6 Hal Wajib Dalam Design Brief

Banyaklah bertanya (dan mengumpulkan informasi) agar tidak sesat di jalan.

Jadi, bagi yang belum tau, apa sih design brief itu?

Screen Shot 2018-03-01 at 9.31.26 PM

Sumber: Oxforddictionaries.com

Design brief, atau panduan pekerjaan desain, ibarat resep makanan semakin lengkap dan akurat makan semakin efektif dan enak makanan yang disajikan.

Setiap pekerjaan desain akan membutuhkan panduan/brief yang unik dan khusus dibuat agar dapat menghasilkan desain yang sesuai/tepat.

cooking-1013455_640

Meski kerap disepelekan, brief sangat penting untuk membantu klien dan designer untuk berkomunikasi dalam bahasa/kerangka/konteks yang sama.

Brief yang baik memberikan semua informasi dasar yang diperlukan oleh desainer untuk menghasilkan pekerjaan yang sesuai dengan ekspektasi klien.

concept-1868728_640

Design brief/panduan desain yang baik seperti apa dong? Jawabannya, brief yang baik adalah brief yang bisa membuat kamu siap menjalankan proyek, istilahnya resepnya lengkap.

Secara garis besar design mencakup 2 informasi dasar:

  1. Deskripsi pekerjaan: cakupan proyek, informasi tentang klien dan produk/event, hasil desain yang dibutuhkan.
  2. Project management: deliverable (desain final yang diinginkan klien), timeline (waktu pengerjaan) dan budget

UNDUH CONTOH BRIEF TEMPLATE di Google drive DesainerHaus, klik disini untuk mengunduh.

BACA JUGA: Hybrid Designer: Menjawab Tantangan Era Digital

Jadi buat apa ada artikel ini?? Hahah

Artikel ini dimaksudkan untuk mempersiapkan dan sarana self-taught kamu sebelum maju bertemu dan negosiasi dengan klien, supaya jadi pro dong …

Siap-siap ya artikelnya membahas lebih mendalam tentang proses memperoleh informasi atau brief yang lengkap dari klien… ini serius!

1. Perkenalan dan pahami ekspektasi pekerjaan

Di tahap awal ini merupakan saat yang tepat untuk mengenal lebih jauh tentang ekspektasi pekerjaan, yang akan membantu kamu untuk memutuskan apakah kamu orang tepat untuk pekerjaan dan dapat memenuhi ekspektasi tersebut.

people-2569234_640

Pada tahap awal komunikasi, PERKENALAN, kamu bisa mulai dengan beberapa pertanyaan yang membantu mengenal klien dan apa yang mereka butuhkan (jika kamu sudah kenal dengan kliennya, bagian ini bisa diabaikan):

  • Informasi umum tentang proyek, seperti nama proyek, siapa kliennya, berapa besar timnya, apa saja yang klien sudah lakukan terkait proyek ini.
  • How do they find you?
    • Dari siapakah mereka mengenal kamu, dari teman kerja atau situs pencari kerja atau lainnya?
    • Sudahkah mereka melihat portofolio kamu?
    • Kenapa mereka tertarik untuk bekerja sama?

thought-catalog-661145-unsplash

BACA JUGA: 4 Kesalahan Pekerja Freelance, Perbaiki Sekarang!

Tahap selanjutnya: EKSPEKTASI PEKERJAAN, untuk memahami tentang cakupan pekerjaan lebih lanjut:

  • What do they want from you?
    • Produk apa yang mereka inginkan
    • Hasil akhir (final artwork) apa yang mereka inginkan
    • Kapasitas tim klien (untuk mengukur seberapa besar keterlibatan kamu dalam proyek, contoh: apakah sampai hadir dalam presentasi atau sebatas produksi saja), atau apakah mereka memiliki tim kreatif/internal internal.

rawpixel-678089-unsplash

  • Informasi dasar tentang kesiapan materi dan perencanaan.
    • Di bagian manakah kamu akan dibutuhkan
    • Siapa sajakah yang akan terlibat dalam proyek, apakah ada tim lain?
    • Materi apa saja yang sudah dimiliki dan disiapkan, apakah semua di-desain dari awal, dsb.

Pertanyaan-pertanyaan ini penting agar kamu:

  • cepat memahami cakupan pekerjaan apa yang ditawarkan klien
  • mengukur kemampuan sendiri serta cakupan pekerjaan secara riil.
  • dapat memutuskan apakah kamu cocok/mau mengambil pekerjaan ini atau tidak?

2. Melengkapi brief

Jika kamu memutuskan untuk bekerja dalam proyek ini, kita maju ke tahap selanjutnya dimana kamu mulai menerima brief.

sharpie-1830292_640

Saatnya melengkapi brief! Informasi yang wajib ada dalam setiap brief adalah informasi detail terkait teknis pekerjaan, referensi, sumber daya yang ada/dibutuhkan, dan anggaran.

Berikut ini daftar informasi yang wajib ada dalam brief pekerjaan desain:
  1. Teknis pekerjaan. Apakah hasil akhir yang diharapkan?
    • Ukuran, bentuk, mock up, dst
    • Dalam media apa saja artwork akan digunakan, kebanyakan di media cetak atau digital, atau online,dst.
    • Apakah bentuk/format dari final artwork yang diinginkan? Bentuk flattened/template atau format yang bisa diedit, eg. psd, work template, powerpoint templates, dst.
  2. Tenggat waktu atau deadline pengerjaan. Jika desain lebih dari 1, pastikan apakah deadline-nya sama untuk semua.
  3. Anggaran/budget. Umumnya klien akan meminta kamu mengirimkan penawaran harga/quotation setelah memberikan detail pekerjaan.

Setelah kamu memperoleh informasi wajib di atas, saatnya kamu bawa diskusi lebih jauh tentang produk, target user, referensi desain, dan informasi lainnya yang kamu butuhkan dalam mendesain.

digital-signage-2398510_640

BACA JUGA: Bedanya Tipografi, Kaligrafi, dan Hand Lettering

Informasi ini bisa kamu gali selagi pertemuan awal atau perkenalan, kamu bisa melakukan desktop research dan/atau diskusi dengan klien. Go with the flow aja!

Jika proyeknya seputar branding, ada beberapa detail informasi lain yang diperlukan, seperti:

  1. Spesifik untuk proyek branding/rebranding:
    • Untuk proyek rebranding, apakah yang klien ingin ubah/tidak puas dari brand yang ada?
    • Apakah mereka memiliki branding guideline?
    • Apakah mereka membutuhkan kamu untuk memproduksi branding guideline? — jika ya, maka kamu perlu melibatkan penulis kopi (copy writer) dalam proyek ini.
  2. Untuk proyek desain logo, apakah logonya berupa tipografi, gambar atau keduanya?

human-723579_640

Tenang aja, panduan lebih lanjutnya ada di poin 3-6 berikut ya!

PRO TIPS: STOP BERASUMSI!
  • Meski kita menggunakan jargon atau terminologi yang sudah sangat umum, tetap hindari berasumsi. Contoh istilah yang sering digunakan tapi tidak akurat: branding dan rebranding
  • Selalu kirimkan brief yang sudah kamu lengkapi sesuai hasil diskusi/meeting, kirim serta minta konfirmasi dari klien.

3. Paham tentang brand/produk

Pertanyaan yang diajukan disini adalah: who are they & what they do? —terjemahan: apakah obyeknya (disini berarti brand/produknya) dan apa kegunaannya?

bulb-1239423_640

Semakin detail informasi yang kamu ketahui tentang brand/perusahaan dan tujuan bisnisnya, semakin kenal dan semakin mudah memahami klien.

Tentunya informasi disini adalah yang berhubungan dengan pekerjaan desain ya, kamu tidak perlu mengetahui laporan keuangannya hehe.

BACA JUGA: 3 Keahlian yang Dibutuhkan Anak Desain untuk Meraih Karir Impian

austin-chan-275638

Peroleh informasi yang selengkap-lengkapnya tentang jati diri brand/produk:
  1. cerita/sejarah/filosofi produk
  2. branding guidelines
  3. tagline, kreatif element-nya
  4. hal yang menarik/menjual (key selling point) dari brand/produknya, jika dirasa perlu
  5. kompetitor, apa yang mereka kagumi/sukai atau tidak suka
  6. referensi desain yang mereka sukai, dan kenapa

BACA JUGA: Grafik Desainer V.S. Digital Marketer: Make Love Not War

Informasi detail khusus untuk proyek branding/rebranding:

  1. rencana atau tujuan brand/produk kedepannya– terutama dalam proyek rebranding
  2. sejarah/latar belakang kenapa brand ini ada, jika dirasa perlu (terutama kalau foundernya orang terkenal atau sejarahnya cukup fenomenal, eg. Virgin Air)

t-shirt-2351761_640

4. Kenali Target Audience

Siapakah yang menjadi target dari desain yang akan kamu hasilkan? Siapa target audience-nya?

PRO TIPS: TEPAT SASARAN
  • Target audience untuk pekerjaan desain bisa jadi lebih spesifik — karena desain dibuat untuk keperluan dan konteks yang lebih spesifik, seperti social media campaign/brosur/billboard/banner ads digital, dst.
  • Jadi pastikan deskripsi target audience disini adalah target audience yang sesuai untuk pekerjaan desainnya.

BACA JUGA: Take A Break: Curhat Kreatif Lewat Infografik

freestocks-org-187367

Beberapa kategori yang biasa digunakan untuk mendeskripsikan audience adalah:

  1. usia dan gender/jenis kelamin
  2. status ekonomi, acuan yang sering digunakan adalah Socio economic status/SES
  3. interest/ketertarikan/hobi/passion/habit
PRO TIPS:

Minta client memilih profil instagram/influencer yang sesuai dengan aspirasi audiencenya. Agar lebih akurat kadang dibutuhkan referensi/contoh target audience-nya di dunia nyata, manfaatkan instagram untuk memilih contoh atau aspirasi persona. .

5. Tone of voice dan key message

Tone of voice berkaitan erat dengan pencitraan yang ingin dicapai brand di mata konsumen/target audience-nya.

Kesan apa yang ingin ditinggalkan kepada audience?

alice-moore-192521

BACA JUGA: Hybrid Designer: Menjawab Tantangan Era Digital

Bagi yang kurang familiar dengan istilah tone of voice, bahasa yang sederhananya adalah tentang kepribadian/karakteristik brand ketika diperkenalkan dan ingin disampaikan ke target audience.

Cara yang paling mudah mendapat informasi ini adalah minta klien memberikan 3-5 kata untuk mendeskripsikan produknya.

PRO TIPS: HELP YOUR CLIENT TO DESCRIBE/ FIND THEIR TONE OF VOICE:

Jika masih sulit untuk mendeskripsikannya, minta klien memberikan referensi desain/gambar/website yang mereka sukai atau merepresentasikan brand-nya.

girl-2696947_640

6. Metode atau Alur kerja

Bekerja sama akan lebih mudah dan efektif jika kedua pihak saling memahami bagaimana alur kerja masing-masing.

Bagian yang ini mungkin tidak dicantumkan dalam brief, tetapi di kontrak kerja atau apapun dokumen yang meresmikan kerjasama proyek ini.

workplace-1245776_640

Oleh karena itu di sini komunikasi diharapkan berjalan 2 arah.

DESAINER harus menjelaskan:
  1. menjelaskan alur kerja desain
  2. materi yang dibutuhkan dari klien, seperti logo, kode warna.
  3. jika ada materi atau komponen yang harus diproduksi secara terpisah/outsourcing, informasikan hal ini kepada klien terutama jika membutuhkan waktu dan budget extra.
  4. tahapan kerja dan keterlibatan klien di tahapan tertentu, termasuk revisi
  5. hasil akhir yang mereka peroleh

BACA JUGA: Tips Praktis Mengomunikasikan dan ‘Menjual’ Desainmu Kepada Klien

english-1705196_640

Untuk kelancaran komunikasi dalam proyek, mintakan informasi ini dari KLIEN:
  • siapa person-in-charge (PIC), yang menjadi sumber informasi selama proyek berlangsung.
  • bentuk presentasi desain yang disampaikan: prototipe, mock up, powerpoint, print out, atau bentuk file digital sudah cukup
  • siapa yang menjadi pengambil keputusan atau bagaimana keputusan diambil terutama terkait approval .

ux-788002_640

PRO TIPS: GET THE ADMINISTRATION/CLEARANCE DONE BEFORE YOU START WORKING
  • Mulai bekerja setelah klien mengirimkan persetujuan resmi untuk bekerja sama, dalam bentuk kontrak kerja, surat perintah kerja, Purchase order/PO, atau lainnya.
  • Selalu kirimkan rekap dari hasil diskusi/pertemuan dari setiap tahapan dan revisi dan minta tanggapan dari klien.
  • Pastikan budget, deadline dan termin pembayaran (term of payment) disetujui kedua pihak.

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Panduan Menjadi Desainer Grafis (Seutuhnya)

Bedanya RGB dan CMYK serta Cara Konversi Formatnya

Pada dasarnya huruf aja sudah beda, sebenarnya kenapa sih perlu ada dua?

jens-lelie-15662

Perbedaan perbedaan dan penggunaan RBG dan CMYK menjadi pertanyaan yang umum ditanyakan baik oleh anak desain atau produksi, tetapi juga yang awam tentang desain atau produksi konten.

BACA JUGA: Bedanya Tipografi, Kaligrafi, dan Hand Lettering

paper-571937_640

Jadi, artikel ini ada penjelasan ringkas tentang bedanya dan kapan harus menggunakan CMYK dan RGB.

Yuk ah!

Apa itu RGB dan CMYK?

RGB dan CMYK kerap disebut dengan color model, yaitu sistem pengaturan warna atau suatu format/sistem bagaimana warna dihasilkan.

bowl-1504422_640

Keduanya adalah singkatan, Red-Green-Blue untuk RGB (mewakili warna primer) dan Cyan-Magenta-Yellow-K/black untuk CMYK.

Kapan harus pakai RBG atau CMYK?

Untuk menentukan pilihan kapan harus menggunakan yang mana ditentukan dimana konten akan ditampilkan/digunakan.

adult-1986108_640

Kategori pilihan outputnya disini hanya 2: ditampilkan via layar monitor/digital atau hardcopy/cetak.

Format RBG digunakan pada output gambar langsung seperti layar elektronik, LCD, monitor televisi, dsb.

printer-933098_640

Mesin cetak portable (desktop printer) ada yg menggunakan RGB atau CMYK, cek dulu printer kamu ya!

Sedangkan CMYK kerap digunakan pada output film atau hasil cetakan/hardcopy, umumnya menggunakan printer, mesin offset, sablon, dsb.

Kenapa mencetak menggunakan format CMYK?

Untuk menjawab ini, kamu perlu tahu sedikit lebih banyak perbedaan proses warna yang ditampilkan di layar elektronik dan cetakan/hardcopy.

tablet-528462_640

Format warna RGB yang dipadukan atau diproses oleh layar/secara digital mendapat sentuhan atau bantuan teknologi untuk dapat menghasilkan semua warna.

Hal ini dikarenakan gradasi dan visual spektrum/level pada layar sangat berperan untuk menampilkan warna sesuai warna yang diinginkan.

Contoh: tiga warna merah-hijau-biru jika dipadukan pada Level/spektrum 100% di layar digital akan menghasilkan warna putih, dan sebaliknya jika level/spektrum semakin rendah atau 0 akan menjadi semakin gelap hingga jadi warna hitam.

BACA JUGA: Temukan Warnamu dengan Adobe Color CC

noiseporn-323791

Hal ini juga yang kerap membuat warna di satu layar LCD bisa berbeda satu sama lain, karena setelan/setting gradasi dan spektrumnya berbeda-beda.

Dan kita bisa dengan mudah mengubah warna dengan filter-filter lucu, ya kan 🙂

Kenapa tidak dianjurkan untuk mencetak dengan format RGB?

Jawabannya sederhana, karena keterbatasan komposisi tinta warna format RBG tidak mampu menghasilkan warna yang akurat, atau varian warna yang dapat dihasilkan sangat terbatas.

comiccon-1143686_640

Hal ini disebabkan pada medium hardcopy seperti hasil cetakan, sablon, atau lukisan, campuran tinta warna merupakan harga mati dan tidak bisa diubah/kalibrasi spektrum warnanya.

Persis seperti melukis, kamu harus memadukan warna yang tepat untuk setiap lapisan warna gradasi dan spektrum yang diinginkan.

printer-933098_640

Apa yang membuat CMYK ideal untuk mencetak warna?

CMYK kerap dikenal sebagai metode substractive atau bisa dibilang pemecah/separasi.

Setiap warna bukan warna primer, dan cenderung kentang.

Tetapi jika warna-warna ini dipadukan secara otomatis oleh mesin (dengan kadar/setelan tertentu) dapat menghasilkan banyak varian warna dan akurasi detail cetakan yang diinginkan.

BACA JUGA: Cara Color Correction CMYK di Adobe Photoshop, Ada Rumusnya !

machine-585262_640

Dalam proses transfer gambar ke medium cetak, seperti printer digital, mesin offset, untuk hasil maksimal gambar disimpan dengan format CMYK, untuk bisa mendapatkan gradasi dan detail warna seperti yang diinginkan.

Konversi Format Warna: RBG VS CMYK

Jadi bagaimana kalau terlanjur?

girl-524141_640

Bisakah menggunakan gambar berformat RBG di mesin cetak berformat CMYK?

Jawabannya bisa, tapi hasil gambar kemungkinan tidak akan sama seperti di layar, karena memang tidak kompatibel. Dijamin hehe.

BACA JUGA: Pahami Spek Bahasa Inggris, Menyelamatkan Hasil Cetak dan Ujian InDesign-mu

rawpixel-648580-unsplash

Nah ada jalan lain, yaitu mengkonversi format RGB ke CMYK, menggunakan Photoshop atau Illustrator via menu Color Settings.

Atau, detailnya bisa dicek di artikel ini: Converting Color Modes

Atau, mudahnya kamu bisa lihat demo nya di video-video dibawah ini.

Semoga bermanfaat!

Printing tips: RGB to CMYK

Konversi warna di Adobe Illustrator

Trik Cropping Gambar dalam 7 Menit dengan Adobe Photoshop

 Trik klasik (dibuat tahun 2011) yang die-hard atau ga ada matinya.

Kalau hidup bisa dibuat lebih mudah, kenapa dibuat susah? Kalau cropping bisa dibuat mudah, kenapa tidak?

Untuk mempermudah kamu cropping gambar hanya dalam 5-7 menit saja tanpa mengorbankan kerapian hasilnya.

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Contek Warna Ala Adobe Color CC

da-tuto-rambut

Sumber: Pepelepew251 @Deviantart.com

BACA JUGA: Cara Color Correction CMYK di Adobe Photoshop, Ada Rumusnya !

Cara Color Correction CMYK di Adobe Photoshop, Ada Rumusnya !

Apakah kamu sudah melakukan color correction dengan benar? Ini ada rumusnya, loh.

jason-leung-711068-unsplash

Halo para photo editor / retoucher! Pentingnya melakukan color correction untuk menghasilkan karya digital imaging yang sempurna tak terelakan lagi.

Disini kami berbagi tutorial klasik untuk koreksi warna image-atau bisa lebih ke rumus dasar-untuk koreksi warna CMYK menggunakan Adobe Photoshop.

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Contek Warna Ala Adobe Color CC

http://fav.me/d33hlt4

BACA JUGA: Trik Cropping Gambar dalam 7 Menit dengan Adobe Photoshop

Contek Warna Ala Adobe Color CC

“…There’s nothing new under the sun.” – bahwa tidak ada yang baru di muka bumi ini. Begitu juga dengan warna.

Apa kaitannya dengan Adobe Color CC?

Salah satu fitur Adobe Color CC yang sangat membantu sekali dalam menemukan warna adalah dengan dari gambar yang sudah ada, atau bisa dibilang menduplikasi warna dengan sangat akurat.

Untuk dapat memaksimalkan penggunaan fitur ini pengguna sebaiknya sign in ,jika sudah punya account, atau Sign-up, untuk mengakses color code dari warna yang diduplikasi dan menyimpan temuan palet warna (theme)

Ayo kita mulai!

Pilih tombol “Create from image” di sebelah kanan atas

colorwheel-colorschemes-adobekulerarrow2

Pilih gambar, akan muncul pop up window untuk membuka gambar dari komputermu.

Temukan warna. Begitu gambar sudah diupload, Kuler akan otomatis memetakan warna berdasarkan Color Mood. Standarnya yang dimunculkan adalah hasil pemetaan color mood opsi Colorful, kamu bisa memilih dari 5 color mood.

untitled

ATAU kamu bisa memetakan secara manual dengan menggerakan lingkaran-lingkaran pointer/penunjuk pada gambar.

BACA JUGA: Temukan Warnamu dengan Adobe Color CC

untitledxx

Simpan temuan di Themes. Sudah selesai utak-atik warnanya, klik tombol SAVE untuk menyimpan palet warna temuanmu di Themes account-mu. Kamu bisa mengganti nama file dengan menklik tombol pensil disebelah nama theme, ini bisa dilakukan baik sebelum atau sesudah disimpan.

Akses ke Color Code. Bagi yang ingin warna yang akurat pasti akan membutuhkan color code, cara liatnya adalah klik “Themes” pada menu bar, kemudian pilih palet warna yang diinginkan…tadaa…muncul detailnya seperti di gambar di bawah ini.

BACA JUGA: Cara Color Correction CMYK di Adobe Photoshop, Ada Rumusnya !

colorwheel-colorschemes-adobekuler11

Semoga bermanfaat!

Temukan Warnamu dengan Adobe Color CC

Bingung cari padanan warna yang cocok, atau penasaran dengan warna lucu yang ada di suatu gambar?

Satu solusi untuk semua pertanyaan seputar warna: Adobe Color CC. Mungkin sudah ada yang mengenal layanan  layanan perangkat (tool) pemindai dan pembuat warna dari Adobe ini, yang pertama kali diluncurkan dikenal dengan nama Adobe Kuler.

Fungsi utamanya adalah menemukan (berikut dengan kodenya) dan duplikasi warna. Secara garis besar, berikut fitus yang bisa kamu gunakan dari Adobe Color CC:

  • warna baru, lengkap dengan kode warnanya
  • duplikasi warna, menemukan warna sesuai dari sample gambar yang sudah ada (menu create>import image)
  • palet warna (menu explore), atau kombinasi warna yang cocok & tema warna, color pallete-nya terdiri dari 5 warna.
  • tren warna yang disediakan palet warna Adobe CC (menu explore)
  • gradien dari warna tertentu (shades)

…dan masih banyak lagi fungsi lainnya, bisa kamu jelajahi sendiri.

Untuk menggunakan aplikasinya gratis dan tidak perlu login, tapi untuk menggunakan fitur save and share kamu harus daftar akun Adobe ID (prosedur sama seperti bikin akun-akun lainnya dan free).

Berikut fitur utama pada menu “Create” dari Adobe Color CC yang akan membuatmu hidup ini lebih mudah !

Bisa Diakses dari Desktop dan Aplikasi Seluler

Yup, betul sekali! Berbeda dengan pendahulunya dulu, selain berupa dekstop app, kini Adobe Color CC dapat diakses melalui aplikasi seluler berbasis iOs atau Andriod.

color-marquee

Temukan Warnamu dengan Color Wheel / Roda Warna

Begitu masuk laman utama, pengguna akan langsung disungguhi skema warna atau disebut juga color wheel (roda warna).

Ada 5 titik warna berupa bulatan kecil dalam color wheel, kamu bisa tahan dan tarik (drag) dari  satu titik hingga menemukan warna yang sesuai untuk dijadikan patokan  dan nanti bulat-bulatan kecil lainnya akan menyesuaikan dengan perubahannya.

color-wheel-color-schemes-adobe-kuler

KODE WARNA

Setelah menemukan warna yang sesuai, pengguna bisa memperoleh kode warna yang dapat digunakan dilain kesempatan dan berbagai perangkat lunak lainnya.

Di bawah setiap kotak warna ada kode warna (color code), seperti gambar di bawah.
Pada setiap tampilan awal hanya menampilkan kode RBG dan HEX.
Klik pada tulisan RBG-nya untuk menampilkan tipe kode warna lainnya, seperti CMYK.

color-wheel-color-schemes-adobe-kuler-2-arrow

COLOR BARS

Jika belum puas dengan warna yang ditemukan dengan color wheel, pengguna bisa menggunakan grafik timeline yang ada dibawah masing-masing kotak di palet warna.
Dijamin akurat dalam 2 langkah:

  1. Pilih standar kode yang diinginkan dengan mengklik kode warna.
  2. Atau bisa langsung utak-atik sendiri  dengan men-drag bulatan di color bar sampai ketemu warna yang pas

COLOR RULE

Color rule adalah tool yang memudahkan pengguna dalam menemukan warna, selain menggunakan color palette atau skema warna, dengan memanfaatkan kategori-kategori yang disediakan dan bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan kita.

Saat ini pilihan color rule yang standar ada  5 pilihan: analogous, triad, monochromatic, complementary, compound, shades, atau selebihnya bisa disesuaikan sendiri / custom.

Contoh, jika ingin menemukan bentuk gradien dari warna tertentu pengguna bisa pilih Shades.

Screen Shot 2016-11-22 at 12.23.07 AM.png

DUPLIKAT WARNA

Pengguna juga bisa mengambil sampel warna dari gambar atau foto, dengan menggunakan fungsi Duplicate dengan klik IMPORT IMAGE pada layar Create.

Kami membahas tentang cara duplikasi warna dalam artikel terpisah.

BACA JUGA: Contek Warna Ala Adobe Color CC

Semoga bermanfaat!