BREAKING NEWS: Yang perlu diketahui tentang Adobe Fresco, sekarang.

Artikel ini dibuat beberapa saat setelah Adobe resmi launching Adobe Fresco (24/09/19).

Beberapa tahun terakhir ini Adobe tidak banyak melakukan gebrakan besar terkait pengembangan perangkat lunak kreatifnya. Sejumlah anak desain berpendapat Adobe sudah mulai meninggalkan akarnya, melupakan kita semua.

Menampik semua hal itu, akhir tahun 2019 ini Adobe meluncurkan perangkat lunak kreatif terbarunya, ADOBE FRESCO.

Apa itu Adobe Fresco?

Adobe Fresco adalah perangkat lunak/software kreatif untuk menggambar dan melukis. Slogannya: Draw. Paint. Smile.

Adobe menekankan menggambar dan melukis menggunakan sentuhan, seperti layaknya melukis menggunakan alat lukis tradisional, bedanya di Adobe Fresco alat lukis yang dimaksud adalah jari tangan, Apple Pencil atau digital touch device lainnya (seperti digital pen, dst).

Apa bedanya dengan Adobe Illustrator?

Pertanyaan bagus.

Menurut artikel TechCrunch.com Adobe Fresco menekankan pada aktivitas melukis dengan sentuhan yang dihasilkan dari guratan kuas/ jari tangan, bukan gambar digital berupa raster atau vektor.

Adobe mengklaim dengan Fresco kamu dapat merasakan sensasi dan efek yang sama seperti ketika melukis dengan cat minyak atau cat air.

Fitur unggulan apa yang menjadikan Fresco berbeda?

Tahun 2017 Adobe mengakuisisi KyleBrushes yang melengkapi koleksi brushes di software Adobe favorit lainnya, Illustrator dan Photoshop.

Nah dalam Adobe Fresco memiliki fitur brush andalan dan super lengkap yang disebut Adobe Live Brushes, selain kamu bisa akses semua brush favorit, kita juga bisa menghasilkan karya lukisan di layar, lengkap dengan sentuhan dan efek melukis dengan cat minyak atau cat air di kanvas.

BACA JUGA: Perangkat Lunak Pilihan untuk Gambar Pixel Art

Artikel dan video sneakpeak dari Gizmodo menyatakan sensasi dan hasil yang dimaksud termasuk ketika tinta disapukan dengan kuas ke kanvas. Demikian juga ketika kamu ingin melukis dengan jari. WOW!

Semua ini dimungkinkan dengan bantuan teknologi Artificial Intelligence/AI atau kecerdasan buatan (Sensei Platform).

Lihat artikel dan video lengkap Gizmodo di Adobe’s Fantastic iPad Drawing and Painting App is finally available.

Software ini sudah bisa diakses dimana aja?

Nah per lauching September 2019 ini, Fresco baru bisa diakses via iPad yang kini dilengkapi dengan Apple Pencil.

Spesifikasi iPad yang dibutuhkan adalah iOS 12.2 atau di atasnya, yang terpasang pada iPad Pro, iPad Air 3, iPad Mini 5, dan generation iPad 5, 6, dan 7.

Sayangnya, untuk pengguna Andriod dan Windows harus bersabar dan menunggu lebih lama. Gerilya aja dulu, seperti biasa hehe…

BACA JUGA: Temukan Warnamu dengan Adobe Color CC

Jika kamu berlangganan Creative Cloud/CC, kamu sudah dapat mengunduhnya sekarang.

Tetapi sedikit berbeda dengan produk Adobe lain, Fresco masih dapat diakses secara gratis tapi dengan sejumlah keterbatasan akses fitur.

Untuk akses penuh subsciber CC harus membeli aplikasi secara terpisah.

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Adobe XD

3 Inspirasi Sukses dan Wajib Follow dari Akun Portofolio Desain di Media Sosial

Menarik perhatian di dunia maya, dan sukses juga di dunia nyata.

Kurasi akun social media atau instagram portfolio ini diharap tidak hanya inspirasi untuk berkarya dan bikin portofolio online, tetapi juga ada pelajaran dari pengalaman dan transformasi akun mereka.

Selain menarik perhatian dari pengguna dunia maya, akun portofolio designer dan artist juga yang berhasil meraih pengakuan di dunia nyata dan berhasil meraih sukses secara komersial.

Jadi bukan semata-mata mengajak kamu exist di socmed, jadi celebgram atau influncers ya…

Satu aja pesannya, melihat akun-akun keren ini jangan justru jadi minder, justru jadikan mereka inspirasi kamu untuk terus berkreasi!

Langsung aja dah…

CJ_Hendry

Akun instagram @cj_hendry mungkin hanya memiliki pengikut 379 ribu (per Juli 2019), tidak ada apa-apanya dibandingkan akun konten kreator seperti Atta Halilintar, yakan.

Karya sketsa dan gambar pensilnya yang super realistis dan mendetail menarik banyak minat kurator dan penggemar seni.

Jadi apa yang istimewa dari si CJ Hendry atau Elsa Picone ini? Coba lihat sendiri hasil karya-karyanya.

Apa inspirasi sukses dari CJ Hendry?

CJ_Hendry membuktikan bahwa gambar tangan tradisional (sketching and drawing) tidak pernah mati di era serba digital ini.

Yang menarik, ketenaran CJ Hendry berawal dari viralnya posting sketsanya di IG.

Kini CJ Hendy sudah berupa brand — perpaduan seni modern dan manajemen bisnis yang berhasil mentransformasi popularitas di media sosial menjadi karya seni gambar dan bisnis yang sukses dan mandiri.

CJ Hendry sudah bekerja sama dengan berbagai brand besar, memiliki studio workshop dan seni sendiri di New York, dan dengan tim manajemennya secara berkala menggelar pameran yang temanya menggelitik dan selalu dinanti para penggemarnya.

Baca juga: Eksis dengan Situs Galeri Portfolio Online.

Di pameran Rorschach-nya bulan April 2019 CJ Hendry memberikan akses virtual exhibition ke dalam pamerannya di website CJHendry.live sehingga semua orang bisa “berkunjung” ke pamerannya —walau mungkin pengalamannya beda ya kalau bisa datang langsung ke sana…

Ini cuplikannya di IG, atau bisa kunjungi sendiri “pameran” ini dengan klik CJHendry.live.

Pinot

Anak desain Indonesia tapi belum pernah dengar @Pinot? Serius?

Pinot alias “Pinot” Ichwandardi, animator asal Indonesia, yang kini tinggal dan berkarya di New York, berhasil menyedot perhatian dunia di tahun 2018 melalui posting video animasi di akun IG dan twitter-nya.

Apa sih yang bikin dunia sedemikian gempar?

Pinot membuat versi animasi dari cuplikan videoclip terhits dan kontroversial saat itu, This is America milik Childish Gambino.

Daaaan bukan animasi biasa… Pinot menggambarnya menggunakan software lawas, MacPaint dan animasi di Macro Mind, di komputer Macintosh 80-an miliknya.

Baca juga: Perangkat Lunak Pilihan untuk Gambar Pixel Art

Patut diacungi jempol karena tingkat kesulitan pembuatannya dan kesempurnaan hasilnya, ini dia cuplikan proses pembuatan dan animasinya:

Apa inspirasi sukses dari Pinot?

Pinot selama ini sudah lama dikenal penggemar art dan animasi di media sosial, tetapi terbatas di antara pengikut/penggemar desain visual dan animasi.

Selama ini Pinot punya “gaya” konten sendiri, dia konsisten dengan karya-karya kreatif yang eksperimental, bukan hanya artistik idealis tetapi juga memadukan gambar/sketsa tangan dengan teknik video stop motion dan animasi.

Jadi kreativitas juga harus ditunjang kemampuan/skill dan teknik yang matang.

Eksperimen animasi cuplikan video milik Childish Gambino berhasil menyedot perhatian lebih banyak orang.

Banyak yang mengulas karya ini di artikel media terkemuka, seperti Mashable, The Jakarta Post, dan bahkan konten kreator membuat konten reactions video tentang animasi ini.

Baca juga: artikel tentang Pinot di The Jakarta Post

Dari sini Pinot bahkan memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam pembuatan serial Stranger Things milik Netflix yang memang berlatar belakang tahun 90-an. Wah keren ya!

Lucas The Spider

Kamu mungkin tidak kenal Joshua Slice atau @Jsliceanimation, tapi mungkin tertarik dengan laba-laba peliharaannya yang menggemaskan, Lucas.

Yes, Lucas The Spider adalah tokoh animasi 3D berupa laba-laba kecil dengan suara menggemaskan!

Lucas The Spider ini sudah memiliki banyak penggemarnya, mencapai 3.1juta di Youtube dan 228ribu di IG (per Juli 2019), dari awal tokoh ini diposting November 2017.

Baca juga: Melukis Sepatu Kanvas, Starter Pack

Lucas The Spider ini ibarat hasil karya idealis iseng-iseng yang mengikut salah satu tren konten blog/vlog yang paling digemari, yaitu konten tentang hewan peliharaan yang imut dan lucu.

Bisa dilihat sendiri, kisah videonya sederhana yaitu seputar keseharian Lucas sebagai seekor laba-laba, seperti bermain hingga berteman dengan seekor lalat. Gemasss!

Apa inspirasi sukses dari Lucas The Spider

Jangan lupa bersenang-senang! Kesenangan kamu menggambar juga bisa dijadikan suatu yang produktif dan sekaligus menghibur orang lain!

Keberhasilan menciptakan portofolio yang disukai dan dinikmati orang banyak tidaklah mudah.

Kadang idenya tidak perlu muluk, bahkan hal yang kamu sukai pun, seperti menonton video hewan-hewan lucu di Youtube juga bisa jadi inspirasi.

Memiliki kesibukan dan pekerjaan tidak membuat Joshua Slice si pencipta Lucas berhenti berkreasi dan punya proyek idealis sendiri πŸ™‚

Yuk ah!

Baca juga: 5 Kegiatan Produktif Mengisi Liburan Panjang

Perangkat Lunak Pilihan untuk Gambar Pixel Art

Ketika grafis 8-bit atau 16-bit kembali tren, desainer grafis tentu kena imbasnya…haha

Apa itu gambar pixel art? Kalau kamu generasi X atau Millenial awal/xennial, pasti pernah mengalami masa jaya game Atari atau game boy.
Masih ingat game klasik Super Mario Bros sekitar pertengahan tahun 1985 atau bahkan Space Invader dan Frog di PC

BACA JUGA: Yang perlu kamu ketahui tentang Adobe Spark

Karena keterbatasan perangkat digital saat itu maka visual yang ditampilkan berupa pixel ukuran besar 8-bit atau 16-bit. Efeknya pencitraan dibuat per pixel, kotak persegi dan kaku.
Itulah yang dimaksud dengan gambar pixel art.

Nah, kini tren visual dan fashion tahun 80-an kembali lagi, demam gambar pixel art dibuat bukan karena keterbatasan perangkat tetapi karena kini kita punya pilihan.

Tentunya kita selalu bisa menggambar pixel art di Photoshop.
Tetapi sekarang ada beberapa perangkat lunak/software khusus dibuat untuk menggambar pixel art. Cobain deh!

Pixel Art Studio

Software Pixel Art Studio dapat diunduh gratis hanya dengan login di Microsoft Office Store.
Namun sayangnya hanya kompatibel pada perangkat keras (PC atau mobile computer) dengan sistem operasi Microsoft Office saja.

Fitur gambarnya cukup lengkap dan mirip Photoshop, seperti layering, blending modes, effect.

Pixilart

Aplikasi ini gratis dan bisa diakses via web browser komputer (tanpa perlu unduh atau memasang software baru) atau unduh aplikasi di gawai via GooglePlay bagi pengguna Andriod atau AppStore bagi pengguna iPhone

BACA JUGA: 7 Workshop Kreatif di Akhir Pekan

Kamu bebas menggambar di aplikasi secara gratis dan tidak perlu login dulu, tetapi untuk menyimpan hasil gambar yang perlu kamu lakukan hanya membuat akun dan menjadi bagian dari komunitas pixilart.

Make-8-bit art!

Make-8-bit art adalah perangkat lunak berbasis web (online), jadi kamu bisa mengaksesnya langsung via web browser, gratis tidak perlu login.

Aplikasi open source ini diciptakan oleh Jenn Schiffer.
Sesuai namanya, aplikasi ini khusus digunakan untuk menggambar pixel ukuran 8-bit.
Fiturnya mencukupi kebutuhan dasar menggambar, memang agak terbatas dibanding perangkat lunak lain, tetapi kamu bisa menyimpan gambar tanpa perlu login.

Fitur Pixelate LunaPic

Fitur image editing dan layout yang ditawarkan Lunapic cukup lengkap. Tools dan actions-nya cenderung lebih sederhana/praktis daripada Photoshop, karena Lunapic berorientasi produksi gambar yang praktis dan instan, alias design tool for non-designer.

Dan ternyata ada fitur yang menarik di Lunapic, yaitu pixelate!
Yes, kamu bisa mengkonversi gambar/foto menjadi pixel art!
Praktis kan? Ini caranya:

Semoga bermanfaat!

BACA JUGA: Trik Cropping Gambar dalam 7 Menit dengan Adobe Photoshop

6 Perangkat Andalan Ilustrator Digital

Jadi tukang gambar, atau nama kerennya illustrator, zaman sekarang sudah tidak sekedar berbekal pensil dan kuas lagi.

Kata ilustrasi digital (digital illustration) sudah tidak asing lagi.

art-3153106_640

Jika sebagian (sketsa atau pewarnaan) atau seluruh proses menggambar dilakukan di perangkat lunak atau keras, maka hasil gambar bisa dikategorikan sebagai ilustrasi digital.

graphics-tablet-3256600_640

Mesti bukan elemen utama dari suatu artwork, tapi perangkat keras atau lunak yang penunjang proses gambar digital ini semakin disukai karena semakin praktis, nyaman digunakan. dan canggih.

Jumlah dan tipenya semakin banyak!

office-583839_640

Ini dia daftar perangkat lunak dan/atau keras ilustrasi digital yang kekinian dan banyak direkomendasikan tahun 2018.

1. Wacom Tablet

Desainer grafis mana yang tidak kenal Wacom? Salah satu merek pionir dalam ilustrasi digital.

Selama ini kita mengenal wacom sebagai perangkat keras untuk menggambar dikomputer, lengkap dengan stylus dan touch pad-nya.

graphics-tablet-1964816_640

Baru-baru ini wacom memperkenalkan wacom tablet Cintiq 13HD yang berbeda dari wacom yang kita kenal.

Cintiq 13HD ini merupakan perpaduan dari perangkat keras dan lunak.

Apa artinya? Kamu tidak lagi menggunakannya sebagai alat gambar, saja tapi bisa langsung menggambar di layarnya!

Dan bisa dilakukan tanpa komputer a.k.a. dimana saja!

Banyak review yang positif terhadap Cintiq 13HD ini, mulai dari segi kepraktisan (mudah dibawa dan bisa gambar dimana aja, yes!), kenyamanan dalam menggambar, dan juga ukurannya yang sebesar halaman A4 (13inch).

2. Procreate

Aplikasi berbayar untuk iPad Pro (atau yang ukuran 9 inch) dan bisa digunakan dengan Apple Pencil ini digadang-gadang merupakan kompetitor utama Adobe PS, AI dan bahkan yang terbaru, Fresco.

Fitur andalannya adalah 130 pilihan brushnya sangat menarik untuk penggiat digital painting dan editing gambar layaknya di photoshop, mulai dari basic editing hingga layering/masking.

Perangkat lunak ini dapat dipasang dengan membayar USD 9.9 per unduhan, kita sudah dapat mengakses semua fitur, tidak ada batas waktu, dan tidak ada biaya lain jika ada upgrade.

Kalau dibandingkan dengan Adobe CC yang menawarkan akses dengan bentuk berlangganan per bulan, untuk para tukang gambar ini jadi pingin coba procreate yaaaa…

3. Adobe Illustrator CC 22.0

Adobe illustrator masih menjadi standar industri desain dan grafik.

versi terbarunya yang dirilis akhir tahun 2017 lalu menambah kecintaan kita pada Adobe Illustrator.

Apa yang menarik dari Adobe Illustrator CC 22.0?

  • Cropping. Derita pindah dari Illustrator ke Photoshop untuk memotong/cropping gambar sudah berakhir, karena di versi ini sudah dilengkapi dengan fitur Crop.
  • Colour Themes Panel – kalau kamu menggunakan adobe color cc (dulu namanya adobe kuler), maka kamu tidak asing dengan fitur ini. Fitur colour themes panel ini bisa membantu kamu memilik, menduplikat, dan menyimpan warna, yang bisa kamu gunakan/akses di seluruh perangkat Adobe (online).

BACA JUGA: Contek Warna Ala Adobe Color CC

  • Puppet Wrap Tools – fitur ini dulu hanya ada di photoshop, kini sudah dapat digunakan untuk gambar vektor di adobe illustrator.

4. Moleskin Smart Writing Set

Buku notes Moleskin adalah idola para desainer, selain apik tapi juga hipster/kekinian banget menunjang penampilan.

BACA JUGA: Hand Lettering Starter Pack

Dan dengan adanya aplikasi Smart Writing ini, kamu akan semakin tergila-gila ahaha!

Jadi bagi kamu pengguna buku sketsa moleskin, sekarang bisa menampilkan dan edit gambar kamu di tablet secara LIVE, alias aktual.

Gak percaya? Simak video berikut.

Bagaimana cara kerjanya?

  • Jadi aplikasi Smart Writing Set ini bisa disinkronisasikan dengan buku notes Moleskin.
  • Menggunakan perangkat keras Pin+ kamu bisa mulai menggambar atau menulis kamu di halaman tersebut.
  • Hasilnya bisa dilihat langsung di tablet atau perangkat keras lainnya yang memiliki aplikasi ini.

Kerennn…

5. Inkscape 0.92

Nah, jika kamu masih mencari perangkat lunak ilustrasi digital yang gratis, banyak yang merekomendasikan Inkscape 092.

BACA JUGA: 9 Hal Dasar Seputar Hak Cipta / Copyrights yang Wajib Diketahui

Perangkat lunaknya tersedia untuk Microsoft, iOs dan Linux. Gratis dan opensource.

Inkscape 0.92 ini banyak digunakan untuk gambar berbasis vektor daripada sketsa.

To be fair, memang ada beberapa kekurangan dalam segi fiturnya, jika dibandingkan perangkat lunak pro berbayar lainnya.

Tapi perangkat lunak ini cukup menunjang untuk pengrajin vektor dan rajin memperbaharui fiturnya.

6. Afinity Photo for iPad

Lah, ini bukannya perangkat lunak untuk editing foto ya?

Fungsinya ternyata sudah berkembang banyak seiring dengan kecanggihannya.

Siapa yang suka menggambar menggunakan photoshop? Tenang, kamu tidak sendirian.

Buktinya, afinity photo ini banyak disukai para desain grafik yang biasa menggambar  atau sketching menggunakan photoshop.

Kamu bisa menggunakannya untuk menggambar atau doodling di iPad Asik yaa

Insights & trends

Aplikasi Photo EditingxIllustrator: Prisma Photo Editor

Aplikasi smartphone ini perpaduan AI (artificial intelligence) dan art.

Algoritma Prisma melakukan rendering gambar dengan efek artisitik yang didesain berdasarkan hasil riset convolutional neural network dan artificial intelligence. Canggih yaaa…

Prosesnya, Prisma membuat ulang atau recreate bukan sekedar menambah filter atau overlay di atas gambar saja. Proses rendering pun tidak terjadi dalam prosesor gawai, melainkan di server Prisma.

BACA JUGA: Melukis Sepatu Kanvas: Starter Pack

Semua proses ini menghasilkan efek artistik pun sangat halus dan hasilnya seperti karya seni yang nyata dan indah.

Prisma sudah tersedia di Apple store dan Google Play, gratis dan tidak ada in-app purchase.

Semoga bermanfaat!

Sumber: https://www.creativebloq.com/advice/7-best-new-illustration-tools-of-2017-so-far

 Updated Oct 16, 2019

7 Workshop Kreatif di Akhir Pekan

Waktu luang di akhir pekan adalah kesempatan memperoleh “udara segar”

exhibitions-751576_640

Setelah seminggu bekerja serius dan gak ada variasi bisa jadi membuat otak kreatif ini tumpul.Nah, ada baiknya mencoba ikutan dalam workshop-workshop kreatif atau kriya yang diadakan di akhir pekan ini.

Selamatkan jiwa kreatifmu dengan kegiatan yang produktif, bermanfaat, sekaligus menambah wawasan dan pertemanan!

1. Kelas Pagi

Untuk kamu penggemar dan ingin belajar fotografi.

widow-1148929_640
Kelas Pagi, sekolah fotografi untuk siapapun yang bisa bangun pagi πŸ™‚

Anton Ismael pengagas dari kelas fotografi gratis berbasis komunitas ini sejak 2006, awalnya hanya di Jakarta (lokasi di Gedung Sarinah Ekosistem) kini juga sudah hadir di Yogyakarta. Namanya juga Kelas Pagi, dimulai jam 6-11 pagi setiap akhir pekan.

BACA JUGA: Trik Cropping Gambar dalam 7 Menit dengan Adobe Photoshop

kelas pagi
Belajar Basic Lighting. Sumber: IG @Kelaspagijkt

Kelas Pagi ini mengusung metode belajar keluar dan aktif, jadi kamu proses belajar tidak pasif dalam ruangan tetapi juga akan praktik dan pindah-pindah lokasi, dan ada juga kerjasama dengan partner-partner untuk memperkaya materi dan pengetahuan.

2. Indoestri

background-1209461_640

Cocok bagi para penggiat kriya.

Indoestri Makerspace menyediakan wadah bagi desainer independen dan pelaku industri kecil untuk belajar dan berbagi dalam satu komunitas Selfmade, dan di studionya pun tersedia ruang dan fasilitas yang menunjang 4 “cabang  ilmu” yaitu Wood working, Surface, Textile and Leather, Metal Working.

screen-shot-2017-01-09-at-8-40-42-pm
Workshop Metal Working. Sumber: http://www.indoestri.com

Sesi kelas atau workshop berbayar yang diadakan di Maker Space berlokasi di Cengkareng ada yang beberapa hari/minggu (long haul) hingga kelas 1 hari (workshop).

BACA JUGA: Eksis dengan 4 Situs Galeri Portofolio Online

Untuk biasanya 1 sesi workshop memakan waktu 1 hari / full day mengajarkan skill atau keahlian kriya yang spesifik. Harga yang dibayarkan anggota/member komunitas lebih rendah dibandingkan yang bukan anggota.

3. MbatikYuuuk

Misi pelestarian sekaligus memperkenalkan sejarah dan proses membuat warisan budaya kita, batik.

indonesia-1321504_640

Batik memang warisan budaya yang kita bangga-banggakan, tapi tahukah kamu bagaimana batik dibuat? MbatikYuuuk menawarkan kesempatan bagi kamu yang ingin belajar tentang batik, dari sejarahnya, motif-motif khas, dan proses pembuatannya.

sharing-info
Workshop pengenalan dan pembuatan batik di Mbatikyuuuk. Sumber: https://mbatikyuuuk.com/

Ibu Indra Tj bersama dengan tim MbatikYuuuk biasanya mengadakan workshop 1 hari bagi para pemula dengan bayaran yang terjangkau, diadakan setiap akhir pekan di Museum Bank Mandiri, Kota Tua Jakarta Pusat. Disini kamu akan mempelajari sejarah singkat, gaya dan motif khas, hingga terlibat langsung dalam proses pembuatannya alias nyanting.

4. WeWo by Serbarupa

photography-569354_640

Ok, jika kamu rasa kelas dan workshop di atas terlalu serius? Jika ingin yang lebih relax dan refreshing, mungkin kamu harus coba WeWo atau Weekend Workshop di Serba Rupa.

Serba Rupa memiliki program WeWo atau Weekend Workshop. Sesuai namanya workshop dan kelas-kelas diadakan di akhir pekan dan sangat beragam mulai workshop pembuatan kosmetik organik hingga kegiatan yang sifatnya kreatif seperti ilustrasi atau handlettering. Follow aja instagram untuk dapat update jadwal workshopnya atau cek via websitenya.

screen-shot-2016-12-14-at-3-20-27-am
Kreasi nge-cap. Sumber: IG @Serbarupa

Co-Lab Space, Serba Rupa ini memiliki konsep pembentukan ekosistem kreatif, terbuka untuk mengadakan kegiatan belajar apa saja dengan fasilitas berupa rumah yang berlokasi di Bumi Serpong Damai, Tangerang. Kegiatan belajar apa aja artinya bisa untuk kegiatan seperti kursus/try-out siswa sekolah hingga workshop kreatif seperti WeWo.

5. Vivacious Makerspace

Workshop Vicacious Makerspace cocok bagi pecinta seni kriya terutama yang berhubungan dengan interior dan fashion dengan gaya yang modern minimalis.

screen-shot-2016-12-24-at-9-45-15-pm
Sumber: @Vivacious.makerspace

Untuk jadwal workshop dan homepage, Vivacous Spacemaker menggunakan fasilitas direktori dan pengelola workshop online maubelajarapa.com

screen-shot-2016-12-24-at-9-37-41-pm
Sumber: @vivacious.makerspace

Perpaduan galeri dan workshop kreatif, yang ditujukan untuk menjadi wadah bagi pecinta kegiatan kreatif khususnya yang terkait kriya dan fashion seperti seni dekorasi, menjahit, dan sebagainya.

Workshopnya kerap diadakan Sabtu/Minggu di daerah Kelapa Gading, Jakarta Pusat.

6. Ganara Art Space

Lebih dikenal dengan workshop/kelas Ganara Art Studio yang fokus mengenalkan seni bagi anak-anak usia sekolah ini, ternyata juga menyelenggarakan workshop sehari bagi orang dewasa juga! Namanya Ganara Art Space πŸ™‚

screen-shot-2016-12-24-at-9-52-38-pm
Sumber: @ganaraartspace

Kegiatan workshop yang ditawarkan sejauh ini lebih kepada seni murni, seperti melukis dan menggambar, dengan biaya terjangkau dan biasanya diadakan di akhir pekan.

7. Kaligrafina

Bagi yang berminat kaligrafi dan hand-lettering, coba rajin-rajin cek akun instagram @kaligrafina.

Wadah para pecinta dan praktisi kaligrafi ini kerap mengadakan kelas pop-up (tidak tetap jadwal dan lokasinya) di berbagai kota di Indonesia.

Screen Shot 2017-06-19 at 5.16.10 PM

Semoga bermanfaat!

(updated Jun 19, 2017)

BACA JUGA: Hand Lettering Starter Pack