Word, Excel dan PowerPoint) ibarat kemampuan membaca dan menulis, bagi kebanyakan orang sudah sewajarnya dikuasai.

“Minimal bisa Word, deh”

team-866663_640

BACA JUGA: 4 Kesalahan Pekerja Freelance, Perbaiki Sekarang!

Software yang digunakan oleh khalayak umum, sebaiknya kamu tidak ketinggalan, karena sebenarnya penggunaannya pun sangat mudah sekali.

Hal ini tidak berlaku hanya pada pekerja kantoran/salary man, tapi juga pekerja lepas/freelancer.

Contohnya, bagaimana kamu menyampaikan kontrak kerja, atau presentasi ide kreatif?

Ingat, tidak semua komputer bisa membuka dan edit file dari software desain.

3. Paham Serba-serbi Produksi Materi

Ekspektasi terhadap orang kreatif adalah kita sebagai creator/kreator.

photography-569354_640

Mulai dari kreasi desain, hingga produksi materinya, alias produk final

Jika kamu bekerja di bagian periklanan, produksi materi berupa merchandise, dapat meliputi dari cetakan hingga digital animasi atau video.

BACA JUGA: Cara Memilih Format File yang Sesuai dengan Kebutuhan Produksimu

machine-585262_640

Pemahaman mendasar tentang proses produksi dan hingga produk sesuai adalah hal wajib.

Tentu akan lebih baik lagi jika kamu memiliki pengalaman langsung dalam produksi materi print ataupun digital.

silk-screen-1246169_640

BACA JUGA: Inspirasi Proyek Video Instagram

Jadi, maksimalkan proyek selama perkuliahan untuk memperdalam pengetahuan dan pengalaman yaa!

Ada pepatah, dimana kaki berpijak disanalah langit dijunjung.

Sukses berkarir sebagai desainer atau dalam profesi apapun ๐Ÿ™‚

Semoga bermanfaat!

Tips Praktis Mengomunikasikan dan ‘Menjual’ Desainmu

Desain kamu mungkin saja bagus. Tapi apakah orang lain juga berpikiran sama?

people-2605980_640

Masalah hidup ini senantiasa adalah: bagaimana meyakinkan klien atau atasan atau rekan kerja kamu bahwa desain ini terbaik?

Jawabannya adalah komunikasi yang baik dan tepat sasaran.

Bagaimana caranya? Ini diaa…

1- Pastikan Penjelasanmu Menjawab Brief

Semua pekerjaan berangkat dari brief yang diberikan.

concept-1868728_640

Brief kerja sangat penting sebagai panduan mendesain tetapi juga sebagai acuan ketika menilai/review dilakukan.

Brief yang baik sebaiknya tidak hanya mencakup informasi teknis, tetapi juga latar belakang, kebutuhan dan preferensi klien

BACA JUGA: 6 Hal Wajib dalan Design Brief

team-866663_640

Pastikan penjelasanmu menjawab pertanyaan: sudahkah desain kamu menjawab brief?

2- Berbagi Wawasan yang Menunjang Penjelasan dan Desainmu

Pertanyaan yang umum diajukan; kenapa desainnya demikian?

laptop-2561221_640

Bagian “Kenapa” (WHY) ini adalah saatnya kamu unjuk gigi.

Dengan berbagi (singkat saja) wawasan desain yang kamu miliki, ataupun hasil riset tentang tren visual yang mendukung desain ini.

BACA JUGA: 4 Kesalahan Pekerja Freelance, Perbaiki Sekarang!

workplace-1245776_640

Jelaskan sekilas latar belakang (why), tentang tren desain atau aliran/influence yang digunakan, dan kenapa dianggap tepat.

3- Tampilkan Preview Desainmu dalam Bentuk Prototipe Produk

Prototipe yang dimaksud disini adalah prototipe visual atau preview sesuai konteks/produk akhirnya.

digital-signage-2398510_640

Jika desain kamu akan dijadikan banner LCD, coba “tempelkan” preview dalam bentuk banner pada konteks yang sesuai dengan kebutuhan klien.

Hal ini membantu user/rekan kerja untuk membayangkan hasil akhirnya, dan lebih memudah “menjualnya”

Contoh sederhana cek display desain dalam bentuk prototipe kaos di tees.co.id

tees.co.id

BACA JUGA: Panduan Menjadi Desainer Grafis (Seutuhnya)

Sederhana kan? Dan, tidak ada salahnya latihan menjelaskan ke teman/keluarga kamu (yang awam desain), atau persiapan dengan menyusun kata-kata di pikiran kamu sebelum presentasi.

Practice makes perfect!

Semoga bermanfaat!